• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERGANTUNGAN TERHADAP KONTRAK PEMERINTAH

Dalam dokumen PT Red Planet Indonesia Tbk (Halaman 133-136)

BAB  IX.    KEGIATAN  SERTA  KECENDERUNGAN  DAN  PROSPEK  USAHA   PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK

J. KETERGANTUNGAN TERHADAP KONTRAK PEMERINTAH

Selain itu, kompetitor tidak memiliki nilai tambah unik yang dapat ditawarkan kepada pemilik hotel – distribusi kamar mereka terbatas pada penjualan kamar tersedia ke agen perjalanan. Sebaliknya Red  Planet,  memiliki  IT  sistem  terbaik  yang  dapat  mengatur  harga  secara  dinamis  setiap  saat,  tanpa  bergantung kepada agen perjalanan online, dengan menggunakan aplikasi pemesanan dan program  loyalitas yang dimiliki oleh Perusahaan.     Sementara Perusahaan telah memiliki teknologi dengan merek baru yang kuat dan sarana yang unik,  secara keseluruhan bisnis hotel ekonomis di Indonesia tetap menarik:  1. Tingkat hunian yang tinggi dan modal awal / investasi untuk mendirikan hotel bujet cukup rendah  dibanding modal untuk mendirikan hotel berbintang. Biaya rata‐rata, pembangun hotel budget  kisaran Rp80 ‐ 100 miliar sudah termasuk tanah.  2. Dengan biaya investasi yang rendah ini, maka perhitungan balik modal akan lebih cepat ketimbang  berinvestasi di bisnis hotel berbintang.  3. Indonesia memiliki banyak lokasi, terutama di Jakarta dan daerah sekitar, yang sangat ideal bagi  pengembangan hotel ekonomis.   

Dengan  pertimbangan  ini,  Perusahaan  akan  terus  membangun  hotel  ekonomis  di  tahun‐tahun  mendatang,  dan  memfokuskan  pembangunan  di  Jakarta.  Dengan  kondisi  sosial‐ekonomi  yang  mantap,  industri  yang  dinamis,  merek  serta  platform  IT  yang  unik,  Perusahaan  akan  megalami  pertumbuhan yang kuat di tahun 2016. 

 

Model bisnis Red Planet ideal untuk kelas menengah Indonesia, mulai dari pebisnis sampai dengan  anak  muda,  tetapi,  Perseroan  tetap  waspada  terhadap  pertumbuhan  para  pesaing.  Mungkin  para  pesaing tidak memiliki standar tinggi dan tidak memiliki teknologi canggih, tetapi Perseroan sadar  bahwa konsumen Indonesia masih sensitif terhadap harga.    Di tahun 2016, pertumbuhan  hotel ekonomis masih terus mengalami kenaikan. Di beberapa kota  besar seperti Jakarta, segmen hotel ekonomis terus tumbuh seriring dengan maraknya kegiatan bisnis  dan MICE (meeting, incentives, convention and exhibition). Data dari HVS, penyedia data perhotelan  global, menunjukkan bahwa jumlah kamar hotel di Jakarta bertambah 11.224 kamar dari 50 hotel,   di mana  5.774 kamar dari  26 hotel merupakan hotel skala ekonomis. Hal ini  menunjukkan bahwa  potensi  pasar  hotel  ekonomis  masih  cerah  namun  kompetisinya  makin  ketat.  Dewan  Komisaris  memandang, Perusahaan perlu melakukan serangkaian inovasi dan mengedepankan pelayanan prima  untuk dapat memenangkan persaingan. Tingginya tingkat permintaan hotel ekonomis di Jakarta juga  membuat Perusahaan memprioritaskan pembangunan hotel baru di Jakarta.       Di tahun 2017, kinerja industri hotel akan lebih cerah dibandingkan dengan tahun 2016. Selain karena  perekonomian  yang  diprediksi  mulai  membaik,  perbaikan  kinerja  perhotelan  juga  disebabkan  kunjungan  wisatawan  yang  trennya  selalu  meningkat.  Pemerintah  juga  menargetkan  20  juta  wisatawan pada tahun 2020, di mana industri hotel diharapkan mampu menopang dan bersinergi  dengan  industri  lainnya,  seperti  maskapai  penerbangan  untuk  mewujudkan  target  Pemerintah  tersebut.  Sinergi  hotel,  khususnya  hotel  ekonomis  dengan  maskapai  penerbangan  murah  dalam  bentuk integrasi penjualan tiket pesawat dan hotel dalam program promosi bersama telah terbukti  mampu menaikkan tingkat penjualan kamar hotel.  

 

Terobosan‐terobosan  seperti  inilah  yang  harus  jeli  dilihat  oleh  Perusahaan  untuk  meningkatkan  tingkat okupansi, selain terus memperhatikan nilai, lokasi, kebersihan dan teknologi untuk memikat  hati konsumen hotel ekonomis. 

 

Di tengah situasi pasar industri hotel ekonomis yang kian kompetitif, Perusahaan tetap optimis untuk  memenangkan  persaingan.  Pertumbuhan  ekonomi  Indonesia,  meskipun  sedikit  lebih  rendah  dibanding  APBNP,  namun  mengalami  kenaikan  menjadi  5%  dibanding  tahun  lalu  sebesar  4,7%.  Kenaikan ini salah satunya didorong oleh konsumsi swasta. Perusahaan melihat bahwa tumbuhnya  konsumsi  swasta  merupakan  peluang  yang  harus  diambil.  Melalui  peningkatan  kinerja  dengan  mengintegrasikan  pelayanan  prima  kepada  konsumen  serta  mengandalkan  inovasi  dan  teknologi,  Perusahaan membuktikan terus bergerak ke depan melewati berbagai tantangan. 

 

Tidak  terdapat  kecenderungan,  ketidakpastian,  permintaan,  komitmen,  atau  peristiwa  yang  dapat  diketahui yang dapat  mempengaruhi  secara  signifikan  penjualan bersih atau pendapatan usaha,  pendapatan dari operasi berjalan, profitabilitas, likuiditas atau sumber modal, atau peristiwa yang  akan  menyebabkan  informasi  keuangan  yang  dilaporkan  tidak  dapat  dijadikan  indikasi  atas  hasil  operasi atau kondisi keuangan masa datang.    G. HAK PATEN, HAK MERK, LISENSI, WARALABA, DAN KONSESI      Perseroan dan Entitas Anak tidak memiliki dan/atau menguasai hak paten, hak merk, lisensi, waralaba  dan konsesi.    H. KETERGANTUNGAN TERHADAP PEMASOK TERTENTU   

Dalam  menjalankan  kegiatan  operasionalnya,  Perseroan  tidak  memiliki  ketergantungan  terhadap  pemasok tertentu.  

 

I. KETERGANTUNGAN TERHADAP PELANGGAN   

 

Dalam  menjalankan  kegiatan  operasionalnya,  Perseroan  tidak  memiliki  ketergantungan  terhadap  pelanggan.  

 

J. KETERGANTUNGAN TERHADAP KONTRAK PEMERINTAH   

 

Dalam  menjalankan  kegiatan  operasionalnya,  Perseroan  tidak  memiliki  ketergantungan  terhadap  kontrak pemerintah.  

BAB X. EKUITAS

Tabel ekuitas berikut diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal dan periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2016, dengan angka perbandingan tanggal-tanggal dan tahun yang beakhir pada tanggal-tanggal-tanggal-tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 1 Januari 2014 yang telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI oleh KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono yang ditandatangani oleh Aris Suryanta, Ak, CA, CPA pada tanggal 27 Januari 2017 dengan opini wajar tanpa modifikasian (Wajar Tanpa Pengecualian), dengan paragraf Penekanan Suatu Hal mengenai Kelangsungan Usaha dan Akuisisi Terbalik.

PT RED PLANET INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Per 30 September 2016 31 Desember 2015, 2014 dan 1 Januari 2014 (Disajikan dalam Rupiah kecuali dinyatakan lain)

30 September 2016 31 Desember 2015 31 Desember 2014 1 Januari 2014

EKUITAS Modal saham 676.546.400.000 676.546.400.000 676.520.750.000 41.000.000.000 Tambahan modal disetor (373.335.927.523) (373.335.927.523) (373.335.927.523) 6.000.000.000 Pendapatan komprehensif lainnya 636.544.407 774.168.685 791.436.519 - Defisit Ditentukan penggunaannya - - - - Belum ditentukan penggunaannya (186.887.365.740) (140.252.267.418) (59.801.958.023) (23.178.437.427) Jumlah Ekuitas yang

dapat diatribusikan kepada

Pemilik Entitas Induk 116.959.651.144 163.732.373.744 244.174.300.973 23.821.562.573 Kepentingan

Nonpengendali (22.296.865) (18.714.212) (9.890.205) -

JUMLAH EKUITAS 116.937.354.279 163.713.659.532 244.164.410.768 23.821.562.573

Tidak terdapat perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan terakhir sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran.

Berikut ini merupakan struktur PUT II Perseroan:

- Jumlah Saham: sebanyak-banyaknya 4.089.330.201 (empat miliar delapan puluh sembilan juta tiga ratus tiga puluh ribu dua ratus satu) Saham Baru

- Total Dana Hasil PUT II: sebanyak-banyaknya Rp408.993.020.100 (empat ratus delapan miliar sembilan ratus sembilan puluh tiga juta dua puluh ribu seratus Rupiah)

- Nilai Nominal: Rp100 (seratus) Rupiah - Harga Pelaksanaan: Rp100 (seratus) Rupiah

- Rasio Konversi: 5 (lima) Saham Lama berhak atas 3 (tiga) HMETD

- Persentase Saham Dengan Modal Disetor Setelah PUT II: 37,50% (tiga puluh tujuh koma lima nol persen)

BAB X. EKUITAS

Tabel ekuitas berikut diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal dan periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2016, dengan angka perbandingan tanggal-tanggal dan tahun yang beakhir pada tanggal-tanggal-tanggal-tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 1 Januari 2014 yang telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI oleh KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono yang ditandatangani oleh Aris Suryanta, Ak, CA, CPA pada tanggal 27 Januari 2017 dengan opini wajar tanpa modifikasian (Wajar Tanpa Pengecualian), dengan paragraf Penekanan Suatu Hal mengenai Kelangsungan Usaha dan Akuisisi Terbalik.

PT RED PLANET INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Per 30 September 2016 31 Desember 2015, 2014 dan 1 Januari 2014 (Disajikan dalam Rupiah kecuali dinyatakan lain)

30 September 2016 31 Desember 2015 31 Desember 2014 1 Januari 2014

EKUITAS Modal saham 676.546.400.000 676.546.400.000 676.520.750.000 41.000.000.000 Tambahan modal disetor (373.335.927.523) (373.335.927.523) (373.335.927.523) 6.000.000.000 Pendapatan komprehensif lainnya 636.544.407 774.168.685 791.436.519 - Defisit Ditentukan penggunaannya - - - - Belum ditentukan penggunaannya (186.887.365.740) (140.252.267.418) (59.801.958.023) (23.178.437.427) Jumlah Ekuitas yang

dapat diatribusikan kepada

Pemilik Entitas Induk 116.959.651.144 163.732.373.744 244.174.300.973 23.821.562.573 Kepentingan

Nonpengendali (22.296.865) (18.714.212) (9.890.205) -

JUMLAH EKUITAS 116.937.354.279 163.713.659.532 244.164.410.768 23.821.562.573

Tidak terdapat perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan terakhir sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran.

Berikut ini merupakan struktur PUT II Perseroan:

- Jumlah Saham: sebanyak-banyaknya 4.089.330.201 (empat miliar delapan puluh sembilan juta tiga ratus tiga puluh ribu dua ratus satu) Saham Baru

- Total Dana Hasil PUT II: sebanyak-banyaknya Rp408.993.020.100 (empat ratus delapan miliar sembilan ratus sembilan puluh tiga juta dua puluh ribu seratus Rupiah)

- Nilai Nominal: Rp100 (seratus) Rupiah - Harga Pelaksanaan: Rp100 (seratus) Rupiah

- Rasio Konversi: 5 (lima) Saham Lama berhak atas 3 (tiga) HMETD

- Persentase Saham Dengan Modal Disetor Setelah PUT II: 37,50% (tiga puluh tujuh koma lima nol persen)

Posisi proforma ekuitas konsolidasian Perseroan per 30 September 2016 sebelum dan sesudah dilaksanakannya PUT II adalah sebagai berikut:

Sebelum PUT II Penyesuaian Setelah PUT II

EKUITAS

Modal saham 676.546.400.000 410.000.000.000 1.086.546.400.000

Tambahan modal disetor (373.335.927.523) - (373.335.927.523)

Pendapatan komprehensif lainnya 636.544.407 - 636.544.407 Defisit Ditentukan penggunaannya - - - Belum ditentukan penggunaannya (186.887.365.740) - (186.887.365.740)

Jumlah Ekuitas yang dapat diatribusikan

Kepada Pemilik Entitas

Induk 116.959.651.144 410.000.000.000 526.959.651.144

Kepentingan

Nonpengendali (22.296.865) - (22.296.865)

BAB XI. KEBIJAKAN DIVIDEN

Seluruh Saham Perseroan yang telah diambil bagian dan disetor penuh dalam Perseroan, termasuk Saham Baru yang akan ditawarkan dalam rangka PUT II kepada para Pemegang Saham, mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, termasuk hak untuk mendapatkan dividen.

Perseroan memiliki kebijakan untuk membayarkan dividen dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba tahun berjalan dalam bentuk uang tunai kepada seluruh pemegang saham Perseroan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun, namun dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.

Berikut adalah riwayat pembayaran dividen Perseroan: 2015

Dividen tunai: Rp0

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp(80.450.309.395) Rasio pembayaran dividen: 0%

2014

Dividen tunai: Rp0

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp(36.623.520.596) Rasio pembayaran dividen: 0%

2013

Dividen tunai: Rp0

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp855.457.283 Rasio pembayaran dividen: 0%

TIDAK TERDAPAT NEGATIVE COVENANTS YANG MEMBATASI HAK-HAK PEMEGANG SAHAM UNTUK

Dalam dokumen PT Red Planet Indonesia Tbk (Halaman 133-136)