• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Keterkaitan Antara ROE, ROA & EVA dan Pengaruhnya

Secara umum EVA dan ROA dianggap sebagai pengukur terbaik dari kinerja suatu perusahaan. EVA digunakan untuk menilai kinerja operasional, karena secara fair juga mempertimbangkan required rate of return yang dituntut oleh para investor dan kreditor. Berkaitan dengan EVA sebagai alat

ukur kinerja yang mempertimbangkan harapan para investor terhadap investasi yang dilakukan, maka EVA mengidentifikasikan seberapa jauh perusahaan telah menciptakan nilai bagi pemilik perusahaan.

Menurut Bodie, Kane and Marcus (2002) yang dikutip oleh Panggabean (2005:3) Return on Equity (ROE) yang merupakan perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas ini merupakan salah satu dari dua faktor dasar dalam menetukan pertumbuhan tingkat pendapatan perusahaan. Ada dua sisi dalam menggunakan ROE, kadang-kadang diasumsikan bahwa ROE yang akan datang merupakan perkiraan dari ROE yang lalu. Tetapi ROE yang tinggi pada masa yang lalu tidak menjamin ROE yang akan datang masih tetap tinggi. Dan salah satu kelemahannya antara lain ROE tidak mempertimbangkan biaya ekuitas saham. Teori tersebut membuktikan bahwa penelitian ini sejalan dengan teori yang menghasilkan data dengan Return On Equity yang tidak signifikan terhadap return saham.

ROA adalah perbandingan net profit after tax terhadap average total asset. Rasio ini memberikan gambaran seberapa efektif perusahaan menggunakan seluruh asetnya didalamnya menghasilkan keuntungan. Nilai dari kedua rasio keuangan diatas sudah tercantum dalam setiap laporan keuangan perusahaan sehingga lebih mudah bagi investor dalam menganalisisnya untuk kemudian dijadikan dasar menentukan kebijakan portofolio (Handoko, 2008:3). Dengan menggunakan rasio keuangan akan memudahkan investor melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan

atau return sehingga ROA menjadi variabel yang mempengaruhi return

saham.

Menurut analis keuangan dari Stewart & Co. of New York City, EVA mengukur nilai tambah dalam suatu periode tertentu. Nilai tambah ini tercipta apabila perusahaan memperoleh keuntungan (profit) di atas cost of capital

perusahaan. Secara matematis, EVA dihitung dari laba setelah pajak dikurangi dengan cost of capital tahunan. Jika EVA positif, menunjukkan perusahaan telah menciptakan kekayaan, maka EVA dijadikan suatu patokan dalam menentukan jumlah dana yang akan dinvestasikan.

Analisis penilaian kinerja dengan menggunakan ROE, ROA & EVA jika dihubungkan dengan Return Saham adalah jika kinerja suatu perusahaan semakin baik maka return yang dihasilkan oleh suatu perusahaan semakin tinggi sehingga harga saham perusahaan semakin tinggi sehingga resiko yang ditimbulkan semakin kecil. Hal ini karena tingkat pengembalian yang dihasilkan suatu perusahaan lebih tinggi sehingga dapat meminimalkan resiko menjadi sekecil mungkin.

Sehingga pada tahap akhir penelitian akan dilihat kecenderungan terhadap perubahan yang akan terjadi. Dari hasil perhitungan antara metode ROE, ROA & EVA dapat dilihat dari segi mana perusahaan mampu memperoleh penilaian yang baik dan juga penilaian yang masih kurang baik dan juga dapat diketahui bagaimana pengaruhnya terhadap Return Saham.

C. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian yang berkenaan dengan analisis ROE, ROA dan EVA telah banyak dilakukan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Berikut beberapa penelitian sebelumnya:

Panggabean (2005) mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang analisis perbandingan korelasi EVA dan ROE terhadap Harga Saham pada 20 perusahaan di Bursa Efek Jakarta dapat disimpulkan beberapa hal pokok sebagai berikut: Economic Value Added (EVA) perusahaan dalam LQ-45 mempunyai korelasi yang signifikan dengan harga sahamnya, Namun Return on Equity (ROE) perusahaan dalam LQ-45 tidak mempunyai yang signifikan dengan harga saham.

Taufik (2007) melakukan pengujian asumsi klasik yang pada dasarnya untuk melihat apakah data-data dalam penelitian ini dapat digunakan untuk meregresikan antara variabel bebas (ROE, ROA dan EVA) dan variabel terikat (Stock Return). Berdasarkan hasil uji ANOVA terlihat bahwa antara variabel independent (ROE, ROA dan EVA) dengan variabel dependent (stock return) mempunyai pengaruh yang signifikan. Namun demikian dominasi variabel independent terhadap variabel dependent tersebut tidak terlalu besar yaitu hanya 27,9% sedangkan sebagian besar (72,1%) didominasi oleh faktor lain.

Hakim (2006) menemukan bahwa secara simultan EVA dan ROA berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Namun secara parsial hanya ROA saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap return saham,

29 sedangkan EVA tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil ini menunjukkan pengukuran kinerja keuangan dengan metode ROA lebih baik dibandingkan dengan metode EVA dalam pengaruhnya terhadap return saham. Hal ini disebabkan karena para investor masih menganggap bahwa metode perhitungan ROA masih efektif dalam memperkirakan tingkat keuntungan saham di masa yang akan datang.

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu dan Kini Peneliti (Tahun) Panggabean (2005) Taufik (2007) Hakim (2006) Meutia (2010) Judul Penelitian Analisis Perbandiangan

Korelasi EVA dan ROE Terhadap Harga Saham LQ-45 Di Bursa Efek Jakarta Pengaruh Pendekatan Traditional Accounting dan EVA Terhadap Stock Return Perusahaan Sektor Perbankan Di Bursa Efek Jakarta Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Metode EVA, ROA dan Pengaruhnya Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam Indeks LQ-45 Di BEJ

Pengaruh ROE, ROA dan EVA Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Yang Tercatat Di Jakarta Islamic Index (JII)

Pengukuran Variabel- Variabel Dalam Penelitian -Dependen (Harga Saham) -Independen (EVA dan ROE)

-Dependen (Stock Return) -Independen

(ROE, ROA dan EVA)

-Dependen (Return Saham) -Independen (EVA dan ROA)

-Dependen (Stock Return) -Independen

(ROE, ROA dan EVA) Metode

Penentuan Sampel

Pooleed

(Kombinasi dari time series dan cross section)

Purposive Sampling

Analisis Regresi dan Korelasi

Analisis Regresi Linear Berganda

Subjek Penelitian

Indeks LQ-45 Bursa Efek Jakarta

Sektor Perbankan Bursa Efek Jakarta

Indeks LQ-45 Bursa Efek Jakarta

Jakarta Islamic Index (JII) Hasil Penelitian EVA perusahaan dalam LQ-45 mempunyai korelasi yang signifikan dengan harga sahamnya dan untuk

ROE perusahaan dalam LQ-45 tidak mempunyai korelasi yang signifikan dengan harga saham.

EVA, ROE dan ROA

mempengaruhi stock return sektor Perbankan di BEJ Tahun 2002-2005, namun tidak terlalu

besar. EVA ternyata lebih superior

mempengaruhi stock return sektor perbankan.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja perusahaan yang diukur dengan metode ROA terhadap return saham, sedangkan metode EVA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.

Hasil uji f menunjukkan bahwa variabel ROE, ROA dan EVA mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

return saham

sedangkan hasil uji t variabel ROE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.

D. Kerangka Pemikiran Teoritis

Dengan mengadakan penilaian terhadap laporan keuangan dengan menggunakan metode EVA, akan dapat diketahui tentang perkembangan atau kemunduran keadaan keuangan perusahaan. Selain itu konsep EVA juga dapat dijadikan sebagai alat pengukuran kinerja bagi perusahaan. Karena EVA dinilai lebih mencerminkan nilai bisnis secara nyata dengan mengukur nilai tambah (value added) yang dihasilkan perusahaan kepada investor.

EVA berangkat dari konsep biaya modal, yakni resiko yang dihadapi perusahaan dalam melakukan investasinya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jika nilai EVA lebih besar dari 0 (Nol), maka telah terjadi proses nilai tambah pada perusahaan. Dan apabila EVA sama dengan 0 (Nol) menunjukkan posisi impas pada perusahaan, sedangkan jika EVA lebih kecil dari 0 (Nol) menunjukkan tidak adanya nilai tambah bagi perusahaan, karena laba yang tersedia tidak bisa memenuhi harapan investor.

Selain EVA, pendekatan tradisional seperti ROE dan ROA juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahan dan berpengaruh terhadap return saham meskipun masih banyak kelemahannya bila menggunakan kedua pendekatan tradisional ini.

Berdasarkan kerangka teori yang telah dikemukakan dapat disederhanakan dalam bentuk kerangka pemikiran sebagai berikut:

32

Gambar 2.1

Skema Kerangka Pemikiran

Jakarta Islamic Index

ROE ROA EVA

Return Saham

E. Hipotesis

Berdsarkan kerangka pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan suatu hipotesis yang merupakan dugaan sementara dalam menguji suatu penilaian, yaitu:

H0 :“Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE, ROA & EVA terhadap return saham”.

H1 :“Terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE, ROA & EVA terhadap

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dokumen terkait