TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Kehamilan 1) Pengertian
6) Ketidaknyamanan pada kehamilan trimester III
Proses kehamilan akan membawa dampak bagi ibu yaitu terjadinya perubahan sistem dalam tubuh yang semuanya membutuhkan adaptasi, baik fisik maupun psikologis. Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyaman yang meskipun hal ini adalah fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan dan perawatan (Romauli,2011).
a) Sering buang air kecil
Peningkatan frekuensi berkemih pada ibu hamil trimester III paling sering dialami oleh wanita primigravida setelah lightening terjadi.
Lightening menyebabkan bagian presentasi (terendah) janin akan
menurun dan menimbulkan tekanan langsung pada kandung kemih (Marmi,2011).
Pembesaran uterus trimester ketiga menurunkan kapasitas kandung kemih(Doenges and Moorhouse, 2001).Nokturia pada trimester ketiga diduga memiliki dasar fisiologis. Aliran balik vena dari ektermitas difasilitasi saat wanita sedang berbaring pada posisi lateral rekumben karena uterus tidak lagi menekan pembuluh darah daerah panggul dan vena kava inferior. Bila wanita berbaring dalam posisi ini saat tidur malam hari, akibatnya pola diurnal kebalikan, sehingga terjadi peningkatan pengeluaran urine pada saat ini (Varney et all, 2007).
Cara mengatasi keluhan sering buang air kecil pada ibu hamil adalah kedua kaki ditinggikan untuk meningkatkan dieresis.Cara mengatasi nokturia menurut Varney (et. all2007) yaitu menjelaskan
27
mengapa hal ini terjadi lalu membiarkannya memilih cara yang nyaman baginya dan menganjurkan mengurangi cairan setelah makan sore, sehingga asupannya selama sisa hari tersebut tidak akan memperberat masalahsering buang air kecil. Beberapa teknik mengatasi permasalahan padatrimester III, antara lain sebagai berikut.
1. Segera mengosongkan kandung kemih saat terasa ingin berkemih. 2. Perbanyak minum pada siang hari.
3. Tidur (khususnya pada malam hari) posisi miring. b) Insomnia
Menurut Varney (et. all 2007) menjelaskan bahwa wanita hamil memiliki tambahan alasan fisik sebagai penyebab insomnia yakni ketidaknyamanan akibat uterus yang membesar.Menurut Marmi (2014) insomnia disebabkan oleh perasaan gelisah, kekuatiran ataupun bahagia. Ketidaknyamanan fisik seperti membesarnya uterus, pergerakan janin, bangun ditengah malam karena nokturia, dyspnea, heartburn, sakit otot, stress dan cemas. Cara mengatasinya yaitu:Mandi air hangat, minum air hangat (susu/teh tanpa kafein) sebelum tidur, lakukan aktivitas yang tidak menimbulkan stimulus sebelum tidur, ambil posisi tidur relaksasi, membaca sebelum tidur (Varney et. all, 2007).
c) Haemoroid
Haemoroid selalu didahului konstipasi. Oleh sebab itu, semua hal
yang menyebabkan konstipasi berpotensi menyebabkan haemoroid. Progesterone juga berperan dalam menyebabkan terjadinya relaksasi dinding vena dan usus besar, pembesaran uterus juga menyebabkan peningkatan tekanan pada dinding vena dan usus besar (Marmi,2011). Varices rectum sering terjadi pada konstipasi yang lama, mengejan, atau sebagai akibat dari peningkatan volume sirkulasi dan relaksasi hormonal pembuluh darah. Adanya hemoroid dapat menyebabkan nyeri saat defekasi serta peningkatan pemindahan posisi usus memperberat masalah eliminasi (Doenges and Moorhouse, 2001).
28
Cara mengatasinya sebagai berikut.
1. Makan makanan yang berserat, buah dan sayuran serta banyak minum airputih dan sari buah.
2. Lakukan senam hamil untuk mengatasi haemoroid.
3. Jika haemoroid menonjol keluar, oleskan lotion witch hazel (Romauli,2011).
d) Keputihan dan pruritus
Leukorea merupakan sekresi vagina dalam jumlah besar dengan konsitensi kental yang dimulai pada trimester pertama, sebagi bentuk dari hiperplasi mukosa vagina. Leukorea dapat disebabkan oleh terjadinya peningkatan produksi kelenjar dan lendir endoservikal sebagai peningkatan kadar estrogen. Hal lain yang dicurigai sebagai penyebab terjadinya leukorea adalah perubahan sejumlah besar glikogen pada sel epitel vagina menjadi asam laktat oleh basil doderlein (Marmi,2014). Ketika kadar estrogen tinggi, sekresi kelenjar servikal menghasilkan media asam yang mendorong proliferasi organisme (Doenges dam Moorhouse, 2001).
Cara mengatasinya adalah memerhatikan kebersihan tubuh area genital, membersihkan area genital dari arah genital dari arah depan ke belakang, mengganti panty berbahan katun dengan sering, mengganti celana dalam secara rutin, tidak melakukan douch atau menggunakan semprot untuk menjaga area genital (Marmi, 2014. Anjurkan klien untuk sering mandi, menggunakan celana dalam katun, pakaian longgar, menghindari duduk dalam waktu yang lama (Doenges dan Moorhouse, 2001). Pakailah pakaian yang tipis dan longgar, tingkatkan asupan cairan, mandi secara teratur (Romauli,2011).
e) Konstipasi
Konstipasi biasanya terjadi pada trimester II dan III, konstipasi diduga terjadi akibat penurunan peristaltik yang disebabkan oleh relaksasi otot polos pada usus besar ketika terjadi peningkatan jumlah progesteron. Konstipasi juga dapat terjadi akibat dari efek samping
29
penggunaan zat besi (Marmi,2014). Peningkatan pemindahan posisi usus, memperberat eliminasi (Doenges dan Moorhouse, 2001).
Cara mengatasi asupan cairan yang akurat dengan minum air minimal 8 gelas perhari ukuran gelas minum, istirahat yang cukup, minum air hangat, makan makanan berserat dan mengandung serat alami, memiliki pola defekasi yang baik dan teratur, buang air besar segera setelah ada dorongan dan buang air kecil teratur, lakukan latihan secara umum, berjalan setiap hari, pertahankan postur tubuh yang baik, mekanisme tubuh yang baik, latihan kontraksi otot abdomen bagian bawah secara teratur. Semua kegiatan ini memfasilitasi sirkulasi vena sehingga mencegah kongesti pada usus besar, konsumsi laksatif ringan, pelunak feses, dan atau suposutoria jika ada indikasi (Marmi,2014). f) Pusing/sakit kepala
Pusing tejadi karena kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu, dan penegangan pada kepala), serta keletihan (Marmi,2011). Diatasi denganbangun secara perlahan dari posisi istirahat dan hindari berbaring dalam posisi terlentang (Romauli, 2011).
g) Nyeri punggung
Menurut Doenges dan Moorhouse (2001), lordosis dan regangan otot disebabkan oleh pengaruh hormon relaksin, progeteron pada sambungan pelvis dan perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan pembesaran uterus. Intervensi multiple biasanya lebih membantu untuk menghilangkan ketidaknyamanan.Varney (et. all, 2007) menjelaskan nyeri punggung terjadi pada area lumbosakral. Nyeri punggung bawah dapat meningkat intensitasnya seiring bertambahnya usia kehamilan, karena akibat dari pergeseran pusat gravitasi wanita dan postur tubuhnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh berat uterus yang membesar. Jika tidak memberi perhatian penuh terhadap postur tubuhnya, maka ibu hamilakan berjalan dengan ayunan tubuh kebelakang sebagai akibat dari
30
peningkatan lordosis. Lengkung ini akanmeregangkan otot punggung dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
Cara mengatasi nyeri punggung bawah yaitu berpostur tubuh yang baik, mekanik tubuh yang tepat saat mengangkat beban, hindari membungkuk berlebihan, hindari mengangkat beban dan berjalan tanpa istirahat, ayunkan panggul/miringkan panggul, gunakan sepatu tumit
rendah, kompres es pada punggung, kompres hangat pada
punggung/mandi air hangat, pijatan /usapan pada punggung, untuk istrahat atau tidur kasur yang menyokong, posisikan badan dengan menggunakan bantal sebagai pengganjal untuk meluruskan punggung dan meringankan tarikan dan regangan, (Varney at all, 2007). Anjurkan penggunaan sepatu hak rendah, kompres panas, dan sentuhan therapeutik (Doenges dan Moorhouse, 2007).
h) Edema dependen
Edema dependen dari ekstermitas bawah(edema fisiologis) sering terjadi karena stasis vena akibat vasodilatasi dari aktivitas progesterone, herediter, retensi kelebihan cairan, dan tekanan uterus pada pembuluh darah pelvis. Ini meningkatkan trombus vena. Edema wajah dan atau ekstermitas atas dapat menandakan HAK (Doenges dan Moorhouse, 2001). Edema dependen terjadi karena gangguan sirkulasi vena dan peningkatan tekanan pada vena ekstermitas bagian bawah. Gangguan sirkulasi ini disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar pada vena-vena panggul saat wanita hamil duduk/berdiri dan vena-vena cava inferior saat berbaring telentang (Varney et. all, 2007).
Cara mengatasinya sebagai berikut.
1) Meninggikan kaki, panggul, ke dinding tiga kali sehari selama 20 menit dan membalikan telapak kaki ke atas dalam posisi dorsofleksi bila duduk atau berdiri selama periode lama (Doenges dan Moorhouse, 2007).
31
2) Hindari menggunakan pakaian ketat, kaki ditinggikan secara teratur
tiap hari, posisimiring kiri saat berbaring, penggunaan
penyokong/korset maternal (Varney et. all, 2007).
3) Menggunakan pakaian yang longgar, jaga agar kaki tidak bersilang, hindari berdiri atau duduk terlalu lama (Romauli,2011).
i) Kram pada kaki
Ketidaknyamanan berkenaan dengan perubahan kadar kalsium / ketidakseimbangan kalsium fosfor atau karena tekanan dari pembesaran uterus pada syaraf yang menyuplai ekstermitas bawah.Cara mengatasi yaitu anjurkan klien untuk meluruskan kakidan mengangkat telapak kaki bagian dalam ke posisi dorsofleksi, menurunkan masukan susu, sering mengganti posisi dan menghindari berdiri/duduk lama (Varney et. all, 2007).
j) Parastesia jari kaki dan tangan
Efek postur lordotik ekstrem (yang meregangkan saraf brakial dan menekan akar saraf dan vena femoral), edema, tekanan saraf terowongan/ligamen karpal dan defisiensi vitamin B6, beberapa sumber melaporkan kontroversi terhadap penggunaan vitamin B6, (Doenges dan Moorhouse, 2001).
Cara mengatasi yaitu melepaskan perhiasan yang ketat, pertahankan masukan vitamin prenatal yang akurat (mengonsumsi suplemen vitamin B6 dengan jus jeruk atau pisang) menggunakan postur yang tepat, latihan tungkai secara teratur sepanjang hari dan menghindari suhu ekstrem (Doenges dan Moorhouse, 2001).
k) Diaforesis
Peningkatan metabolisme dan suhu tubuh disebabkan oleh aktivitas progesterone sedangkan penambahan berat badan berlebihan dapat membuat klien merasa panas terus-menerus dan dapat meningkatkan diaphoresis. Cara mengatasi adalah denganmenganjurkan untuk berpakaian tipis, sering mandi dan lingkungan dingin (Varney et. all, 2007).1
32
l) Varises
Perubahan ini diakibatkan oleh tekanan pada vena ekstermitas bawah. Perubahan ini terjadikarena uterus yang membesar pada vena panggul saat duduk/berdiri dan penekanan pada vena cava inferior saat berbaring. (Varney et. all, 2007). Cara mengatasi adalahmenghindari menggunakan pakaian ketat, hindari berdiri lama, sediakan waktu istirahat dan kaki ditingikan, pertahankan tungkai untuk tidak menyilang saat duduk, pertahankan postur tubuh, sikap tubuh yang baik, kenakan
penyokong abdomen/korset maternal, mandi air hangat yang
menenangkan, (Varney et. all, 2007).