Silakan.
F·PDIP (MARUARAR SIRAIT):
Pertama, saya menyetujui apa yang disampaikan rekan terdahulu. Yang kedua, tentunya kita lihat ya dalam berbagai fenomena terakhir ini ada soal Aceh Singkil, ada soal Tolikara, bagaimana sangat mengganggu rasa kita sebagai bangsa yang mendukung dan yakin Pancasila adalah fondasi dasar dalam kehidupan beragama. Pada kesempatan ini dengan rendah hati saya mengusulkan OPR tentu bagus sebagai contoh dan pot ret sebagai bagaimana hubungan antara umat beragama yang sangat baik dan harmon is. Untuk itu, saya dengan rendah hati mengusulkan di Gedung OPR ini sudah ada Masjid yang sangat bag us, yang sangat indah, saya pikir juga bag us juga ada Pura, ada Candi, dan ada Gereja yang didirikan yang di Gedung OPR ini, sehingga kita bisa membangun ke·lndonesia·an, membangun contoh·contoh yang baik. Kita ingat bagaimana Bung Karno bisa mendirikan Istiqlal, dan juga Katedral berdekatan dan itu menjadi contoh yang sangat visioner mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya pikir contoh itu setiap zaman ada orangnya, inilah zamannya pada saat Pak Ketua dan Pimpinan menjadi Pimpinan, penting sekali kita belajar dari sejarah tetapi kita juga bisa membuat sejarah bahwa di zaman kita menjadi Anggota OPR kita memberikan contoh itu terjadi di Gedung kita, di ruang parlemen ini.
Saya pikir itu Ketua.
Mudah·mudahan ini bisa menjadi pertimbangan dari Pimp in an sehingga kita bisa membangun hal yang positif di zaman kita diberikan kesempatan menjadi Anggota OPR.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Baik, terima kasih masukannya.
Bisa kita lanjutkan dulu ya?
Sidang Dewan yang kami hormati,
Perlu kami beritahukan bahwa Pimpinan Dewan telah menerima sepucuk surat dari Presiden Republik Indonesia No. R-64/Pres/10/2015 tertanggal 23 Oktober 2015, perihal permohonan pertimbangan bagi pencalonan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Seychelles untuk Republik Indonesia. Selanjutnya untuk surat tersebut sesuai dengan Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Yang terhormat para Anggota DPR RI,
Mari kita memasuki acara Rapat Paripurna Dewan hari ini, yaitu Pidato Ketua DPR RI Pembukaan Masa Sidang II Tahun Sidang 2015-2016.
Saya persilakan kepada Ketua. Pidato dulu ya.
Silakan.
KETUA DPR RI (Drs. SETYA NOVANTO, Ak.):
Assalamu'alaikum Warrahmatu/lahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang kami hormati para Wakil Ketua DPR RI, Para Anggota DPR RI,
Hadirin yang berbahagia.
Terlebih dahulu Pimpinan atas nama seluruh Anggota DPR RI menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas peristiwa serangan teror yang terjadi di Paris, Perancis, dan juga malam yang lalu yang telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 150 orang. Sebuah peristiwa keji yang patut dikecam oleh dunia internasional karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan juga ajaran agama manapun di dunia ini. Peristiwa ini juga menunjukkan aksi teror masih terus mengancam kehidupan masyarakat internasional. DPR sudah tentu berharap peristiwa memilukan ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, dan kita perlu terus mendukung upaya internasional memerangi terorisme.
Sidang Dewan yang terhormat,
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya sehingga pada hari ini kita bersama-sama dapat hadir dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2015-2016. Selamat datang dan selamat beraktifitas kembali di
Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang II ini akan menyampaikan Rencana Kegiatan DPR RI pada Masa Persidangan II dan menginformasikan perkembangan terkait pelaksanaan tugas DPR lainnya.
Sidang Dewan yang terhormat,
Masa Persidangan yang lalu, kita tutup dengan mengesahkan APBN Tahun Anggaran 2016. APBN tersebut memuat berbagai catatan dari Fraksi-fraksi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Undang-undang tentang APBN. Tentu catatan-catatan tersebut harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan oleh Pemerintah. Hal ini tidak lain karena DPR ingin memastikan bahwa alokasi anggaran harus untuk kepentingan rakyat banyak yang berimplikasi besar dan cepat bagi kesejahteraan rakyat. Salah satu substansi yang menjadi perhatian dalam pembahasan APBN Tahun Anggaran 2016 adalah semakin meningkatnya alokasi anggaran untuk Dana Desa. DPR mengharapkan kesiapan Aparat Pemerintah Kabupaten dan Aparat Desa dalam mengelola dana tersebut. DPR juga mengharapkan dana desa ini menjadi prioritas mengingat dana tersebut dapat meningkatkan pemerataan pembangunan di desa, sehingga dapat mendorong pengembangan ekonomi rakyat setelah disahkan APBN Tahun Anggaran 2016 sesuai amanat Undang-undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD serta Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib. DPR mengingatkan kepada Pemerintah untuk segera menyerahkan bahan tertulis mengenai jenis belanja dan kegiatan dalam APBN Tahun Anggaran 2016 sebelum pelaksanaan anggaran dimulai. Penyerahan bahan tertulis tersebut diperlukan agar DPR menyakini bahwa Pemerintah telah menterjemahkan besaran anggaran di dalam APBN ke dalam jenis-jenis belanja dan kegiatan yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan. Hal ini penting dalam konteks pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan Pemerintah dalam melaksanakan anggaran negara. DPR juga mengingatkan kepada Pemerintah untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran Kementerian/Lembaga atas APBN Tahun Anggaran 2016 mengingat pelaksanaan anggaran sudah memasuki akhir tahun.
Sidang Dewan yang terhormat,
Di bidang legislasi, DPR akan menyelesaikan pembentukan beberapa RUU yang menjadi prioritas di Tahun 2015. Adapun RUU yang sedang dalam tahap penyusunan adalah RUU tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, RUU tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, RUU tentang Minyak dan Gas Bumi, RUU tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, RUU tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan, RUU tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, RUU tentang Perbankan, RUU tentang Perubahan Undang-undang tentang Bank
Indonesia dan RUU tentang Penyiaran. RUU yang dalam tahap harmonisasi adalah RUU tentang Pertanahan, RUU tentang Sistem Pembukuan, dan RUU tentang Kebudayaan. RUU yang akan diselesaikan dalam proses pengajuannya adalah RUU tentang Pertembakauan, sedangkan RUU yang akan dilakukan pembahasan dan saat ini masih menunggu Surat Presiden adalah RUU tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dan RUU tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan. OPR juga akan mempercepat proses pembahasan atas RUU tentang Merek, RUU tentang Paten, RUU tentang Minuman Beralkohol, RUU tentang Tabungan Perumahan Rakyat dan RUU tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Mengingat singkatnya masa sidang kedua ini dan masih banyaknya RUU yang harus diselesaikan, maka Pimpinan menghimbau agar proses penyusunan harmonisasi dan pembahasan RUU harus dioptimalkan dengan penggunaan jadwal sidang yang efektif. Oi sam ping itu, Pimpinan OPR mengingatkan Badan Legislasi untuk segera melakukan pembahasan prioritas Prolegnas Tahun 2016 bersama Pemerintah. Penetapan Prolegnas sebaiknya didasarkan pad a urgensi untuk memenuhi kebutuhan hukum di masyarakat. RUU yang perlu dimasukan di dalam prioritas Prolegnas Tahun 2016 antara lain RUU tentang Perubahan Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, RUU tentang Teks Amnesti, dan RUU tentang Radio, Televisi Republik Indonesia, RUU tentang Pemilihan Umum dan RUU tentang Partai Politik. Selain itu Pimpinan juga menegaskan pentingnya Anggota dan Alat Kelengkapan Dewan mengikuti mekanisme pengajuan RUU sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
Sidang Dewan yang terhormat,
Oalam pelaksanaan fungsi pengawasan pada Masa Persidangan II, OPR akan melakukan Rapat Kerja dengan mitra-mitra masing-masing, antara lain membahas hal-hal yang belum terselesaikan pada masa sidang sebelumnya. Selain itu, Panja dan Pans us yang sudah dibentuk diharapkan segera menyelesaikan tugasnya. OPR juga akan terus melanjutkan Rapat-rapat Panitia Angket Pelindo II.
Pimpinan mengingatkan bahwa hak angket ini merupakan fungsi pengawasan tertinggi yang dimiliki oleh OPR. Pimpinan juga mengingatkan kepada Anggota dan Alat Kelengkapan Dewan untuk menindaklanjuti hasil dari kunjungan reses pada persidangan melalui rapat-rapat bersama mitra kerja sesuai mekanisme yang berlaku. Guna mempermudah upaya Anggota dalam merespon aspirasi masyarakat di daerah pemilihan, maka perlu ada penegasan kembali mengenai mekanisme pembentukan kaukus atau kelompok kerja untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Oaerah langsung secara serentak pad a tanggal 9 Oesember 2015, OPR mengingatkan kepada Pemerintah dan para penyelenggara pemilihan kepala daerah untuk mempersiapkan setiap tahapan dan proses pemilihan tersebut dengan baik agar pelaksanaannya berlangsung aman dan tertib.
Pad a Masa Persidangan II ini, DPR akan membahas dan melakukan uji kelayakan dan kepatutan Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. DPR juga akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Calon Anggota Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana, serta memberikan pertimbangan kepada Calon Outa Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik dan Republik Sosialis Oemokratik Srilangka atau Republik Indonesia.
Sidang Dewan yang terhormat,
Berkaitan dengan peran diplomasi parle men pada Masa Persidangan II inl, OPR akan menugaskan delegasi untuk berpartisipasi pada pertemuan United Nation Climate Change Conference[qi Paris., .p'eran.ci~ !anqg~/_5_d~n_ ~ Qe§ef}1_bfJr
?~1_5_ c{~I!Jthe
8th Asian Parliamentary Assembly Plennary Session di Phnom Penh, Kamboja pad a tanggal 8 sampai dengan 11 Oesember 2015. Partisipasi OPR di Forum Internasional tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pencarian solusi atas berbagai permasalahan internasional yang menjadi agenda pembahasan dalam sidang-sidang tersebut.Oalam rangka penguatan hubungan bilateral, Pimpinan OPR akan melakukan kunjungan muhibah ke Philipina, Belgia dan Polandia. Sebelumnya pada masa reses Pimpinan OPR telah melakukan kunjungan muhibah ke Jepang dan menerima kunjungan tamu dari negara-negara sahabat, diantaranya Presiden Italia dan Outa Besar Jepang.
Oalam kunjungan Pimpinan OPR ke Jepang pada masa reses yang lalu, Pimpinan telah bertemu dengan Ketua Parlemen, Kaisar Jepang dan Perdana Menteri serta sejumlah tokoh di Jepang. Oalam waktu dekat akan ada kunjungan balasan dari Parlemen Jepang yang akan disertai dengan sejumlah pengusaha, hal ini menunjukkan betapa pentingnya diplomasi parlemen dan membantu pemerintah.
Sidang Dewan yang terhormat,
Oemikian pokok-pokok kegiatan yang akan dilakukan OPR pada Masa Persidangan II dan berbagai hal yang harus menjadi perhatian OPR. Oalam Persidangan II ini OPR akan terus bekerja keras untuk rakyat. Mengingat singkatnya Masa Sidang II karena akan memasuki libur Natal, akhir tahun dan tahun baru, Pimpinan OPR mengharapkan rencana kerja OPR yang telah ditetapkan ini dapat menjadi informasi bagi rakyat Indonesia untuk turut mengawasi dan berpartisipasi dalam proses pelaksanaan tugas-tugas OPR.
Dan akhirnya dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim atas nama Pimpinan OPR mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Masa Persidangan II OPR Republik Indonesia Tahun Sidang 2015-2016, Senin 16 November 2015 sampai dengan Jumat 18 Oesember 2015.
V\.O
iltc
~
Atas nama Pimpinan DPR kami menyampaikan selamat bekerja, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita sekalian untuk secara aktif dan intensif melaksanakan berbagai program yang telah direncanakan sesuai dengan fungsi DPR dan sukses seperti yang kita harapkan.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih kami sampaikan kepada Ketua DPR RI yang telah menyampaikan Pidato Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2015-2016.
Dengan demikian selesailah acara Rapat Paripurna Dewan hari ini.
Selaku Pimpinan Rapat kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat para Anggota Dewan dan hadirin yang telah tekun dan sabar mengikuti Rapat Paripurna hari ini.
Dengan seizin Sidang Dewan, perkenankan kami menutup Rapat Paripurna dengan ucapan Alhamdulillaahirobbil'alamiin.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
(RAPAT DITUTUP PUKUL 11.20 WIB)
Jakarta, 16 November 2015
Ketua Rapat,
~~
FADLI lON, 5.5.,