• Tidak ada hasil yang ditemukan

~ Memang ini .sesuatu hal yang baru, saya pikir diantara kita juga apalagi kami dari OPR pasti hal yang baru dan juga hal yang sama di pemerintah. Karena ini suatu kegiatan yang baru, oleh sebab itu kita memang tidak bisa terlalu terburu-buru melakukan ini semuanya.

Oleh sebab itu mungkin masih ada yang ingin apakah sudah yang tadi yang dimasukan oleh teman-teman sudah di rubah disini atau ada sesuatu yang ingin ditambal1kan supaya kita semua sama-sama bjsa membuat satu pengertian yang satna pak Tunggul kami persilahkan, kalau saya pikir begini dulu pak ada dua hal yang harus kita putu$kan segera adalah apa yang harus kita putuskan supaya kita tidak terlalu.

Usaha pola pasar yang sebagaimana dimaksud dalam ayat 2, karena .s~d~h disetujui pada pasal ayat 2 adalah badan usaha yang in~epend~nt. Apakah 1ni k~ta setuju dengan usulan ini, lalu kita masuk kepada fungsmya. lni dulu apakah k1ta sebut usaha pengelola pasar sebagaimana dirnaksud dalam pasal 6 ~yat 2. ~~ren~

pasal 6 ayat 2 usaha pengelola pasar. Tapi di atasnya usaha peflyed1a~n terdm dan pada usaha titik dua, jadi ada usaha sebenarnya. Men:ang .betul te~ap~ kare1:~ ad~

yang sudah kita putuskan sebelumnya, usaha p~nyed.1a~n ·tenaga hstnk .terdm dan usaha penyediaan tenaga listrik dan usaha penun1ang hstnk.

23

. Usaha

~enyediaan

tenaga listrik

adal~h

usaha-usaha pembangkit tetapi tidak

d!terus~an

lag1 usahanya, hanya pembangk1t tenaga listrik, tarnsmisi apakah disini k1ta tuhs usahatiya apa hanya pengelola pasarnya saja, karena pengelola pasar itu harus. ada

usa~anya.

Jadi kalau kita konsekuen dengan has ii keputusan kita harusnya ada tuhsah usaha pengelola pasar.

ANGGOTA F.PG (ORS. CORNELIS TAPATAB):

Pak Ketua.

m~ngkin k~l~u

kita haca yang rumusan tanggal 6 Juni, pasal 6 usaha Ketenagahstnkan terdm sari usaha penyediaan tenaga listrik dan usaha penunjang tenaga listrik.

..

. Dan. sesudahnya ayat 2, itu tidak menyebutkan usaha lagi tetapi langsung pembangk~tan tenaga listrik transmisi tenaga listrik disebut tenarJa listrik, kemudian usaha pel'lJ~alan tenaga listrik.

· ~alu agen penjualan tenaga listrik, lalu agen penjualan tenaga listrik, kemud1an pengelola pasar tenaga listrik dan terakhir pengelola sistem.

KETUA RAPAT:

Terima kasih.

. lnilah karena ini yang diputuskan, yang ini sudah ditetapkan Panja. Kalau catatan kita bukunya karena terlalu banyak di buku pemerintah. Kalau saya tidak salah bukunya adalah seperti itu rupanya.

Yang pertarna adalah : Pasal 6

Ayat1

. Usaha Ketenagalistrikan terdiri dari usaha penyediaan tenaga OIM61

Ayat2

. .

listrik dan usaha penunjang tenaga listrik.

Usaha penyediaan tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 meliputi jenis usaha :

DIM 62 rtya yang kita bahas, karena DIM ini sudah kita setujui kepada Raker dtitu ini tidak masuk akibatnya kita terlupakan. Ada yang disebut meliputi jenis usaha:

a. pembangkit tenaga listrik~

b. transmisi tenaga listrik;

c. distribusi tenaga listrik, lalu kita rubah menjadi usaha penjualan tenaga listrik dan agen penjualan listrik dan sterusnya adalah pengelola pasar tenaga listrik dan pengelola sistern. ·

Padahal di atasnya ada usaha, kita dulu terjebak kalau usaha penjualan tenaga listrik kalau kita ikuti yang sudah kita setujui pada saat Raker, usaha-usaha penjualan tenaga listrik.

Jadi'yang sekarang adaiah, itu menurut saya sudah benar. Pada saat kita membahas tujuh, karena ada buku baru lagi. lni sudah benar menjadi usaha pengelola pasar kalau kita mengikuti yang sudah kita setujui. Permasalahannya sekarang adalah, banyak yang ditanyakan masalah independent, masalah fungsinya itu yang harusnya kita sepakati seperti apa bunyi daripada ~en~elola pa~ar, karena pengelola pasar urutannya dulunya namanya bursa tenaga.hst~tk men1ad1 p~n~e.lola

talu coret lagi pokoknya terakhir-terakhinya akhirnya kan ada se1arahnya PanJa in1.

• Sekarang menjadi usaha pengelola pasar dan setelah kita jug a tahu persis

bah~a

yang

tna~uk

pasar itu yang dikompetisikan hanya di pembangkit dan diagen pen1ualan dan 1tulah perubahan-perubahannya. Oleh sebab itu pada saat kita memba~as tentang usaha ~engelola pasar, ini tadi ada usulan badan pengelola pasar d1 bawahnya lalu fungsmya bertambah masalah listrik dan lain sebagainya dan masalah tarif, kami persilakan.

ANGGOTA F.PDIP (ROYANI HAMINULLAH):

Sebentar pak Ketua, tnungkin kita kembalikan s~ja kepada kesepakatan kita pertama bahwa, usaha itu kita sudah sepakati. Sebab katakanlah kita ingin bikin pel'nbangkit itukan satu usaha, jadi unt.uk y~rig. lain-lainnya katakanlah tidak ada usaha mungkin kita anggap suatu ketinggalan atau . kelalaian itu dianukan saja supaya di luruskan bahwa, apakah perlu dimasukan tisaha atau tidak. Tapi untuk sementara bahwa usaha yang telah dibacakan oleh pak Ketua tadi itu sudah kita sepakati. ·

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Sebenarnya tidak ada masalah karena yang kemarin sudan benar semuanya, hanya yang disini hanya kita ingatkan ada satu yang perlu .kita tinjau ulang yaitu tentang · kalau dua-duanya diganti usaha-usaha. penjualan tenaga listrik jangan sampai itu dua kali usahanya.

Sekarang lebih baik kita konsentrasi kepada 75 n, usaha pengelola pasar_

sud ah betul sesuai dengan pasal 6 ayat 2 yang sudahikita setujui. Permasalahannya adalah, tadi banyak dipertanyakan mengenai masalaH, badan usaha independent itu yang palit19 batiyak ingin jelas seperti apa pemerintah sudah rnemberikan rumu~an.

Yang kedua pada ayat ke duanya tidak ada lagi usaha pengelola pasar tetapi langsung saja, ini tadi seperti usulan pak Maksum, dan pak Cornelis bahwa tidak usah lagi langsung seperti badan pengelola pasar berfungsi, jadi sud.ah jelas dan fungsinya banyak yang dipertanyakan yaitu mengenai tarif dan lain sebagainya.

Cleh seoab itu tolong rumuskan dulu oleh pemerintah lalu f~ita diskusikan lagi terima kasih.

\

ANGGOTA F.PDIP (ZAINAL ARIFIN):

Saya jadi ingin menambahkan komentar,· pimpinan apa yang dijelaskan oleh pemerintah tadi sebagai pasar bursa saham itu, bursa modal, bursa listrik itu menurut saya jelas. Tapi implementasinya menjadi menurut saya tidak jelas, misalnya saja satu kalimat yang tadi bapak bilang bahwa dinegara lain ada inc:Jividu. ltukan mesti dicantumkan bahwa apa ini satu-satunya atau bis~ lebih dari satu.

ltu hal-hal yang menurut saya rnesti dicantumkan, semuanya keterangannya tadi ada jelas tapi itu tidak ada dalam sini s.emuanya. ltu yang jadi persoalannya apalagi pada waktu di Jepang bahkan kata.;kata independent, itu menjadi jelas bagi kita bahwa harus lengkap karena independent itu menyangkut akuntabilitasnya mesti masuk disini harus bergandengan itu tidak bisa ada satu Undang-undang dikatakan lembaga independent dan independent itu yang bagairnana. Bagaima~a

pengangkatannya, bagaimana pertanggungjawaban Keu.angannya semuanya 1tu narus ada dan bagaimana juga sifat claripada lembaganya 1tu.

Sa~'a kira dan saya pikir itu kembali. impl~~entasi ?.~ripa~a i.de dala.m pas~l­

pasal ini sangat kurang. Jadi usulnya pimpman m1 saya p1k:1r ba1k d1kemballkan sa1a dulu dan dibikin yang bagus lagi gitu. lnikan lembaga ini lembaga besar dan

25

menetu~~n,

pasar modal saja misalnya seperti BEJ-BEJ itu ada Undang-Undang

terse~din

khusus untuk BEJnya. Kita bisa hanya cantumkan disini dalam 2 pasal

baga1mana dia punya sistim bisa jalan. '

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Saya pi~ir ini fnakin lebih jelas, inikan lembaga baru ada hal baru penerapannya Juga baru. Kalau hanya sesederahana ini dikuatirkan nantinya sulit untuk menerapkannya kapan nienerapkannya. Jadi rnenurut kami yang pokok-pokok dul.u, bahwa usaha pola.pasar itu su~ah sesuatu. yang harus kita tulis. ..

Yang kedua di bawahnya supaya jelas berfungsi, supaya nanti kawan-kawan juga tahu ini tugas atau fungsi, dan yang kedua tadi banyak sekali tambahan-tambahan dari a sampai g, tetapi menurut kami tidak pernah t~rtulis disini padahal sudah didiskusikan ada ini ada itu. Apakah itu juga perlu ditambahkan lagi satu ayat sendiri untuk mengantisipasi hal-hal tadi yang d~timbulkan lagi perrnasalahan-. permasalahan yang timbul kami persilahkan lagi ke P,~merintah ciulu.

·.·

Kalau pemerintah perlu waktu kita skors sepuluh menit dan kita masuk lagi.

Pada prinsipnya tidak ada masalah, hanya tinggal lebih memperdalam saja dan jangan hanya dua ayat. Kalau biar mateng dulu usulan pak Dharmansyah biar matang jangan sampai sepuluh menit.

ANGGOTA F.PDIP (ZAINAL ARIFIN):

Ketnbalikan dulu kepada pemerintah pada rapat berikutnya baru sudah lengkap.

KE:TUA RAPAT :

Kalau setuju itu kita skors sampai besok lagi, kita tanya ke pemerintah.

PEMERINTAH :

Terima Kasih bapak pimpinan.

F'ada dasarnya kami sepakat untuk menyempurnakan spirit daripada pembahasati ini untuk lebih memperkaya atau memperjelas uraian mengenai perigelola pasar ini, dan kalau kami mungkin waktunya diijinkan akan kami rumuskan, sehingga dalam kesepakatan besok kalau bisa lebih lengkap dan ini mernanfaatkan waktu yang tersisa kalau kita ke operator sistemnya mungkin kit.:.;

masuk. Kalau memang itu bisa memanfaatkan waktu kalau memang nanti ternyata tidak ya sekaligus kita sempurnakan satu paket. Tapi kalau diijinkan kita rneloncat ke 6perator sistem.

Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Karena ini ada kaitan operator pasar, pengelola pasar baru pengelola sistem, baru akalu tidak salah di pasal yang dari nonior DIM 26 ditarik rnenjadi ke DIM yang '. ke depan yaitu pasal 8, itu juga harus lebih di rinci. Kalau kita lihat usaha transmisi ini

sudah, inik·an _ad a peraturan pemerintah.

Lalu juga masuk lagi kepada pasal 7 g nya tentang, yang dimaksud deng~~

kompetisi di pasal 7 ayat 2. Sebaiknya inikan banyak yang kaitan urutannya, kalau 1n1 semua bisa dibuat besok rasanya cepat mutusinnya pal{ Jadi pasal 7, pasal pengelola sistem, pengelola pasar, pasal tentang p~raturan pemerintah ~en'.ang kornpetisi tentang terintegrasi bisa jadi. satu. Tolong d1susun pak supaya k1ta iuga

~~ak, karena in~kan bukunya terlalu banyak. Banyak yang suda;1 disetujui apa, lalu 1rn apa lalu pada .saat besok kita sudah enak membanding-bandingkannya. Jadi besok pada saat k1ta membahas pengelola pasar, pen;Qelola sistem , lalu peraturan pemenr~t~h untuk satu badan usaha yang belum berfungsi, tentang syarat-syarat kompet1~1 mas~k kepada daerah yang belum kompeiisi yang secara terintegrasi mudah k1ta mehhatnya karena sudah banyak yang kita s~tujui.

Jadi yang sudah kita setujui, pembangkit, trasnmisi, distribusi, usaha

p~njualat1, agen penjualan kita bikin dulu yang baik sµpaya pada saat kita masuk membahas ini kita mudah apa tanggungjawab pengelofa pasar, apa tanggungjawab pengelola sistern, apa yang dikompetisikan. Mungkin ini besok bisa .sampai seratus

DIM selesai. ·

Sebelum kita kami persilakan pemerintah.

PEMERINTAH :

Kami sependapat dengan sekali dengan apa yang disampaikan oleh bapak Pimpinatl. Maksud kami tadi kalau kita misalnya rnembahas operator sistem mungkin kornentar, jadi pada waktu kami menyiapkan itu sudah kita langsung lengkap sekaligus jangan sampai nanti kami siapkan ternye1ta pertanyaan operator sistem itu munculnya besbk dan besok lusa lagi. Jadi ini akan supaya kami kerja keras malam ini dan betul-betul untuk melaksanakan apa yang diamanatkan"'oleh Dewan.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Sebelum besok kita putuskan tolong pak sampai dengan yang tadi sampai dengan yang terintegrasi pasal 7 h, supaya ini tuntasnya seniuanya yang pasal-pasal jantungnya. Dengan catatan yang sebelumnya kita setujui toJong dibuat dalam satu.

Bisa disetujui, jadi kita skors.

ANGGOTA F.PG (SYAMSUL BACHRI, M.Sc) : Sebentar bapak Ketua.

Saya kira usul pak Dirjen tadi simpatik kita masih ada waktu setengah jam.

Kita bahas satJ DIM lagi yang mengenai operator sistem, saya kira kita kembangkan pemikiran sehingga merupakan bagian dari tugas dari pemerintah untuk tnerangkumkan besok.

Terima. kasih.

KETUA RAPAT :

Saya pikir memang dijelaskan dulu supaya nanti pada saatnya nanti besok jangan sampai nanti datang lagi silakan pemerintah_.

PEMERINTAH :

Terima kasih bapak Pimpinan. . ..

lni sebagaimana pengelola pasar, sebenarnya i.ni pengelola s1~tem 1111 sebetulnya didalam operasi sehari-hari sudah ada ~a~g d1la~ukan PLN ~a1tu kalau Jawa Bali itu DP 3 B. fungsi ini telah dilakukan dan dt s1stem-s1stem PLN di luar Jawa juga sudah ada yang namanya semacam UPS, miniatur P38 itu juga sudah ada disetiap sistem PLN.

lni adalah tuganya itu melaksanakan

~pa

saja yang .di komandokan

ol~h

pengelola pasar, karena ini yang langsung dirumuskan. J~d1. pen.gelo.1.a pasa'. 1tu hanya komandonya berdasarkan hitung-hitungan kompute'., tap1. b.eg1tu

d11nstruks1ka~

yang mengotJerasikan kapan harus mati kapan harus h1dup m1 adalah perlu adc..

27

pengelola siste~ naman~a ~ulu pengelola sistem, tetapi kalau dengan kata-kata or 1tu seolah-olah 1tu orang Jad1 atas persetujuan Dewan kemarin kita usaha kita ubah namanya menjadi pengelola sistem.

. Kita kembali kepada bahan terkakhir yang kami sampaikan jadi supaya tidak brngung u~tuk b~sok sudah ak~~. kami kumpulkan dalam DIM yang menyangkut usaha pen1ualan 1t~ dalam satu 11hd buku, mengakomodasikan yang telah disetujui

dan yang akan kam1 bahas besok. ,

· Jadi kami kembali ke DIM 75 I halaman dua betas bunyinya adalah, usaha pengelala sistem sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 2 dilaksanakan oleh badan usaha yang independent. lni sebelum kami diserang lebih baik kami akan langsung disesuaikan ini harus tanggap dan karni akan sesuaikan dengan rumusan seperti. yang .kami sampaikan kepada pengelola pasar tadi yaitu, tidak memiliki keberp1hakan dalam memberikan pelayanan kepada badan usaha yang berkornpetisi:

Dokumen terkait