• Tidak ada hasil yang ditemukan

UMTS Padangsidimpuan, Indonesia | [email protected]

Abstrak

Penelitian ini didasarkan atas permasalahan mencegah dampak negatif seks bebas, di lingkungan sekolah, permasalahan penelitian ini adalah ”Bagaimana

pengetahuan siswa tentang mencegah dampak negatif seks bebas?” Metode

penelitian yang digunakan True experimental design dengan bentuk pretest- posttest Control Group Design. Dengan sampel kelas eksperimen yaitu X-2 sebanyak 10 siswa dan kontrol yaitu kelas X-3 sebanyak 10 siswa sehingga jumlah sampel 20 siswa. Data ini di analisis dengan menggunakan rumus Wilcoxon Signed Ranks Test dan Kolmogorov Smitnov Z dengan bantuan SPSS versi 20.00. Hasil temuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat peningkatan yang signifikan antara hasil pretest kontrol dan posttest eksperimen. Rata-rata variabel mencegah dampak negatif seks bebas sebesar 124.4000 (posttest eksperimen) sedangkan kelas kontrol 116.1000 (posttest kontrol) ini terlihat perbedaan yang sangat signifikan. Hasil pengolahan data, menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat meningkatkan mencegah dampak negatif seks bebas siswa kelas X SMA Negeri 4 Padangsidimpuan.

Kata Kunci

: Layanan bimbingan kelompok, seks bebas.

© 2017. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.

Pendahuluan

Latar belakang dalam kehidupan manusia selalu terjadi perkembangan zaman, perkembangan zaman tersebut mempengaruhi nilai nilai sosial yang merupakan bagian dari masyarakat. Nilai-nilai sosial yang terpengaruh oleh perkembangan zaman tersebut meyebabkan perubahan sosial. Pada saat ini bukan hanya perkembangan zaman saja yang mempengaruhi perubahan sosial tetapi globalisasi juga turut campur dalam mempengaruhi proses perubahan sosial tersebut.

Masyarakat Indonesia pada saat ini belum dapat menyaring budaya-budaya yang masuk dari luar, sehingga banyak masyarakat kita yang terpengaruh oleh budaya pendatang yang kebanyakan berasal dari barat. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa Indonesia.

Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga

sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Pelajar tentu mengetahui apa itu seks, namun pengetahuan mereka tentang seks hanya sekedar tahu saja namun tidak dapat memahaminya mendalam apa seks itu sesungguhnya. Itu semua tidak dapat terlepas dari pengaruh oleh prilaku hal negatif yang di karenakan hal–hal yang bersifat pornografi dengan pesatnya perkembangan teknologi, ikut berkembang juga remaja remaja di Indonesia ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal negatif, contoh dampak negatifnya adalah sek bebas.

Secara ringkas mengatakan bahwa seks ini adalah istilah lain dari jenis kelamin yang membedakan antara pria dan wanita, jika kedua jenis ini bersatu,maka disebut prilaku seks sedangkan perilaku seks diartikan sebagai suatu perbuatan untuk menyatakan cinta dan menyatukan kehidupan secara intim.

Perilaku seks sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma budaya yang berlaku dalam masyarakat, setiap golongan masyarakat memiliki persepsi dan batas kepentingan tersendiri terhadap perilaku seks, saat remaja merupakan saat yang paling rentan, pada saat remaja emosi seseorang berusaha tampil lebih baik dari pada orang lain .

Bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat.Pengertian di atas menekankan pada kegiatan pemberian informasi dalam suasana kelompok dan adanya penyusunan rencana untuk mengambil keputusan.

Metode

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif.Dalam penelitian kuantitatif masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas.Berdasarkan latar belakang masalah, batasan masalah serta tujuan penelitian yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya,maka penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian eksperimen.Penelitian eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang terkontrol secara ketat.

Terdapat empat bentuk desain penelitian eksperimen yaitu: Pre Eksperimen Design, True Eksperimental Design, Factorial Design, dan Quasi Eksperimental.

1. Rancangan Pre Eksperimen Design, design ini belum merupakan eksperimen yang sungguh- sungguh karena masih terdapat variable luar yang berpengaruh terhadap terbentuknya variable dependen

2. True Eksperimental Design, merupakan eksperimen yang betul-betul, karena dalam design ini, peneliti dapat mengontrol semua variable luar yang mempengruhi jalannya ekperimen.

3. Factorial Design, merupakan modifikasi dari design True Eksperimental Design yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variable moderator yang mempengaruhi perlakuan terhadap hasil variable dependen.

4. Quasi Eksperimental, merupakan desain eksperimen yang merupakan penngembangan dari True Eksperimental Design yang dilaksanakan.

Adapun metode penelitian ini adalah True Eksperimental Design yaitu peneliti dapat mengontrol semua variable luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rangcangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Gambaran penelitian yang akan digunakan dalam peneitian ini dengan rumus sebagai berikut:

R O

1

X O

2

R O

3

O

4

Khairul Amri

Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Dampak Negatif Sex Bebas di SMA 4 Padangsidimpuan

192

PROCEEDINGS | International Conseling and Education Seminar 2017 © Fakultas Ilmu Pendidikan, UNP

Keterangan: R = Random

O1 = Pretest yang diberikan kelompok eksperimen O2 = Posttest yang tidak diberikan kelompok eksperimen X = Perlakuan (layanan bimbingan kelompok)

O3 = Pretest yang diberikan layanan bimbingan kelompok kontrol O4 = Posttest yang tidak diberi layanan bimbingan kelompok kontrol

Dari gambar diatas dapat disimpulkan sebelum dilaksanakan pelatihan diadakan tes awal.kemudian diberi pelatihan dalam jangka waktu tertentu, pada akhir masa pelatihan diberi tes akhir. Hasil kedua tes dibandingkan, perbedaannya menunjukkan dampak dari pelatihan tersebut.

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 4 Padangsidimpuan yang berjumlah 281 dengan rincian laki-laki 133 orang dan perempuan 158 orang.

Tabel 1

Distribusi Siswa Kelas X SMANegeri 4Padangsidimpuan Sebagai Populasi Penelitian

Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

X-1 11 18 29 X-2 12 18 30 X-3 17 18 35 X-4 11 19 30 X-5 19 17 36 X-6 16 14 30 X-7 16 18 34 X-8 16 18 34 X-9 15 18 33 JUMLAH 133 158 281 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian atau wakil pupolasi yang diteliti.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang dikenai penyelidikan yang dapat mewakili populasi.

Teknik pengembilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simpel randomsamplingdikatakansimpel (sederhana) karena pengembilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu, Adapun sampel

yang diambil dalam penelitian ini adalah 10 siswa pada kelas eksperimen, dan 10 siswa pada kelas kontrol yang diambil sesuai dengan berdasarkan jumlah anggota dalam kelompok.

Tabel 2

Distribusi Siswa X SMA Negeri 4 Padangsidimpuan Sebagai Sampel Penelitian

Kelas Jumlah Siswa Jumlah

Eksperimen 7 3 10

Kontrol 8 2 10

Jumlah 20

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini digunakan beberapa metode pengumpulan data sesuai dengan data yang ingin dikumpulkan dan variabel yang akan diteliti, maka penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen utamanya untuk teknik pengambilan data di lapangan.Selama pelaksanaan bimbingan kelompok, peneliti juga menggunakan metode angket dan observasi dengan menggunakan lembar observasi.

Teknik Analisis Data

Teknik pengumpulan data adalah cara atau teknik yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuesioner). Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa angket adalah suatu alat pengumpulan data yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden sesui dengan topikyang diteliti.

Suatu tes dapat dikatakan valid apabila tes tersebut betul-betul dapat mengukur minat belajar. Untuk menafsirkan harga validitas tiap soal maka harga tersebut merujuk ke tabel krtik r product

moment dengan α = 0,3 jika r hitung > r tabel maka soal valid. Setelah uji coba validitas angket yang

terdiri dari 35 item menyatakan bahwa angket tersebut valid.Dari hasil penghitungan dengan menggunakan SPSS versi 20.00.

Suatu tes dapat dikatakan reliabel apabila tes tersebut menunjukkan hasil-hasil yang bagus. Untuk mendapatkan hasil tersebut yang digunakan adalah teknik ulangan dengan cara yang sama. Untuk menguji kesulitan reabilitas peneliti menggunakan SPSS versi 20.00

Deskripsi Hasil Penelitian Praperlakuan

Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Padangsidimpuan sebanyak 20 orang sebagai sampel yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen 10 orang dan 10 orang kelompok kontrol berdasarkan perhitungan angket mencegah dampak negatif sek bebas yang berada pada kategori cukup.

Secara spesifik penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan mencegah dampak negatif sek bebasdengan menggunakan layanan bimbingan kelompok.Data-data yang diperoleh adalah hasil pretest dan posttest yang berkaitan dengan mencegah dampak negatif sek bebas Instrumen yang digunakan untuk mengukur mencegah dampak negatif sek bebas adalah angket.

Khairul Amri

Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Dampak Negatif Sex Bebas di SMA 4 Padangsidimpuan

194

PROCEEDINGS | International Conseling and Education Seminar 2017 © Fakultas Ilmu Pendidikan, UNP

Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat dideskripsikan hasil penelitian sebelum (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (posttest) dimana pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20.00.

Hasil dan Pembahasan

Sesuai dengan tujuan dilakukannya pretest, yaitu untuk mengetahui gambaran awal kondisi pemahamansiswa terhadap mencegah dampak negatif sek bebassebelum diberikan perlakuan dengan bimbingan kelompok. Adapun hasil pretest yang diperoleh pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak jauh berbeda. Hasil pretesttersebut dianalisis menggunakan pengolahan data SPSS versi 20.0. Berikut disajikan kondisi Pemahaman tentang mencegah dampak negatif sek bebasmasing-masing siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdasarkan perhitungan hasil angket sebelum diberikan perlakuan.

Sesuai dengan tujuan dilakukannya pretest, yaitu untuk mengetahui gambaran awal kondisi pemahaman tentang mencegah dampak negatif sek bebassebelum diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok.Pretest dilakukan dengan membagikan instrumen angket yang terdiri dari 35 item pernyataan berkenaan dengan pemahaman tentang mencegah dampak negatif sek bebas yang meliputi mencegah dampak negatif sek bebas.

Adapun hasil pretest yang diperoleh pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak jauh berbeda dan berada pada kategori yang sama. Hasil pretest tersebut dianalisis menggunakan pengolahan data SPSS versi 20.0. Berikut disajikan kondisi pemahaman tentang mencegah dampak negatif sek bebasmasing-masing siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Tabel 3: Kondisi mencegah dampak negatif sek bebas Masing-masing Siswa Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Indikator Kelas Eksperimen Kelas Control

Pretest Posttest pretest Posttest

Mencegah Dampak Negatif Seks Bebas

1.Kurangnya

perhatian orang tua 402 471 365 413

2.Tontonan yang tidak

mendidik 312 363 280 365

3.pergaulan bebas 371 410 339 383

Jumlah 1085 1244 984 1161

Hasil pembagian kelompok berdasarkan data-data yang didapatkan tersebut, menghasilkan data rata-rata tiap-tiap kelompok sebagai berikut:

Tabel 4: Interval Perbandingan Hasil Interval perbandingan hasil

No Nilai interval Eksperimen Kontrol Kategori

Pretest Posttest Pretest Posttest

1 80-100 Sangat Baik

3 60-69 62 66,34 Cukup

4 50-59 56,22 Kurang

4 0-49 Gagal

Dilihat dari tabel di atas nilai perbandinganantara pretest-posttest pada eksperimen.Yang terjadi adalah nilai dari posttest lebih tinggi dibandingkan pretest.

Pembahasan

Perbedaan pada mencegah dampak negatif seks bebas pada kelompok eksperimen sebelum pretest dan sesudah posttest mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok.Sesuai dengan hasil penelitian yang terlihat pada tabel 4.1,dari skor yang diperoleh masing-masing indikator mengalami peningkatan pada mencegah dampak negatif seks bebas sesudah diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen.

Hasil dari pengujian hipotesis diperoleh bahwa peningkatan pencegahan dampak negatif seks bebas dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Sehingga terbukti bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan mencegah dampak negatif seks bebas

Peningkatan hasil pretest dan posttest disebabkan karena perlakuan layanan bimbingan kelompok yang diberikan oleh peneliti. Melalui layanan bimbingan kelompok siswa merasa dibutuhkan, siswa bebas mengemukakan pendapat, siswa bsa menjalin hubungan dengan sesama anggota kelompok, dan siswa tidak merasa sendiri lagi. Siswa yang megikuti layanan bimbingan kelompok banyak memperoleh hal baru.Kemudian dapat diketahui melalui informasi yang diterima siswa melalui layanan bimbingan kelompok yang diterima siswa dapat menambah wawasan bagi mereka agar dapat menyusun rencana khususnya dalam meningkatkan perkembangan sosial siswa.

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa bimbingan kelompok merupakan media bagi siswa untuk mengembangkan diri dan memperoleh informasi, yang kemudian informasi tersebut akan dipergunakan untuk menyusun rencana dan membuat keputusan dalam kehidupannya serta mampu secara pribadi berfikir lebih terarah khususnya untuk dapat meningkatkan tentang mencegah dampak negatif seks bebas. Berdasarkan hal tersebut maka mencegah dampak negatif seks bebas dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok.

Kesimpulan

Kesimpulan umum yang dapat diambil dari penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dan layanan informasi sama sama efektif untuk meningkatkan pencegahan dampak negatif seks bebas. Secara khusus penelitian ini disimpulkan.

1. Terdapat peningkatan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok

2. Terdapat peningkatan pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok

Khairul Amri

Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Dampak Negatif Sex Bebas di SMA 4 Padangsidimpuan

196

PROCEEDINGS | International Conseling and Education Seminar 2017 © Fakultas Ilmu Pendidikan, UNP

Referensi

Dian Nugraha, Boyke. (2010). ”It’s Allabaut A-Z Tentang Sex”. Jakarta: Bumi Aksara. Kartini Kartono. (2013). Psikologi Wanita 1. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. (1999). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar & Profil). Jakarta: Gholia Indonesia.

Prayitno. (2012). Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: UNP Press.

Sugiyono. (2013). metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 93.

Sigmund Freud. (2012) Sexual Theory. Yogyakarta: Kanisius. Sarwono. (1988). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Remadja.

hfjh

The Responsibility of Counselor and Educator in Millennium Era

http://bk.fip.unp.ac.id/ices2017 |pp: 201-206

Hubungan Antara Disiplin dalam Keluarga dengan