BAB I PENDAHULUAN
1.5 Kerangka Teori / Konsep
1.5.3 Kinerja Karyawan
Kinerja karyawan tinggi menjadi harapan semua perusahaan. Dengan kinerja karyawan tinggi, akan membuat perusahaan dapat bersaing dengan kompetitor dan terjaga eksistensinya. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha meningkatkan kienrja karyawan yang terdapat apda perusahaan tersebut.
Kinerja berasal dari pengertian performance. Ada pula yang memberikan pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung (Wibowo, 2007:7). Menurut Robbins (2006) kinerja merupakan hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target/sasaran atau kriteria. Menurut Prawirosentono (1999) dalam Sutrisno (2010 : 90),kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai dengan moral maupun etika.
Selain itu kinerja dapat didefinisikan bagaimana seseorang diharapkan dpat berfungsi dan berperilaku sesuai dengsn tugas yang telah dibebankan kepadanya (Miner dalam Sutrisno 2010: 95). Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi ( Amstrong dan Baron dalam Wibowo 2007:7) Demikian juga menurut Cormick & Tiffin (1980) dalam
Sutrisno (2010:102), mendefinisikan sebagai kuantitas, kualitas, dan waktu yang digunakan dalam menjalankan tugas, dimana kuantitas adalah hasil yang dapat dihitung sejauh mana seseorang dapat.
Adapun pendapat ahli lain, Anwar Prabu Mangkunegara (2007 : 9) dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, mengemukakan pengertian kinerja sebagai berikut Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai erat kaitannya dengan hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan keahlian dalam bekerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemauan melakukan pekerjaan.
Kinerja merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap pegawai memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya. Kinerja bergantung pada kombinasi antara kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh.
Apabila dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun), maka pengertian performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan
secara legal, tidak melanggar hukum dan bertentangan dengan moral dan etika. (Rivai & Basri, 2004:16).
Ada beberapa hal yang mempengaruhi kinerja karyawan, yaitu : a. Efektivitas dan efisiensi
Bila suatu tujuan tertentu akhirnya bisa dicapai, kita boleh mengatakan bahwa kegiatan tersebut efektif tetapi apabila akibat-akibat yang tidak dicari kegiatan menilai yang penting dari hasil yang dicapai sehingga mengakibatkan kepuasan walaupun efektif dinamakan tidak efesien. Sebaliknya, bila akibat yang dicari-cari tidak penting atau remeh maka kegiatan tersebut efesien (Prawirosentono, 1999:27).
b. Otoritas (wewenang)
Otoritas menurut adalah sifat dari suatu komunikasi atau perintah dalam suatu organisasi formal yang dimiliki seorang anggota organisasi kepada anggota yang lain untuk melakukan suatu kegiatan kerja sesuai dengan kontribusinya (Prawirosentono, 1999:27). Perintah tersebut mengatakan apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dalam organisasi tersebut.
c. Disiplin
Disiplin adalah taat kepda hukum dan peraturan yang berlaku (Prawirosentono, 1999:27). Jadi, disiplin karyawan adalah kegiatan karyawan yang bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dengan organisasi dimana dia bekerja.
Inisiatif yaitu berkaitan dengan daya pikir dan kreatifitas dalam membentuk ide untuk merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi.
Menurut Robbins ( 2006 : 260 ) untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada enam indikator, yaitu:
1. Kualitas.
Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.
2. Kuantitas
Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
3. Ketepatan waktu
Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.
4. Efektivitas
Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.
5. Kemandirian
Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya Komitmen kerja. Merupakan suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor.
Kinerja karyawan dapat dikatakan tinggi menurut indikator Robbins, apabila karyawan memiliki kualitas pekerjaan yang dihasilkan baik, jumlah yang dihasilkan banyak, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas sedikit, penggunaan sumber daya perusahaan maksimal, kemadirian dalam melaksanakan pekerjaan tinggi. Sebaliknya, kinerja yang rendah dapat diukur apabila kualitas pekerjaan yang dihasilkan buruk, jumlah yang dihasilkan sedikit, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas lebih lama, penggunaan sumber daya perusahaan kurang maksimal, kemandirian dalam melaksanakan pekerjaan rendah.
Sedangkan menurut Anwar Prabu Mangkumanegara (2009:75) menyatakan bahwa tinggi rendahnya kinerja karyawan dapat diukur dengan indikator:
a. Kualitas, seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan.
b. Kuantitas, seberapa lama seseorang karyawan bekerja dalam satu harinya. Kuatitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap karyawan itu masing-masing.
c. Pelaksanaan tugas, seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan.
d. Tanggung jawab, kesadaran akan kewajiban karyawan untuk melaksanakan pekrjaan yang diberikan perusahaan.
Berdasarkan indikator diatas, kinerja karyawan dikatakan tinggi apabila dari karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, memiliki waktu yang lama dalam bekerja setiap harinya, kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan baik, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan tinggi. Sebaliknya kinerja dinila rendah apabila karyawan kurang baik dalam melaksanakan pekerjaannya, memiliki waktu kerja yang sedikit tiap harinya, kemampuan dalam melakukan pekerjaan kurang baik, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan rendah.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan dapat dikatakan tinggi apabila karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan jumlah yang ditentukan, kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang cepat. Sebaliknya kinerja karyawan dikatakan rendah apabila jumlah pekerjaan yang diselesaikan tidak sesuai target, kualitas hasl pekerjaan tidak sesuai target dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.