BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD
Secara umum RSUD Dr. Soegiri Lamongan telah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelaksana pembangunan di Kabupaten Lamongan dan secara proporsional telah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari ikhtisar target tahun 2010 dapat dijelaskan sebagai berikut:
No SASARAN
ANGGARAN
% RENCANA REALISASI
1 1. Jumlah Kunjungan pasien Rawat darurat
10.000 11.118 111,18 %
2. Jumlah Kunjungan pasien Rawat jalan
96.000 102.500 106,77 %
Page | 30 3. Jumlah Kunjungan pasien
Rawat inap
4. % Anngka pemanfaatan tempat tidur (BOR)
8.000
70,45 %
10.000
57,20 % 44.482 212 x 365
125 %
81,2 %
Page | 31 BAB III
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD
Tujuan pembangunan di bidang kesehatan adalah tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Kesehatan adalah investasi yang mengandung makna bahwa kesehatan adalah kekayaan dan anugrah yang patut disyukuri, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya.
Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi warga negara seperti halnya pendidikan sebagai upaya membangun sumber daya manusia.
Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap masalah kesehatan.
Melalui Kementerian Kesehatan Pemerintah Indonesia berusaha mewujudkan Indonesia Sehat 2015. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten telah berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita tersebut dan berusaha mewujudkan Lamongan Sehat 2015 dengan segala sumber daya yang ada.
Pembangunan kesehatan di Kabupaten Lamongan telah dilaksanakan melalui program-program Pelayanan Kesehatan dan Upaya Kesehatan Rujukan, Kesehatan Keluarga, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Makanan dan Minuman, dan Sumber Daya Kesehatan.
Adapun permasalahan – permasalahan dalam bidang kesehatan yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Lamongan adalah :
Page | 32 1. Kondisi kesehatan lingkungan masih kurang memadai. Hal ini ditandai
dengan masih adanya berbagai penyakit menular seperti DBD, diare, ISPA, yang menjangkiti masyarakat disebabkan faktor sanitasi lingkungan yang tidak sehat. Pemukiman masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan, seperti kondisi rumah, sanitasi, sarana MCK dan ketersediaan air bersih.
2. Kinerja pelayanan kesehatan yang belum optimal dan mutu pelayanan kesehatan masih perlu ditingkatkan.
Kinerja pelayanan kesehatan yang optimal merupakan kunci keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan selain ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan juga ditentukan oleh ketersediaan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan.
3. Masih terdapat warga miskin yang belum menikmati pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mengeluarkan dana penyediaan jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin yaitu dengan Jamkesmas dan Jamkesda.
4. Masih terdapat masyarakat penyandang gizi buruk
Salah satu alat untuk mengukur status gizi masyarakat adalah persentase balita gizi buruk dan persentase kecamatan bebas rawaan gizi yang diukur dari kasus prevalensi Kekurangan Energi Protein (KEP) < 15%.
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan kebijakan sebagai berikut :
Page | 33 1. Penyehatan lingkungan pemukiman dan pemberantasan penyakit menular
serta penanganan KLB.
2. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan melalui pemberian bantuan pelayanan kesehatan bagi warga miskin.
3. Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga medis dan paramedik.
4. Penambahan penyediaan jenis obat-obat generik di puskesmas.
Sedangkan program yang telah ditetapkan adalah : 1. Program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
2. Program peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi merupakan pandangan jauh ke depan, ke mana dan bagaimana Kabupaten Lamongan harus dibawa dan berkarya agar konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Adapun Visi Kabupaten
Lamongan adalah Terwujudnya Masyarakat Lamongan Yang Sejahtera,Berkeadilan, Beretika dan Berdaya Saing.
Adapun Misi Pemerintah Kabupaten Lamongan adalah sebagai berikut :
1) Meningkatkan kualitas hidup dan daya saing masyarakat; serta menjamin ketersediaan sarana dan prasarana dasar (infrastruktur dan utilitas).
Page | 34 2) Memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi,
produktivitas sektor-sektor andalan, dan pendayagunaan sumber daya alam.
3) Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance), Menuju Pemerintahan Yang Bersih (Clean Goverment).
4) Memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang tenteram, tertib, dan aman dengan menjunjung tinggi kearifan nilai-nilai budaya lokal, dan kesetaraan gender.
Untuk merealisasikan pelaksanaan Misi Pemerintah Kabupaten Lamongan, perlu ditetapkan tujuan pembangunan daerah (goal) yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Tujuan pembangunan daerah ini ditetapkan untuk memberikan arah terhadap program pembangunan kabupaten secara umum. Disamping itu juga dalam rangka memberikan kepastian operasionalisasi dan keterkaitan terhadap peran misi serta program yang telah ditetapkan.
Untuk melaksanakan Misi “Meningkatkan kualitas hidup dan daya saing masyarakat; serta menjamin ketersediaan sarana dan prasarana dasar (infrastruktur dan utilitas)“, ditetapkan 1 (satu) tujuan untuk lima tahun ke depan sebagai berikut :
Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat, dengan indikator : a. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan
Page | 35 b. Jumlah Kunjungan IGD
c. Jumlah Pasien Ruang Inap
d. Bed Occupancy Rate / BOR (% pemakaian Tempat Tidur) e. % sarana kesehatan yang beroperasi sesuai dengan standar f. % Jumlah rujukan pasien maskin yang dilayani
Faktor Penghambat :
a. Jumlah SDM relatif mencukupi namun masih perlu adanya pembinaan disiplin serta profesionalisme pegawai yang belum optimal.
b. Belum adanya sistem penjenjangan karier, penghargaan dan punishment yang mampu mendorong kinerja pegawai.
c. Dengan semakin berkembangnya IPTEK maka sarana dan prasarana yang ada perlu ditingkatkan lagi guna meningkatkan kualitas pelayanan.
d. Anggaran Belanja rutin belum mencukupi.
e. Fungsi-fungsi organisasi belum bekerja secara optimal sehingga Tupoksi belum dijalankan sepenuhnya.
Faktor Pendorong :
a. RSUD Dr. Soegiri sudah dikenal sampai wilayah di luar Kabupaten Lamongan terbukti adanya pasien dari luar Kabupaten Lamongan.
b. Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RS, hal ini dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi gaya hidup masyarakat gaya hidup masyarakat.
Page | 36 c. Sarana transportasi dan komunikasi lancar membuat akseabilitas ke
RSUD Dr. Soegiri Lamongan mudah.
d. Strata ekonomi masyarkat yang cukup tinggi membuat daya beli cukup tinggi sehingga meningkat pula kemauan membayarnya.
e. Peluaang kerjasama dengan pihak ketiga masih terbuka luas, mengingat di Lamongan banyak perusahaan besar.
f. Dukungan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamongan sangat positif g. Koordinasi dengan Puskesmas sangat mudah dan akan membentuk
jejaring pelayanan yang sangat menguntungkan posisi RSUD Dr.
Soegiri Lamongan.
h. Peluang promosi RS saai ini sudah terbuka dan dapat dimanfaatkan dengan baik.
i. Image masyarakat terhadap RSUD sangat lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat meningkat terhadap RSUD Dr Soegiri Lamongan.
j. Pusat rujukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Lamongan.
3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Faktor – faktor penghambat :
a. Akses pelayanan kesehatan yang belum maksimal.
b. Sarana prasarana pelayanan kesehatan yang belum sesuai dengan standart.
Page | 37 Faktor – faktor pendorong :
a. Menciptakan SDM Rumah Sakit yang kompeten, kredibel, inovatif dan mampu berperilaku sebagai pelayan masyarakat melalui peningkatan kapasitas SDM aparatur, peningkatan system penjenjangan dan karier, serta system penempatan pegawai sesuai dengan bakat dan latar belakang pendidikan.
b. Memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas layanan dalam rangka memberikan layanan yang prima pada masyarakat.
c. Mengikutsertakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan di bidang kesehatan.
d. Meningkatkan kerjasama lintas program maupun lintas sektor serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
3.4. Penentuan Isu – isu strategis
Dari faktor-faktor pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan ditinjau dari gambaran pelayanan SKPD adalah sebagai berikut : a. Profesionalisme pegawai RSUD Dr. Soegiri lamongan yang belum maksimal b. Sarana prasarana yang belum memadai
c. Fungsi-fungsi organisasi belum bekerja secara optimal sehingga Tupoksi belum dijalankan sepenuhnya.
Page | 38 BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRETEGIS DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi SKPD
Visi RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah merupakan cita-cita yang menggambarkan akan dibawa kemana RSUD Dr. Soegiri Lamongan di masa mendatang dan visi selalu berpijak pada kondisi, potensi, tantangan dan hambatan yang ada. Sehubungan dengan analisis dan pendalaman tersebut, maka ditetapkanlah visi RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah sebagai berikut :
”Terwujudnya RSUD Dr. Soegiri sebagai pilihan utama pelayanan Kesehatan dan Rujukan bagi masyarakat Kabupaten Lamongan”.
Sedangkan misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh instansi Pemerintah agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.
Dengan persyaratan misi tersebut diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal instansi pemerintah, mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh di masa mendatang. Dari gambaran tersebut maka ditetapkan misi RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit
2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan sumber daya Rumah Sakit baik medis, paramedis maupun non medis.
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana Rumah Sakit.
Page | 39 4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
1. Tujuan
Tujuan dirumuskan untuk mempertajam fokus pelaksanaan misi dan meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah semua program dan aktifitas dalam melaksanakan misi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Terwujudnya mutu pelayanan kesehatan yang berkuwalitas.
b. Terwujudnya sumber daya manusia yang profesional dan berkuwalitas.
c. Terpenuhinya sarana dan prasarana di Rumah Sakit.
2. Sasaran
Sasaran merupakan upaya-upaya khusus untuk melaksanakan serangkaian tindakan dalam mencapai tujuan. Adapun sasaran dalam perencanaan strategik RSUD Dr. Soegiri adalah sebagai berikut :
a. Terlaksananya mutu pelayanan yang prima.
b. Terlaksananya pemenuhan sumber daya manusia yang profesional dan berkuwalitas.
c. Terlaksananya pemenuhan sarana dan prasarana di Rumah Sakit.
4.3. Strategi dan Kebijakan SKPD
Strategi yang telah ditetapkan dalam RPJM adalah :
1. Penyehatan lingkungan pemukiman dan pemberantasan penyakit menular serta penanganan KLB.
2. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan melalui pemberian bantuan pelayanan kesehatan bagi warga miskin
3. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan paramedis 4. Penambahan penyediaan jenis obat-obat generik.
Kebijakan SKPD untuk mendukung kebijakan RPJM adalah : a. Meningkatkan cakupan layanan kesehatan
Page | 40 b. Meningkatkan kualitas layanan kesehatan
c. Meningkatkan sarana dan prasarana
d. Meningkatkan sumber daya manusia/pegawai agar lebih optimal /profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
Page | 41 BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Untuk mendukung Visi, Misi, Tujuan dan sasaran RSUD Dr Soegiri tahun 2010-2015 maka ditentukan program sebagai berikut :
1. Program penyelenggaraan pelayanan kesehatan BLUD Dengan kegiatan :
a. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di RS
b. Penyelenggaraan penunjang pelayanan kesehatan di RS
Adapun indikator dari program dan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan
2. Jumlah Kunjungan IGD 3. Jumlah Pasien Ruang Inap
4. Bed Occupancy Rate / BOR (% pemakaian Tempat Tidur) 5. % sarana kesehatan yang beroperasi sesuai dengan standar 6. % Jumlah rujukan pasien maskin yang dilayani