• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

2. Kisi-kisi Instrumen

Instrumen pada penelitian ini yang digunakan untuk mengukur variabel Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawai adalah berupa angket atau kuesioner. Instrumen yang digunakan telah mengadopsi dari penelitian yang ada sebelumnya. Angket atau kuesioner yang disajikan berisi 21 item pertanyaan, yang terdiri dari 5 pertanyaan tentang Motivasi Kerja, 8 item pertanyaan tentang Disiplin Kerja dan 8 item pertanyaan tentang Kinerja Pegawai. Adapun kisi-kisi instrumen dibuat dengan tujuan agar penyusunan instrumen lebih sistematis sehingga akan lebih mudah dikontrol dan dikoreksi.

Kisi-kisi instrumen yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan indikator yang digunakan, yaitu:

Tabel. 5 Kisi-kisi Instrumen

Variabel Indikator Item

Pertanyaan

Motivasi Kerja (Mc Clelland dalam

Robbin 2013: 207)

1. Kebutuhan akan Prestasi 1,2 2. Kebutuhan akan Afiliasi 3,4 3. Kebutuhan akan Kekuasaan 5

Disiplin Kerja (Soejono:2000)

1. Ketepatan Waktu 1,2

2. Pemanfaatan Sarana 3,4

3. Tanggung Jawab Kerja 5,6

4. Ketaatan Dalam Bekerja 7,8

Kinerja Karyawan Mathis dan Jackson

(2006 :329)

1. Kualitas Kerja Karyawan 1,2 2. Kuantitas Kerja Karyawan 3,4

3. Ketepatan Waktu 5,6

4. Kehadiran 7,8

G. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur untuk kuesioner tersebut (Ghozali, 2011:52). Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Faktor Analysis (CFA). Untuk memudahkan dalam melakukan uji validitas, maka digunakan analisis faktor yang ada pada software SPSS versi 20.0 for Windows. Kriteria pada uji validitas menurut Ghozali (2011: 53), suatu instrument dikatakan valid apabila hasil dari uji Kaiser-Meyer-Olkin Measure of

Sampling Adequacy (KMO MSA) menunjukkan nilai factor loading

lebih dari 0,50 dan tidak mengukur konstruk lain.

Uji validitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis faktor dari program SPSS versi 20.0 for Windows.

Teknik analisis faktor yang digunakan untuk menguji adalah

Confirmatory Factor Analysis (CFA). Metode rotasi faktor yang digunakan adalah varimax. Validitas korelasi antar variabel dalam melihat uji Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO MSA). Nilai KMO yang dikehendaki harus > 0,50 untuk dapat dilakukan analisis faktor (Ghozali, 2011: 58) dan nilai signifikansi

Bartlett’s Test of Sphericity kurang dari 5% atau 0,05 (Hair et al, 2010).

Hasil Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy

(KMO MSA) dan uji validitas dengan Confirmatory Factor Analysis

(CFA) ditunjukkan dalam tabel berikut ini:

Tabel 6. Kaiser- Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy dan Bartlett’s Test (Tahap 1)

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .638 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 805.758

Df 210

Sig. .000

Sumber : Data primer yang diolah, 2016

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO MSA) lebih besar dari 0,50 yaitu 0,638, ini menunjukkan bahwa data yang ada layak untuk dilakukan faktor analisis, jumlah sampel

memenuhi kelayakan untuk dianalisis. Sedangkan pada hasil uji

Bartlett’s Test of Sphericity diperoleh taraf signifikansi 0,000, yang artinya bahwa antar variabel terjadi korelasi (signifikansi < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena telah memenuhi kriteria.

Berdasarkan hasil uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) tahap 1 menggunakan rotasi varimax diketahui bahwa item-item telah mengelompok sesuai dengan indikatornya dan berdasarkan hasil pada tabel Rotated Component Matrix di lampiran 6 halaman 88 diketahui item pertanyaan yang dinyatakan valid dengan nilai loading factor di atas 0,50. Nilai loading factor dari variabel motivasi kerja yaitu 0,582; 0,871; 0,884; 0,888; 0,923 dan telah mengelompok dalam 1 komponen, sehingga semua butir pernyataan variabel motivasi kerja (MK1, MK2, MK3, MK4, MK5) dinyatakan valid semuanya. Variabel disiplin kerja mempunyai 7 butir pernyataan yang dinyatakan valid yaitu butir DK1,DK2, DK3, DK4, DK5, DK6, DK7 yang masing-masing memilili nilai loading factor lebih besar dari 0,50, namun untuk butir DK8 dinyatakan tidak valid karena tidak mengelompok dalam satu komponen. Sedangkan variabel kinerja pegawai sebanyak 7 butir pernyataannya dikatakan valid yaitu KP1, KP2, KP3, KP4, KP5, dan KP7, KP8, sedangkan untuk KP6 dinyatakan tidak valid karena tidak mengelompok dalam satu komponen dengan variabel kinerja pegawai.

Pada tabel hasil penelitian CFA menunjukkan bahwa item pertanyaan pada masing-masing variabel mengelompok menjadi satu, dengan nilai loading factor di atas 0,50. Hal ini menunjukkan bahwa indikator tersebut merupakan satu kesatuan alat ukur yang mengukur satu konstruk yang sama dan dapat memprediksi apa yang seharusnya diprediksi.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011:47). Metode yang akan digunakan untuk melakukan uji validitas adalah dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Sedangkan untuk uji reliabilitas yang akan digunakan dalam penelitian ini, adalah dengan menggunakan fasilitas SPSS versi 20.0for Windows.

Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

              

1 2 2 1 1  b k k rn Keterangan: rn = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

∑ b2 = jumlah varian butir

2

Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha Cronbach’s > 0,70 (Nunnally, 1994 dalam Ghozali, 2011: 48). Hasil uji reliabilitas disajikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Nilai Cronbach’s Alpha

Keterangan

Motivasi Kerja (X1) 0,894 Reliabel

Disiplin Kerja (X2) 0,924 Reliabel

Kinerja Pegawai (Y) 0,947 Reliabel

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dari tiga variabel yang diteliti adalah reliabel karena mempunyai nilai

Cronbach Alpha > 0,70. Variabel motivasi kerja memiliki nilai

Cronbach Alpha sebesar 0,894, disiplin kerja sebesar 0,924, dan kinerja pegawai memiliki nilai Cronbach Alpha sebesar 0,957.

H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif menurut Ghozali (2011:19) adalah analisis yang memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian maksimum, minimum. Cara pengkategorian data berdasarkan rumus dari Azwar, (2009:108) adalah sebagai berikut:

a. Tinggi : X ≥ Mi + SDi

b. Sedang : Mi – SDi ≤ X < Mi + SDi c. Rendah : X < Mi – Sdi

Dokumen terkait