• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Koefisien Determinan (R 2 )

Determinan (R2) atau R - Square digunakan untuk melihat berapa besar variabel independent mampu menjelaskan variabel dependent. Dengan kata lain, koefisien determinan digunakan untuk mengukur kemampuan variabel motivasi (X1) komunikasi (X2), lingkungan, dan sanksi (X3) menjelaskan variabel disiplin

kerja pegawai pada kantor Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan. Tabel 4.11 Uji Determinan R Model Summary Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .480a .231 .190 2.61950

a. Predictors: (Constant), SANKSI, KOMUNIKASI, MOTIVASI, LINGKUNGAN

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17.0 for Windows (Mei, 2011) Pada Tabel 4.11 dapat disimpulakan sebagai berikut:

a. R = 0,480 berarti hubungan antara variabel motivasi, komunikasi, lingkungan, dan sanksi terhadap variabel disiplin kerja sebesar 48%. Artinya hubungan antar variabel cukup erat.

b. R Square sebesar 0,231 yang berarti 23,1 % disiplin kerja dapat dijelaskan oleh motivasi, komunikasi, lingkungan, dan sanksi. Sedangkan sisanya 77,9 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini c.. Adjusted R Square sebesar 0,190 yang berarti 19 % disiplin kerja dapat dijelaskan oleh motivasi, komunikasi, lingkungan, dan sanksi.. Sedangkan sisanya 81% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini menandakan bahwa variabel bebas hanya mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 19% saja dan variabel terikat tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

d. Std. Error of the Estimate (standar deviasi) adalah 2.61950 yang berati model dinilai baik karena semakin kecil standar deviasi berarti model akan semakin baik.

2. Uji Secara Simultan (Uji F)

Uji F menunjukkan semua variabel bebas (X) yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Ho diterima jika F hitung < F tabel pada α = 5% Ha diterima jika F hitung > F tabel pada α = 5%

Tabel 4.12

Uji Regresi Simultan (Uji F) ANOVA (b)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 156.503 4 39.126 5.702 .000a Residual 521.497 76 6.862

Total 678.000 80

a. Predictors: (Constant), SANKSI, KOMUNIKASI, MOTIVASI, LINGKUNGAN

b. Dependent Variable: D.KERJA

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17.0 for Windows (Mei, 2011)

Pada Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa nilai F hitung adalah 5,702 dengan tingkat signifikansi 0,000 sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95 % (α =

0,05) adalah 2,6. Oleh karena pada kedua perhitungan, yaitu F hitung > F tabel dan tingkat signifikansinya 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh variabel

independen (motivasi, komunikasi, lingkungan, dan sanksi) secara serempak adalah signifikan terhadap variabel dependen (disiplin kerja).

3. Uji Secara Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5% Ha diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5%

Tabel 4.13

Uji Secara Parsial (Uji t)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.537 4.762 .743 .460 MOTIVASI .053 .247 .023 .214 .831 KOMUNIKASI .012 .140 .009 .087 .931 LINGKUNGAN .464 .169 .317 2.752 .007 SANKSI .436 .208 .237 2.097 .039

a. Dependent Variable: D.KERJA

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17.0 for Windows (Mei, 2011) Pada Tabel 4.13 dapat disimpulkan sebagai berikut:

a. Berdasarkan hasil uji t maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 3,537+ 0,053 X1 + 0,012 X2 + 0,464 X3 +0,436 X4

Keterangan:

a = Konstanta sebesar 3,537 Artinya jika motivasi, komunikasi, lingkungan, dan sanksi nilainya nol, maka prestasi kerja tetap sebesar 3,537

b1 = Koefisien regresi motivasi 0,053. Artinya jika variabel independen lainnya nilainya tetap, maka motivasi tidak akan meningkat sebesar 0,053

b2= Koefisien regresi komunikasi sebesar 0,012. Artinya jika variabel independen lainnya nilainya tetap, maka komunikasi tidak mengalami peningkatan sebesar 0,012

b3= Koefisien regresi lingkungan sebesar 0,464. Artinya jika variabel independen lainnya nilainya tetap, maka lingkungan mengalami peningkatan sebesar 0,464

b4= Koefisien regresi sanksi sebesar 0,436. Artinya jika variabel independen lainnya nilainya tetap, maka sanksi mengalami peningkatan sebesar 0,436

b. Variabel motivasi berpengaruh secara positif dan tidak memiliki pengaruh yang sifnifikan terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor BBMKG Wil I Medan, hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,831. lebih besar dari 0,05. Nilai t

hitung (0,214) < t tabel (2,000), artinya jika ditingkatkan variabel motivasi (X1) sebesar satu satuan maka variabel disiplin kerja (Y) akan tidak akan meningkat sebesar 0,053 satuan.

c. Variabel komunikasi berpengaruh secara positif dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor BBMKG Wil I Medan, hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,931 lebih besar dari 0,05. Nilai t hitung (0,087) < t tabel (2,000), artinya jika ditingkatkan variabel komunikasi (X2) sebesar satu satuan maka variabel disiplin kerja (Y) tidak akan meningkat sebesar 0,012 satuan.

d. Variabel lingkungan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor BBMKG Wil I Medan, hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,007. lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung (2,752) > t tabel (2,000), artinya jika ditingkatkan variabel lingkungan (X3) sebesar satu satuan maka variabel disiplin kerja (Y) akan meningkat sebesar 0,464 satuan.

e. Variabel sanksi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor BBMKG Wil I Medan, hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,039. lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung (2,097) > t tabel (2,000), artinya jika ditingkatkan variabel sanksi (X4) sebesar satu satuan maka variabel disiplin kerja (Y) akan meningkat sebesar 0,436 satuan.

4.4. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa:

1. Motivasi (X1) berpengaruh positif, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja pada pegawai BBMKG Wil. I Medan, hal ini diperkirakan disebabkan oleh :

a. Dalam melaksanakan tugasnya, beberapa pegawai BBMKG Wil I Medan masih memiliki anggapan bahwa prestasi kerja mereka tidak akan mendukung secara signifikan terhadap gaji maupun insentif yang diterima, oleh karena itu mereka tidak termotivasi untuk disiplin untuk menghasilkan prestasi kerja yang baik.

b. Dalam melaksanakan tugasnya, beberapa pegawai BBMKG Wil I Medan masih memiliki anggapan bahwa aturan yang ada dijalankan jika kesalahan yang dilakukan sudah bersifat fatal saja, sehingga kemauan memotivasi diri untuk disiplin tidak timbul dari dalam dirinya sendiri.

2. Komunikasi (X2) berpengaruh positif, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja pegawai BBMKG Wil I Medan, hal ini diperkirakan disebabkan oleh:

a. Dalam melaksanakan tugas, pegawai sudah mengetahui pekerjaan yang harus diselesaikan. sehingga jarang berkomunikasi langsung dengan atasan.

b. Dalam bekerja, sebagian pegawai menyelesaikan tugas masing-masing sehingga komunikasi dengan pegawai departemen lain jarang terjadi.

c. Dalam melakukan pekerjaan, atasan mereka akan menyampaikan nasehat atau teguran jika mereka melakukan kesalahan yang fatal. d. Dalam bekerja, komunikasi yang ada tidak selamanya membantu

pegawai untuk disiplin, kadang komunikasi antar pegawai tidak berhubungan dengan pekerjaan.

3. Lingkungan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai BBMKG Wil I Medan, hal ini diperkirakan disebabkan oleh:

a. Mayoritas pegawai sudah merasa nyaman dengan kondisi kantor yang ada, sehingga memotivasi mereka untuk bekerja dengan disiplin

b. Pegawai sudah merasa bahwa pegawai lain yang ada pada divisinya sendiri maupun divisi lain sudah disiplin dalam bekerja, sehingga berpengaruh positif dan memotivasi pegawai untuk bekerja dengan disiplin.

4. Sanksi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap didiplin pegawai BBMKG Wil I Medan, hal ini disebabkan oleh:

a. Pegawai sudah mengetahui aturan dalam bekerja, sehingga berusaha untuk menaatinya.

b. Pegawai menyadari bahwa sanksi yang diterapkan akan mendukung disiplin kerja mereka.

c. Atasan pegawai akan memberikan teguran dan surat peringatan apabila pegawai sudah melanggar peraturan secara fatal, dan memberikan nasehat ketika mengoreksi kesalahan pegawai.

5. Lingkungan memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan dengan sanksi, hal ini ditunjukkan dari besarnya nilai thitung lingkungan (2,752) yang lebih besar dari nilai thitung sanksi (2,097), artinya bahwa kenyamanan dalam bekerja, dan adanya pengaruh dari pegawai lain lebih berpengaruh daripada adanya teguran, koreksi, dan nasehat dari atasan terhadap disiplin kerja kerja pegawai BBMKG Wilayah I Medan. Hal ini dapat disebabkan karena pegawai lebih banyak dipengaruhi oleh kenyamanan dalam bekerja dan pengaruh dari disiplin kerja pegawai lain, sehingga memotivasi pegawai tersebut untuk meningkatkan disiplin kerjanya.

BAB V

Dokumen terkait