• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Pengumpulan Data Penelitian di SMP Negeri 18 Bandar Lampung Untuk mendapatkan data yang akurat perlu adanya ketelitian dalam Untuk mendapatkan data yang akurat perlu adanya ketelitian dalam

2. Koefisien Determinasi KP= r2x 100%KP= r2x 100%

 

 

89 , 4 86 , 0 27 , 4 25 , 0 1 54 , 8 50 , 0 50 , 0 1 2 75 50 , 0 1 2 2 2           r n r

Dari tabel distribusi t, untuk α = 5% (0,05) dan dk= n- 2 (75-2= 73) di peroleh ttabel= 2,000. Karena thitung lebih besar dari thitung ( 4,89 > 2,000), maka Ho ditolak sehingga disimpulkan terdapat pengujian koefisien korelasi positif yang signifikan antara intelegensi (X) dengan hasil belajar PAI(Y). Jadi harga koefisien korelasi 0,50 adalah signifikan atau dapat diberlakukan untuk seluruh populasi

2. Koefisien Determinasi KP = r2x 100%

= 0,502 x 100% = 25%

D. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara intelegensi dengan hasil belajar mata pelajaran PAI siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Bandar Lampung.Mengapa terdapat hubungan antara intelegensi dengan hasil belajar mata pelajaran PAI siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Bandar Lampung, karena salah satu faktor hasil belajar yaitu intelegensi. Intelegensi dan bakat intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. 2 Orang yang berbakat mengetik misalnya, akan lebih cepat dapat mengetik dengan lancar dibandingkan dengan orang yang lain yang kurang atau tidak berbakat di bidang itu. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar tidak terlepas dari kemampuan dan keterampilan yang dimliki guru dan peserta didik. Dan juga karakteristik individu yang digolongkan seebagai gifted secara akademis dikemukakan oula dalam bentuk sifat- sifat intelektual yaitu kemampuan untuk belajar salah satunya cermat mengamati situasi sosial dan cepat paham dalam membaca disertai oleh daya ingat yang superior.3

Hasil penelitian para ahli menamai indikator- indikator dari suatu perilaku intelegensi pertama ingatan jangka pendek. Orang- orang yang memiliki intelegensi

2

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Praktek Baru, ( Bandung : Rosdakarya, 1995), hlm. 134

3

Saifuddin Azwar, Pengantar Psikologi Intelegensi ,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015). h.140

tinggi cenderung lebih cepat dan akurat didalam memproses informasi jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki intelegensi rendah. Hal ini berlaku pada proses menggali kembali atau recall pengetahuan dari ingatan. Kaitannya dengan hasil belajar adalah siswa yang memiliki intelegensi tinggi ketika belajar khusus nya pelajaran PAI dituntut untuk menyiapkan informasi yang telah diperoleh untuk kemudian memunculkan kembali pada saat tertentu, misalnya pada saat mengerjakan soal-soal.

Kedua, pengetahua umum, pengetahuan umum merupakan bagian terpenting dari intelegensi manusia, Kemampuan meyimpan informasi di dalam ingatan dalam bentuk skema yang teroganisir dengan baik dan mengakses kembali informasi itu secara efisien, merupakan karakteristik penting dalam intelegensi. Dalam hal ini siswa yang berintelegensi tinggi mampu menyimpan informasi khususnya materi PAI dalam bentuk skema.

Ketiga penalaran dan pemecahan masalah, kedua hal tersebut merupakan komponen penting dari intelegensi manusia. Pemisahan keduanya akan lebih ditujukan untuk keperluan analisis. Penalaran dicirikan adanya usaha mengkombinasi elemen-elemen informasi yang diketahui untuk menghasilkan informasi baru. Misalnya arti ayat tentang berbakti kepada orang tua(Q.S Lukman: 12-15), dalam ayat tersebutkan, berkata’ugh’ tidak boleh diucapkan oleh seorang anak kepada orang tuanya, bearti lebih tidak boleh lagi berkata kasar. Hal seperti ini dapat dinalar oleh siswa yang mempunyai intelegensi tinggi.

Keempat, adaptasi. Tingkat intelegensi seseorang juga dapat di lihat dari kemampuan beradaptasi. Kemampuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat komplek, karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi intlektual misalnya penalara, ingatan kerja, dan belajar keterampil. Adaptasi dalam hal ini yaitu sejauh apa siswa dapat mengaplikasikan ilmu(teori) khususnya materi PAI dalam kehidupannya sehari- hari dilingkungannya.4

Intelegensi merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi prestasi akademik. Dalam penelitian menunjukkan bahwa intelegensi mempengaruhi lebih dari 25%. Hal tersebut dapat saja terjadi dan bisa berubah dengan meningkatnya usia dan kematangan siswa. Dan 75% masih ada variabel lain yang mempengaruhi hasil belajar sesorang seperti faktor emosional, motivasi belajar, peluang, minat belajar, dan iklim kelas( meliputi ruang kelas dan lingkungan kelas).5

4

Nur Ida, Korelasi Antara Intelegensi dengan Prestasi Belajar, (Insitut Agama Islam Negeri

5

Zetra Hainul Putra, Wulan Sucitra, Hubungan Intelegensi Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 68 Pekanbaru , JPM IAIN Antasari, Vol.002,No.2, (Januari- Juni 2015). h.12

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sesuai dengan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya tentang korelasi antara intelegensi questions dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Bandar Lampung menunjukkan bahwa intelegensi questions memiliki keeratan hubungan yang cukup kuat dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII. Dengan dibuktikannya dari tabel distribusi t, untuk α = 5% (0,05) dan dk= n- 2 (75-2= 73) di peroleh ttabel= 2,000. Karena thitung lebih besar dari thitung ( 4,89 > 2,000), maka Hoditolak sehingga disimpulkan terdapat pengujian koefisien korelasi positif yang signifikan antara intelegensi (X) dengan hasil belajar PAI(Y). Jadi harga koefisien korelasi 0,50 adalah signifikan. Lalu dilakukan perhitungan koefisien determinasi dan diperoleh kesimpulan bahwa intelegensi quetion memberikan kontribusi sebesar 25% dengan hasil belajar peserta didik dan 75% dipengaruhi oleh variabel lainnya.

B. SARAN

Setelah memperhatikan data lapangan serta analisis data dan kesimpulan, maka penulis memberikan beberapa saran diantaranya:

1. Kepada pihak sekolah hendaknya melanjutkan usaha- usaha positif untuk selalu meningkatkan kualitas sekolah dalam upaya pengembangan potensi yang dimiliki siswa. Misalnya lebih memperhatikan keadaan perpustakaan sebagaai sumber belajar siswa seperti pengadaan buku-buku baru, pengadaan sarana, dan prasarana dan fasilitas yang lebih lengkap untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.

2. Bagi semua guru khususnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk selalu meningkatkan kompetensinya, baik dalam bidang keagamaan maupun bidang ilmu pendidikannya, sehingga dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan hasil belajar maupun prestasi akademiknya dengan cara memberikan perhatian yang baik pada siswa, karena setiap siswa memiliki bakat dan intelegensi yang berbeda.

3. Untuk oraang tua atau wali siswa untuk selalu mengontrol sejauh mana perkembangan psikis anak, agar segalanya bisa terarah, penyediaan fasilitas yang bisa mendukung pembelajaran siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Dan juga siswanya diharapkkan mampu memahami bahwa semua faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar itu saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Yaitu intelegensi yang dimiliki, faktor lingkungan(sosial, fisik), ketekunana, selain itu juga kesadaran untuk belajar.

DAFTAR PUSTAKA .

Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004).

Agus Sujanto, Psikologi Umum, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006)

Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan(Jakarta: Raja Grafindo, 2008). Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta : Andi, 2010).

Darwyn Syah, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007).

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Bandung: Diponegoro, 2011).

Depdikbud RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988). Direktur jendral kelembagaan Agama Islam, Wawancara tugas Guru dan Tenaga

pendidikan, Departemen agama,( jakarta, 2005). Djaali, Psikologi Pendidikan, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2012).

Fuat Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan. (Jakarta : Rineka Cipta, 1995) . Harjanto, Perencanaan Pengajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), Cet. Ke-8.

Heri Gunawan, Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,(Bandung: Alfabeta, 2012)

Himpunan Peraturan Perundang-undangan SISDIKNAS Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung: Fokus Media, 2010).

Himpunan Perundang- undangan RI tentang sistem Pendidikan Nasional UU RI No. 20 tahun 2003 ( Jakarta : Sinar Grafika, 2008).

Jonathan Ling & Jonathan Catling, Psikologi Kognitif, (Jakarta : Erlangga,2012). John W. Santrock, Psikologi Belajar, (Jakarta: Kencana, 2007).

Dokumen terkait