Gambar 4.3 Normal P-P Plot
4.2.5 Koefisien Determinasi (R ² )
Koefisein determinasi (R²) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Koefisien determinan, dalam output SPSS terletak pada tabel Model Summary dan tertulis R square berkisar nol sampai satu. Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan amat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu model semakin baik (Situmorang 2010 : 144).
Tabel 4.9
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .304a .241 .026 4.157
a. Predictors: (Constant), Disiplin kerja
b. Dependent Variable: Produktivitas kerja karyawan Sumber : Hasil Pengujian SPSS
1. R = 0,304 berarti hubungan antara disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 30,4% yang berarti kurang memliki hubungan yang erat. Semakin besar R berarti hubungan semakin erat.
2. Adjusted R Square sebesar 0,241 berarti 24,1% , dimana faktor-faktor produktivitas kerja karyawan dapat dijelaskan oleh disiplin kerja. Sedangkan sisanya 75,9% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini contohnya motivasi kerja, tingkat penghasilan, keterampilan.
3. Standart Error of Estimated artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Standart error of Estimated juga bisa disebut standar deviasi. Dari tabel dia atas Standart Error of Estimated adalah 4,157. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
4.3 Pembahasan
Produktivitas kerja yang tinggi sangat penting bagi perusahaan, sebab produktivitas kerja sangat erat kaitannya dengan sumber daya manusia. Untuk mengahasilkan produktivitas kerja yang tinggi, perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang baik, khususnya pada sumber daya manusia yang berkualitas.
Secara filosofis, produktivitas mengandung pengertian pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Masalah produktivitas kerja tidak lepas dari hak setiap tenaga kerja untuk kesempatan kerja kahidupan yang layak sebagai manusia. Hak untuk dapat menikmati kehidupan yang layak bagi tenaga kerja tidak mungkin dapat diperoleh tanpa jaminan atau upah yang cukup dan disiplin kerja dengan didukung oleh adanya produktivitas tenaga kerja yang tinggi.
Disiplin kerja dalam perusahaan merupakan faktor pendukung yang menentukan produktivitas karyawan di perusahaan. Hilangnya disiplin akan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Dengan adanya kedisiplinan diharapkan pekerjaan akan dilakukan seefektif mungkin. Seorang karyawan yang dikatakan memiliki disiplin kerja yang tinggi jika yang bersangkutan konsekuen, konsisten, taat, bertanggung jawab atas tugas yang diamanahkan kepadanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan metode statistik. Pada metode analisis deskriptif diperoleh informasi dari responden melalui penyebaran kuesioner yang berisikan tentang karakteristik responden yang terdiri dari jenis kelamin, usia, pendidikan dan bidang/departemen.. Pada metode statistik pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16.00.
Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap variabel disiplin kerja dengan indikator “kehadiran” diketahui bahwa jawaban yang paling dominan setuju terdapat pada pernyataan kedua yaitu (Kehadiran sangat penting dalam penegakan disiplin) sebesar 82,25%, sebagian besar responden menjawab setuju karena mereka yakin bahwa kehadiran adalah salah satu faktor dalam penegakan disiplin. Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap indikator “ketaatan” diketahui bahwa jawaban yang paling dominan setuju terdapat pada pernyataan kedua yaitu (Melaksanakan pekerjaan sesuai interuksi yang diberikan atasan) sebesar 87,09%, dikarenakan mereka mampu dan yakin dapat melaksanakan pekerjaan yang diberiakan oleh atasan. Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap indikator “loyalitas” diketahui bahwa jawaban yang paling dominan setuju terdapat pada pernyataan pertama yaitu (Tidak menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan lain walaupun gaji lebih tinggi) sebesar 54,94%, karena mereka tidak memperdulikan tawaran gaji yang lebih tinggi dari perusahaan lain. Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap indikator “semangat kerja” diketahui bahwa jawaban yang paling
dominan sangat setuju terdapat pada pernyataan kedua yaitu (Bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan) sebesar 54,85%. Ini dikarenakan dengan adanya semangat kerja yang mereka miliki sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan.
Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap variabel produktivitas kerja karyawan dengan indikator “kualitas” diketahui jawaban dominan sangat setuju terdapat pada pernyataan kedua yaitu (dalam lingkungan kerja sikap saling menghormati dapat meningkatkan semangat kerja) sebesar 53,2% dikarenakan keharmonisan dalam lingkungan kerja sangat menunjang dalam penyelesaian pekerjaan mereka. Berdasarkan jawaban responden dengan indikator “waktu” diketahui jawaban dominan setuju terdapat pada pernyataan kedua yaitu ( meanfaatkan waktu dengan baik dalam bekerja) sebesar 79,03% dikarenakan bagi mereka waktu sangat berharga sehingga harus selalu dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam bekerja. Berdasarkan jawaban responden dengan indikator “kemampun” diketahui jawaban dominan setuju terdapat pada pernyataan kedua yaitu (menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki) sebesar 56,45% dikarenakan mereka yakin dengan kemampuan yang mereka miliki dapat menyelesaikan beban kerja mereka. Berdasarkan jawaban responden dengan indikator “pemahaman” diketahui jawaban dominan setuju terdapat pada pernyataan pertama yaitu (Mampu bekerja sesuai dengan target yang telah ditentukan) sebesar 70,96% dikarenakan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas sehingga mereka mampu memenuhi target yang telah ditentukan.
Hasil dari uji koefisien Determinasi menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja mampu menjelaskan produktivitas kerja karyawan pada karyawan PT Perkebunn Nusantara III (Persero) Medan sebesar 24,1% dengan nilai R Square sebesar 0, 241. Dengan demikian PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan perlu memperhatikan disiplin kerja dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pada uji signifikan (Uji-t) variabel disiplin kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatkan produktivitas kerja karyawan. Artinya jika variabel disiplin kerja ditingkatkan maka produkftivitas kerja karyawan akan meningkat sebesar 0,254 satuan yang berarti pengaruh disiplin kerja adalah signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Hasil penelitian ini menunjukkan agar perusahaan melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan produktivitas kerja karyawan yang meningkat terus menerus. langkah- langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus adalah dengan menerapkam disiplin kerja melalui indikator ketaatan untuk menciptakan hubungan kerja yang baik.
Besarnya pengaruh dimensi variabel disiplin kerja terhadap disiplin kerja karyawan (R²) adalah sebesar 0,241 (24,1%) faktor-faktor produktivitas kerja karyawan dapat dijelaskan oleh disiplin kerja. Sedangkan sisanya 75,9% dapat
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini contohnya motivasi kerja.
Sebagai bahan perbandingan, Ike (2006) dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT Galatta Lestarindo di Desa Pertampilan Kecamatan Pancur Batu”. Variabel disiplin kerja (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) pada PT. Galatta Lestarindo kecamatan Pancur Batu.
Menunjukkan bahwa nilai thitung variabel disiplin kerja 5,099 sedangkan ttabel bernilai 2,00. Hal ini berarti thitung > ttabel yaitu 5,099 > 2,00. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja secara uji t (uji parsial) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Galatta Lestarindo kecamatan Pancur Batu. Hal ini disebabkan karena mayoritas responden menyatakan bahwa mereka setuju telah menerapkan disiplin dalam bekerja sehingga produktivitas kerja tercapai dengan demikian target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dengan kata lain mayoritas responden menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN