HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 Koefisien Determinasi (R 2 )
Uji koefisien determinasi untuk menguji besarnya pengaruh yang diberikan variabel independen (7P) terhadap variabel dependen (keputusan mengunjungi). Dari hasil pengolahan SPSS yang diperoleh dari jawaban responden, berikut ini disajikan hasil uji koefisien determinasi sebagai berikut :
Tabel 4.16
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .694a .515 .589 1.179
Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.16 menunjukkan besarnya koefisien korelasiberganda (R), koefisien determinasi (R Square), dan koefisien determinasi yangdisesuaikan (Adjusted R Square).Nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,694.Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, proses terhadap keputusan wisatawan dalam mengunjungi Kota Medan mempunyai hubungan yang kuat.
Hasil pada tabeljuga menunjukkan besarnya nilai R Square adalah 0,515 dan nilai koefisien determinasi yang telah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah 0,589.Dari nilai Adjusted R2 sebesar 0,589, dapat disimpulkan bahwa variable keputusan wisatawan dalam mengunjungi Kota Medan dapat dijelaskan oleh variabel produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, proses sebesar 58,90%
dalam penelitian ini, sedangkan sisanya 41,10% dijelaskan oleh faktor lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini
4.5 Pembahasan
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah uji parsial dan simultan dengan menggunakan koefisien regresi liner berganda.
Dalam perhitungan uji parsial koefisien regresi ini, digunakan metode seleksi variabel (forward, backward atau stepwise) dengan model tergantung pada signifikansi (probabilitas) dari nilai F atau nilai F signifikan nilai yang ditentukan yaitu (p value) yang terdapat pada Tabel anova nilai F dari data hasil olahan
(output) program aplikasi SPSS, dimana jika probabilitas (p value) < 0,05, maka secara simultan keseluruhan variabel independen memiliki pengaruh secara bersama-sama pada tingkat signifikansi 5%.
Apabila hasil yang diperoleh lebih besar dari taraf signifikansi, maka sebaran data penelitian adalah normal. Sebaliknya, jika probabilitas lebih kecil dari pada taraf signifikansi maka sebaran data tidak normal. Pengujian homogenitas kelompok data digunakan Levene’s Test for Equality of Variances.
Angka yang dihasilkan merupakan probabilitas dua sisi, yang kemudian dibandingkan dengan tingkat signifikan yang ditetapkan sebesar 0,05. Apabila nilai probabilitas lebih besar dari taraf signifikansi, maka varian antar kelompok adalah homogen. Sebaliknya jika probabilitas yang dihasilkan lebih kecil dari taraf signifikansi, maka varian antara kelompok adalah heterogen.
4.5.1. Pengaruh produk terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh menunjukan bahwa thitung 2,076 dengan signifikansi 0,009 dengan nilai minimum 1 dan maksimum 5.
Hal ini berarti ada pengaruh positif dan signifikan antara produk terhadap keputusan keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan. Hal ini berarti menunjukkan bahwa produk berpengaruh nyata terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan. Dengan kata lain tanpa produk wisata yang baik akan mengakibatkan rendahnya keputusan wisatawan mengunjungi Kota Medan maupun sebaliknya. Indikator produk yang paling berpengaruh besar adalah keberagaman produk wisata dimana dengan semakin banyak produk wisata yang
berkunjung hal ini terlihat dari jawaban responden yang memberi nilai maksimal untuk pernyataan bahwa wisatawan memutuskan berkunjung ke Kota Medan dengan alasan keberagaman produk wisata yang ditawarkan di Kota Medan.
Indikator paling minimum dalam hasil penelitian pengaruh produk adalah cirri khas produk dimana wisatawan lebih memilih tidak setuju berkunjung karena alasan ciri khas produk karena bagi wisatatawan keberagaman, kualitas dan pelayanan yang didapat dari produk yang ditawarkan adalah alasan utama wisatawan untuk mengunjungi Kota Medan. Penelitian ini diperkuat dengan hasil penelitian Bachtiar (2016) menyatakan hubungan produk terhadap keputusan memiliki relevansi tinggi terhadap organisasi dan individu yang bersangkutan.
Dimana produk wisata yang menarik akan kembali menarik wisatawan untuk berkunjung kembali.
4.5.2 Pengaruh Harga terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Pengaruh variabel harga terhadap keputusan wisatawan dengan menentukan nilai tTabel sebesar 1,66, dengan probabilitas sig = 0,05, dengan kata lain thitung > tTabel yaitu 2,891 > 1,66 atau probabilitas taraf signifikan 0,005 < 0,05 dengan nilai maksimum 1 dan nilai minimum 5, dapat disimpulkan bahwa harga (X2) secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan (Y) wisatawan. Artinya kebijakan tentang variabel harga akan mempengaruhi keputusan wisatawan mengunjungi Kota Medan. Dalam penelitian ini konsumen menilai bahwa Kota Medan memiliki wisata yang tidak kalah menarik dengan Kota atau negara lain dengan biaya wisata yang jauh lebih murah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Bachtiar (2016) yang menyatakan hubungan harga
terhadap keputusan memiliki relevansi tinggi terhadap organisasi dan individu yang bersangkutan. Dan juga penelitian Purnamasari (2011) yang menyatakan bahwa harga yang ditawarkan dalam paket berlibur sangatlah berpengaruh besar terhadap keputusan konsumen.
4.5.3 Pengaruh tempat terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Hasil penelitian pengaruh variabel tempat terhadap keputusan wisatawan dengan menentukan nilai tTabel sebesar 1,66, dengan probabilitas sig = 0,05, dengan kata lain thitung > tTabel yaitu 3,508 >1,66 atau probabilitas taraf signifikan 0,000 < 0,05 dengan nilai minimum 1 dan nilai maksimum 5. Hal tersebut berarti tempat (X3) secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan (Y) seorang wisatawan. Tempat yang nyaman merupakan pilihan terbaik bagi wisatawan untuk berkunjung karena dengan berada ditempat yang nyaman maka wisatawan akan merasa seperti dirumah sendiri. Dalam penelitian ini wisatawan menilai bahwa Kota Medan adalah tempat yang nyaman sehingga mempengaruhi keputusan wisatawan untuk mengunjungi Kota Medan. Penelitian ini sesuai dengan penelitian Lita (2010) yang menyatakan bahwa tempat mempengaruhi keputusan wisatwan untuk mengunjungi objek wisata di Kota Padang. Artinya bila dinas maupun pihak yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan Kota Medan dapat menunjukkan bahwa Kota Medan adalah tempat yang nyaman untuk berlibur makan akan mempengaruhi keputusan wisatwan untuk mengunjungi Kota Medan.
4.5.4 Pengaruh promosi terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Hasil penelitian pengaruh variabel promosi terhadap keputusan wisatawan dengan menentukan nilai tTabel sebesar 1,66, dengan probabilitas sig = 0,05, dengan kata lain thitung > tTabel yaitu 2,555 > 1,66 atau probabilitas taraf signifikan 0,000 < 0,05 dengan nilai minimum 1 dan nilai maksimum 5. Hal tersebut berarti promosi (X3) secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan (Y) seorang wisatawan. Promosi yang menarik akan membuat seseorang penasaran dengan produk wisata yang ditawarkan sehingga membuat wisatawan memutuskan untuk berkunjung. Hal ini berarti promosi merupakan langkah awal yang harus dilakukan secara matang sehingga promosi yang dilakukan akan meningkatkan keputusan wisatwan untuk berkunjung. Hasil ini sejalan dengan penelitian dari Bachtiar (2016) yang menyatakan bahwa dengan promosi yang menarik akan memberi rasa penasaran bagi wisatawan untuk melihat wisata yang sedang di promosikan, sehingga wisatawan akan memutuskan untuk berkunjung. Selain itu penelitian ini juga sejalan dengan peneliian dari Purnamasari (2011) yang menyatakan bahwa dengan semakin sering melakukan promosi maka akan menimbulkan rasa tertarik bagi wisatawan untuk berkunjung.
4.5.5 Pengaruh orang terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Hasil penelitian pengaruh variabel orang terhadap keputusan wisatawan dengan menentukan nilai tTabel sebesar 1,66, dengan probabilitas sig = 0,05, dengan kata lain thitung > tTabel yaitu 2,686 > 1,66 atau probabilitas taraf signifikan 0,014 < 0,05 dengan nilai minimum 2 dan nilai maksimum 5. Hal tersebut berarti
orang (X5) secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan (Y) seorang wisatawan. Oramg atau masyarakat yang ramah adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatan saat berkunjung ke sebuah tempat wisata. Orang-orang yang ramah akan membuat wisatawan nyaman dan betah saat berkunjung dan akan memutuskan berkunjung kembali di waktu berikutnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penlitian Lita (2010) yang menyatakan bahwa masyarakat yang ramah akan membuat wisatawan seperti berada ditengah keluarga. Selain itu pengetahuan masyarakat akan wisata yang ada akan membuat wisatawan betah berkunjung karena akan mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan.
4.5.6 Pengaruh Bukti Fisik terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Hasil penelitian pengaruh variabel bukti fisik terhadap keputusan wisatawan dengan menentukan nilai tTabelsebesar 1,66, dengan probabilitas sig = 0,05, dengan kata lain thitung < tTabel yaitu 1470 < 1,66 atau probabilitas taraf signifikan 0104 > 0,05 dengan nilai minimum 1 dan nilai maksimum 5. Hal tersebut berarti bukti fisik (X6) secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan (Y) seorang wisatawan. Hal ini tidak mendukung penelitian Bachtiar (2016) yang menyatakan bahwa bukti fisik wisata yang ditawarkan sangat berpengaruh besar terhadap keputusan konsumen dimana ketika berkunjung wisatawan takjub dengan bukti fisik wisata yang ditawarkan akan membuatnya merasa puas sehingga pada kesempatan berikutnya akan kembali berkunjung.
Selain itu bukti fisik wisata yang menarik juga akan mempengaruhi konsumen
4.5.7 Pengaruh Proses terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Kota Medan
Hasil penelitian pengaruh variabel proses terhadap keputusan wisatawan dengan menentukan nilai tTabel sebesar 1,66, dengan probabilitas sig = 0,05, dengan kata lain thitung > tTabel yaitu 2,454 > 1,66 atau probabilitas taraf signifikan 0,019 < 0,05 dengan nilai minimum 1 dan nilai maksimum 5. Hal tersebut berarti proses(X7) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan (Y) seorang wisatawan. Hal ini mendukung penelitian Bachtiar (2016) yang menyatakan bahwa proses wisata yang ditawarkan sangat berpengaruh besar terhadap keputusan konsumen dimana ketika berkunjung wisatawan merasa bahwa seluruh proses seperti: proses transaksi, tranportasi, pelayanan, prosedur dan syarat, serta pelayanan yang diberikan saat berwisata di Kota Medan merasa puas sehingga pada kesempatan berikutnya akan kembali berkunjung.
BAB V