METODE PERENCANAAN
2. Momen tepi, momen di sekitar sumbu yang parallel terhadap tepi. Nilai
3.4.2 Kolom Kapital
Ada kalanya, bagian atas kolom mengembang keluar, seperti ditunjukkan
gbr. 3-26. Ini dilakukan untuk memberikan perimeter geser yang lebih luas pada
kolom dan untuk mereduksi bentang bersih (ln) yang digunakan untuk menghitung momen.
Diameter atau dimensi efektif capital (dc atau c) didefenisikan dalan ACI Bab 13.1.2 sebagai bagian dari capital semu di dalam kerucut terbesar atau piramid
dengan puncak 90o yang mencakup di dalamnya garis luar dari kolom tumpuan. Diameter diukur pada dasar pelat atau drop panel, seperti diilustrasikan dalam gbr.
3-26. Diameter ini (c) digunakan untuk mendefinisikan lebar efektif atas momen transfer (c2+3h) dan untuk mendefinisikan bentang bersih (ln). Beton di luar garis 45o (lihat gbr. 3-26) bisa digunakan untuk meningkatkan tegangan geser.
3.4.3 Penulangan
3.4.3.1 Urutan Penempatan
Pada flat plate atau flat slab, momen paling besar berada di dalam jalur pelat
yang membentang di arah memanjang panel. Hasilnya, tulangan untuk bentang
panjang biasanya ditempatkan lebih dekat ke atas dan bawah pelat dibandingkan
penulangan pada bentang pendek. Ini memberikan tebal efektif terbesar untuk
momen terbesar. Untuk pelat ditumpu pada balok dan mempunyai α lebih besar dari sekitar 1.0, kebalikannya adalah cocok dan pola penulangan seharusnya dibalik.
3.4.3.2 Penutup dan Tebal Efektif
ACI Bab 7.7.1 menetapkan, penutup bersih minimum ke muka tulangan
20mm untuk No. 36 dan diberikan tulangan yang lebih kecil jika pelat tidak terkena langsung dengan tanah atau cuaca. Untuk beton yang terkena cuaca, penutup bersih
minimum adalah 40mm untuk No. 16 dan lebih kecil, dan 50mm untuk tulangan yang lebih besar. Untuk beton geladak yang terkena terkena air garam harusnya
mempunyai penutup yang lebih tebal dan lapisan batang tulangan. Penjelasan ACI
Bab 7.7.6 menyarankan penutup 50mm untuk kasus ini. Mungkin perlu untuk memperbesar penutup sebagai penahan api.
Penulangan pada pelat dua-arah dengan bentang diatas 6m biasanya tulangan
No.13; di 7m, tulangan No. 16; dan diatas 7m, tulangan No. 16 atau 19. Untuk bentang panjang flat plate atau flat slab, d h3 40.5db, dan untuk bentang pendek d h3 41.5db. Untuk perencanaan awal bisa diambil:
Bentang panjang d h30mm (3-24a) Bentang pendek d h45mm (3-24b)
Untuk flat-plate atau flat slab dengan bentang diatas 7m:
Bentang panjang d h30mm (3-24c) Bentang pendek d h50mm (3-24d)
Penting untuk tidak menaksir d terlalu tinggi pada pelat karena ketidaktelitian konstruksi biasanya cenderung untuk menghasilkan nilai d yang lebih kecil dariyang ditunjukkan dalam gambar.
3.4.3.3 Persyaratan Spasi, Penulangan Minimum, dan Ukuran Tulangan Minimum
ACI Bab 7.12.2.1 mensyaratkan area minimum penulangan yang disajikan
untuk lentur harus tidak kurang dari:
0.0020bh jika menggunakan tulangan deformasi 280 atau 350
0.0018bh jika menggunakan tulangan deformasi 420 atau kabel-las fabrikasi Spasi maksimum penulangan pada titik momen negatif dan positif
maksimum pada jalur tengah dan kolom harus tidak melebihi dua kali tebal pelat
(ACI Bab 13.3.2) atau 450 mm. (ACI Bab 7.12.2.2).
Walaupun tidak ada batasan ukuran tulangan, Concrete Reinforcing Steel
Institute merekomendasikan tulangan atas pelat tidak kurang dari tulangan No. 13
pada 300 mm. di tengah, untuk memberikan kekakuan yang cukup untuk mencegah perpindahan tulangan dalam perjalanan sebelum ditempatkan.
3.4.3.4 Perhitungan Area yang Memerlukan Tulangan
jd f M A y u s (3-25)
dimana jd = 0.90 sampai 0.95 untuk pelat. Bisa diasumsikan bernilai 0.925 untuk trial pertama. Sekali nilai trial A, telah dihitung untuk penampang momen
maksimum, tebal dari zona tekanan (a) akan didapat dan digunakan untuk menghitung nilai yang lebih tepat dari jd = d – a/2. Ini akan digunakan untuk menghitung As pada semua bagian pelat. Juga perlu untuk memeriksa apakah As
melebihi As(min) pada semua bagian dan apakah 0.75b. 3.4.3.5 Pemutusan Tulangan dan Penjangkaran
Untuk pelat tanpa balok ACI Bab 13.3.8.1 mengizinkan tulangan diputus
seperti ditunjukkan gbr. 13-6. Dimana bentang yang berdekatan mempunyai panjang
yang tidak sama, perpanjangan tulangan momen negatif yang melewati muka
tumpuan berdasarkan pada panjang dari bentang terpanjang.
ACI Bab 13.3.4 mensyaratkan semua baja momen negatif tegak lurus
terhadap tepi harus dibengkokkan, atau kalau tidak dijangkarkan ke balok spandrel,
kolom, dan dinding sepanjang tepi untuk meningkatkan fy terhadap tegangan. Jika tidak ada balok tepi, baja seharusnya masih bisa dibengkokkan untuk bertindak
sebagai tulangan torsi.
3.4.3.6 Perincian Penulangan Pelat pada Kolom Tepi
Transfer momen dan geser dari pelat ke kolom eksterior atau pojok
mengasumsikan bahwa bagian tepi pelat akan bertindak sebagai anggota torsi (lihat
truss dalam gbr. 3-19). Panitia ACI telah merekomendasikan perincian untuk kolom
tepi ke sambungan pelat. Berdasarkan rekomendasi ini, McGregor
merekomendasikan perincian penulangan di bawah ini:
(a) Persyaratan tulangan atas untuk transfer momen fMumenurut ACI Bab 13.5.3.2 harus ditempatkan pada lebar terkecil dari 2
1.5h
c2atau 2ce c2berpusat di atas kolom (gbr. 3-28), dimana ce adalah jarak dari muka dalam kolom ke tepi pelat tapi tidak lebih dari tebal kolom c1, dan c2 adalah lebar kolom.
(b) Di dalam lebar yang didefenisikan (a), tulangan tepi harus menyediakan spasi 1.5d atau kurang. Ini bisa diberikan dengan membengkokkan tulangan atas
tegak lurus terhadap tepi dengan bengkokan 180o atau dengan tulangan pasak dengan ukuran setidaknya No.10. Setiap kaki dari pasak harus memanjang
Gambar 3-28 Lebar efektif untuk transfer momen pada kolom eksterior
3.4.3.7 Struktur Tulangan Integritas
Ketika kegagalan punching shear terjadi, pada kolom dan drop pelat,
kapasitas geser dengan sepenuhnya berpindah, menarik tulangan atas keluar ke atas
dari pelat seperti ditunjukkan gbr. 3-7. Jika pelat jatuh diatas pelat dibawahnya, pelat
itu mungkin akan jatuh juga, menyebabkan jenis keruntuhan yang progresif. Laporan
penelitian Mitshell dan Cook menyarankan bahwa ini bisa dicegah dengan
menyediakan tulangan melewati kolom pada dasar pelat. ACI Bab 13.3.8.5
mensyaratkan bahwa semua tulangan bawah dalam jalur kolom pada setiap arah
harus menerus atau sambungan berpangku dengan sambungan berpangku (lihat gbr.
3-27). Setidaknya dua dari tulangan bawah pada setiap arah harus melewati tabung
kolom. Kata “tabung kolom” maksudnya tulangan ini harus diantara tulangan tepi
dan kolom. Pada kolom eksterior dan pojok setidaknya dua tulangan tegak lurus
terhadap tepi harus dibengkokkan atau kalau tidak dijangkarkan ke dalam tabung
kolom. Tulangan yang melewati kolom disebut tulangan integritas.
3.4.3.8 Tulangan Tepi
Pada tepi tidak menerus dimana pelat ditumpu pada balok dengan kekakuan
lepas dari tumpuannya kecuali reaksi kebawah disediakan pada bagian tepi. Dalam
gbr. 3-29a. titik B terdefleksi kebawah relatif terhadap tumpuan sederhana tepi A–D
dan C–D. jika tepi D tertahan, jalur A–C dan B–D membentuk lengkung seperti ditunjukkan. Jalur A–C timbul momen positif dan idealnya harus ditulangi dengan
tulangan sejajar A–C pada bagian bawah pelat seperti ditunjukkan gbr.3-29b. Jalur
B–D timbul momen negatif dan seharusnya ditulangi dengan tulangan yang sejajar
B–D pada bagian atas pelat seperti ditunjukkan gbr. 3-29c. Biasanya, tulangan
diagonal ditempatkan dengan tatakan orthogonal tulangan sejajar terhadap kedua sisi
pelat. Diperlukan dua tatakan, satu di bagian atas pelat dan satu di bagian bawah.
ACI Bab 13.3.6 mensyaratkan tulangan tepi khusus di dalam tepi eksterior
semua pelat dengan balok tepi yang mempunyai α lebih besar dari 1.0. Penulangan dalam tiap arah pada tiap muka direncanakan untuk momen per lebar unit sama
dengan momen positif terbesar per lebar unit dalam panel dan diperpanjang satu per
lima bentang terpanjang tiap arah dari tepi.
(b) penulangan pada bagian bawah pelat (c) penulangan pada bagian atas pelat Gambar 3-29 Momen di pojok pelat yang ditumpu di atas balok
3.5 METODE PORTAL EKIVALEN