JEJARING KERJA KOMANDO & KOORDINASI Posko COVID-19
KOMANDO, KENDALI, KOORDINASI, DAN KOMUNIKASI
a.
KomandoKomando selama operasi dalam koordinasi BNPB
b.
KendaliKendali taktis selama operasi berada pada Komandan Penanggulangan Bencana wabah COVID-19 (BNPB)
c.
Pos KomandoKedudukan Pos Komando selama operasi berada di Pusdalop BNPB
Jl. Pramuka No.38, RT.11/RW.5, Utan Kayu Utara, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13120
d.
Komunikasi1)
Call Center BNPB : ………, 119 3) Email: ………. 4) Faksimile: ………..e.
Website: https://www.covid19.go.id Lampiran 10Informasi website lainnya:
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/
Dinas Kesehatan Provinsi dengan informasi COVID-19 Data pertanggal 26 Maret 2020
1. ACEH: https://dinkes.acehprov.go.id/ ; https://covid19.acehprov.go.id/
2. SUMATERA UTARA: http://sumutcovid19.id/
3. SUMATERA BARAT: https://corona.sumbarprov.go.id/ 4. RIAU: https://corona.riau.go.id/
5. JAMBI : http://corona.jambiprov.go.id/
6. SUMATERA SELATAN: http://dinkes.sumselprov.go.id/covid19-sumsel/ 7. BENGKULU: https://dinkes.bengkuluprov.go.id
8. LAMPUNG: https://dinkes.lampungprov.go.id/
125 10. KEPULAUAN RIAU: http://corona.kepriprov.go.id/data/
11. DKI JAKARTA: https://corona.jakarta.go.id/
12. JAWA BARAT: https://pikobar.jabarprov.go.id/#/ ; download Android Apps
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.jabarprov.pikobar 13. JAWA TENGAH: http://jatengprov.go.id/corona/
14. DI YOGYAKARTA: http://corona.jogjaprov.go.id// ; http://corona.jogjaprov.go.id/map-covid-19-diy
15. JAWA TIMUR: https://.dinkes.jatimprov.go.id 16. BANTEN: https://infocorona.bantenprov.go.id
17. BALI:https://www.diskes.baliprov.go.id/;http://covid19.denpasarkota.go.id/;
http://infocovid19.bulelengkab.go.id/
18. NUSA TENGGARA BARAT: https://corona.ntbprov.go.id/ 19. NUSA TENGGARA TIMUR: https://dinkes.nttprov.go.id/ 20. KALIMANTAN BARAT: https://dinkes.kalbarprov.go.id/covid-19/ 21. KALIMANTAN TENGAH: https://dinkes.kalteng.go.id
22. KALIMANTAN SELATAN: http://dinkes.kalselprov.go.id/ 23. KALIMANTAN TIMUR: http://dinkes.kaltimprov.go.id/ 24. KALIMANTAN UTARA:
25. SULAWESI UTARA: http://dinkes.sulutprov.go.id/ ; http://corona.sulutprov.go.id/ 26. SULAWESI TENGAH: https://dinkes.sultengprov.go.id/category/covid-19/
27. SULAWESI SELATAN: https://dinkes.sulselprov.go.id ; https://covid19.sulselprov.go.id/ 28. SULAWESI TENGGARA: https://dinkes.sultraprov.go.id/
29. GORONTALO: https://dinkes.gorontaloprov.go.id
30. SULAWESI BARAT: https://dinkes.sulbarprov.go.id/
31. MALUKU : https://corona.malukuprov.go.id/
32. MALUKU UTARA :http://corona.malutprov.go.id/
33. PAPUA BARAT: https://dinkespapuabarat.wordpress.com/
34. PAPUA: https://dinkes.papua.go.id/
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan Informasi Covid-19
NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA WEBSITE
Sumatera Barat Kota Padang http://corona.padang.go.id/
Sumatera Utara Kota Medan https://covid19.pemkomedan.go.id/
Kota Binjai http://binjaimelawancovid19.binjaikota.go.id/
Kab. Deli Serdang https://covid19.deliserdangkab.go.id/
Kota Tebing Tinggi https://covid19.tebingtinggikota.go.id/
Kab. Langkat https://coronainfo.langkatkab.go.id/
126 Kab. Karo https://covid19.karokab.go.id/
Kepulauan Riau Kota Batam https://lawancorona.batam.go.id/
Jawa Barat Kota Bandung https://covid19.bandung.go.id/
Kota Bogor http://covid19.kotabogor.go.id/
Kota Depok https://ccc-19.depok.go.id/
Kota Bekasi https://corona.bekasikota.go.id/
Jawa Timur Kota Surabaya https://lawancovid-19.surabaya.go.id/
Kab. Probolinggo https://siagacovid19.probolinggokab.go.id/
Jawa Tengah Kota Semarang https://siagacorona.semarangkota.go.id/
Kab. Kudus https://corona.kuduskab.go.id/
Kab. Kediri http://covid19.kedirikab.go.id/
Lampiran 11
Daftar Singkatan Dan Istilah
APSED :The Asia Pacific Strategy for Emerging Diseases and Public Health Emergencies
BKSLN :Biro Kerja Sama Luar Negeri
BTDK :Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan CFR :Case Fatality Rate
COVID-19 :Corona Virus Disease 2019 DRT :Disaster Response Teams EOC :Emergency Operations Centres GMP :Good Manufacturing Practice IHR :International Health Regulation ILI :COVID-19 Infection Like Illness INSW :Indonesia National Single Window KLB :Kejadian Luar Biasa
KPA :Kuasa Pengguna Anggaran LET :The Logistics Emergency Teams NCC :National Command Center PDB :Penanganan Darurat Bencana
PHEIC :Public Health Emergencies of International Concern PHEOC :Public Health Emergency Operations Centre
127 PPE :Personal Protective Equipment
PSC :Public Safety Center
SARI :Severe Acute Respiratory Infection SAS :Special Access Scheme
SKDR :Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon TIPRA :Tools for COVID-19 Risk Assessment TSM :Tim Sentra Media
TPK :Tim Promosi Kesehatan WHA :World Health Assembly WHO :World Health Organization
128 Lampiran 12
Prinsip Penanggulangan
Komponen Siaga Darurat Tanggap Darurat Rehabilitasi
Komando dan Koordinasi
Membentuk Tim
Tanggap COVID-19 dan mengaktifkan Posko COVID-19, Panel ahli, Tim Gerak Cepat di semua tingkatan
Menyusun Rencana Aksi Pengendalian dan respon COVID-19 lintas sektor, dan testing
Surat kewaspadaan COVID-19 kepada seluruh fasilitas kesehatan, dan multisektor lainnya.
Eskalasi respon posko Tanggap Darurat COVID-19 di setiap tingkatan Menyusun dan melaksanakan rencana operasi COVID-19 Monitoring pelaksanaan respon COVID-19
Berkoordinasi dengan mitra/ organisasi Internasional untuk bantuan Internasional
Surat peningkatan kewaspadaan kepada seluruh sektor dan setiap tingkatan.
Monitoring informasi dari WHO, Kementerian Kesehatan, BNPB dan Media Massa terkait perkembangan bencana wabah COVID-19.
Memberikan Informasi kepada Masyarakat Tanggap Darurat telah berakhir
Rehabilitasi Fasilitas umum untuk boleh diaktifkan kembali
Melaksanakan pemulihan Ekonomi Dini
Memberikan pendampingan dukungan kesehatan jiwa dan psikososia
Melakukan pemulihan sarana dan prasarana layanan publik dan memastikan berfungsi Surveilans dan laboratorium Deteksi sinyal bencana wabah COVID-19 melalui penguatan sistem surveilans epidemiologi. Surveilans ILI/SARI, pneumonia baik di fasilitas layanan kesehatan pemerintah maupun swasta melalui SKDR, event-based
surveillance, pelacakan
kasus, pelaporan, dan diseminasi data.
Pelacakan kontak dapat bekerjasama dengan PMI, kader, dan sektor lainnya yang terlatih.
Kaji cepat, analisis risiko
penguatan sistem laboratorium untuk mendeteksi virus, berupa pengambilan specimen dan pemeriksaan PCR dan whole genom sequencing.
Identifikasi dan
penguatan laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan COVID-19.
Kaji cepat dan analisis risiko terhadap lokasi, dampak, kerugian, dan sumber daya
Percepatan penyelidikan epidemiologis, pelacakan, manajemen dan monitoring kontak.
Rumah sakit melakukan pelaporan harian COVID-19 kepada PHEOC yang dilanjutkan ke Pusdalop.
Apabila ada keterbatasan kapasitas pemeriksaan laboratorium, pada daerah dengan penyebaran infeksi luas, dilakukan sampling pemeriksaan laboratorium dan pada pasien yang parah dan sistem sentinel. Pada daerah baru yang melaporkan kasus COVID-19 baru,
dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai pedoman nasional
129 Respon medis, pengendalian infeksi Melakukan manajemen isolasi, manajemen kasus COVID-19 dan melakukan pelacakan kontak COVID-19. Memfungsikan dan memperkuat Rumah Sakit rujukan yang ditunjuk oleh Kemenkes di Jakarta (terlampir) dan menyiapkan rumah sakit tambahan dan Gedung tambahan yang dapat dialihfungsikan menjadi pusat
perawatan COVID-19 apabila diperlukan. RS mereview kebutuhan dan siap untuk
mengaktifkan rencana kesiapsiagaan
pandemic di Rumah Sakit apabila diperlukan.
Pemenuhan logistik Alat Pelindung Diri (APD), obat suportif, bahan medis habis pakai, dan untuk pemeriksaan laboratorium (VTM, Swab, cold chain, dll).
Review kesiapsiagaan pandemi di Rumah sakit
Rujukan medis,
pemeriksaan, pengobatan, perawatan dan isolasi penderita termasuk tindakan karantina.
Rumah sakit rujukan yang ditunjuk berfungsi sebagai pusat perawatan COVID-19 (terlampir). Rumah sakit tersebut mengaktifkan rencana kesiapsiagaan dan respon pandemi di rumah sakit
Penambahan rumah sakit rujukan COVID-19
Menyiapkan gedung yang dialihfungsikan untuk pusat perawatan COVID-19 (Wisma Atlit)
Pada kondisi kapasitas fasilitas kesehatan yang terbatas, kasus ringan dirawat dirumah, kasus dengan faktor risiko dan kasus berat, dirawat di rumah sakit. secara normal
Melanjutkan pesan hidup bersih dan sehat terutama menjaga kebersihan tangan dan etika batuk
Melanjutkan upaya surveilans ketat ILI/SARI dan pneumonia dengan menerapkan pelaporan nol /”zero reporting”, surveilans ketat dan melakukan pemantauan tren dan klaster. Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat Strategi komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat melibatkan relawan, organisasi sosial, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sektor pendidikan Identifikasi saluran untuk pelibatan masyarakat termasuk hotline, media social dan kelompok masyarakat
Melaksanakan komunikasi risiko dengan pelibatan masyaraakt, multisektor termasuk sektor
Pendidikan.Eskalasi hotline dan menggunakan jalur aplikasi elektronik lainnya seperti Halodoc/ Gojek, dll.
Pelatihan relawan dan tenaga kesehatan dalam penanganan respon.
Memanfaatkan mekanisme pelibatan masyarakat yang ada.
Penjangkauan dan pelibatan masyarakat rentan
Intervensi Menghitung kebutuhan medis dan APD dan
Eskalasi pengadaan dan distribusi APD dan supply
130
pharmasi membuat rencana pengadaan supply dan distribusi
Pengadaan kebutuhan APD untuk stockpile
medis lainnya. Memastikan berjalannya SAS untuk bantuan logistik dari luar Intervensi non pharmasi Sektor esensial melakukan review Bussiness Continuity Planning (keberlangsungan usaha) sehingga dapat tetap berfungsi / operasional apabila situasi berlangsung lebih buruk.
Dukungan kesehatan jiwa dan psikososial
Sektor esensial menerapkan
Bussiness Continuity Planning (Keberlangsungan
Usaha) agar sektor esensial tetap dapat
berlangsungPengamanan masyarakat
Kebutuhan pokok dan pangan yang terjamin untuk daerah yang terdampak
Memastikan masyarakat mendapatkan akses dukungan kesehatan jiwa dan psikososial
131 Lampiran 13
Indikator
INDIKATOR Target Verifikasi Pencapaian Indikator Waktu
Pengukuran Pj
PERENCANAAN ANALISIS SITUASI Review Rencana Operasi setiap minggu
Pelaksanaan komando dan koordinasi dengan stakeholder setiap minggu melibatkan multisektor , termasuk organisasi Internasional dan partner.
100%
100%
Review dokumen rencana operasi mingguan
Review dokumen hasil pertemuan (notulensi) mingguan,
disebarluaskan dan ditindaklanjutin
Mingguan (Setiap hari…….) Mingguan (Setiap hari…….) LOGISTIK
Kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan logistik dari BPBD ke Pusdalop untuk Kapasitas dan Kebutuhan: Jumlah kapasitas tempat tidur COVID-19, Jumlah ICU, Jumlah Ventilator, Petugas kesehatan (dokter, perawat, petugas surveilan, petugas monitoring, APD, VTM, Swab dan supply medis lainnya sesuai formulir pelaporan logistik). BPBD
menghimpun data dari Dinkes dan lintas sektor lainnya.
100% Review laporan mingguan logistik
yang lengkap dan tepat
Mingguan (Setiap hari………)
Permintaan logistik dari daerah terpenuhi minimal dalam 3 hari
80% Review dokumen tanda terima logistik dari daerah (3hari dari permintaan dari daerah diterima)
Per bulan (pada minggu ke-4) Suplai logistik untuk kebutuhan
pangan pokok di daerah terdampak yang terpenuhi
100% - Laporan Monitoring supply
logistik melalui laporan intelejen (BIN) yang didapatkan dari lapangan/ media.
- Tidak ada kenaikan harga …. % untuk kebutuhan pangan pokok - Tidak ada laporan / kerusuhan
karena kekurangan pangan esensial di daerah terdampak
Per bulan (Pada minggu ke-4)
Dashboard untuk laporan logistik yang menggambarkan real time stok
Tersedia Tersedianya Dashboard laporan
logistik yang operasional
Minggu pertama April 2020
OPERASI PENCEGAHAN
Media massa dan elektronik menyiarkan pesan inti COVID-19 kepada masyarakat
80% Review laporan media monitoring Mingguan
(setiap hari ….)
132 Kantor yang memberlakukan “bekerja
dari rumah”
80% Review laporan intelejen / kementerian tenaga kerja untuk kantor yang memberlakukan “bekerja di rumah”
MIngguan (setiap hari…) Sekolah dan Universitas
memberlakukan pembelajaran online
100% Review laporan dari kementerian
Pendidikan untuk Universitas yang melakukan pembelajaran online
Mingguan (setiap hari…) Tidak ada acara pertemuan besar
yang melibatkan orang banyak (contohnya konser, pernikahan, pesta, festival).
100% Review laporan intelejen acara
pertemuan besar dan tindakan
Mingguan (setiap hari…) Masyarakat kontak erat COVID-19
melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
100% Review laporan monitoring kontak
erat
Mingguan (setiap hari…) Tempat-tempat hiburan tutup dan tidak
beroperasi
100% Review laporan intelejen mengenai
operasi tempat hiburan
Mingguan (setiap hari…) Tempat perbelanjaan tutup pada jam 8
malam
80% Review laporan monitoring polisi
mengenai tempat perbelanjaan
Mingguan (setiap hari…) Angkutan massal (bus, kereta api,
MRT) mengangkut penumpang dengan jumlah terbatas dengan jarak 1 meter antar penumpang.
80% Review laporan monitoring intelejen/ petugas dari
kementeriantransportasi mengenai pemantauan angkutan masal
Mingguan (setiap hari…) Tempat ibadah seperti gereja, masjid
dan pura tidak melaksanakan kegiatan peribadatan yang melibatkan orang banyak di tempat ibadah.
80% Review laporan intelejen mengenai
operasi tempat hiburan
Mingguan (setiap hari…) Sektor esensial tetap berfungsi.
Yang termasuk sektor esensial: Pelayanan kesehatan, listrik, telekomunikasi, bahan bakar, kebutuhan pangan, pabrik untuk produksi APD
100% Review laporan dari perusahaan
esensial yang dikompilasi oleh Kementerian industri dan tenaga kerja (Bisa dikompilasi oleh BIN)
Mingguan (setiap hari…)
PENANGGULANGAN WABAH SURVEILANS
Laporan rumor COVID-19 diverifikasi dalam waktu 24 jam
100% Review laporan log Verifikasi rumor
harian tersedia
Mingguan (setiap hari…) Kontak kasus konfirmasi COVID-19
yang dilakukan PE
75% Review laporan PE yang tersedia, dari laporan list kontak kasus
Mingguan (setiap hari…) Kontak kasus terdeteksi yang
termonitor
100% Review laporan monitoring harian
kontak kasus tersedia
Mingguan (setiap
133 hari…) Surveilans ILI dan pneumonia (SKDR)
yang terverifikasi
80% Review laporan Verifikasi ILI dan pneumonia SKDR
Mingguan (setiap hari…) Dinkes Provinsi mengirimkan
kelengkapan dan ketepatan laporan harian ke PHEOC
100% Review laporan harian COVID-19
dari DInkes provinsi tersedia di PHEOC
Mingguan (setiap hari…) IHR National Focal Point (NFP)
mengirimkan notifikasi IHR kasus konfirmasi COVID-19 kepada WHO dalam 24 jam
100 % Review laporan COVID-19 dari IHR focal point ke WHO yang dikirimkan dalam 24 jam
Mingguan (setiap hari…) PHEOC: Kelengkapan dan ketepatan
laporan harian yang dilaporkan ke Pusdalop untuk data epidemiologi: Jumlah kasus konfirmasi, kematian, pasien dalam pengawasan, orang dalam pemantauan, kematian
100% Review laporan harian PHEOC
kepada Pusdalop BNPB sesuai variable data yang ditentukan.
Mingguan (setiap hari…)
Pasien dalam pengawasan, orang dalam pemantauan yang bergejala dan kontak kasus terdeteksi yang diambil sampel dan dilakukan pemeriksaan laboratorium (PCR) dalam waktu 24 jam
100% Review laporan hasil laboratorium
pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan yang bergejala tersedia dan dilaporkan ke Pusdalop
Mingguan (setiap hari…)
Analisis dan infografik data epidemiologi kasus harian dan diseminasi oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)
Terlaksana Buletin harian analisis data dan infografik diupload di web COVID-19, dan diseminasi kepada gugus tugas COVID-19
Mingguan (setiap hari…) LABORATORIUM
Specimen yang diterima, dilakukan pemeriksaan dalam waktu 48 jam
100% Review log dokumen penerimaan
specimen dan hasil laboratorium
Mingguan (setiap hari…) Hasil laboratorium dikirimkan ke
PHEOC dan diteruskan ke PUSDALOP dalam waktu 48 jam
80% Review laporan log PHEOC untuk kasus dan penerimaan hasil lab
Mingguan (setiap hari…) Petugas laboratorium menggunakan
APD yang benar pada saat pengambilan sampel
100% Review laporan kasus (Tidak ada
laporan petugas yang terinfeksi COVID-19 karena terpapar kontak pada saat pengambilan sampel)
Mingguan (setiap hari…) Petugas laboratorium menggunakan
APDyang benar pada saat pemeriksaan PCR
100% Review laporan kasus (Tidak ada
laporan petugas yang terinfeksi COVID-19 karena terpapar kontak pada saat pengambilan sampel)
Mingguan (setiap hari…) Specimen dikirimkan dalam waktu 24
jam ke laboratorium yang ditunjuk oleh Kemenkes
80% Review log dokumen pengiriman
dan penerimaan specimen
Mingguan (setiap hari…) Laboratorium yang ditunjuk kemenkes
mengirimkan specimen kepada Litbangkes untuk konfirmasi
100% Review dokumen penerimaan
specimen di Litbangkes dari Lab rujukan untuk konfirmasi
Mingguan (setiap
134 hari…) Laboratorium yang ditunjuk kemenkes
mengikuti Quality Assurance Panel untuk COVID-19
90% Review dokumen hasil Quality Assurance Panel
Mingguan (setiap hari…)
RESPON MEDIS
Kasus terdeteksi yang diberikan edukasi mengenai pengendalian infeksi
100% Review laporan pelayanan yg
dilakukan pada kasus terdeteksi
Mingguan (setiap hari…) Kasus yang membutuhkan perawatan,
dirawat di rumah sakit rujukan dengan terapi suportif
100% Review laporan kasus surveilans
dan rumah sakit
Mingguan (setiap hari…) Kasus dirawat yang sembuh 80% Review laporan hasil keluaran
Kasus dirawat
Mingguan (setiap hari…) Rumah sakit rujukan menambah
ruangan perawatan kasus COVID-19 dan menyiapkan oksigen dan ventilator tambahan
100% Review laporan penambahan
kapasitas rumah sakit rujukan untuk perawatan COVID-19
Mingguan (setiap hari…) Petugas kesehatan menggunakan
APD yang benar pada saat penanganan kasus COVID-19
100% Review laporan kasus (Tidak ada
petugas kesehatan yang terjangkit COVID-19 karena terpapar pada saat perawatan pasien)
Mingguan (setiap hari…) Adanya rencana nasional pengelolaan
APD (stok, distribusi) dan identifikasi lonjakan kapasitas PPI (jumlah dan kompetensi)
100% Review dokumen rencana nasional
pengelolaan APD
Mingguan (setiap hari…) Adanya diseminasi panduan PPI untuk
di rumah dan fasyankes
100% Panduan PPI diupload ke website
COVID-19, website Kemkes dan laporan distribusi pedoman COVID-19 termasuk PPI ke Rumah sakit
Mingguan (setiap hari…) Adanya triase, deteksi dini dan
pengendalian sumber infeksi
100% Review laporan rumah sakit ketersediaan triase dan laporan bulanan surveilans rumah sakit untuk COVID-19
Mingguan (setiap hari…) Adanya material edukasi dengan
bahasa yang tepat untuk masyarakat dan pasien tentang gejala penyakit, praktik etiket batuk dan cuci tangan.
Tersedia Dokumen materi edukasi
komunikasi risiko update yang diupload di website COVID-19 dan Kemenkes
Bulan April (Minggu I)
PENGAMANAN
Penumpukan kebutuhan pokok bahan pangan dan kebutuhan esensial respon COVID-19 (APD, masker, suplai medis) yang terdeteksi dan ditindak tegas
100% Review laporan intelejen (BIN)
untuk kasus penumpukan bahan pokok dan penindakan
Mingguan (setiap hari…)
135 Penyebar informasi palsu/hoax yang
menyebabkan kepanikan di masyarakat yang terdeteksi dan ditindak tegas
80% Review laporan intelejen (BIN)
untuk laporan informasi palsu yang terdeteksi dan penindakan
Mingguan (setiap hari…) Kondisi yang menyebabkan kepanikan
dan huru hara yang terdeteksi dini dan dicegah.
100% Review laporan intelejen (BIN)
untuk signal huru hara dan pencegahannya
Mingguan (setiap hari…)
KOMUNIKASI RISIKO DAN PELIBATAN MASYARAKAT Media centre melaksanakan press-release dan konferensi pers setiap hari
100% Review dokumentasi konferensi
pres dan press release dokumen
Mingguan (setiap hari…) Materi harian untuk Juru bicara
didapatkan dari analisis data
epidemiologi, rekomendasi panel ahli.
100% Review dokumen harian untuk Juru
bicara
Mingguan (setiap hari…) Berita palsu yang teridentifikasi dan
berhasil di counter
80% Review laporan log rumor dan counter hoax
Mingguan (setiap hari…) Media yang menggunakan press
release atau konferensi pers sebagai bahan berita
80% Review laporan media monitoring tim kominfo
Mingguan (setiap hari…) Adanya peran serta
masyarakat/organisasi
kemasyarakatan/organisasi agama dalam menanggapi isu-isu spesifik yang mempengaruhi penanggulanan Pandemi COVID-19
100% Review dokumen mapping kegiatan
pemberdayaan masyarakat
Bulanan (Minggu II)
DUKUNGAN KESEHATAN JIWA DAN PSIKOSOSIAL (DKJPS) Materi komunikasi tentang DKPJS tersedia bagi:
1. Petugas kesehatan dan petugas garis depan
2. Lansia,
3. Orang dengan risiko tinggi COVID-19 (DM, penyakit kardiovaskular, autoimun, dsb) 4. Anak anak,
5. Penyandang disabilitas, 6. Orang dalam isolasi/karantina, 7. Masyarakat luas
Tersedia Review dokumen materi komunikasi
DKPJS
Bulan April (Minggu II)
Petugas kesehatan dan petugas garis depan mendapatkan layanan DKJPS
100% Mingguan
136 hari…) Petugas kesehatan jiwa mendapatkan
pelatihan DKJPS-COVID-19
80% Review laporan pelatihan DKJPS Covid-19
Mingguan (setiap hari…) Tersedia layanan hotline DKJPS untuk
membantu atau yang membutuhkan dan mendapatkan layanan DKJPS
Tersedia Review log hotline DKJPS Bulan April
(Minggu I)
*) Laporan intelejen bisa dari jejaring BIN di masyarakat/ babinsa/ babinkmtibmas di wilayah kerja areanya.
Lampiran 14
Rencana Respon Tanggap Darurat, April-May 2020
No Kegiatan Anggaran Penanggung Jawab Timeline
Komando dan Koordinasi
Pembentukan Gugus Tugas, struktur komando, Tugas, Kerangka Acuan, Indikator
BNPB 28 Maret
Pusdalop operasional dengan perwakilan lintas sektor terkait di Pusdalop
BNPB 1 April
Penyusunan Rencana Respon Nasional COVID-19
BNPB 15 April
Kajian Kebutuhan Kesehatan (Health Need Assesment) 34 tim x 3 orang x 3 kali
2.295.000.000 BNPB 1 April
Pembentukan Satgas COVID di tingkat sub nasional
BNPB
Penguatan alur laporan penanganan Covid-19 hingga ke pusat
BNPB
Publikasi Laporan Situasi melalui website Pusat Krisis Kesehatan
BNPB Regular
Surveilans dan laboratorium Penyelidikan Epidemiologi, Pelacakan kasus, pemantauan / monitoring kasus dan surveilans aktif di 34 provinsi oleh Tim Gerak Cepat (3 orang, 20 hari per bulan)
2,040,000,000 Dirjen P2P Kemkes
Pemantauan surveilans oleh PHEOC (24 jam, 7 hari) yang dilaporkanke Pusdalop (6 orang/ shift, 1 shift 8 jam)
324,000,000 Dirjen P2P Kemkes
Pengadaan dan distribusi VTM, swab, reagen, lab supply untuk lab rujukan
137 nasional dan laboratorium daerah
Aktifasi laboratorium Rujukan regional (12 lab)
Litbangkes
Pembuatan Aplikasi Surveilans berbasis komunitas untuk COVID-19
Dirjen P2P Kemkes
Pengambilan sampel 151,731,712,000 BTDK Litbangkes Pengiriman sampel (42 lab x 12 kali) 396,000,000 BTDK Litbangkes Pemeriksaan laboratorium dengan RT
PCR
887,562,516,500 BTDK Litbangkes
Quality control untuk lab regional 43 paket
450,000,000 BTDK Litbangkes
Peningkatan Lab PCR di 12 laboratorium
35,050,665,000 BTDK Litbangkes
Pengadaan APD untuk Laboratorium 7,503,607,320 BTDK Litbangkes Perluasan layanan Pemeriksaan PCR
menggunakan POC Real Time PCR
431,827,200,000 BTDK Litbangkes
Respon Medis (manajemen kasus dan pengendalian infeksi) Aktivasi Rumah sakit Rujukan 132 rumah sakit dan 482 tambahan rumah sakit rujukan dengan SK Gubernur dan tambahan ruangan rumah sakit rujukan untuk perawatan COVID-19, dilengkapi SDM dan supply medis yang diperlukan
Dirjen Yanmedik Kemkes
Penyiapan Wisma Atlit uuntuk menjadi pusat perawatan COVID-19 dengan kelengkapan SDM dan Alat medis yang diperlukan
Dirjen Yanmedik Kemkes
Ketersediaan ambulans untuk rujukan COVID-19
Dirjen Yanmedik Kemkes Pengadaan dan distribusi APD.
desinfektan dan peralatan medis yang diperlukan
Pusat Krisis Kesehatan Kemkes
Pembiayaan perawatan pasien Dirjen Yanmedik Kemkes Pemetaan kesiapsiagaan fasyankes
dan identifikasi gap berdasarkan estimasi kasus yang akan muncul
Ditjen. Pelayanan Kesehatan cq Dityankes Rujukan
Memprioritaskan perawatan kasus dan prosedur triase. Meningkatkan
rencana penambahan kapasitas untuk fasilitas kesehatan (rumah sakit rujukan yang ditunjuk, dan mengalihkan / menunda prosedur elektif)
Ditjen Pelayanan