Organ Pendukung Komisaris Guna membantu pelaksanaan tugas-tugas
K. H DR (HC) Ma’ruf Amin
3. Komite Remunerasi dan Nominas
a. Dasar Hukum Pembentukan Komite
• Peraturan Bank Indonesia No.11/33/
PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.10/SEOJK.03/2014 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
• Notulen Rapat Dewan Komisaris
No.NOT.006/KOM-VI/16 tanggal 20 Juni
2016
• Surat Keputusan Direksi PT Bank
Mega Syariah No.KEP.008/DIRBMS/16
tertanggal 1 Juli 2016 tentang Komite Audit PT Bank Mega Syariah
h. Laporan Komite Pemantau Risiko selama Tahun 2016
Selama tahun 2016, Komite Pemantau Risiko telah melakukan kegiatan sebagai berikut:
Hasil keputusan rapat Komite Pemantau Risiko telah dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik. Komite Pemantau Risiko secara
berkelanjutan aktif melakukan kajian terhadap Profil Risiko yang merupakan hasil
self assessment PT Bank Mega Syariah dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan
setiap triwulan.
Profil Risiko PT Bank Mega Syariah selama
tahun 2016 dapat terjaga pada peringkat
komposit 2 yang memiliki arti PT Bank Mega
Syariah secara keseluruhan dalam kondisi sehat, mampu menghadapi pengaruh
negatif yang signifikan dari perubahan
kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya
Secara rutin setidaknya setiap triwulan
Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat
untuk mengevaluasi 10 jenis risiko yang
No. Tanggal
Rapat Agenda Rapat Nomor Notulen Rapat
1. 30 Maret 2016
1. Risk Profle
2. Konsentrasi masing-masing Risiko yang meliputi; (a). Risiko Kredit, (b). Risiko Pasar, (c). Risiko Likuiditas, (d) Faktor Permodalan
No.01/KP Risiko-III/2016
2 17 Mei 2016
1. Risk Profile
2. Konsentrasi masing-masing Risiko yang meliputi; (a). Risiko Kredit, (b). Risiko Pasar, (c). Risiko Likuiditas, (d). Risiko Operasional, (e). Risiko Operasional, (f). Risiko Hukum, (g). Risiko Reputasi, (h). Risiko Stratejik, (i). Risiko Kepatuhan, (j). Risiko Imbal Hasil, (k). Risiko Investasi
3. Kualitas Manajemen Risiko
No.02/KP Risiko-V/2016
3 15 Agustus 2016
1. Profile Risiko & Tingkat Kesehatan Bank
2. Konsentrasi masing-masing Risiko yang meliputi; (a). Risiko Kredit, (b). Risiko Pasar, (c). Risiko Likuiditas, (d). Risiko Operasional, (e). Risiko Hukum, (f). Risiko Reputasi, (g). Risiko Stratejik, (h). Risiko Kepatuhan, (i). Risiko Imbal Hasil, (j). Risiko Investasi, (k). Permodalan, (l). Rentabilitas
No.03/KP Risiko-VIII/2016
4 12 Oktober 2016
1. Profil Risiko Triwulan III
2. Konsentrasi masing-masing Risiko yang meliputi; (a). Risiko Kredit, (b). Risiko Pasar, (c). Risiko Likuiditas, (d). Risiko Operasional, (e). Risiko Hukum, (f). Risiko Reputasi, (g). Risiko Stratejik, (h). Risiko Kepatuhan, (i). Risiko Imbal Hasil, (j). Risiko Investasi
b. Jumlah, Komposisi, Independensi dan Transparansi
Komite Remunerasi dan Nominasi Bank Mega Syariah beranggotakan 3 (tiga) orang dengan komposisi terdiri dari 2 (dua) orang Komisaris Independen dan 1 (satu) orang pejabat eksekutif yang membawahi sumber daya manusia dan
ahli dibidang sistem remunerasi dan/atau
nominasi serta succession plan Bank. Komite Remunerasi dan Nominasi bukan merupakan anggota Direksi Bank yang sama maupun Bank lain.
Seluruh pihak Independen anggota komite tidak memiliki hubungan keuangan,
kepengurusan, kepemilikan saham dan/
atau hubungan keluarga dengan Pemegang Saham Pengendali, anggota Dewan
Komisaris, dan/atau anggota Direksi atau hubungan keuangan dan/atau hubungan
kepemilikan saham dengan Bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Seluruh anggota Komite Remunerasi dan nominasi berdomisili di Indonesia dengan susunan sebagai berikut:
c. Profil Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi
Prof. DR. IR. H. Mohammad Nuh, DEA
Komisaris Utama
Prof. DR. IR. H. Mohammad Nuh, DEA menjadi Komisaris Utama Bank Mega Syariah sejak Juni 2015. Warga negara Indonesia penyandang gelar Doktor dan Diplome d’etudes approfondies (DEA)
dari Universite des Science et Technique
du Languedoc, Montpellier, Perancis ini dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur, pada 17 Juni 1959.
Beliau memiliki latar belakang teknik dan berpengalaman di dunia pendidikan.
Karir Beliau berawal dari kampus dengan menjadi Dosen di Institut Teknologi Sepuluh
November (ITS), Surabaya. Di kampus yang
sama, Beliau kemudian menjabat Direktur Politeknik Elektronika pada tahun 1997 hingga menjadi Rektor pada tahun 2003. Pada tahun 2007, Beliau dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika hingga tahun 2009, sebelum kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional untuk periode 2009-2014.
Rachmat Maulana
Komisaris
Profil yang bersangkutan bisa disimak pada halaman 126.
Nama Jabatan SK Pengangkatan Bidang Keahlian
Mohamad Nuh
(Komisaris Independen) Ketua
Surat Keputusan Direksi PT Bank Mega Syariah No.KEP.008/DIRBMS/16, 1 Juli 2016, Tentang Komite Remunerasi Dan Nominasi
PT Bank Mega Syariah
Perbankan
Rachmat Maulana
(Pihak Independen) Anggota
Surat Keputusan Direksi PT Bank Mega Syariah No.KEP.008/DIRBMS/16, 1 Juli 2016, Tentang Komite Remunerasi Dan Nominasi
PT Bank Mega Syariah
Perbankan
Dyah Yuniarni
(Pimpina Divisi HCMD) Anggota
Surat Keputusan Direksi PT Bank Mega Syariah No.KEP.008/DIRBMS/16, 1 Juli 2016, Tentang Komite Remunerasi Dan Nominasi
PT Bank Mega Syariah
Sistem Remunerasi dan/ atau Nominasi serta succession plan bank
Dyah Yuniarni
Pimpinan Divisi HCM
Warga Negara Indonesia dan lahir di Yogyakarta pada 19 Juni 1969, Dyah Yuniarni menjabat posisi Human Capital
Management Division Head sejak
November 2015. Lulusan Universitas Islam
Indonesia Yogyakarta ini telah lebih dari satu dasawarsa berkecimpung di bidang Sumber Daya Manusia. Sebelumnya, Beliau
adalah General Manager HR Service &
HD Operation di PT Trans Retail Indonesia (2013-2015), dan menempati beberapa posisi inti yang berhubungan dengan sumber daya manusia, hubungan kerja dan komunikasi di PT Bank Mega (1997-2003), serta pernah menjadi HR Manager di PT Siemens (1996-1997).
d. Tugas dan Tanggung Jawab
Komite Remunerasi dan Nominasi Bank Mega Syariah secara umum telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu:
• Mengevaluasi kebijakan remunerasi bagi:
ෙ Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah, dan menyampaikan kepada RUPS.
ෙ Pejabat Eksekutif dan pegawai, dan menyampaikan kepada Direksi. • Menyusun sistem serta prosedur
pemilihan dan/atau penggantian anggota
Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah untuk disampaikan kepada RUPS.
• Memberikan rekomendasi calon
anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan/
atau Dewan Pengawas Syariah dan menyampaikan kepada RUPS.
• Memberikan rekomendasi calon Pihak Independen yang dapat menjadi anggota Komite kepada Dewan Komisaris.
e. Pedoman Komite Remunerasi dan Nominasi
Kedudukan, tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi serta hubungan kelembagaan antara Komite Remunerasi dan Nominasi dengan Manajemen dituangkan dalam Piagam Pedoman Komite Remunerasi dan
Nominasi dan ditandatangani Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi. Pedoman Komite Remunerasi dan Nominasi mengatur mengenai:
• Pembentukan, organisasi, dan masa kerja
Komite Remunerasi dan Nominasi;
• Tugas, tanggung jawab, dan wewenang
Komite Remunerasi dan Nominasi;
• Rapat, pelaporan, dan anggaran Komite Remunerasi dan Nominasi.
f. Independensi Komite Remunerasi dan Nominasi
Untuk menjaga independensinya, anggota dari Komite Remunerasi dan Nominasi tidak mempunyai hubungan keluarga sampai derajat ketiga dengan anggota Dewan Komisaris, atau dengan sesama anggota Dewan Komisaris bila yang bersangkutan adalah anggota Dewan Komisaris. Hubungan Keluarga Dan Hubungan Bisnis/ Utang Piutang Komisaris Independen Dan Komite
Nama
Hubungan Keluarga Sampai Derajat Ketiga Hubungan Bisnis / Utang Piutang
Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Mohamad Nuh (Komisaris Independen) - - - - Rachmat Maulana (Pihak Independen) - - - - Dyah Yuniarni (Pimpinan Divisi HCMD) - - - -
g. Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Komite Remunerasi dan Nominasi
Komite Remunerasi dan Nominasi Bank Mega Syariah pada tahun 2016 telah melaksanakan rapat sebanyak 4 (empat) kali yaitu sebanyak 3 (tiga) kali oleh pengurus lama dan sebanyak 1 (satu) kali oleh pengurus baru yang dihadiri oleh seluruh
anggota Komite Remunerasi dan Nominasi. Hal ini telah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang menyebutkan bahwa rapat Komite Remunerasi dan Nominasi dihadiri paling kurang 51% (lima puluh satu persen) dari jumlah anggota termasuk Komisaris Independen dan Pihak Independen sebagai berikut :
Hasil keputusan rapat Komite Remunerasi dan Nominasi telah dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik.
No. Nama Peserta Rapat Jumlah Hadir Persentase
Kehadiran (%) Komite Remunerasi & Nominasi
Pengurus Lama 1. Mohamad Nuh 3 100% 2. Rachmat Maulana 3 100% 3. Ari Prabowo 1 33% 4. Dyah Yuniarni 3 100% Pengurus Baru 1. Mohamad Nuh 1 100% 2. Rachmat Maulana 1 100% 3. Dyah Yuniarni 1 100%
Total Rapat Komite Remunerasi & Nominasi Risiko tahun 2015 sebanyak 4 kali
No. Tanggal Rapat Agenda Rapat Nomor Notulen Rapat
1. 27 April 2016
1. Lay off
2. Program Training
3. Penilaian Performance Appraisal (PA)Pegawai Bank Mega Syariah 4. Lain-lain
No.01/KRN/IV/2016
2 4 Mei 2016 Penyesuain Gaji Bank Mega Syariah No.02/KRN/V/2016 3 20 Mei 2016 Pembahasan Rekomendasi Calon Anggota Dewan Komisaris
Independen No.03/KRN/V/2016
4 6 Desember 2016
Tindak Lanjut Surat OJK No.S-170/PB.1311/2016 perihal Permohonan
puluh persen) dari jumlah anggota Direksi.