KAJIAN PUSATAKA
B. Kualitas Mengajar Guru
2. Kompetensi guru profesional
Kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan.Kompetensi merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
Menurut kamusumum bahasa Indonesia, kata kompetensi berarti kewenangan atau hak kekuasaan untuk menentukan dan memutuskan sesuatu hal, dan secara kebahasaan mengandung arti cakap mengetahui pekerjaan atau persoalan, berhak, berwenang menentukan sesuatu.
Menurut Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kemendiknas Nomor 045/U/2002 menyebutkan bahwa kompetensi “sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan
pekerjaan tertentu.” Jadi kompetensi guru dapat dipahami sebagai tindakan kebulatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan agen perubahan.Kompetensi guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di sekolah.Kompetensi guru tidak berdiri sendiri tetapi, dipengaruhi oleh faktor latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan lamanya mengajar.
Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Artinya, guru bukan saja harus pintar dari segi material ilmu, tapi juga pandai mentransfer ilmunya kepada peserta didik.
Sementara itu Nana Sudjana (2002:18) telah membagi kompetensi guru dalam tiga bidang, yang akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Kompetensi bidang kognitif atau pengetahuan (knowledge) Kompetensi bidang kognitif artinya kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan intelektual guru, seperti penguasaan mata pelajaran, pengetahuan menganai cara
19
mengajar, pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku peserta didik, pengetahuan tentang bimbingan dan penyuluhan, pengetahuan tentang administrasi kelas, pengetahuan tentang cara menilai (evaluation) hasil belajar peserta didik, pengetahuan tentang kemasyarakatan, serta pengetahuan umum lainnya.
b. Kompetensi bidang sikap (attitude)
Kompetensi bidang sikap artinya kompetensi yang berkaitan dengan kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal, berkenaan dengan tugas dan profesinya.
c. Kompetensi bidang perilaku (performance)
Kompetensi bidang perilaku artinya kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam berbagai keterampilan atau berperilaku, seperti keterampilan mengajar, membimbing, menilai, menggunakan alat bantu pengajaran bergaul atau berkomunikasi, dengan peserta didik, keterampilan menumbuhkan semangat belajar para peserta didik, keterampilan menyusun persiapan atau perencanaan mengajar, keterampilan melaksanakan administrasi kelas dan lain-lain.
Berdasarkan penjelasan di atas, sudah tentu ketiga bidang kompetensi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Sementara itu, dalam perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi guru sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang sekarang telah diubah menjadi PP No. 32 Tahun 2013. Menurut Aminatul Zahroh (2015:88-93), meyatakan bahwa, adapun empat bagian kompetensi tersebut yaitu:
a. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
b. Kompetensi kepribadian
Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
Kompetensi kepribadian secara nyata diungkapkan dalam benruk sikap kedewasaan, disiplin, dinamis, terbuka, fleksibel, bertanggung jawab dan lain-lain.
21
Adapun kompetensi pribadi menurut Oteng Sutisna (1985:61), antara lain sebagai berikut:
1) Bersikap terbuka terhadap hal-hal yang baru 2) Peka terhadap perkembangan anak
3) Penuh pengertian
4) Mempunyai sikap toleransi 5) Mempunyai kreatifitas tinggi 6) Bersikap ingin tahu
c. Kompetensi profesional
Yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.
Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar yang berkaitan langsung dengan jabatan pekerjaan seseorang.Secara umum istila profesi diartikan sebagai suatu bidang pekerjaan yang dilandasi keahlian.
Oteng Sutisna (1985:61) mengemukakan bahwa persyaratan profesional atau pendidikan antara lain:
1) Sudah berpengalaman mengajar
2) Menguasai berbagai teknik dan model belajar mengajar 3) Bijaksana dan kreatif mencari berbagai akal atau cara
4) Mempunyai kemampuan mengelola kegiatan belajar secara individual kelompok disamping secara klasikal.
5) Mengutamakan standar prestasi yang tinggi dalam setiap kesempatan
6) Menguasai berbagai teknik dan model penilain d. Kompetensi sosial
Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan bawahan atau atasan, rekan kerja, orang tua dan masyarakat sekitar.
Seorang guru tidak hanya bertanggung jawab di kelas, tetapi juga harus mewarnai perkembangan peserta didik di luar kelas.
Dalam kehidupan sosial guru juga merupakan figure sentral yeng menjadi ukuran bagi masyarakat untuk mengambil keteladananya. Hal ini menuntut guru untuk berperan serta profesional dalam masyarakat akan menjadi tuntutan bagi anak didik.
Berdasarkan yang dikemukakan diatas dapat disimpulakan bahwa pada prinsipnya guru difungsikan sebagai subyek yang membimbing dan memberi pelajaran dalam proses belajar mengajar perlu memenuhi kriteria tertentu diantaranya kompetensi dan profesionalitas.
23
Demikian kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru dan juga merupakan landasan dalam mengabdikan profesinya.
Kompetensi dasar guru jelas sangat berguna bagi guru, sebab dengan adanya perumusan kompetensi dasar guru bisa dijadikan pedoman bagi guru untuk menilai dirinya apakah dia sebagai seorang guru dalam menjalankan profesinya telah dapat memenuhi kompetensi-kompetensi tersebut. Bila belum, guru harus berani mengakui kekurangannya itu, dan berusaha untuk mencapai perbaikan.
3. Faktor yang mempengaruhi kualitas mengajar guru dan usaha