• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPETENSI PERAWAT KOMUNITAS DALAM ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Dalam dokumen Diktat Asuhan Keperawatan Keluarga (Halaman 30-34)

Keperawatan keluarga sepenuhnya tidak hanya menjadi tanggung jawab perawat keluarga, namun tanggung jawab perlu pula diberikan kepada keluarga dengan mempertimbangkan kapasitas, kompetensi dan sumber daya yang dimiliki oleh keluarga (Feeley & Gottlieb, 2000). Tingkatan praktik keperawatan keluarga tergantung dari perawat mengartikan keluarga dan pemahamannya dan tergantung bagaimana perawat memandang keluarga tersebut. Penekanan praktik keperawatan keluarga dengan menggabungkan holistik, sistemik berdasarkan kekuatan yang ada pada keluarga. Keluarga dapat menjadi fokus perawatan, perawat keluarga harus bisa bekerja secara simultan antara individu dan keluarga.

A. LEVEL/ TINGKATAN PRAKTIK KEPERAWATAN KELUARGA

Terdapat beberapa level / tingkatan keperawatan keluarga menurut Bozzet, 1987 dalam Friedman, (1998) yaitu:

1. Level 1

Individu merupakan fokus intervensi dan keluarga sebagai background. Keluarga dipandang sebagai konteks bagi klien yang merupakan latar belakang atau fokus sekunder,

sedangkan individu merupakan bagian terdepan atau fokus primer yang berkaitan dengan pengkajian dan intervensi keperawatan. Dalam hal ini perawat keluarga, dapat menganggap keluarga sebagai bagian sistem pendukung sosial klien tetapi hanya dengan sedikit keterlibatan keluarga ke dalam rencana perawatan klien.

2. Level 2

Keluarga sebagai penjumlahan dari anggota-anggotanya (keluarga sebagai kumpulan dari anggota keluarga). Dalam praktik keperawatan keluarga, keluarga dipandang sebagai kumpulan dari anggota keluarga, sehingga asuhan keperawatan bisa digunakan untuk seluruh anggota keluarga tersebut. Asuhan keperawatan diberikan bukan hanya pada satu individu, tetapi bisa lebih individu.

3. Level 3

Subsistem dalam keluarga bisa dilihat dari hubungan antara anggota-anggota keluarga. Subsistem keluarga merupakan pusat perhatian sebagai penerima pengkajian dan intervensi keperawatan keluarga. Sebagai contoh, hubungan antara anak dengan anak, akan beda dengan hubungan antara ayah dengan anak atau ibu dengan anak.

4. Level 4

Seluruh anggota keluarga merupakan fokus intervensi. Keluarga dipandang sebagai klien atau sebagai fokus utama pengkajian dan perawatan keluarga. Keluarga menjadi yang utama dengan anggota keluarga sebagai latar belakang atau konteks. Keluarga sebagai sistem yang berinteraksi, adanya saling ketergantungan antara subsistem keluarga dengan keseluruhan keluarga dan lingkungan sekitar.

Karakteristik dari optimalisasi fungsi keluarga, dapat dilihat dari bagaimana keluarga menghargai perasaan orang lain, mendorong otonomi dari anggota-anggotanya, mengharapkan anggota-anggotanya bertanggung jawab terhadap kebutuhannya sendiri, bersikap terbuka dan spontan dalam mengekspresikan perasaan, kepercayaan dan perbedaan yang ada.

B. PERAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Pengertian peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran juga diartikan sebagai bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seseorang pada situasi sosial tertentu atau peran merupakan cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik yang diakui oleh pemerintah dan diberi kewenangan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional sesuai kode etik keperawatan.

Peran perawat komunitas dalam asuhan keperawatan keluarga meliputi peran sebagai pendidik (educator), peneliti (researcher), konselor (counselor), manajer kasus (case manager), kolaborator (collaborator), penghubung (liaison), pembela (advocate) (Helvie, 1998; Hitchcock, Schubert & Thomas, 1999). Berikut dijelaskan masing-masing peran tersebut.

1. Pendidik (educator)

Peran perawat komunitas dalam asuhan keperawatan keluarga sebagai pendidik (educator), diharapkan perawat komunitas harus mampu memberikan informasi kesehatan yang dibutuhkan keluarga melalui pendidikan kesehatan, pemberian pendidikan kesehatan dapat dilakukan di rumah pada saat kunjungan rumah (home

visit) atau pada institusi formal dan pilihan sesuai dengan tingkatan kemampuan

masyarakat (Stanhope & Lancaster, 2000). Fokus dan isi pendidikan kesehatan kepada keluarga meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, dampak dari penyakit (Friedman, Bowden & Jones, 2003).

2. Peneliti (researcher)

Peran sebagai peneliti ditunjukkan oleh perawat komunitas dengan berbagai aktivitas penelitian yang berfokus pada individu, keluarga, kelompok atau komunitas. Perawat dapat mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, analisis data, intepretasi data, mengaplikasi penemuan, mengevaluasi, desain dan menerapkan hasil temuan dalam pengembangan dan perbaikan praktik keperawatan komunitas. Perawat komunitas mengaplikasikan hasil riset dalam praktik keperawatan keluarga, mengumpulkan data, merancang dan mendesiminasikan hasil riset.

3. Konselor (counselor)

Peran perawat komunitas dalam asuhan keperawatan keluarga, mendengar keluhan keluarga secara objektif, memberikan umpan balik dan informasi serta membantu keluarga melalui proses pemecahan masalah dan mengidentifikasi sumber yang dimiliki keluarga (ICN, 2002). Perawat memberikan bantuan secara profesional dengan metode yang disesuaikan kebutuhan dan masalah yang dihadapi keluarga, sehingga keluarga memahami dan menggunakan pengertiannya atas tujuan yang ditetapkan bersama secara wajar, dan akhirnya keluarga dapat menjadi lebih produktif. Perawat membantu mengidentifikasi alternatif solusi, membuat keluarga menyadari proses pemecahan masalah yang dihadapinya.

4. Manajer kasus (case manager)

Perawat komunitas dapat mengkaji dan mengidentifikasi kebutuhan kesehatan keluarga, merancang rencana keperawatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mengawasi dan mengevaluasi dampak terhadap pelayanan yang diberikan. Perawat perlu menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi sumber daya dan sumber dana keluarga, memotivasi dan melakukan koordinasi dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan keluarga.

5. Kolaborator (collaborator)

Peran sebagai kolaborator dapat dilaksanakan antara perawat dengan keluarga dalam memberikan pelayanan kesehatan keluarga secara komprehensif. Perawat komunitas dapat berpartisipasi bekerjasama membuat keputusan kebijakan, berkomunikasi dengan anggota tim kesehatan, berpartisipasi bekerjasama melaksanakan tindakan untuk menyelesaikan masalah keluarga. Perawat harus mampu melakukan komunikasi secara lebih efektif. Kolaborasi yang efektif dapat dilihat dari komunikasi dengan keluarga, kelompok dan tim serta pemecahan masalah yang dilakukan (Clark, 1999).

6. Penghubung (liaison)

Perawat sebagai peran penghubung (liaison) membantu mempertahankan kontinuitas diantara petugas profesional dan non profesional. Perawat komunitas diharapkan merujuk permasalahan klien kepada sarana pelayanan kesehatan serta sumber yang ada di masyarakat seperti Puskesmas, RS, tokoh agama, tokoh masyarakat (Alender & Spradley, 2001).

7. Pembela (advocate)

Peran sebagai advocate ditunjukkan oleh perawat yang tanggap terhadap kebutuhan komunitas dan mampu mengkomunikasikan kebutuhan tersebut kepada pemberi pelayanan secara tepat. Perawat komunitas juga mampu menggunakan sumber-sumber atau dukungan yang tersedia di masyarakat serta membantu komunitas mengambil keputusan guna mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Advokasi ditujukan untuk mempengaruhi kebijakan bagi decision maker atau pengambil kebijakan.

8. Pemberi perawatan langsung

Perawat komunitas memberikan asuhan keperawatan pada keluarga secara langsung dengan menggunakan prinsip tiga tingkatan/ level pencegahan (pencegahan primer (primary prevention), pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention).

9. Role model, dengan menampilkan perilaku yg dapat dipelajari oleh orang lain, menjadi panutan bagi keluarga, memberikan contoh yang benar bagi keluarga

10. Referral resourse, dengan membuat rujukan dan follow up rujukan ke pelayanan kesehatan lain atau ke tenaga kesehatan lain yang diperlukan keluarga.

11. Pembaharu (inovator), dengan cara membantu melaksanakan perubahan kearah yang lebih baik untuk perbaikan dan kepentingan kesehatan keluarga.

Gambaran peran perawat Puskesmas minimal dan ideal, seperti gambar 3.1 Gambar 3.1

Ditwat 25

PERAN PERAWAT PUSKESMAS

Dalam dokumen Diktat Asuhan Keperawatan Keluarga (Halaman 30-34)

Dokumen terkait