• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA

V. Kompetisi Profesional

Kompetisi dalam negeri antar klub yang tertata rapi menjadi ajang untuk setiap klub mengeluarkan kemampuannya untuk menjadi juara. Tiap negara memiliki struktur liga yang teratur dan rapi, dari kasta tertinggi hingga kasta terendah. Kasta tertinggi memiliki kesempatan untuk bermain di tingkat Internasional menghadapi klub – klub Asia.

Para pemain dapat mengeluarkan semua kemampuan dalam wadah liga yang dibuat. Sistem liga yang jangka panjang membuat setiap pesepakbola dapat menambah jam terbang. Yang nantinya dapat menambah performa pemain dalam membela negara, termasuk kualitas dan jam terbang pelatih dan wasit untuk peningkatan lisensi.

PSSI mendesain Indonesia League A sebagai liga dengan kasta tertinggi di Indonesia, dengan peserta merupakan klub – klub terbaik di Indonesia.PSSI juga mendesain Indonesia League B sebagai kasta kedua di Indonesia dibagi dalam tiga zona regional : Barat, Tengah dan Timur, yang masing-masing zona diikuti oleh 18 klub profesional, sehingga total menjadi 54 klub. Untuk Indonesia League B, jumlah peserta akan dikurangi secara bertahap menjadi jumlah yang ideal.

Sedangkan untuk klub amatir lokal di seluruh provinsi Indonesia, PSSI mendesain Indonesia League C sebagai wadah kompetisi bagi 18 klub amatir di tiap provinsi, sehingga mengasah pengembangan klub agar suatu saat masuk Indonesia League B bahkan League A di masa depan. PSSI juga menggelar Indonesia Junior League U-19 dan U-21 sebagai liga amatir di tingkat nasional untuk pemain muda berbakat.

Sebagai industri yang melibatkan banyak pihak, maka diperlukan regulasi yang jelas dalam sebuah kompetisi, mulai dari pengaturan kontrak pemain profesional hingga penentuan jumlah pemain asing dalam sebuah klub. Adanya regulasi yang jelas dalam mengatur dan melindungi hak dan kewajiban antara pihak sponsor dan pengelola liga, akan menggairahkan dan memajukan industri sepakbola.

Demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi setiap masyarakat Indonesia dalam menyaksikan sepakbola, PSSI akan mendorong klub untuk membina supporter melalui berbagai cara diantaranya penerapan football spectator act dan pembuatan kartu anggota.

Target

PSSI mengharapkan melalui program aksi kompetisi dan industri yang professional sebagai berikut:

a. Penyelenggaraan kompetisi professional secara konsisten menghasilkan pemain yang tangguh dan dapat membawa TimNas senior berprestasi di kejuaraan internasional dan klub dapat berpartisipasi di AFC Championship.

b. Terciptanya industri sepakbola yang profesional dan memiliki nilai komersial tinggi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat terhibur dan para insan sepakbola menjadi sejahtera.

Objective /

Strategy Program Detail Target Timeline

Pembagian Kasta Kompetisi Profesional

1.Kompetisi

"Indonesia League A"

Menggelar Indonesia League A sebagai kasta tertinggi liga profesional yang diikuti oleh 18 klub profesional berlisensi (club licensing AFC)

a. Menghasilkan pemain profesional yang tangguh yang dapat membawa TimNas senior berprestasi di kejuaraan internasional

b. Berpartisipasi di kejuaraan AFC

c. Menjadi sumber penghasilan PSSI

2016-2020

2.Kompetisi

"Indonesia League B"

Menggelar Indonesia League B sebagai kasta kedua liga profesional dibagi pada 3 zona regional : Barat-Tengah-Timur.

- Jumlah peserta : 18 klub tiap zona regional

- Total peserta : 3 x 18 klub

= 54 klub

- Sistem kompetisi penuh (home and away)

- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.

- Juara tiap zona akan dipromosikan ke Indonesia League A (total 3 klub yang promosi)

a. Menghasilkan pemain profesional yang tangguh dan dapat membawa TimNas senior berprestasi di kejuaraan internasional

b. Menjadi sumber penghasilan PSSI.

c. Secara bertahap akan mengurangi jumlah peserta Indonesia League B

2016-2020

MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA

YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT

36

League C"

Menggelar Indonesia League C sebagai kasta amatir di tingkat provinsi, diikuti oleh 18 klub amatir di setiap provinsi, sehingga menjadi jembatan bagi pemain junior untuk masuk ke level senior (dari pemain amatir menjadi pemain profesional).

- Jumlah peserta : 18 klub tiap provinsi

- Sistem kompetisi penuh (home and away)

- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.

a. Menjadi wadah bagi para klub amatir untuk mengikuti kompetisi kasta ketiga

b. Memberikan kesempatan para pemain muda dan daerah untuk

berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi

2016-2020

4. Kompetisi Liga Junior U-19 dan U-21

Menggelar Indonesia Junior League U-19 dan U-21 sebagai liga amatir bagi pemain muda, dimana seluruh peserta Indonesia League A diwajibkan

memiliki tim U-19 dan U-21, sehingga pemain muda akan mampu bersaing dengan pemain senior profesional.

- Jumlah peserta : 18 klub tiap kategori usia

- Sistem kompetisi penuh (home and away) dibagi kedalam 3 zona:

barat – tengah – timur.

- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.

- Jadwal mengikuti tim senior Indonesia League A

a. Menggairahkan dan memotivasi pemain muda untuk

berprestasi setinggi–

tingginya.

b. Menjadi reserve pemain untuk tim senior di klub maupun di TimNas.

2016-2020

Industri Sepakbola

yang Profesional dan Memiliki

Nilai Komersial

Tinggi

1. Pengelolaan Liga

Membentuk badan khusus pada struktur organisasi PSSI untuk mengelola Liga Profesional di Indonesia, mulai dari kasta tertinggi hingga terendah.

Memaksimalkan potensi pendapatan liga profesional dan meningkatkan valuasi liga professional

Nov 2016 s.d Feb 2017

Pengaturan jadwal pertandingan liga yang matang dengan

menyesuaikan letak geografis dari lokasi pertandingan.

Efisiensi biaya bagi klub dan

penyelenggara liga

Disesuaikan dengan

jadwal kompetisi

2. Regulasi Perbaikan regulasi mengenai kontrak/gaji pemain profesional dengan klub, termasuk mengenai commercial right pemain dengan klub.

Pemain dan klub akan saling menghargai hak dan kewajiban, sehingga tidak ada lagi penunggakan gaji pemain.

Disesuaikan dengan

jadwal kompetisi

Pengaturan jumlah pemain asing, maksimal 2 orang dengan kualitas sangat baik.

a. Memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal.

b.Kualitas

pertandingan menjadi meningkat secara signifikan.

Disesuaikan dengan

jadwal kompetisi

MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA

YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT

38

Industri Sepakbola

yang Profesional dan Memiliki

Nilai Komersial

Tinggi

Adanya regulasi jelas yang mengatur dan melindungi hak dan kewajiban antara klub dan pengelola liga.

Terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan antara klub dengan pengelola liga.

Disesuaikan Membuat kebijakan

penghargaan atas hasil kerja SSB/Akademi dengan mewajibkan klub untuk mengalokasikan 2,5% dari nilai kontrak pemain

profesional kepada SSB/Akademi yang

mendidik pemain tersebut.

a. Menggairahkan dan menghidupi

SSB/Akademi yang berprestasi.

b. Menjadi stimulus setiap SSB/Akademi untuk mencetak pemain yang berkualitas.

3. Pembinaan Klub

Melakukan pembinaan kepada seluruh klub profesional anggota PSSI untuk melakukan perbaikan dan standarisasi, baik badan hukum, manajemen, kontrak pemain, dan

finansial dengan mengacu kepada Club Licensing oleh AFC.

Seluruh klub di Indonesia League A mendapatkan Lisensi AFC

Untuk klub di Indonesia League lainnya, menjadi lebih profesional dan menguntungkan.

Jan-Mar 2017.

Mendorong klub untuk membina supporter untuk memiliki manajemen supporter yang baik, diantaranya :

 dengan penerbitan kartu identitas.

 Football spectator Act, regulasi untuk mengatur supporter

Terciptanya suasana pertandingan di dalam maupun di luar

stadion yang aman dan nyaman, sehingga kelas menengah dan atas (pria-wanita, keluarga) tertarik untuk hadir menonton

Industri Sepakbola

yang Profesional dan Memiliki

Nilai Komersial

Tinggi

4.Sportainment Memasukkan unsur Sportainment ke turnamen/liga yaitu:

- Dengan mengundang pemain/klub internasional untuk ikut berpartisipasi di setiap turnamen.

- Menampilkan hiburan yang digemari oleh keluarga dan kalangan perempuan dari kelas menengah atas.

Dapat menarik partisipasi keluarga, kaum wanita, dan kelas menengah atas.

Disesuaikan dengan

jadwal kompetisi

5.Pembentukan Tim TUNTAS (Tim Pengawas

Akuntabilitas dan Transparansi)

Mencegah terjadinya pengaturan skor dan suap terhadap perangkat

pertandingan di seluruh kompetisi, baik profesional maupun amatir.

Terciptanya

pertandingan yang bersih dari suap, sehingga penonton meningkat dan menarik minat sponsor

Jan 2017

Dokumen terkait