Bab II Antroposfer dan Keadaan Penduduk
D. Komposisi Penduduk Indonesia
Susunan penduduk atau komposisi penduduk suatu negara atau daerah dapat dibagi berdasarkan umur dan jenis kelamin, mata pencaharian, suku bangsa, agama, pendidikan, dan sebagainya.
Menurut Daldjoeni susunan penduduk sangat penting untuk diketahui. Dari berbagai susunan dan perubahan setiap masa, dapat ditarik kesimpulan yang dapat menjadi dasar dari berbagai kebijaksanaan.
1. Klasifikasi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin
Dari jumlah penduduk yang ada, dapat digolongkan jumlah penduduk pria dan wanita serta pada golongan umur berapa. Dari perbandingan laki-laki dan perempuan, dapat memberikan gambaran jumlah tenaga kerja yang tersedia.
Tabel 2.6 Komposisi Penduduk Indonesia Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2004
Umur Penduduk laki-laki Penduduk Perempuan Jumlah Penduduk
(tahun) (× 1.000 jiwa) (× 1.000 jiwa) (× 1.000 jiwa)
0–4 12.304 11.852 24.156 5–9 12.008 11.600 23.608 10–14 11.323 10.965 22.288 15–19 11.055 10.756 21.811 20–24 11.292 11.085 22.377 25–29 10.939 10.820 21.759 30–34 9.559 9.503 19.062 35–39 8.794 8.725 17.519 40–44 7.858 7.846 15.704 45–49 6.962 6.980 13.942 50–54 5.237 5.361 10.598 55–59 3.417 3.689 7.106 60–64 2.986 3.382 6.368 65–69 2.366 2.839 5.205 70–74 1.584 2.019 3.603 75–79 844 1.160 2.004 > 80 514 828 1.342 Total 119.042 119.410 238.452
Sumber: Proyeksi U.S. Census Bureau, IDB, Tahun 2004
Dari tabel komposisi penduduk di atas dapat dilihat bahwa penduduk kelompok umur di bawah lima tahun (0–4 tahun), mempunyai jumlah terbanyak, sedangkan jumlah paling sedikit pada kelompok umur > 80 tahun. Ada kecenderungan bahwa kelompok umur makin tua maka makin sedikit jumlahnya.
Dari susunan penduduk menurut umur di atas, dapat disusun piramida penduduk. Piramida penduduk adalah grafik susunan penduduk menurut umur pada waktu tertentu.
Cara membuat piramida penduduk adalah: a. Penduduk dibagi menurut jenis kelamin.
c. Tiap-tiap golongan tersebut dibagi menurut umurnya.
d. Umumnya dipakai penggolongan umur berdasarkan interval 5, misalnya 0–4, 5–9,10–14,15–19, dan seterusnya.
2. Piramida Penduduk
Komposisi penduduk suatu wilayah atau negara dapat disajikan dalam bentuk diagram yang berbentuk piramida. Karena menggambarkan keadaan penduduk, diagram tersebut disebut piramida penduduk. Seperti apakah bentuk piramida penduduk? Perhatikan gambar piramida penduduk Indonesia tahun 2004.
Geodinamika
Selama berabad-abad populasi dunia banyak berubah, kecuali di saat terjadi wabah misalnya pagebluk. Populasi mulai ber-kembang sejak sekitar tahun 1750. Sebagian besar pertambahan itu sering terjadi di Eropa serta di Amerika dan Oseania, tempat bermukim banyak orang Eropa. Zaman itu dikenal sebagai era “Revolusi Industri”. Namun, sejak sekitar tahun 1950, populasi dunia telah tumbuh amat pesat. Sebagian besar pertumbuhan ini adalah di negeri-negeri Afrika, Amerika Latin, dan Asia.
Laki-laki Kelompok umur Perempuan
1 4 1 2 1 0 8 6 4 2 0 0 2 4 6 8 1 0 1 2 1 4 80+ 75-79 70-74 65-69 60-64 55-68 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4
Sumber: Census Bureau, International Data Base Tahun 2004
Gambar 2.3 Piramida penduduk Indonesia tahun 2004
Pada piramida penduduk berlaku ketentuan, garis vertikal menunjukkan interval umur dan garis horizontal menunjukkan jumlah laki-laki/wanita.
4 0 3 5 3 0 2 5 2 0 1 5 1 0 5 Usia (tahun) 6 5 6 0 5 5 5 0 4 5 3 0 2 5 2 0 1 5 1 0 5 0 0 5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 Laki-laki Perempuan a. Macam-macam Piramida Penduduk
1) Piramida penduduk muda
Alas piramida besar, makin ke puncak, makin sempit. Bentuknya seperti segitiga. Penduduknya dalam keadaan tumbuh dan berkembang, jumlah kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Sebagian besar penduduknya terdiri atas penduduk umur muda yaitu kurang dari 15 tahun. Terdapat di negara-negara yang sedang berkembang dan masyarakat agraris di pedesaan, misalnya Indonesia, India, dan Brazil.
Sumber: BPS Tahun 2005
Gambar 2.4 Bentuk piramida penduduk muda
2) Piramida penduduk tetap (stasioner)
Jumlah penduduk besarnya tetap, jumlah angka kelahiran seimbang dengan jumlah angka kematian, misalnya di negara Swedia, Selandia Baru, dan negara-negara Skandinavia.
Sumber: BPS Tahun 2005
Gambar 2.5 Bentuk piramida penduduk tetap atau stasioner
4 0 3 5 3 0 2 5 2 0 1 5 1 0 5 Usia (tahun) 6 5 6 0 5 5 5 0 4 5 3 0 2 5 2 0 1 5 1 0 5 0 0 5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 Laki-laki Perempuan
3) Piramida penduduk tua
Bentuk ini menggambarkan penurunan angka kelahiran lebih cepat daripada angka kematian. Jika hal ini terjadi terus-menerus, menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk daerah yang bersangkutan. Terdapat di negara-negara yang mempunyai angka kematian yang rendah dan angka kelahiran yang menurun sangat cepat. Negara dengan bentuk piramida penduduk tua misalnya Jepang.
Sumber: BPS tahun 2005
Gambar 2.6 Bentuk piramida penduduk tua
b. Manfaat Piramida Penduduk
Piramida penduduk mempunyai banyak manfaat di antaranya untuk:
1) Mengetahui pertumbuhan jumlah penduduk suatu negara atau daerah.
2) Mengetahui jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. 3) Mengetahui golongan produktif dan tidak produktif.
4) Memprediksi jumlah penduduk suatu negara di masa depan.
3. Klasifikasi Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Susunan penduduk menurut mata pencaharian dapat memberikan gambaran tentang struktur ekonomi suatu daerah, misalnya struktur agraris, struktur industri, dan sebagainya. Berdasarkan hasil sensus tahun 1980, 1990, dan 2000, angkatan kerja di Indonesia sebagian besar bekerja di sektor agraris. 4 0 3 5 3 0 2 5 2 0 1 5 1 0 5 Usia (tahun) 6 5 6 0 5 5 5 0 4 5 3 0 2 5 2 0 1 5 1 0 5 0 0 5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 Laki-laki Perempuan
Tabel 2.7 Persentase Angkatan Kerja Indonesia Tahun 1980, 1990, 2000
Jenis Kegiatan 1980 (%) 1990 (%) 2000 (%) Pertanian 54,8 55,0 45,3 Pertambangan dan penggalian 0,7 0,9 0,4 Industri 8,5 11,0 13,0 Listrik, gas, dan air 0,2 0,3 0,2 Bangunan 3,1 3,5 3,9 Perdagangan 12,9 13,0 20,5 Angkutan dan komunikasi 2,9 3,0 5,1
Keuangan 0,4 0,5 1,0
Jasa-jasa 15,1 12,0 10,6 Kegiatan lain 1,4 0,8 0,3 Jumlah 100,0 100,0 100,0
Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2000 Tampak jelas dari tabel di atas bahwa pada tahun 2000 saat krisis ekonomi masih berlangsung, sektor ekonomi masih menjadi unggulan dalam menyerap angkatan kerja, meskipun secara persentase mengalami penurunan. Menurut Bintarto dan Surastopo sektor yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja antara tahun 2000-tahun 2005 yaitu angkutan dan komunikasi, perdagangan, industri, keuangan, dan bangunan. Menurunnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian antara lain disebabkan oleh makin berkurangnya luas lahan pertanian dan berkurangnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian.
4. Penduduk Menurut Suku Bangsa, Agama, dan Pendidikan
Komposisi penduduk menurut suku bangsa (kebangsaan), memberi gambaran dalam kebijaksanaan imigrasi serta persoalan minoritas dan mayoritas penduduk. Berdasarkan hasil sensus tahun 2005, suku bangsa di wilayah Indonesia yang paling banyak yaitu suku Jawa yang mendiami daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Komposisi penduduk usia kerja menurut agama, memberikan gambaran jumlah pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Berdasarkan hasil sensus tahun 2005, agama Islam merupakan agama yang paling banyak jumlah penganut, yaitu lebih dari 90%. Komposisi menurut pendidikan berdasarkan hasil perhitungan tahun 2005 sebagai berikut.
Tabel 2.8 Angkatan Kerja Indonesia Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2005 No. Pendidikan Persentase
1. S D 34,5%
2. SMP/MTs 39,7% 3. SMA/MA/SMK 24,6% 4. Diploma/PT 1,2%
Sumber: Departemen Tenaga Kerja 2005
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan angkatan kerja di Indonesia masih rendah, yaitu 72,9% hanya memiliki pendidikan setingkat pendidikan dasar.
Tugas
Berikut adalah tugas yang akan memberi tantangan kepada kalian untuk belajar lebih jauh dan menambah wawasan lokal dan nasional kalian.
Datanglah ke kantor BPS atau kantor kecamatan. Tanyakan data-data penduduk di Indonesia!
1. Apabila pemerintah daerah dapat mengatur keberadaan PKL maka akan merangsang pertumbuhan ekonomi di sektor riil. Coba jelaskan!
2. Angkatan kerja Indonesia yang paling banyak pada bidang apa? Apa faktor penyebabnya?
3. Angkatan kerja Indonesia, berdasarkan tingkat pendidikan yang paling banyak tamatan sesudah apa? Jelaskan apa faktor penyebabnya!
4. Catatlah data komposisi penduduk di wilayah kecamatanmu, buatlah piramida penduduknya!