BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.2 Komunikasi Antarpribadi
Rudholph F. Verderber mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai fungsi sosial, yakni untuk tujuan kesenangan, menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun, dan memelihara hubungan. Sehingga sebenarnya komunikasi penting dalam kehidupan manusia, setiap manusia tidak dapat tidak berkomunikasi (one cannot not
communicate).
Karakter yang terbentuk di dalam keluarga mempengaruhi bagaimana sang anak melakukan tindakan komunikasi antarpribadi, berdasarkan pembahasan mengenai latar belakang keluarga masing-masing anak indigo dalam penelitian ini, berikut penjelasan mengenai setiap tindakan komunikasi yang mereka lakukan, baik dari komunikasi verbal maupun nonverbal.
Tiara:
Komunikasi yang baik antara Tiara dan keluarganya berpengaruh kepada komunikasi Tiara dengan orang lain. Tiara banyak bercerita
109
kepada Ibunya yang juga memiliki kemampuan indigo serta Kakak tirinya yang memiliki indera keenam. Dalam lingkungan rumahnya Tiara sudah terbiasa berkomunikasi dengan keluarganya, ditambah lagi dengan guru spiritual yang disediakan Ibunya sebagai tempat Tiara berkonsultasi dan bertanya seputar kemampuan indigonya. Secara tidak langsung ibunya melatih Tiara untuk mengkomunikasikan kemampuannya kepada orang di luar lingkungan keluarganya.
Dari latar belakang keluarga ini Tiara tumbuh menjadi sosok yang baik, ia belajar dari Ibunya juga yang selalu mendengarkan curahan hati Tiara. Selain pendengar yang baik, Tiara juga memberikan nasihat kepada teman-temannya, hal ini juga merupakan tindakan komunikasi.
Salah satu tindakan komunikasi yang secara tidak langsung ditujukkan Tiara adalah melalui pakaian yang digunakannya, hampir seluruh pakaian Tiara mengandung warna hitam. Selain Tiara memang menyukai warna hitam, Tiara juga menyatakan bahwa dengan warna hitam dapat membantunya dalam mengeluarkan energi. Namun pakaian yang digunakan Tiara merupakan satu bentuk tindakan komunikasi, banyak yang menilai Tiara sebagai sosok yang sangat mistik, metal, rock and roll, dan sebagainya. Tiara pun mengakui hal tersebut, padahal menurutnya pemakaian baju hitam ini semata-mata karena Tiara memang menyukai warna hitam. Selama ada yang mengolah simbol atau lambang yang dipakai seseorang, selama itu juga terjadi komunikasi. Tanpa bermaksud, selama ada yang memperhatikan dan
110
mengolah warna baju tersebut maka terbentuklah pesan komunikasi. Dampaknya orang lain akan menangkapnya, membentuknya gambaran tentang diri Tiara.
Suatu ketika terjadi kesurupan di kampus Tiara, saat itu yang menangani kejadian itu hanyalah Tiara dan pacarnya yang kerasukan, Tiara yang memang memiliki kemampuan untuk mengatasi hal seperti ini langsung bertindak untuk menetralisirkannya (istilah yang diberikan Tiara untuk kegiatan membereskan orang yang kesurupan). Pada saat Tiara sudah melakukan kegiatan itu saja sebenarnya sudah merupakan tindakan komunikasi, disekitarnya banyak mata yang memandang, dan salah satu medium penangkap pesan adalah mata.
Menurut Pak Marsudi, seharusnya bagi anak indigo dapat memfilter kemampuannya, sehingga tidak menimbulkan persepsi aneh di mata orang awam. Namun menurut peneliti yang dilakukan Tiara pada saat itu adalah hal yang tepat, yaitu menolong orang lain, ditambah lagi pada saat itu kebanyakan orang lain justru menjauh ketakutan melihat kejadian tersebut. Padahal tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk hal yang baik, namun berbagai macam pesan dan informasi baru muncul dalam benak orang-orang yang melihat hal tersebut, ada yang menilai sebagai orang yang memiliki spiritual tinggi, paranormal, dukun, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal tersebut Tiara memilih untuk tidak memperdulikannya. Menurutnya semakin dikomunikasikan mengenai
111
hal tersebut kepada orang awam, mereka juga tidak dapat menangkap pesannya, karena menurut orang awam kemampuan yang dimiliki oleh Tiara merupakan diluar pikiran rasional manusia.
Tiara:
“Di situ itu aku pingin meluruskan bahwa aku itu bukan paranormal, bukan dukun, bukan cenayang, anak indigo ya sama dengan orang lain, cuma dia punya kemampuan khusus aja. Gitu aja.”.
Kurangnya pemahaman orang lain akan makna indigo sebenarnya membuat indigo terkesan negatif, ditambah lagi dengan tayangan televisi yang memberikan pesan komunikasi bahwa anak indigo sebagai sosok mistis. Apa yang dilihat dan didengar manusia diprosesnya menjadi pesan yang kemudian di pegang di dalam kehidupannya. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Rahma yang mengatakan bahwa, anak indigo adalah sosok yang tertutup dan tidak pintar untuk bergaul. Ketika peneliti bertanya mengapa Rahma bisa menganggap seperti itu Rahma menjawab pesan tersebut ia tangkap dari tayangan televisi.
Pada waktu pertama kali peneliti bertemu dengan Tiara, hal pertama yang dilakukan Tiara adalah memberikan oleh-oleh dari Malaysia, yaitu roti putar. Peneliti yang pada saat itu baru sekali bertemu dengan Tiara sedikit kaget menerima hadiah tersebut. Hadiah yang diberikan tersebut menjadi simbol atau lambang yang ditangkap peneliti. Menjadi pesan komunikasi tersendiri bagi peneliti dan peneliti mulai dapat memahami sedikit karakter dari Tiara.
112
Menurut Tiara dalam komunikasi anak indigo dengan sesama indigo dan bukan indigo, Tiara memilih lebih nyaman berkomunikasi dengan sesama anak indigo. Dikarenakan adanya kesamaan dalam diri mereka, dan Tiara merasa batin sesama anak indigo lebih nyambung dibandingkan dengan bukan indigo.
Mawar:
Mawar mengakui bahwa ia kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya sendiri. Hal ini ikut membentuk karakter Mawar dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitarnya. Karena segala sesuatu pada dasarnya terbentuk pertama kali dari dalam keluarga.
Pada waktu pertama kali peneliti berkomunikasi dengan Mawar, yaitu via chat di Line. Peneliti sudah merasa sedikit kesulitan menjelaskan tentang penelitian yang sedang dilakukan peneliti. Terjadi
miscommunication antara peneliti dan Mawar. Peneliti menjelaskan
sekitar tiga kali bahwa penelitian yang dilakukan lebih berfokus kepada keterbukaan dirinya dalam konteks komunikasi anak indigo. Namun Mawar terus menangkap bahwa peneliti adalah anak psikologi yang membahas tentang term dalam indigo. Apabila terdapat term seperti yang dinyatakan Mawar, Mawar tidak bersedia untuk diwawancarai. Namun akhirnya pada waktu pertemuan pertama dan melakukan komunikasi tatap muka, Mawar dapat memahami maksud dari penelitian yang dilakukan peneliti.
113
Pertemuan pertama kali dengan mawar, peneliti juga mendapatkan kesulitan untuk berkomunikasi dengan Mawar. Suara Mawar sangat kecil ketika membahas tentang indigo, peneliti beberapa kali tidak dapat mendengar yang diucapkan Mawar, dan meminta Mawar untuk menjelaskannya kembali. Namun ketika membahas tentang dunia hukum, politik, pengadilan, seputar pekerjaannya Mawar, ia menjadi sangat antusias, suaranya berubah menjadi lebih keras dan terdengar lebih bersemangat. Apabila seseorang merasa nyaman untuk mengkomunikasikan apa yang ia suka, ia akan lebih bersemangat untuk membicarakannya. Begitu pula sebaliknya, apabila seseorang tersebut merasa tidak nyaman, ia cenderung tidak membicarakannya sama sekali.
Setelah dilakukan wawancara dengan Mawar lebih lanjut, akhirnya diketahui bahwa Mawar merasa malu apabila terdengar oleh orang sekitar mengenai pembahasan indigo, hal itu membuat Mawar berbicara dengan suara yang sangat kecil. Penolakan yang dialami Mawar dari Ibu dan Adiknya membuat karakter Mawar seperti itu. Mawar menjadi cenderung malu untuk mengkomunikasikan kemampuannya, yang sebenarnya adalah sebuah hadiah dari Tuhan. Mawar takut apabila ia memberitahu kemampuannya orang-orang akan melakukan penolakan seperti yang dilakukan ibunya dan adiknya kepada Mawar.
Mawar tidak memberitahukan kepada seluruh teman bukan indigonya bahwa dia adalah anak indigo. Alasannya Mawar takut
114
temannya tidak dapat menerima perbedaan yang ada di dirinya, dan juga menurut Mawar temannya tidak akan percaya kepada apa yang dikatakan Mawar. Mawar pernah mengkomunikasikan kepada satu orang yang menurutnya bisa diceritakan mengenai kemampuannya. Ketika Mawar membicarakannya ia merasa tidak nyaman, dan Mawar langsung mengatakan bahwa itu adalah bercanda atau tidak serius. Bisa dibilang orang bukan indigo yang saat ini mengetahui kemampuan Mawar pertama kali adalah peneliti.
Dalam penelitian ini sebelumnya informan yang diinginkan peneliti dari Mawar adalah satu teman sesama indigo dan satu teman yang bukan indigo. Peneliti berharap keduanya dapat diwawancara. Namun Mawar keberatan apabila peneliti harus mewawancarai temannya yang bukan indigo, karena itu sama saja dengan memberitahu bahwa ia indigo, dan sampai saat ini Mawar belum siap.
“tapi teman gua yang bukan dikit, ya bisa sih sebenarnya tapi kemungkinan mereka ngereject dikit, tapi gua gak bisa ngubah view yang fundamental dalam hidup mereka, gua gak bisa, dan gua juga gak mau ketahuan juga.”
Kepada peneliti, Mawar mengatakan, ia merasa sebenarnya sedikit kemungkinan temannya yang bukan indigo menolaknya, namun Mawar tidak mau mengubah pandangan yang ada di teman-temannya. Mawar belum memiliki keberanian untuk memberitahu temannya tentang kemampuan yang ada di dirinya.
“Secara pemikiran beda. Gua punya teman, suka hangout bareng, nyambung cuma karena terlalu cetek, teman-teman gua
115 itu yang introvert yang pemikir, pemikir, yang kalau ke Kinokuniya beli buku yang berat.”
Mawar juga mengatakan bahwa teman yang bukan indigonya sebenarnya nyambung dengan Mawar, namun secara pemikiran mereka berbeda. Jadi pembahasan mereka lebih dangkal dibandingkan anak sesama indigo menurut Mawar.
Menurutnya saat yang tepat untuk mengkomunikasikan kemampuannya adalah pada umur 40 atau 50 tahun, pada saat Mawar sudah di posisi atas. Mawar beranggapan bahwa apabila saat ini dia mengkomunikasikan kepada orang lain, dia akan di “bantai”. Mawar menyatakan bahwa dia belum siap untuk bertarung atau battle, bertarung mengacu kepada melawan orang-orang jahat seperti dukun paranormal, bertarung disini berusaha menolong orang lain yang terkena guna-guna, menjadi pelindung dari santet untuk orang lain. Mawar belum siap untuk melakukan itu.
Pada saat Mawar menceritakan tentang betapa sakitnya masalah yang dihadapinya, peneliti melihat mata Mawar sudah mulai sedikit berkaca-kaca, dan suaranya pun sedikit bergetar. Peneliti melihat bahwa sebenarnya Mawar bisa menceritakan tentang indigonya kepada orang lain terbukti Mawar bisa menceritakan kepada peneliti. Namun melihat keadaan yang dialaminya begitu menyakitkan sehingga membuatnya seperti itu. Seseorang cenderung sulit mengkomunikasikan kejadian yang tidak menyenangkan di hidupnya, karena hal tersebut sama saja dengan mengulang kembali perasaan sakit yang dialaminya.
116
Pada waktu dulu, ketika Mawar melakukan komunikasi dengan temannya, ia mengakui bahwa ia sering lepas kontrol. Mawar merasakan kesulitan membedakan mana yang ada di suara hati orang tersebut dan mana yang dibicarakan orang tersebut. Hingga ia mengucapkan apa yang ada di dalam pikiran orang tersebut. Akhirnya Mawar di cap buruk. Mawar mengakui bahwa hal tersebut merupakan kesalahan komunikasi yang ia lakukan dan berakibat fatal bagi dirinya. Dalam kejadian Mawar ini, sama halnya dengan Tiara, Tiara menggunakan baju hitam, itu merupakan simbol atau lambang yang menghasilkan pesan komunikasi. Sedangkan Mawar mengkomunikasikan kemampuannya tanpa melakukan filter terlebih dahulu, sehingga membuat penerima pesannya terkejut, dan merasa keanehan dalam diri Mawar.
Dalam pekerjaannya Mawar mengetahui bahwa ada yang buruk terjadi kepada atasannya, namun Mawar tidak dapat memberitahu kepada siapapun di kantornya. Hal ini menjadi beban tersendiri kepada Mawar, akhirnya mengakibatkan Mawar stress karena tidak dapat mengkomunikasikan hal tersebut. Kemampuan yang dimiliki oleh anak indigo terkadang juga menjadi beban tersendiri bagi mereka. Mawar kesulitan mengkomunikasikan apa yang ia ketahui. Sama halnya dengan yang diutarakan oleh Pak Marsudi. Ketika Pak Marsudi menceritakan tentang kasus anak indigo yang dapat mengetahui kapan seseorang meninggal. Tanpa filter anak indigo itu membicarakan
117
kepada orang lain, dan orang lain menggangap dia sebagai anak setan. Mawar sudah dapat mengatur mana yang memang bisa dikomunikasikan kepada orang lain dan mana yang tidak bisa dikomunikasikan kepada orang lain, hanya saja pesan yang tidak dibicarakan tersebut dapat menjadi beban baginya sendiri.
Menurut Pak Marsudi, peran ahli atau psikolog adalah untuk membantu sang anak mengendalikan kemampuannya, memfilter mana yang harus diutarakan dan mana yang tidak sepatutnya dibicarakan, namun Mawar tidak mempercayai kemampuan ahli atau psikolog.
Berbeda ketika Mawar berhadapan dengan sesama indigonya. Mawar menjadi lebih mudah melakukan komunikasi ketimbang dengan kepada temannya yang bukan indigo. Bahkan terkadang mereka hanya menggunakan kemampuan mereka untuk berkomunikasi. Tanpa harus mengucapkan kata-kata, mereka sudah dapat saling memahami maksudnya.
4.2.3 Pertemanan
Makna pertemanan bagi anak indigo maupun anak bukan indigo memiliki keterkaitan dengan hubungan pertemanan mereka. Dari anak indigo dan yang bukan indigo peneliti sudah bertanya mengenai makna pertemanan bagi mereka masing-masing, berikut jawabannya,
Tiara:
“Kalau aku sih biasanya orang yang sudah kenal dengan aku, aku udah anggap teman, dan yang sudah berteman dengan aku,
118 sudah aku anggap saudara, jadi ya teman itu bagian dari kehidupan kita juga. Pasti kan kita butuh teman, dan teman juga butuh kita. Semuanya juga berawal dari teman kan untuk ke jenjang berikutnya, untuk ke jenjang yang lebih apa kan pasti dari teman. Jadi teman penting untuk aku sih.”.
Mawar:
“Ikatan batin antara dua individu yang bertujuan untuk saling mengasihi satu sama lain dan disertai dengan loyalitas.”.
Dimas:
“Pertemanan itu adalah sebuah hubungan yang, sebuah hubungan dimana ada hubungan antara dua individu yang saling membutuhkan dalam keadaan susah atau pun senang.”.
Dani:
“Pertemanan itu sebenarnya tidak bisa diartikan langsung secara leterlak gitu, tapi kita harus berteman, kenapa? Karena kalau misalnya kita menambah kawan itu mempersempit gerak lawan. Jadi ee..kita harus banyak-banyak nambah teman lah bukan nambah musuh. Untuk arti pertemanan itu sendiri gak bisa dijelaskan tapi sudah tahu lah secara eksplisit.”.
Rahma:
“Kita tuh kaya ikatan saudara gitu, walaupun bukan sedarah gitu.”
Pertemanan terjadi karena adanya kecocokan antara satu orang dan orang lainnya. Berikut penjelasan mengenai pertemanan yang terjadi antara Tiara dan Dimas, Tiara dan Rahma, dan Mawar dan Dani.
119
Pertemanan Tiara dan Dimas:
Dalam pertemanan Tiara dan Dimas terdapat kesamaan kemampuan yang dimilikinya. Pertemanan mereka berdua diawali dari keduanya merupakan anggota komunitas Keluarga Indigo. Dimas dan Tiara saling bertegur sapa di group dan berlanjut menjadi chat
personal. Pertemanan Tiara dan Dimas terhitung masih sangat sebentar,
baru sekitar 3 bulan. Tiara memiliki karakteristik apabila orang yang sudah dikenalnya, ia sudah mengkategorikannya sebagai teman, dan yang sudah menjadi temannya adalah sahabat baginya. Dimas juga merasa nyaman dengan perilaku Tiara sebagai temannya. Tiara banyak mendengarkan cerita Dimas dan juga banyak memberikan nasihat untuk Dimas.
Dimas mengatakan bahwa dalam pertemanan mereka, sebenarnya tidak sering berbincang tetapi sekalinya mereka berbincang menurut Dimas seperti kakak adik. Dengan nasihat-nasihat yang diberikan Tiara kepada Dimas, Dimas merasa Tiara seperti kakaknya. Dimas merasa pemilihan kata-kata yang digunakan tepat, sehingga membuatnya senang mendengar nasihat itu.
Dari sisi Tiara, Tiara merasa karena Dimas dan Tiara bertemu di komunitas, jadi ada kesamaan kemampuan yang mereka miliki, dan Tiara menyatakan bahwa ada ikatan sendiri diantara mereka. Tidak hanya Dimas yang nyaman dengan Tiara, tetapi Tiara juga merasa nyaman dengan Dimas.
120
Tiara:
“Dia itu orangnya asik, menyenangkan, dan aku merasa dia memang sejenis, jadi aku udah ada feel nyaman sama dia, faktor kesamaan juga.”
Menurut Tiara pertemanan dengan sesama anak indigo mereka mempunyai visi, misi, arah, dan tujuan yang ingin dicapai. Tiara merasa lebih ada manfaatnya dalam pertemanan dengan sesama indigo, dibandingkan dengan hanya senang-senang dalam hubungan pertemanan dengan yang bukan indigo. Tiara juga mengatakan bahwa akan memilih pertemanan dengan sesama dibandingkan dengan yang bukan indigo.
Tetapi berbeda dengan Dimas. Dimas merasa dalam hubungan pertemanan anak indigo dan sesama indigo terdapat hubungan yang menyenangkan, mengenai indigonya juga dapat, dan juga lebih solid. Dalam hubungan pertemanan anak indigo dan bukan indigo Dimas mendapatkan kesenangan yang lebih. Tetapi Dimas lebih memilih teman yang bukan indigonya dibandingkan teman sesama indigonya. Dimas mengatakan bahwa hal tersebut mungkin dikarenakan Dimas jarang hadir ke gathering yang diadakan komunitas Keluarga Indigo. Beberapa kali Dimas berhalangan hadir, dan juga kesulitan Dimas yang masih anak sekolah yang belum memiliki SIM, ditambah juga dengan kondisi tempat gathering yang terkadang jauh dari Dimas.
Hal positif dalam pertemanan Tiara dan Dimas dari sudut pandang Dimas adalah bisa menambah kerabat dan teman untuk bercerita.
121
Sedangkan dari sisi Tiara, menambah pertemanan sesama anak indigo, Tiara juga merasa semakin banyak informasi yang didapat. Tiara merasa nyambung dengan Dimas.
Keduanya mengatakan bahwa tidak ada hal negatif dalam pertemanan yang masih tergolong sangat awal itu.
Harapan Tiara dalam pertemanannya dengan Dimas adalah Tiara
berhadap sebisa mungkin dapat saling memberikan manfaat, dan juga bermanfaat bagi lingkungan yang lebih luas. Harapan Dimas untuk pertemanannya dengan Tiara adalah ia beharap hubungannya dapat lebih baik lagi, tidak akan pernah ada negatifnya, saling membantu dalam susah senang, dan saling menasihatkan.
Pertemanan Tiara dan Rahma:
Pertemanan Tiara dan Rahma sebenarnya diawali dengan hubungan pekerjaan. Namun dalam proses Tiara memilih Rahma, Tiara sudah memilih orang yang cocok dengannya. Bahkan Hamdani atau Dani sebagai pelopor komunitas Keluarga Indigo juga mengatakan bahwa Tiara seperti itu, melalui pernyataan berikut ini,
Dani:
“Tiara anaknya kaya gitu, heboh-heboh tapi kalau gak dekat dengan orang, gak gitu, makanya dia nyari asisten, asisten itu juga harus yang klop juga, dia nyari sendiri tuh.”
Berikut pernyataan Tiara mengenai pemilihan Rahma sebagai asistennya,
122
Tiara:
“Kalau rahma kaya ada berbagai macam pertimbangan aku, makanya dia ikut aku, makanya aku percaya sih. Aku orangnya kalau sudah memilih berdasarkan berbagai macam pertimbangan.”
Kesamaan sifat terdapat di dalam diri Tiara dan Rahma, keduanya memiliki sifat kerja keras. Berarti sejak awal Tiara sudah merasa ada kecocokan dengan Rahma. Setelah bekerja dengan Rahma, Tiara sudah mengganggap Rahma sebagai adiknya sendiri. Menurut Tiara segala sesuatunya diawali dengan pertemanan. Dari hasil makna pertemanan bagi mereka, Rahma dan Tiara sama-sama menilai pertemanan sebagai saudara, dan dalam pertemanan yang mereka jalani, keduanya mengaku menjalaninya seperti saudara saja. Berikut ini pernyataan Tiara dan Rahma mengenai hal tersebut,
Tiara:
“Dia udah aku anggep kaya adik sendiri sih, udah kaya sahabat, pokoknya kalau aku udah nganggap orang kaya sahabat itu aku anggep dia juga udah kaya keluarga.”
Rahma:
“disini kan konteksnya kerja ya, aku asistennya dia, dia bos aku, tapi setiap ketemu itu kaya adik kakak. Dia kakak aku, aku adiknya, apapun yang aku ceritain ke dia, dia selalu kasih solusi, jadi ya..aku seneng aja.”
Rahma merupakan asisten dari Tiara, oleh karena itu Tiara berusaha menciptakan suasana yang nyaman bagi Rahma. Menurut Tiara, Rahma adalah sosok yang baik, perhatian, tulus, dan kerja keras.
123
Pada awalnya Rahma merasa Tiara merupakan sosok yang menyeramkan karena tampilannya. Setelah mengenal Tiara lebih baik, Rahma mengatakan bahwa Tiara sosok yang asik, cepat akrab, dan mampu menempatkan diri Tiara sehingga membuat Rahma nyaman dengan Tiara.
Hal positif dalam pertemanan Tiara dan Rahma dari sisi Rahma adalah Tiara sering memberikan support, nasihat, dan solusi kepada Rahma. Meskipun mereka terikat ikatan kerja, namun Rahma merasa bahwa ini adalah ikatan saudara. Hal positif yang diterima Tiara adalah menambah keluasan pergaulan, tidak hanya dengan sebaya, namun juga dengan kalangan yang usianya lebih muda.
Dalam hubungan mereka keduanya mengatakan bahwa belum ada hal negatif dalam pertemaannya, tetapi Tiara mengatakan bahwa segala sesuatu seperti kutub, ada positif ada negatif, jadi menurutnya pasti ada suatu saat, tergantung bagaimana menanggapinya, meresponnya, namun sampai saat ini belum ada masalah dalam hubungan pertemanan Tiara dan Rahma. Harapan hubungan Rahma dengan Tiara kedepannya dari sisi Tiara adalah keduanya dapat terus saling nyaman, saling memberikan manfaat. Tiara merasa keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Jadi Tiara berharap dapat saling memberi arti. Harapan hubungan Tiara dan Rahma dari sisi Rahma adalah selalu menjaga hubungan pertemanan, tidak ada masalah sampai kedepannya.
124
Pada suatu waktu Tiara, Rahma dan peneliti bertemu bersama, peneliti mengamati, pada waktu pertama kali Tiara dan Rahma bertemu yang dibicarakan seputar pekerjaan, selanjutnya Rahma mulai membicarakan tentang temannya, dan Tiara mendengarkan kemudian memberikan nasihat kepada Rahma. Mereka tampak sangat dekat dan saling nyaman satu sama lain. Hubungan di antara mereka bukan seperti hubungan pekerjaan, tetapi sesuai pengamatan peneliti lebih kepada hubungan adik kakak, dimana Tiara mendengarkan dan memberikan nasihat-nasihat kepada Rahma.
Pertemanan Mawar dan Dani:
Pertemanan Mawar dan Dani juga disebabkan kecocokan yang ada