Bimbingan sosial akan terkait dengan jenis layanan yang ada dalam program-program bimbingan dan konseling, dalam kaitannya seperti: Layanan orintasi mencakup antara lain: suasana kehidupan dan tata krama tentang hubunga sosialdi sekolah, baik dengan teman, guru maupun staf sekolah yang lain, peraturan dan tata tertib. Layanan
informasi bidang bimbingan sosial merupakan bantuan pada siswa tentang tugas-tugas mengembangkan remaja seperti dalam :mengembangkan hubungan sosial remaja yang mana memberikan tata cara bertingkahlaku dengan teman sebaya baik di sekolah maupun di luar sekolah. Dan pada layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, konseling perorangan, konseling kelompok, dan bimbingan kelompok, memuat tentang bantuan yang diberikan berupa cara meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik menerima maupun menyampaikan pendapat yang bersifat logis, efektif, dan produktif.
Dengan diberikannya bimbingan sosial, siswa akan dapat mengenal tentang kelemahan diri dan upaya untuk pengambilan keputusan yang sensitif serta
merencanakan hidup sehingga meningkatkan kemampuan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan secara efektif, serta dapat menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis dan produktif. Maka jelaslah bimbingan sosial sangat membantu siswa dalam melakukan interaksi dengan lingkungn sosial siswa tersebut, karena materi yang terkandung di dalamnya mempunyai kekuatan
untuk dapat mengarahkan siswa dalam menggali potensi, serta minat mereka terutama dalam memahami dan menghayati tentang suasana kehidupan dan tatakrama dan menjalin hubungan sosial di sekolah, keluarga maupun masyarakat, yang semuanya itu diperlukan kemampuan berkomunikasi yang efektif sacara lisan maupun tulisan.
Dalam konseling ada yang namanya keterampilan-keterampilan konseling. Sebab hal ini dianggap penting karena untuk terlaksananya suatu komunikasi konseling yang dialogis dengan mengajak klien berpartisipasi secara aktif, selian dari memahami karakter kalin, penguasan materi dan juga menguasai keterampilan komunikasi sangat penting untuk jalannya komunikasi. Untuk itu setelah ini kita akan membahas lebih rinci dan singkat apa itu keterampilan konseling.
1. Penghampiran
Penghampiran (attending) merupakan keterampilan berkomunikasi melalui isyarat-isyarat verbal dan non verbal sehingga dapat menarik perhatian kepada pembicara pada tahap awal. Untuk itu penghampiran ini merupakan keterampilan dasar dalam setiap proses komunikasi yang bersifat dialogis.
Dengan si klien akan merasa diterima dan merasa penting dan merasa dihargai berada di dekat seorang konselor. Keterampilan ini dapat dikebangkan melalui berbagai cara, seperti :
a. Ungakapan salam dan sapaan secara sopan
b. Penampilan diri dnegan postur fisik yang meyakinkan c. Gerakan fisik yang disertai dnegan perhatian
d. Pengakuan
e. Memelihara kontak mata
f. Mengamati dan meyimak dnegna penuh perhatian 2. Empati
Empati adalah kesedian untuk memahami orang lain secara keseluruhan baik yang tampak maupun yang terkadung khususnya dalam aspek perasaan, pikiran, sdan keinginan. Karena dengan berempati kita dapat berusaha menempatkan diri kita sedekat mungkin dnegna orang lain. Dengan begitu kita dapat merasakan apa yang dirasakan dan bahkan kita dapat merasa aklau seandainya kita berada dalam situasi seperti tersebut.Keterampilan ini dapat dilakukan memberikan respon sebagai berikut:
a. Sikap menerima dan memahami ungkapan klien, sperti gerak mata, anggukan.
b. Memberikan perhatian yang mendalam terhadap ungkapan lain c. Pernyataan yang mengambarkan ungkapa suasana perasaan. Jadi jika
sedih.
3. Merangkumkan
Sebagai wujud dari penerimaan kita terhadap ungkapan maka keterampilan yang diperlukan adalah keterampilan merangkum karena dalam berkomunikasi
biasanya klien kaan menyampaikannya secara panjang lebar. Untuk itu perlu seorang konselor merangkumnya. Dan untuk dapat merangkum maka seorang konselor harus menyimak baik-baik apa yang dikatakan oleh kliennya dengan baik kemudian membuat rangkuman. Dan untuk selanjutnya adalah menyampaikan sebagai respon konselor terhadap klien. Dengan demikian klien akan merasa diterima, dihargai, dan diakui dan pada gilirannya akan menunjang proses konseling. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan ungkapan secara lengkap
b. Menunjukkan sikap pemberian perhatian dan menyimaknya dengan penuh perhatian.
c. Membuat catatan-catatan seperlunya untuk merangkum pembicaraan
d. Pada akhirnya klien dapat menyampaikan ungkapan-ungkapan konselor memberikan respon
4. Bertanya
Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang penting dan strategis dalam komunikasi konseling sebab dapat menentukan kelancaran proses konseling.
Keterampialn bertanya dapat dikembangkan dnegan memperhatikan bebrapa hal sebagai berikut:
a. Perhatikan suasan konseling dan kleinnya b. Kuasai materi yang berkaitan dnegna pertanyaan c. Ajukan pertanyaan dnegan cara yang jelas dan terarah d. Segera berikan respon balikan terhadap jawaban balikan.
5. Kejujuran
Konselor harus mampu menunjukkan kejujuran dari apa yang diuangkap sehingga data meberikan pesan secara objektif. Untuk itu seorang konselor harus mempu memberikan penyampaiaan secara terbuka tanpa manipulasi. Dengan
keterampialn ini konselor dapat menyatakan perasaannya mengenai perasaan klien dengan cara sedemikian rupa sehingga klien dapat menerima tanpa ada rasa tersinggung. Dan keterampialn ini dapat membantu untuk berbagi perasaan terhadap apa yang dikatakan atau dilakukan klien dan tetap menjaga hubungan dengan klien.. Namun ada empat kondisi yang harus diperhatikan untuk mengemabngkan keterampilan kejujuran, seperti :
a. Ungkapan perasaan yang sebenarnya
b. Kejadian tertentu yang membuat perasaan itu c. Alasan mengapa berperasaan seperti itu
d. Pengaruh perasaan itu terhapad kegiatan selajutnya 6. Asertif
Asertif adalah suatu tindakan dalam membrikan respon terhadap tindakan orang lain dalam bentuk mempertahankan hak asasi sendiri yang mendasar tanpa melanggar hak azasi orang lain yang mendasar pula. Dalam berkomunikasi konsleing keterampilan ini sangat diperlukan dalam menerima respon kembali dnegn acra sedemikian hingga klien merasa hak asasinya tidak terganggu. Seperti menerima telepon dan lainnya.
Keterampilan ini dapat dikembangkan dengan cara yaitu ungkapan non verbal dan verbal. Dengan cara non verbal dilakukan dengan kontak mata yang baik,
membagi waktu yang baik, penampilan yang tenag. Namun dnegna cara yang verbal seperti, ungkapan perasaan dan kepercayaan secraa jujur, dan
menggunakan suara yang jelas dan meyenangkan.
7. Konfrontasi
Keterampilan ini digunakan untuk memberikan respon terhadap pesan seseorang yang mengadung pesan ganda yang tidak sesuai atau saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Keterampilan ini merupakan cara konselor untuk
membetulkan titik perbedaan atau pertentangan dalam situasi sebagai berikut ini : a. Perbedaan atara apa yang diucapakan dengan apa yang dilakukan b. Perbedaan antara apa yang dikatakan oleh seseorang dengan apa yang
dilaporkan oleh orang lain
c. Perbedaan atara apa yang dikatakan dengan apa yang nampak
Namun untuk penerapan keterampilan konfrontasi ini sebaiknya memperhatikan hal-hal sebgaai berikut :
a. Konselor memiliki pemahaman yang tepat dan bersikap emapati dan jujur
b. Harus diperhitungkan agar klien mau menerima dan tidak menerima pertahanan dan perlawanan,
c. Harus bersesuai dnegan situasi dan kondisi masalah d. Harus singkat dan tepat sasaran
8. Pemecahan masalah
Hal ini penting karena untuk membantu klien untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Dengan demikian pihak konseloer harus
mengemabngkan suatu mekanisme komunikasi yang memebrikan kesempatan pada klein menyatakan pendapat dan sumbangan pemikiran, menjabarkan, dan emmilih alternative. Ada tujuh tahapan yang harus dilalui dalam pemecahan masalah, seperti :
a. Menjajaki masalah b. Memahami masalah c. Membatasi masalah d. Menjabarkan alternatif e. Memilih alternatif yang baik f. Menerapkan alternatif
BAB III KESIMPULAN Kesimpulan
Komunikasi Sosial adalah suatu proses interaksi dimana seseorang menyampaikan amanat kepada pihak lain supaya pihak lain dapat menangkap mas\ksud yang dikehendaki. Ada juga Ketika seseorang melakukan kegiatan berkomunikasi dengan pihak lain dan pihak lain saling mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh seseorang.
Tujuan dari berkomunikasi yaitu slaah satunya adalah memberikan pemahaman kepda komunikan dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat menegerti apa yang disampaikan oleh si pembicara, agar gagasan dapat diterima oleh orang lain kita berusaha agar gagasan kita dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasive bukan memaksakkan kehendak.
Selain itu ada juga komunikasi yang berperan dalam pelayanan Bimbingan Konseling yang mana sangat membantu siswa dalam melakukan interaksi dengan lingkungan social siswa tersebut, karena materi yang terkandung didalamnya mempunyai kekuatan untuk dapat mengrahkan pontensil siswa.
DAFTAR PUSAKA
Liliweri, Allo. 1994. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: Citra Aditya Bakti Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya
Rakhmat, Jalaludin. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya Sendjaja. 1994. Teori-teori Komunikasi. Jakarta: Univeritas Terbuka.