• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Penduduk Indonesia

Dalam dokumen IKLIM BERENGARUH BAGI KEHIDUPAN docx (Halaman 76-98)

PENDUDUK INDONESIA

F. Kondisi Penduduk Indonesia

Menurut para ahli ilmu Geologi, kepulauan Indonesia yang merupakan suatu gugusan yang terpanjang dan terbesar di dunia.[20] Ini terbukti bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang menyebar dari

Sabang (ujung Sumatera Utara) sampai Merauke (ujung Papua).[21] Keanekaragaman suku-bangsa ini tentunya seperti yang telah disebutkan di awal pembahasan ini, bahwa Indonesia terletak di cross position (posisi silang). Bukan saja suku- bangsa atau ras yang beraneka ragam di Indonesia, tetapi juga keaneragaman kepercayaan (agama), misalnya seperti Hindu, Budha, Kristen (Katolik dan Protestan), Konghucu dan Islam. Bahasa juga merupakan suatu kekayaan bangsa kita, ada bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan dan bahasa-bahasa daerah yang menjadi identitas kesukuan.

Sebagai daerah lintasan dan menjadi tempat tujuan setiap orang yang melaluinya, bahkan ini sudah terjadi sejak satu juta tahun yang lalu pada zaman prasejarah. Seperti persebaran manusia dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Kelompok ras Austronesia-Melanesoid (Papua Melanezoid), ada yang menyebar ke arah barat dan ada yang menyebar ke arah timur. Mereka yang menyebar ke arah timur menduduki wilayah Indonesia Timur: Papua, Pulau Aru dan Pulau Kai.

2. Kelompok ras Negroid, yang kini menjadi orang Semang di semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.

3. Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatera Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.

4. Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: a) Ras

Proto Melayu (Melayu Tua), antara lain Suku Batak, Toraja, dan Dayak; dan b) Ras Deutro Melayu (Melayu Muda), antara lain Suku Bugis, Madura, Jawa, dan Bali. Berikut ini adalah peta persebaran kelompok ras Melayu:

G. Penutup

Dengan mempelajari kondisi fisik wilayah dan penduduk Indonesia kita dapat mengetahui bahwa Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, baik dari segi keadaan alamnya, maupun keadaan sosialnya. Kondisi alam Indonesia yang bervariasi mengakibatkan kondisi penduduk yang bervariasi keadaan sosialnya.

Di mana berbagai varian keadaan sosial juga mengandung potensi konflik yang besar. Namun, yang patut disyukuri betapa pun majemuknya bangsa Indonesia, kehidupan di dalamnya tetap bisa berjalan harmonis (Bhineka Tunggal Ika) dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah mempelajari kondisi fisik wilayah dan penduduk Indonesia kita juga diharapkan dapat: Menunjukkan pada peta dengan tepat letak Astronomis Indonesia; Menjelaskan hubungan posisi geografis dengan perubahan musim di Indonesia agar dapat bersikap yang selalu

berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya; Mendeskripsikan wilayah daratan Indonesia agar dapat bersikap yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsanya; Mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan musim dan menentukan bulan berlangsungnya musim hujan dan kemarau di wilayah Indonesia sehingga memiliki tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat dan didengar; Mengemukakan informasi persebaran flora dan fauna di Indonesia agar dapat bertindak mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya; Mendeskripsikan persebaran jenis tanah dan pemanfaatannya di Indonesia agar dapat bertindak yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya; dan Menjelaskan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia agar dapat bersikap saat memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku dan agama.

Mengenal Iklim Indonesia

http://kadarsah.wordpress.com/2007/11/30/ mengenal-iklim-indonesia/

Iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode yang panjang. Sedangkan cuaca merupakan keadaan atmosfer pada suatu saat. Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi. Meteorologi mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi didalam atmosfer terutama pada lapisan bawah (troposfer).

Klimatologi berasala dari bahasa Yunani klima dan logos. Klima berarti kemiringan bumi yang terfokus pada pengertian lintang tempat. Logos berarti ilmu.

Meteorologi berasal dari bahasa Yunani, meteoros dan logos. Meteoros berarti benda yang ada didalam udara.

Pembagian klimatologi berdasarkan cakupan daerah kajian:

1. Makroklimatologi : ukuran global

2. Mesoklimatologi : ukuran 10-100 km

3. Mikroklimatologi : ukuran kurang dari 100 m Sistem iklim terdiri komponen:

1. atmosfer atau udara 2. litosfer atau batuan

3. hidrosfer terdiri dari cair atau air

4. kriosfer tediri dari es,salju dan gletser.

5. biosfer terdiri tumbuhan dan mahluk hidup.

Di permukaan bumi banyak sekali macam iklim, untuk menyederhanakan maka dilakukan upaya pengelompokan iklim.

Pengelompokan iklim berdasarkan pendekatan:

1. metode genetik : penentu faktor iklim yaitu pola sirkulasi udara, radiasi bersih dan fluks kelembaban.

2. metode generik ( empirik).: unsur iklim yang diamati atau efeknya terhadap gejala lain, contohnya manusia atau tumbuhan.

Mayoritas pengelompokan iklim menggunakan metode genetik sekitar 10 % sisanya berdasarkan metode empirik.

Metode Genetik digunakan oleh:

1. H.Flohn (1950) berdasarkan : sabuk angin global dan ciri curahan

2. Strahler (1969) berdasarkan: massa udara yang dominan dan ciri curahan.

3. Budyko (1956) berdasarkan: neraca energi ( indeks radiasi kekeringan).

Metode empirik:

1. Koppen (1900) berdasarkan hubungan iklim dengan tumbuhan dengan kriteria numerik digunakan untuk menentukan jenis dan unsur iklim.

2. Thornthwaite berdasarkan evapotranspirasi dan curah hujan.

3. Miller berdasarkan suhu dan curah hujan.

4. Schmidt & Ferguson (1951) berdasarkan curah hujan untuk menentukan jumlah bulan kering dan bulan basah.

5. Oldeman (1975) berdasarkan curah hujan yang difokuskan pada bidang pertanian

6. Mohr berdasarkan tingkat kelembaban dengan menyertakan pengaruh curah hujan

7. Miller berdasarkan suhu dan curah hujan Jenis Iklim Flohn (1950):

Jenis

Iklim KarakteristikHujan Curah I Katulistiw

II Tropis Hujan musim panas III Kering

subtropics Kering sepanjang tahun IV Hujan

musim dingin

Hujan musim dingin

V Ekstra tropis barat

Curahan sepanjang tahun

VI Subpolar Curahan sepanjang tahun tetapi terbatas

VI

a SubBenua Boreal

Curahan musim panas terbatas, curahan musim dingin kurang

VII Polar

Tinggi Curahansekali,salju turun awalkurang musim dingin, curahan musim panas

Jenis Iklim Strahler (1969)

Jenis Iklim Faktor penentu iklim I Iklim lintang

rendah Massa udara katulistiwadan tropis a Khatulistiwa basah b Pantai angin pasat c Gurun dan stepa tropis d Gurun pantai barat e Kering-basah tropis II Iklim lintang

a Subtropis lembab b Pantai barat laut c Mediterania d Gurun dan stepa lintang menengah e Benua lembab

III Iklim lintang

tinggi Massa udara polar danartik Subartik

benua

Subartik laut tundra

IV Iklim daratan

tinggi Ketinggianpenentu iklim sebagai Jenis Iklim Budyko (1956)

Jenis

Iklim Nilai indeks kekeringan I Gurun > 3 II Separuh gurun 2-3 III Stepa 1-2 IV Hutan 0.33-11 V Tundra <0.33

Jenis Iklim Koppen (Dr Wladimir Koppen ahli ilmu iklim dari Jerman, 1918)

Koppen membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen

membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.

Lamba

ng Jenis Iklim

A Iklim Hujan Tropis

Af Iklim hutan hujan tropis Aw Iklim savanna

Am Iklim monsoon tropis B Iklim kering

BSh Iklim stepa kering BSk Iklim stepa sejuk BWh Iklim gurun terik BWk Iklim gurun sejuk

C Iklim Hujan Sedang Panas

Cfa Kelembaban sepanjang musim, musim panas terik

Cfb Kelembaban sepanjang musim, musim panas panas

Cfc Kelembaban sepanjang musim, musim panas pendek, sejuk

Cwa Hujan musim panas,musim panas terik

Cwb Hujan musim panas,musim panas panas

Csa Hujan musim dingin,musim panas terik

Csb Hujan musim dingin,musim panas panas

D Iklim Hutan Salju Sejuk

Dfa Kelembaban sepanjang musim, musim panas terik

Dfb Kelembaban sepanjang musim, musim panas panas

Dfc Kelembaban sepanjang musim, musim panas pendek, sejuk

Dfd Kelembaban sepanjang musim, musim dingin dingin luar biasa Dwa Hujan musim panas,musim

panas terik

Dwb Hujan musim panas,musim panas panas

Dwc Hujan musim dingin,musim panas terik

Dwd Kelembaban sepanjang musim, musim dingin dingin luar biasa E Iklim Kutub

ET Tundra

EF Salju dan es abadi

Menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D.

 Af dan Am = terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.

 Aw = terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah- daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.

 C = terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.

 D = terdapat di pegunungan salju Irian Jaya. Kriteria utama iklim A,B,C,D,E

Jenis

Iklim Ciri-ciri iklim

A Suhu rata-rata bulan terdingin minimal 18 ゜ C, curah hujan tahunan > evapotranspirasi

tahunan.

B Evapotranspirasi potensial tahunan rata-rata > curahan tahunan rata-rata. Tidak ada kelebihan air.

C Suhu rata-rata bulan terdingin -3 s.d 18゜C . Bulan terpanas > 10 ゜

C.

D Suhu rata-rata bulan terdingin < 10 ゜C, bulan terpanas >10 ゜C. E Suhu rata-rata bulan terpanas <

10 ゜C, untuk daerah tundra 0 s.d 10 ゜C, untuk daerah salju abadi < 10゜C.

Kriteria tambahan Iklim Koppen Jenis

Iklim Ciri-ciri iklim

f Tidak ada musim kering,basah sepanjang tahun.

m Monsoon,dengan musim kering pendek,dan sisanya hujan lebat sepanjang tahun.

w Hujan musim panas

S Kondisi kering pada musim panas W Kondisis kering pada musim dingin Jenis

Iklim Ciri-ciri iklim

a Musim panas terik, suhu rata-rata bulan terpanas > 22゜C

b Musim panas yang panas, suhu rata-rata bulan terpanas <22゜C c Musim panas yang sejuk dan

pendek, rata-rata kurang dari 4 bulan memiliki suhu > 10゜C

d Musim dingin yang sangat dingin, suhu rata-rata bulan terdingin < -3゜C

h Terik, suhu tahunan rata-rata > 18

゜C

k Sejuk, suhu tahunan rata-rata < 18 ゜C

Jenis Iklim Thornthwaite (1933) Pembagian daerah berdasarkan suhu

————————————— Contoh klasifikasi iklim: BA`: iklim tropis lembab

BB` :iklim mesotermal lembap CA`:iklim tropis kurang lembap DA`:iklim tropis agak kering

DB`:iklim mesotermal agak kering

hhhhhhhh

Iklim Schmidt & Feguson

Menggunakan kriteria bulan sebagai berikut:

Bulan Curah hujan Basah > 100 mm Lembap 60-100 mm Kering < 60 mm

Dengan menggunakan

persamaan:

Q = jumlah rata-rata bulan kering

Jumlah rata-rata bulan basah Tahapan menghitung Q:

1. Menghitung jumlah bulan kering dan bulan basah tiap tahun

La mb ang Ciri- ciri iklim In de ks T- E A` Tropis >1 28 B` Mesot ermal 64- 12 7 C` Mikrot ermal 32- 63 D` Taiga 16 - 31 E` Tundr a <16 F` Salju

2. Menjumlahkan hasil no.1 dalm suatu periode (misal 30 tahun) 3. Menghitung nilai Q Lambang Iklim Nilai Q A (Sangat Basah) < 0.143 B (Basah) 0.144- 0.333 C (Agak Basah) 0.334-0.600 D (Sedang) 0.601-1 E (Agak Kering) 1.001-1.670 F (Kering) 1.671-3 G (Sangat Kering) 3.001-7 H (Sangat Kering Sekali) 7.001

Jenis Iklim di Pesisir Pulau Jawa menggunakan klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson (1967-1976)

Jenis IklimOldeman

Bulan Curah hujan Basah > 200 mm Kering < 100 mm

Lambang Jumlah Bulan Basah Yang Berurutan A > 9 B 7-9 C 5-6 D 3-4 E < 3 Lambang Jumlah Bulan Basah Yang Berurutan Jumlah Bulan Kering Yang Berurutan A > 9 - B1 7-9 < 2 B2 7-9 2-4 C1 5-6 < 2 C2 5-6 2-4 C3 5-6 5-6 D1 3-4 <2 D2 3-4 2-4 D3 3-4 5-6 D4 3-4 >6 E1 <3 <2 E2 <3 2-4 E3 <3 5-6 E4 <3 >6

Jenis Iklim di Bandung menggunakan klasifikasi Iklim Oldeman (1967-1976)

IklimMohr

Bulan Curah hujan Basah > 100 mm Lembap 60-100 mm Kering < 60 mm Jenis Iklim Miller

A Iklim Terik Suhu rata-rata tahunan > 21.1 C, tak ada bulan yang memiliki suhu < 18

C.

Jenis Iklim Kriteria Curah Hujan 1 Iklim

khatulisti wa

Hujan dengan maksimum ganda

1

m Iklimkhatulisti wa

Hujan jenis monsun

2 Iklim laut

topis Tak menunjukan musimkering yang jelas 2

m Iklim lauttropis Hujan jenis monsun 3 Iklim

benua tropis

Hujan pada musim panas

m benua tropis B Iklim

Sedang Panas

Tak ada musim dingin, tak ada bulan dengan suhu< 6.1 C

Jenis Iklim Kriteria Curah Hujan 1 Iklim

mediteran ia

Hujan pada musim dingin

2 Iklim mediteran ia Hujan merata 2 m Iklimmediteran ia

Hujan jenis monsun

C Iklim Sedang Sejuk

Musim dingin lamanya 1-5 bulan dengan suhu rata- rata < 6.1 C

Jenis Iklim Kriteria Curah Hujan

1 Iklim laut Hujan merata atau maksimum pada musim dingin

2 Iklim

benua Hujan maksimum padamusim panas 2

m Iklimbenua Hujan jenis monsun D Iklim

Dingin Musim dingin lamanya 6bulan dengan suhu rata- rata < 6.1 C

Jenis Iklim Kriteria Curah Hujan

maksimum pada musim dingin

2 Iklim

benua Hujan maksimum padamusim panas 2

m Iklimbenua Hujan jenis monsun

E Iklim Artik Tidak ada musim panas > 3 bulan dengan suhu rata- rata < 6.1 C

F Iklim

Gurun Curahan rata-rata < 20 %suhu tahunan rata-rata 1 Iklim

gurun terik

Tak ada musim dingin, tak ada bulan dengan suhu < 6.1 C 2 Iklim gurun lintang menenga h

Terdapat beberapa bulan dengan suhu < 6.1 C

G Iklim

Pegunung an

Tidak ada musim panas > 3 bulan dengan suhu rata- rata < 6.1 C

Tipe Iklim Menurut Junghuhn

Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut

1. Daerah panas/tropis

Tinggi tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.

2. Daerah sedang

laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.

3. Daerah sejuk

Tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.

4. Daerah dingin

Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.

Gambar di atas menunjukan pembagian iklim menurut Junghunn

Pembagian Iklim lainya berdasarkan:  Iklim Matahari

 Iklim Fisis

Iklim Matahari :

1) Iklim Tropis

Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.

Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:

 Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata- rata suhu tahunannya mencapai 30°C.

 Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan

ampitudo hariannya lebih besar.

 Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.

 Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah- daerah lain di dunia.

2

) IklimIklim sub tropis terletak antara 231/2° –Sub Tropis 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.

Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:  Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan

merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.

 Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.

 Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

 Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.

3

) IklimIklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS.Sedang Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:

siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.

 Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.

4

) IklimIklim dingin terdapat di daerah kutub. OlehDingin (Kutub) sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim

tundra dan iklim es.

Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:  Musim dingin berlangsung lama

 Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.

 Udaranya kering.

 Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.  Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.  Di musim panas banyak terbentuk rawa

yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.

 Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak- semak.

 Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau- pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.

Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub

adalah sebagai berikut:

• Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga

terdapat salju abadi.

• Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub

selatan.

Iklim Fisis

Iklim fisis adalah berdasarkan fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim

Fisis terdiri dari: 1

) IklimIklim laut berada di daerah (1) tropis dan sublaut (Maritim) tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.

Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:

a) Suhu rata-rata tahunan rendah; b) Amplitudo suhu harian rendah/kecil;

c) Banyak awan, dan

d) Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu

sebagai berikut:

a) Amplituda suhu harian dan tahunan kecil;

b) Banyak awan;

c) Banyak hujan di musim dingin dan umumnya

hujan rintik-rintik;

d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.

2

) IklimIklim darat dibedakan di daerah tropis dan subDarat (Kontinen) tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang

40(, yaitu sebagai berikut:

tahunannya kecil; dan b) Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu tahunan besar; b) Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan c) Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.

3

) IklimIklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-Dataran Tinggi ciri, adalah sebagai berikut: a) Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;

b) Udara kering,

c) Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat

rendah; dan

d) Jarang turun hujan. 4

) IklimIklim gunung terdapat di dataran tinggi, sepertiGunung di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim

dataran tinggi;

b) Terdapat di daerah sedang; c) Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil; d) Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan; e) Kadang banyak turun salju.

5

) IklimIklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklimMusim (Muson) musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: a) Setengah tahun bertiup angin laut yang

basah dan menimbulkan hujan; b) Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

Gambar di bawah menunjukan perbandingan distribusi dan intensitas curah hujan klimatologi antara dua periode (1931-1960) dengan periode (1961-1990) dan terjadi perubahan yang besar hal ini juga menunjukan terjadi perubahan iklim di beberapa tempat tersebut.

About these ads

Dalam dokumen IKLIM BERENGARUH BAGI KEHIDUPAN docx (Halaman 76-98)

Dokumen terkait