Pengamatan langsung kondisi vegetasi mangrove dilakukan di wilayah kecamatan Manggar yang dilakukan selama tiga hari yaitu pada tanggal 16, 18, dan 19 April 2011. Pengamatan hanya dilakukan pada wilayah ini karena kondisi mangrovenya lebih rentan terhadap pengaruh aktivitas manusia jika dibandingkan kondisi mangrove di kecamatan Gantung dan Kecamatan Kelapa Kampit yang relatif masih baik. Selain itu, vegetasi mangrove dil wilayah Manggar lebih mudah untuk dijangkau karena dekat dengan wilayah pemukiman sedangkan untuk mangrove Gantung dan Kelapa Kampit relatif sulit dijangkau karena jauh dari pemukiman dan kondisi mangrove yang tebal dan wilayah rawa berlumpur menyulitkan dalam melakukan survei lapangan di wilayah tersebut.
Pengamatan lapangan dilakukan menggunakan metode transek garis diwilayah vegetasi mangrove yang menghasilkan empat transek garis dimana setiap transek terdiri dari 2 sampai 6 plot. Pada transek 1 terdapat 6 plot, transek 2 terdapat 4 plot, transek 3 terdapat 2 plot, dan transek 4 terdapat 6 plot. Bentuk transek garis disesuaikan dengan wilayah survei sehingga tidak selalu tegak lurus dari wilayah mangrove kearah garis pantai.Pengamatan lapangan dimulai pagi hari pada kondisi cuaca yang mendukung untuk dilakukan survei. Pada
pengamatan tanggal 16 dan 19 April 2011 keadaan cuaca cerah sedangkan pada tanggal 18 April 2011 cuaca agak mendung. Pengamatan mangrove dilakukan bersama dengan warga yang sedang mencari kerang dan kepiting di wilayah
mangrove tersebut. Hasil pengamatan vegetasi mangrove dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Hasil pengamatan vegetasi mangrove pada transek 1
Dimana :
Dari Tabel 7 dapat dilihat bahwa pada transek 1 terdapat empat jenis mangrove yang dibagi kedalam tiga jenis tegakan. Pohon dari jenis Sonneratia alba memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu 187,02 % yang diikuti dengan jenis Rhizophora apiculata 99,08%, Lumnitzera littorea 13,90%, dan
Nypa fruticans 0 % yang berarti tidak ditemukan spesies Nypa fruticans dalam jenis tegakan pohon pada transek 1. Anakan dari jenis R. apiculata memiliki INP tertinggi yaitu 237,91% yang diikuti dengan S. alba 34,93%, L. littorea, dan N. fruticans 0%. Semai dari jenis R. apiculata memiliki INP tertinggi yaitu 181,70 % diilkuti jenis N. fruticans 81,25 %, S. alba dan L. littorea 0%. Untuk jenis tegakan semai tidak dilakukan perhitungan luas penutupannya (Ci dan RCi) karena
berdasarkan Bengen (2001), dalam perhitungan luas penutupan mangrove diperlukan nilai dimeter batang setinggi dada sedangkan semai memiliki tinggi dibawah 1 meter sehingga kondisi ini tidak memenuhi untuk dilakukan
perhitungan luas penutupan.
Transek Jenis Tegakan Spesies Di Rdi(%) Fi Rfi(%) Ci Rci(%) INP 1 Pohon R apiculata 0.11 42.50 0.67 44.44 5.47E-04 12.14 99.08
S alba 0.15 55.00 0.67 44.44 3.95E-03 87.58 187.02 L littorea 0.01 2.50 0.17 11.11 1.29E-05 0.29 13.90 N fruticans 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Anakan R apiculata 0.45 87.01 1.00 66.67 1.79E-04 84.23 237.91
S alba 0.03 5.19 0.33 22.22 1.59E-05 7.51 34.93 L littorea 0.04 7.79 0.17 11.11 1.75E-05 8.26 27.16 N fruticans 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Semai R apiculata 1.24 98.41 0.83 83.33 181.75 S alba 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 L littorea 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 N fruticans 0.02 1.59 0.17 16.67 18.25
Nilai kelebatan jenis (Di) tertinggi untuk jenis tegakan pohon berasal dari jenis mangrove S. alba yaitu sebesar 0,15 ind/m2 dengan kelebatan relatif jenis (RDi) 55%. Ditertinggi untuk jenis tegakan anakan berasal dari jenis mangrove
R. apiculatayaitu sebesar 0,45 ind/m2dengan RDisebesar 87,01 %. Ditertinggi untuk jenis tegakan semai berasal dari jenis mangrove R. apiculatayaitu sebesar 1,74 ind/m2 dengan RDisebesar 98,41%. Frekuensi jenis (Fi) tertinggi untuk jenis tegakan pohon berasal dari jenis R apiculatadanS albayaitu sebesar 0,67 dengan frekuensi relatif (RFi) untuk masing-masing jenis yaitu 44,44%. Untuk jenis tegakan anakan, Fitertinggi untuk jenis tegakan anakan berasal dari jenis R apiculatayaitu 1,00 dengan RFisebesar 66,67 %. Untuk jenis tegakan semai, Fi
tertinggi berasal dari jenis R apiculatayaitu 0,83 dengan RFi sebesar 83,33 %. Penutupan jenis (Ci) tertinggi dari jenis tegakan pohon berasal dari jenis S alba
yaitu 5,47ൈ10-4m2dengan penutupan jenis relatif (RCi) sebesar 87,58%. Ci
tertinggi untuk jenis tegakan anakan berasal dari jenis R apiculatayaitu sebesar 1.79ൈ10-4m2dengan RCisebesar 84,23%.
Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa pada transek 2 ditemukan 4 jenis mangrove yang kemudian dikelompokkan ke dalam tiga jenis tegakan yaitu pohon, anakan ,dan semai. INP tertinggi dari jenis tegakan pohon berasal dari jenis Bruguiera gymnorrhizayaitu 123,8 % diikuti Rhizophora mucronata
123,4%, Xylocarpus granatum 52,83%, dan 0% untuk jenis Acrostichum aureum. Untuk jenis tegakan anakan, INP tertinggi juga berasal dari jenis B gymnorrhiza
yaitu 125,7% diikuti X granatum 108,7%, R mucronata 65,65% dan 0 % untuk jenis Aaureum. Untuk jenis tegakan semai, INP tertinggi berasal dari jenis A. aureum yaitu 200 % sedangkan untuk jenis lainnya sebesar 0%.
Tabel 9. Hasil pengamatan vegetasi mangrove pada transek 2
Nilai Di tertinggi untuk jenis tegakan pohon berasal dari jenis B
gymnorrhiza yaitu 0.12 ind/m2 dengan RDi sebesar 48%. Nilai Fi tertinggi untuk jenis tegakan pohon berasal dari jenis R mucronatadan X granatumyaitu 0.75 ind/m2denganRFisebesar 30 %. Nilai tertinggi untuk Cipada jenis tegakan pohon berasal dari jenis R mucronatayaitu 5,47ൈ10-3m2dengan RCisebesar 57,40%. Nilai Ditertinggi untuk jenis tegakan anakan berasal dari jenis B gymnorrhizayaitu 0.1 ind/m2dengan RDisebesar 45,45 %.Nilai Fitertinggi untuk jenis tegakan anakan berasal dari jenis X granatumyaitu sebesar 1,0 dengan
RFi sebesar 44,44%. Nilai Ci tertinggi untuk jenis tegakan anakan berasal dari jenis B gymnorrhizayaitu 5,70ൈ10-5m2dengan RCisebesar 45,88%. Nilai Didan
Fitertinggi dari jenis tegakan semai hanya berasal dari jenis A aureumdengan Di
0.04 ind/m2 dan RDisebesar 100% sedangkan untuk Fisebesar 0.25 dengan RFi
sebesar 100%. Pada transek 2 tidak ditemukan semai dari jenis lainnya kecuali jenis A aureum sehingga Di dan Fi untuk jenis lainnya bernilai 0.
Tabel 10 menunjukkan bahwa terdapat empat jenis mangrove yang ditemukan pada transek tiga yaitu R mucronata, X granatum, B gymnorrhiza, dan
A aureum.
Transek Jenis Tegakan Spesies Di Rdi(%) Fi Rfi(%) Ci Rci(%) INP 2 Pohon R mucronata 0.09 36.00 0.75 30.00 5.47E-03 57.40 123.40
X granatum 0.04 16.00 0.75 30.00 6.51E-04 6.83 52.83 B gymnorrhiza 0.12 48.00 1.00 40.00 3.41E-03 35.77 123.77
Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Anakan R mucronata 0.04 18.18 0.50 22.22 3.07E-05 25.25 65.65
X granatum 0.08 36.36 1.00 44.44 3.39E-05 27.87 108.68 B gymnorrhiza 0.10 45.45 0.75 33.33 5.70E-05 46.88 125.67 Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Semai R mucronata 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 X granatum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 B gymnorrhiza 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Ac aureum 0.04 100.00 0.25 100.00 200.00
Tabel 10. Hasil pengamatan vegetasi mangrove pada transek 3
Nilai INP tertinggi untuk jenis tegakan pohon berasal dari jenis R
mucronata yaitu 160,30 % diikuti dengan nilai INP dari X granatum yaitu 91,28% dan B gymnorrhiza 48,42%. Nilai INP tertinggi untuk jenis tegakan anakan
berasal dari jenis R mucronata yaitu 142,07% diikuti dengan B gymnorrhiza
109,83% dan X granatum 48,10%. Nilai INP tertinggi untuk jenis tegakan semai berasal dari jenis R mucronata yaitu 134,62% diikuti nilai INP dari jenis B gymnorrhiza yaitu 65,38%.
Nilai Ditertinggi untuk jenis tegakan pohon berasal dari jenis mangrove R mucronata dan X granatum yaitu 0,12 ind/m2 dengan RDi 42,86%. Nilai Fiuntuk jenis tegakan pohon bernilai sama untuk ketiga jenis mangrove (R mucronata, X granatum, dan B gymnorrhiza), yaitu 1,00 dengan RFisebesar 33,33%. Nilai Ci
tertinggi untuk pohon berasal dari jenis R mucronata yaitu 9,06ൈ10-3m2dengan
RCiyaitu 84,11%. Nilai Diyang tertinggi untuk anakan berasal dari jenis B gymnorhizayaitu 0.18 ind/m2dengan RDiyaitu 60,00%. Nilai Fiuntuk jenis tegakan anakan bernilai sama untuk ketiga jenis mangrove (R mucronata, X granatum,dan B gymnorrhiza), yaitu 0,50 dengan RFisebesar 33,33%. Nilai Ci
yang tertinggi untuk anakan berasal dari jenis R mucronatayaitu 6,46ൈ10-5m2 dengan RCiyaitu 75,40%. Nilai Ditertinggi untuk jenis tegakan semai berasal
Transek Jenis Tegakan Spesies Di Rdi(%) Fi Rfi(%) Ci Rci(%) INP 3 Pohon R mucronata 0.12 42.86 1.00 33.33 9.06E-03 84.11 160.30
X granatum 0.12 42.86 1.00 33.33 1.63E-03 15.09 91.28 B gymnorrhiza 0.04 14.29 1.00 33.33 8.59E-05 0.80 48.42 Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Anakan R mucronata 0.10 33.33 0.50 33.33 6.46E-05 75.40 142.07
X granatum 0.02 6.67 0.50 33.33 6.94E-06 8.10 48.10 B gymnorrhiza 0.18 60.00 0.50 33.33 1.41E-05 16.50 109.83 Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Semai R mucronata 0.22 84.62 0.50 50.00 134.62 X granatum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 B gymnorrhiza 0.04 15.38 0.50 50.00 65.38 Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
dari jenis mangrove R mucronata dan X granatum yaitu 0,22 ind/m2 dengan RDi
84,62%. Nilai Fi tertinggi untuk jenis tegakan semai berasal dari jenis mangrove
R mucronata dan X granatum yaitu 0,50 dengan RFi 50%.
Pada Tabel 11 dapat dilihat bahwa pada transek empat ditemukan 7 jenis mangrove yaitu, L littorea,N fruticans,R mucronata,X granatum,A aureum,S alba, dan Avicennia alba. Untuk jenis tegakan pohon, Di tertinggi pada jenis S alba 0,05 ind/m2 dengan RDi 38,89%, Fitertinggi pada jenis S alba 0,33 dengan
RFi 40%,dan Ci tertinggi pada jenis S alba 1,85ൈ10-3m2 dengan RCi56,86%. Untuk jenis tegakan anakan, Ditertinggi pada jenis N fruticans0,26 ind/m2 dengan RDi39,80%, Fitertinggi pada jenis R mucronatayaitu 0,50 dengan RFi
37,50%, dan Citertinggi pada jenis S alba4,07ൈ10-4m2dengan RCi67,53%. Untuk jenis tegakan semai, Ditertinggi pada jenis R mucronata0,31 ind/m2 dengan RDi58,02% dan Fitertinggi pada jenis R mucronata0,50 dengan RFi
37,50%.
Nilai INP tertinggi untuk pohon berasal dari jenis S alba yaitu 135,75% diikuti nilai INP dari jenis R mucronata yaitu 76,84%, A alba 48,40%, dan L littorea 39,01%. Nilai INP tertinggi untuk anakan berasal dari jenis S alba yaitu 99,68% diikuti N fruticans yaitu 76,91%, R mucronata 62,02%, dan L littorea
61,40%. Nilai INP tertinggi untuk semai berasal dari jenis R mucronata yaitu 95,52% diikuti dengan INP dari jenis L littorea yaitu 45,83%, N fruticans
Tabel 11. Hasil pengamatan lapang vegetasi mangrove pada transek 4
Indeks Nilai Penting suatu spesies memberikan gambaran mengenai pentingnya pengaruh atau peranan suatu spesies mangrove dalam suatu komunitas. Semakin besar INP maka pengaruh atau peranan suatu spesies
mangrove dalam suatu komunitas akan semakin besar. Berdasarkan tabel 7 dapat dilihat bahwa pada Transek 1 spesies Sonneratia alba memiliki INP tertinggi pada kategori pohon yang berarti spesies ini memiliki peranan penting dalam
komunitas dan lingkungan sekitarnya. Hal ini juga berlaku pada spesies
Rhizophora apiculata pada kategori anakan dan semai. Pada transek 2 yang mendominasi dan memiliki peranan penting adalah Bruguiera gymnorrhizapada kategori pohon dan anakan sedangkan pada kategori semai didominasi oleh spesies Acrosticum aureum. Pada transek 3 yang memiliki peranan penting adalah mangrove dari jenis Rhizophora mucronatapada kategori pohon, anakan,dan semai. Pada transek 4 yang memiliki peranan penting berdasarkan data INP adalah spesies Sonneratia albapada kategori pohon dan anakan sedangkan untuk
Transek Jenis Tegakan Spesies Di Rdi(%) Fi Rfi(%) Ci Rci(%) INP 4 Pohon L littorea 0.02 16.67 0.17 20.00 7.63E-05 2.35 39.01
N fruticans 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 R mucronata 0.03 27.78 0.17 20.00 9.44E-04 29.06 76.84 X granatum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 S alba 0.05 38.89 0.33 40.00 1.85E-03 56.86 135.75 A alba 0.02 16.67 0.17 20.00 3.81E-04 11.73 48.40 Anakan L littorea 0.22 33.67 0.17 12.50 9.18E-05 15.22 61.40 N fruticans 0.26 39.80 0.33 25.00 7.31E-05 12.11 76.91 R mucronata 0.13 19.39 0.50 37.50 3.10E-05 5.13 62.02 X granatum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Ac aureum 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 S alba 0.05 7.14 0.33 25.00 4.07E-04 67.53 99.68 A alba 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Semai L littorea 0.18 33.33 0.17 12.50 45.83 N fruticans 0.03 6.17 0.33 25.00 31.17 R mucronata 0.31 58.02 0.50 37.50 95.52 X granatum 0.01 1.23 0.17 12.50 13.73 Ac aureum 0.01 1.23 0.17 12.50 13.73 S alba 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 A alba 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
kategori semai didominasi oleh spesies Rhizophora mucronata. Nilai INP mangrove yang besar bergantung pada nilai kelebatan jenis, frekuensi jenis, dan luas penutupan jenis mangrove. Semakin besar nilai dari tiga parameter ini, maka nilai INP akan semakin besar.
Pada pengamatan dilapangan diperoleh data mengenai tingkat kerusakan mangrovedi wilayah Manggar. Pada transek 1 dampak yang ditimbukan oleh manusia bernilai 0 yang berarti tidak ada dampak kerusakan pada wilayah mangrove pada transek 1. Pada transek 2 dampak yang ditimbulkan juga 0 yang berarti tidak ada kerusakan yang terjadi pada wilayah tersebut. Pada transek 3 dampak kerusakan bernilai 1 yang berarti dampak ringan. Pada transek 4, plot 3, 4, 5, dan 6 memiliki dampak kerusakan bernilai 0. Pada plot 1 bernilai 1 berarti dampak ringan dan plot 2 bernilai 3 yang berarti dampak sedang. Dari semua transek dapat diketahui bahwa tingkat kerusakan lebih tinggi di wilayah
mangrove pada transek 4. Hal ini disebabkan karena wilayah mangrove berada di pinggir jalan sehingga sangat rentan terhadap kerusakan. Dari hasil survei, pada wilayah mangrove ini ditemukan tempat pembuangan sampah, pembukaan lahan mangrove,dan pembukaan lahan pemukiman di wilayah mangrove. Hal ini berbeda dengan mangrove pada transek 1, 2, dan 3 yang letaknya relatif jauh dari pemukiman.
4.2 Kondisi Mangrove Belitung Timur Berdasarkan Pengolahan Citra