• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Konsep Analisis Wacana Van Dijk

Dari sekian banyak model analisis wacana yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh beberapa ahli, barang kali model Van Dijk adalah model yang paling banyak dipakai. Hal ini kemungkinan karena van Dijk mengelaborasi elemen-elemen wacana sehingga bisa didayagunakan dan dipakai secara praktis.

Menurut Van Dijk, sebagaimana yang dikutip Eryanto dalam buku, wacana tidak cukup hanya di dasarkan pada analisis atas teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktik produksi yang harus juga diamati dan harus dilihat juga bagaimana suatu teks diproduksi, sehingga kita memperoleh suatu pengetahuan kenapa teks bisa semacam itu.8 Berikut kerangka analisis wacana sesuai dengan model Van Dijk :

Gambar 1

Dimensi Wacana Van Dijk

1. Teks Teun A. Van Dijk melihat suatu wacana terdiri atas berbagai Struktur/tingkatan, yang masing-masing bagian saling mendukung. Van dijk membaginya dalam tiga tingkatan :

8

Eryanto, Analisis Wacana : Pengantar Analisis Teks Media, (Yogyakarta: LKIS, 2006), Cet. Ke-V, h. 221.

Konteks

Kognisi Sosial Teks

a. Struktur makro. Merupakan makna global/umum dari suatu teks yang dapat diamati dengan melihat topik atau tema yang dikedepankan dalam suatu berita

b. Superstruktur adalah kerangka suatu teks bagaimana bagian-bagian teks tersusun ke dalam berita secara utuh.

c. Struktur mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil dari suatu teks yakni kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, proposisi, anak kalimat, paraphrase dan gambar.9

2. Kognisi Sosial

Analisis wacana tidak hanya membatasi perhatiannya pada struktur teks, tetapi bagaimana suatu teks diproduksi. Dalam pandangan Van Dijk perlu ada penelitian mengenai kognisi sosial yang meneliti kesadaran mental wartawan yang membentuk teks tersebut. Misalnya analisis wacana pemberitaan kasus ambon, selain analisis atas teks berita perlu dilakukan penelitian atas kesadaran mental wartawan dalam memandang kasus ambon.

Pendekatan kognitif didasarkan pada asumsi bahwa teks tidak mempunyai makna, tetapi makna itu diberikan oleh pemakai bahasa. Kognisi sosial ini penting dan menjadi kerangka yang tidak terpisahkan untuk memahami teks media.10

9

Ibid, h. 225

10

22

3. Konteks sosial

Analisis wacana kritis mempertimbangkan konteks dari wacana, seperti latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. Wacana di sini dipandang diproduksi, dimengerti, dan dianalisis pada suatu konteks tertentu. Mengikuti Guy Cook, analisis wacana juga memeriksa konteks dari komunikasi: siapa yang mengkomunikasikan dengan siapa dan mengapa; dalam jenis khalayak dan situasi apa; melalui medium apa; bagaimana perbedaan tipe dari perkembangan komunikasi dan hubungan untuk setiap masing-masing pihak.11

Konteks sosial juga melihat bagaimana teks itu dihubungkan lebih jauh dengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas suatu wacana. Analisis Van Dijk disini menghubungkan analisis tekstual yang memusatkan perhatian melalui pada teks kea rah analisis yang komprehensif bagaimana teks berita itu diproduksi, baik dalam hubungannya dengan individu wartawan maupun dari masyarakat.12

Dalam pandangan Van Dijk, teks bisa dianalisis dengan menggunakan elemen, dan untuk memperoleh gambaran elemen-elemen struktur wacana (teks) tersebut, berikut adalah penjelasan singkatnya :

1. Tematik

Secara harfiah tema berarti “sesuatu yang telah diuraikan”, atau “sesuatu yang telah ditempatkan”. Kata ini berasal dari kata Yunani

tithenai yang berarti „menempatkan‟ atau „meletakkan‟. Dilihat dari sudut

11

Ibid, h. 8

12

sebuah tulisan yang telah selesai, tema adalah suatu amanat utama yang

disampaikan oleh penulis melalui tulisannya (Keraf, 1980:107).

Kata Tema kerap disandingkan dengan apa yang disebut topic. Kata topic berasal dari kata Yunani topoi yang berarti tempat.13 Teun A Van Dijk mendefinisikan topik sebagai struktur makro dari suatu wacana. Dari topik, kita bisa mengetahui masalah dan tindakan yang diambil oleh komunikator dalam mengatasi suatu masalah. Dalam teks akan di dukung oleh beberapa subtopik ini mendukung, memperkuat, bahkan membentuk topik utama. Gagasan van dijk didasarkan pada pandangan ketika wartawan meliputi suatu peristiwa dan memandang suatu masalah didasarkan pada suatu mental atau pikiran tertentu.14 Kognisi atau mental ini secara jelas dapat dilihat dari topik yang dimunculkan dalam berita. Karena topik disini dipahami sebagai mental atau kognisi wartawan, tidak mengherankan jika semua elemen dalam berita mengacu dan mendukung topik dalam berita.15 Elemen tematik menunjuk pada gambaran umum dari suatu teks. Bisa disebut sebagai gagasan inti, ringkasan, atau yang utama dari suatu teks.16

2. Skematik

Teks atau wacana umumnya mempunyai skema atau alur dari pendahuluan sampai akhir. Alur tersebut menunjukkan bagaimana

13

Alex Sobur, Analisis Teks Media, Suatu Pengantar Untuk analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h. 75

14

Ibid, h. 75-76

15

Eriyanto, Analisis Wacana Pengantar Teks Media, (Yogyakarta: LKiS, 2006), Cet ke-5, h. 231

16

24

bagian dalam teks disusun dan diurutkan sehingga membentuk kesatuan arti.17

Kalau topik menunjukkan makna umum dari suatu wacana, maka skematik atau superstruktur menggambarkan bentuk umum dari suatu teks. Bentuk umum itu disusun dengan sejumlah kategori atau pembagian umum seperti pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup, dan lain sebagainya. Skematik dapat dikatakan strategi dari komunikator untuk mendukung makna umum dengan memberikan sejumlah alasan pendukung. Struktur skematik memberikan tekanan pada bagian mana yang harus didahulukan dan bagian mana yang bisa dikemudikan sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. Upaya penyembunyian informasi ini dilakukan dengan menempatkan bagian penting di bagian akhir agar terkesan kurang menonjol.18

Meskipun wacana berita mempunyai bentuk dan skema yang beragam, berita umumnya secara hipotetik mempunyai dua kategori skema besar. Pertama yaitu summary yang umumnya ditandai dengan dua elemen yakni judul dan lead. Elemen skema ini merupakan elemen yang paling penting. Judul dan lead menunjukkan tema yang ingin disampaikan oleh wartawan dalam pemeberitaannya, lead digunakan sebagai pengantar ringkasan apa yang ingin disampaikan atau dikatakan sebelum masuk ke dalam isi berita secara lengkap. Kedua yaitu story yang merupakan isi berita secara keseluruhan yang secara hipotetik mempunyai dua

17

Ibid, h. 231

18

Alex Sobur, Analisis Teks Media, Suatu Pengantar Untuk analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h. 76

subkategori. Pertama berupa situasi, proses, atau jalannya suatu peristiwa. Dan kedua adalah komentar yang ditampilkan dalam teks.

Subkategori situasi adalah penggambaran kisah dari suatu peristiwa yang terdiri dari episode atau kisah utama dari peristiwa, dan yang kedua latar yang mendukung setiap episode yang disajikan kepada khalayak agar peristiwa lebih jelas ketika disampaikan atau disajikan kepada khalayak.19

Adapun subkategori komentar adalah menggambarkan bagaimana pihak-pihak yang terlibat memberikan komentar atas suatu peristiwa secara hipotetik yang terdiri atas dua bagian. Pertama, reaksi atau komentar verbal dari tokoh yang dikutip oleh wartawan. Kedua, kesimpulan yang diambil oleh wartawan dari berbagai komentar para tokoh.

Struktur skematik menurut pandangan Van Dijk dilihat sebagai satu kesatuan yang koheren dan padu. Apa yang diungkapkan dalam superstruktur pertama akan dikutip dan di dukung oleh bagian-bagian lain dalam berita. Apa yang diungkapkan dalam lead yang menjadi gagasan utama dalam teks berita akan diikuti dan di dukung oleh bagian berita yang lain seperti dalam kisah dan kutipan. Semua bagian dalam skema ini dipandang strategi, tidak hanya bagaimana bagian dalam teks berita itu hendak disusun, tetapi juga bagaimana membentuk pengertian sebagaimana dipahami dan dimaknai oleh wartawan dari suatu peristiwa.20

19

Ibid, h. 232

20

26

Menurut Van Dijk, arti penting dari skematik adalah strategi wartawan untuk mendukung topik tertentu yang ingin disampaikan dengan menyusun bagian-bagian dengan urutan tertentu. Skematik memberikan tekanan mana yang didahulukan, dan bagian mana yang bisa kemudian sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. Upaya penyembunyian itu dilakukan dengan menempatkan di bagian akhir agar terkesan kurang menonjol.21

3. Semantik

Yang penting dalam analisis wacana adalah makna yang ditunjukkan oleh struktur teks. Dalam analisis wacana, makna kata adalah praktik yang ingin dikomunikasikan sebagai suatu strategi. Dalam pengertian umum, semantik adalah disiplin ilmu bahasa yang menelaah makna satuan lingual baik makna leksikal maupun gramatikal.

Makna leksikal adalah makna unit semantik yang disebut leksem, sedangkan makna gramatikal adalah makna yang terbentuk dari gabungan satuan-satuan bahasa. Van Dijk mengkategorikan semantik sebagai makna local yang muncul dari hubungan antar kalimat, hubungan antar proposisi yang menghubungkan makna tertentu dalam suatu bangunan teks.22

4. Sintaksis adalah Strategi untuk menampilkan diri sendiri secara positif dan lawan secara negative, itu juga dilakukan dengan manipulasi politik menggunakan sintaksis (kalimat) seperti pada pemakaian kata ganti, aturan tata kata, pemakaian kategori sintaksis yang spesifik, pemakaian kalimat

21

Ibid, 234.

22

Alex Sobur, Analisis Teks Media, Suatu Pengantar Untuk analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h. 78

aktif atau pasif, peletakkan anak kalimat, pemakaian kalimat yang kompleks dan sebagianya.23 Ringkasnya Sintaksis, itu adalah studi penghimpunan dan tautan timbale balik antara kata-kata, frase-frase, klausa-klausa dalam kalimat. Kita boleh saja berkesimpulan bahwa kalimat adalah kesatuan maksimum bagi analisis gramatik, tapi kesimpulan ini perlu di damping satu catatan bahwa ini tidak berarti tidak ada kesatuan lebih besar dari pada kalimat---alinea,wacana, karangan dan sebagainya, itu adalah kesatuan di atas kalimat.24

5. Stilistik, pusat perhatiannya adalah Style (gaya bahasa) yaitu cara yang digunakan penulis untuk menyatakan maksudnya dengan menggunakan bahasa sebagai sarana.

6. Retoris, adalah gaya yang diungkapkan ketika seseorang berbicara atau menulis. Misalnya dengan pemakaian kata yang berlebihan (hiperbolik) atau bertele-tele. Retoris mempunyai fungsi persuasive, dan berhubungan erat dengan bagaimana pesan itu disampaikan kepada khalayak.25

Dokumen terkait