a. Pengertian
Istilah keluarga didefinisikan berbeda-beda tergantung dari teori yang digunakan.Beberapa definisi keluarga sering menggunakan teori interaksi, system atau tradisional. Ada beberapa pengertian keluarga yang perlu diketahui, di antaranya
1). WHO (1969)
Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.
2). Friedman (1998)
Keluarga merupakan orang yang dihubungkan oleh perkawinanan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, dan emosional dan social dari individu-individu yang ada di dalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama.
b. Tipe / Bentuk Keluarga
Berbagai bentuk tipe keluarga, berdasarkan berbagai sumber, dibedakan berdasarkan keluarga tradisional dan keluarga non tradisional seperti :
Menurut Allender dan Spradley (2001), membagi tipe keluarga berdasarkan :
1). Keluarga tradisional
a) Keluarga inti (nuclear family) yaituy keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak kandung atau anak angkat
b) Keluarga besar (extended family) yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman dan bibi.
c) Keluarga Dyadyaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak
d) Single parent yaitu rumah tangga yang terdiir dari satu orang tua dengan anak kandung atau anak angkat, yang disebabkan karena perceraian atau kematian.
e) Single adult, yaitu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang dewasa saja.
f) Keluarga usia lanjut yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri yang berusia lanjut.
2). Keluarga non tradisional
a) Commune family, yaitu lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah hidup serumah.
b) Orang tua(ayah/ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup bersama dalam satu rumah tangga.
c) Homoseksual yaitu dua individu yang sejenis kelamin hidup bersama dalam satu rumah tangga.
d) Keluarga dengan orang tua beranak tanpa menikah e) Pasanagan yang memiliki anak tanpa menikah
f) Pasangan kumpul kebo ; pasangan yang hidup bersama tanpa menikah.
c. Struktur Keluarga
struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi keluarga dimasyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :
1). Patrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2). Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi diamana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3). Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4). Patrilocal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5). Keluarga kawin
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena
adanya hubungan dengan suami atau istri.
d. Peran Keluarga
Peran adalah sesuatu yang di harapkan secara normative dari seorang dalam situasi social tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan.Peran keluarga adalah tingkah laku spesifik yang di harapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga. Dalam UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992 pasal 5 menyebutkan “setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga,
dan lingkungan”. Setiap keluarga memiliki peran masing-masing antara lain :
1) Ayah
Ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah,pendidik,pelindung/pengayom, pemberi rasa aman bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok social tertentu.
2) Ibu
Ibu sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anak-anak, pelindung keluarga dan juga sebagai pencari nafkah tambahan keluarga dan juga sebagai anggoota masyarakat kelompk social tertentu.
3) Anak
Anak berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan perkembangan fisik, mental, social, dan spiritual.
e. Fungsi Keluarga
Keberadaan keluarga pada umumnya adalah untuk memenuhi fungsi-fungsi keluarga.Fungsi keluarga, berbeda sesuai dengan sudut pandang terhadap keluarga.Akan tetapi, dari sudut kesehatan keluarga yang sering digunakan daalah fungsi keluarga, yang disusun oleh Friedman. Berikut ini beberapa fungsi keluarga, UU No. 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994,Friedman dan Effendy.
Menurut , UU No. 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994 fungsi keluarga :
a. Fungsi keagamaan
- Membina norma ajaran-ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh anggota keluarga
- Memberikan contoh konkrit dalam hidup sehari-hari dalam pengalaman dari ajaran agama
- Menerjemahkan agama ke dalam tingkah laku hidup sehari-hari kepada seluruh anggota keluarga.
b. Fungsi budaya
- Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan norma-norma dan budaya masyarakat dan bangsa yang ingin di pertahankan
- Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai c. Fungsi cinta kasih
- Menumbuh kembangkan potensi kasih sayang yang telah ada antar anggota keluarga ke dalam simbol-simbol nyata secara optimal
- Membina tingkah laku saling menyayangi baik antar anggota keluarga secara kuantitatif dan kualitatif.
d. Fungsi perlindungan
- Memenuhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak aman yang timbul dari dalam maupun dari luar keluarga
- Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang dating dari luar.
e. Fungsi reproduksi
- Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik bagi anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya
f. Fungsi sosialiasi
- Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana pendidikan dan sosialisasi anak pertama dan utama
- Menyadari, merencanakan dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai pusat tampak anak dapat mecari pemecahan dari berbagai konflik.
g. Fungsi ekonomi
- Melakukan kegiatan ekonomi baik di luar maupun di dalam lingkungan keluarga dalam rangka menopang kelangsungan dan perkembangan kehidupan keluarga - Mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi
keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keluarga.
Menurut Friedman (1998), Secara umum fungsi keluarga adalah : a. Fungsi afektif
Fungsi keluarga keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain.
b. Fungsi sosialisasi
Fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah
c. Fungsi ekonomi
Fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
f. Tahapan dan tugas perkembangan keluarga
Sebagaimana tertulis dalam buku suprajitmo 2008 menurut : 1) Duvall (1985) keluarga dibagi menjadi delapan tahap perkembangan yaitu:
a) Keluarga baru (berganning family)
Pasangan baru menikah yang belum mempunyai anak tugas perkembangan keluarga tahap ini antara lain :
a) Membina hubungan intim yang memuaskan b) Menetapkan tujuan bersama
c) Membina hubungan dengan keluarga lain teman dan kelompok sosial.
d) Mendiskusikan rencanamemiliki anak atau KB e) Persiapan menjadi orangtua
f) Memahami prenatal care (pengertian, persalinan, dan menjadi orangtua)
b) Keluarga dengan anak pertama <30 bulan
Masa ini merupakan transisi menjadi orangtua yang akan menimbulkan krisis keluarga, tugas perkembangan tahap ini antara lain adalah :
a) Adaptasi perubahan anggota keluarga (peran, interaksi, seksual dan
kegiatan)
b) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
c) Membagi peran dan tanggung jawab
d) Bimbingan orangtua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak
e) Konseling KB postpartum 6 minggu f) Menata ruang untuk anak
g) Biaya/dana child bearing
h) Memfasilitasi rol learing anggota keluarga i) Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin
c) Keluarga dengan anak prasekolah
Tugas perkembangan adalah menyelesaikan pada kebutuhan pada anak pra sekolah (sesuai dengan tumbuh kembang proses belajar dan kontak sosial) dan merencanakan kelahiran berikutnya.
a) Pemenuhan kebutuhan anggota keluarga b) Membantu anak bersosialisasi
c) Beradaptasi dengan anak baru lahir
d) Mempertahankan hubungan didalam maupun diluar keluarga e) Pembagian waktu, individu, pasangan dan anak
f) Pembagian tanggung jawab
g) Merencanakan kegiatan waktu stimulasi tumbuh dan kembang anak
d) Keluarga dan anak dengan usia sekolah (6-13th) Tugas perkembangan keluarga :
a) Membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah, sekolah, dan lingkungan lebih luas
b) Mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya intelektual
c) Menyediakan aktifitas untuk anak
d) Menyesuaikan pada aktifitas komuniti dengan mengikuti sertakan anak
e) Memenuhi dan kesehatan anggota keluarga
e) Keluarga dengan anak remaja (13-20th) tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah :
a) Pengembangan terhadap remaja (memberikan kebebasan yang seimbang dan tanggung jawab mengingat remaja adalah seorang yang
dewasa mulai memiliki otonomi b) Memelihara komunikasi terbuka c) Memelihara hubungan intim keluarga
d) Mempersiapkan perubahan system peran dan peraturan anggota
keluarga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota keluarga
f) Keluarga dengan anak dewasa (anak 1 meninggalkan rumah). Tugas perkembangan keluarga mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian anaknya menata kembali fasilitas dan sumber yang ada dalam keluarga berperan sebagai suami, istri, kakek, nenek. Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
b) Memelihara keluarga intim dalam keluarga
c) Mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan anggota keluarga baru dimasyarakat
d) Mempersiapkan anak hidup mandiri dan menerima kepergian anak
e) Menata kembali fasilitas sumber yang ada pada keluarga f) Berperan suami istri kakek nenek
g) Menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya
g) Keluarga usia pertengahan (midle age family) Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah :
a) Mempunyai lebih banyak waktu dan kebebasan dalam mengelolah
minat sosial dan waktu santai
b) Memulihkan hubungan antara generasi muda tua c) Keakrapan dengan pasangan
d) Memelihara hubungan/kontrak dengan anak keluarga e) Persiapan masa tua atau pensiun
viii. Keluarga lanjut usia
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah :
a) Penyelesaian tahap masa pensiun dengan cara merubah cara hidup
b) Menerima kematian pasangan, kawan dan mempersiapkan kematian
c) Mempertahankan keakrapan pasangan dan saling merawat
g. Tiga tugas keluarga dalam bidang kesehatan (Setiadi, 2008) : 1) Mengenal masalah kesehatan setiap anggotanya
Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian dan tanggung jawab keluarga, maka apabila
menyadari adanya perubahan perlu segera dicatat kapan terjadinya,
perubahan apa yang terjadi dan seberapah besar perubahannya 2) Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga dengan
pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan mengambil keputusan untuk menentukan tindakan keluarga agar masalah
kesehatan dapat dikurangi atau teratasi
3) Memberi keperawatan anggotanya yang masih sakit atau yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya terlalu muda.
2. Konsep dasar Keperawatan Keluarga a. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahapan terpenting dalam proses perawatan, mengingat pengkajian sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data-data yang ada pada keluarga. Oleh karena itu perawat keluarga digarapkan memahami betul lingkup, metode, alat bantu dan format pengkajian yang digunakan.
1) Wawancara berkaitan dengan hal-hal yang perlu diketahui, baik aspek fisik,mental, social-budaya,ekonomi,lingkungan 2) Observasi ; pengamatan terhadap hal-hal yang tidak perlu
ditanyakan karna dianggap cukup dengan pengamatan saja.
3) Data sekunder ; studi yang berkaitan dengan perkembangan kesehatan diantaranya kartu keluarga dan catatan kesehatan lainnya.
4) Pemeriksaan fisik ; dilakukan terhadap seseorang yang mempunyai masalah kesehatan yang berkaitan dengan fisik.
Hal-hal yang perlu di kaji dalam keluarga penjajakan I ;
1) Data umum ; data yang mencakup nama, umur, jenis kelamin, agama,hubungan dengan kk, pendidikan, pekerjaan, keterangan
Nn no N nama Nd umur gender Cs agama De hub dgn kk
D pendidikan ddpekerjaan K ket
Laki-laki perempuan
Meninggal pasien
Garis keturunan
2) Tipe keluarga 3) Suku bangsa
a) Asal suku bangsa keluarga b) Bahasa yang di pakai keluarga
c) Kebiasaan keluarga yang dipengaruhi suku yang dapat mempengaruhi kesehatan
4) Agama
a) Agama yang dianut keluarga
b) Kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan
5) Status social ekonomi keluarga
a) Rata-rata penghasilan seluruh anggota keluarga b) Jenis pengeluaran keluarga tiap bulan
c) Tabungan khusus kesehatan 6) .Aktifitas rekreasi keluarga
7) Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
a) Tahap perkembangan keluarga saat ini (ditentukan dengan anak tertua)
b) Tahap perkambangan keluarga yang belum terpenuhi c) Riwayat keluarga inti
(1) Riwayat terbentuknya keluarga inti\
(2) Penyakit yang diderita keluarga orang tua (adanya penyakit menular atau penyakit menular di keluarga) d) Riwayat keluarga sebelumnya (suami istri)
(1) Riwayat penyakit keturunan dan penyakit menular dikeluarga
(2) Riwayat kebiasaan/gaya hidup yang mempengaruhi kesehatan
8) Lingkungan
a) Karakteristik rumah (1) Ukuran rumah (luas rumah) (2) Kondisi dalam dan luar rumah (3) Kebersihan rumah
(4) Ventilasi rumah
(5) Saluran pembuangan air limbah (SPAL) (6) Air bersih
(7) Pengelolaan sampah (8) Kepemilikan rumah (9) Kamar mandi/wc (10) Denah Rumah
b) Karakteristik tetangga dan komunitas tempat tinggal:
(1) Apakah ingin tinggal dengan satu suku saja (2) Aturan dan kesepakatan penduduk setempat (3) Budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan c) Mobilitias geografis keluiarga
(1) Apakah keluarga sering pindah rumah
(2) Dampak pindah rumah terhadap kondisi keluarga (apakah menyebabkan stress)
d) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
(1) Perkumpulan/organisasi social yang diikuti oleh anggota keluarga
(2) Digambarkan dalam ecomap e) Sistem pendukung keluarga
Termasuk siapa saja yang terlibat bila keluarga mengalami masalah
9) Struktur keluarga
a) Pola komunikasi keluarga
(1) Cara dan jenis komunikasi yang dilakukan keluarga (2) Cara keluarga memecahkan masalah
b) Struktur kekuatan keluarga
(1) Respon keluarga bila ada anggota keluarga yang mengalami masalah
(2) Power yang dilakukan keluarga
c) Struktur peran (formal dan informal) Peran seluruh anggota keluarga
d) Nilai dan norma keluarga 10) Fungsi keluarga
a) Fungsi afektif
(1) Bagaimana cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih saying
(2) Perasaan saling memiliki
(3) Dukungan terhadap anggota keluarga (4) Saling menghargai, kehangatan b) Fungsi sosialisasi
(1) Bagaimana memperkenalkan anggota keluarga dengan dunia luar
(2) Interaksi dan hubungan dalam keluarga c) Fungsi perawatan kesehatan
(1) Kondisi perawatan kesehatan seluruh anggota keluarga (bukan hanya kalau sakit diapakan tetapi bagaimana prevensi/promosi)
(2) Bila ditemui data maladaptif, langsung lakukan penjajakan tahap II (berdasar tugas keluarga seperti Bagaimana keluarga mengenal masalah, Mengambil keputusan, Merawat anggota keluarga, Memodifikasi lingkungan dan Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan)
11) Stress dan Koping keluarga
a) Stressor jangka panjang dan stressor jangka pendek serta kekuatan keluarga
b) Respon keluarga terhadap stress c) Strategi koping keluarga
d) Strategi adaptasi yang disfungsional:
Adakah cara keluarga mengatasi masalah secara maladaptive
12) Pemeriksaan fisik (head to toe)
a) Tanggal pemeriksaan fisik dilakukan
b) Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada seluruh anggota keluarga
c) Aspek pemeriksaan fisik mulai vital sign, rambut, kepala, mata, mulut, THT, Leher, Thorax, abdomen, ekstermitas atas dan bawah, sistem genital.
d) Kesimpulan dari hasil pemeriksaan fisik 13) Harapan keluarga
a) Terhadap masalah kesehatan keluarga b) Terhadap petugas kesehatan yang ada
14) Kesehatan keluarga menjelaskan tentang jenis rumah pasien, fasilitas yang ada di keluarga serta denah rumah.
15) Pengelolaan sampah menjelaskan tentang bagaimana keluarga dalam pengelolaan sampah di rumahnya
16) Sumber air menjelaskan tentang jenis air yang di gunakan
17) Fasilitas social dan kesehatan menjelaskan social yang ada pada pasien dan bagaimana pasien memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kesehatan.
Hal-hal yang ada dalam Penjajakan II
Pengkajian yang tergolong dalam penjajakan II diantaranya pengumpulan data-data yang berkaitan dengan nutria pada keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan sehingga dapat ditegakkan diagnosa keperawatan keluarga.
a) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, meliputi:
(1) Persepsi terhadap keparahan penyakit (2) Pengertian
(3) Tanda dan gejala (4) Faktor penyebab
(5) Persepsi keluarga terhadap masalah
b) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan, meliputi:
(1) Sejauhmana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah
(2) Masalah dirasakan keluarga
(3) Keluarga menyerah terhadap masalah yang dialami (4) Sikap negative terhadap masalah kesehatan
(5) Kurang percaya tehadap tenaga kesehatan (6) Informasi yang salah
c) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, meliputi:
(1) Bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakit (2) Sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan (3) Sumber-sumber yang ada dalam keluarga
(4) Sikap keluarga terhadap yang sakit
d) Ketidakmampuan keluarga memelihara lingkungan, meliputi:
(1) Keuntungan/ manfaat pemeliharaan lingkungan (2) Pentingnya hygiene sanitasi
(3) Upaya pencegahan penyakit
e) Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas keluarga, meliputi:
(1) Keberadaan fasilitas kesehatan (2) Keuntungan yang didapat
(3) Kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan (4) Pengalaman keluarga yang kurang baik
(5) Pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh keluarga Setelah dilakukan skoring menggunakan skala prioritas, maka didapatkan diagnosa keperawatan keluarga berdasarkan NANDA (2015) dengan etiologi menurut Friedman (2010) sesuai dengan prioritas masalah.
b. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai individu, keluarga atau masyarakat melalui suatu proses pengumpulan data dan analisa data secara cermat, memberikan dasar untuk menetapkan tindakan keperawatan dimana perawat bertanggung jawab untuk melaksanakannya.
Diagnosis keperawatan keluarga dianalisis dari pengkajian terhadap masalah dalam tahap perkembangan keluarga, lingkungan keluarga, struktur keluarga, fungsi keluarga, koping keluarga bersifat actual, resiko, maupun potensial.
Diagnosa keperawatan di tegakan dengan menggunakan PES (problem, etiologi, sign).
1. Masalah problem merupakan suatu peryataan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dialami keluarga maupun anggota keluarga.
2. Penyebab (etiologi) merupakan suatu peryataan yang dapat menyebabkan masalah.
3. Sign/pemeriksaan fisik di dapatkan dari keluarga secara langsung maupun tidak langsung.
No DATA D DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan keluarga di susun berdasarkan jenis diagnosis seperti berikut ;
1. Diagnosa actual dari hasil pengkajian di dapatkan data mengenai tanda dan gejala dari gangguan kesehatan dimana masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga memerlukan bantuan untuk segera di tangani dengan cepat, hanya terdiri dari komponen problem (P) atau P (problem) dan S (symptom/sign), tanpa komponen etiologi (E).
2. Diagnosa resiko tinggi/ancaman kesehatan sudah ada data yang menunjang namun belum ada gangguan tetapi tanda tersebut dapat menjadi masalah actual apabila tidak segera mendapatkan bantuan pemecahan dari tim kesehatan, perumusan diagnosis keperawatan keluarga resiko tinggi/ancaman terdiri problem (P) etiologi (E) dan S (symptom/sign).
3. Diagnosa potensial suatu keadaan keluarga dalam keadaan sejahtera tidak mencakup factor-faktor yang berhubungan dengan perawat dapat memperkirakan kemampuan atau potensi keluarga dapat di tingkatkan ke arah yang lebih baik dengan di dukung oleh perumusan diagnosis keperawatan keluarga terdiri problem (P) etiologi (E) dan S (symptom/sign).
c. perencanaan keperawatan keluarga
perencanaan merupakan proses penyusunan keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah, memecahkan masalah kesehatan.
Tahapan penyusunan perencanaan keperawatan keluarga sebagai berikut ;
1. Menetapkan masalah prioritas
2. Menetapkan diagnosis keperawatan keluarga
3. Skoring diagnose keperawatan menurut bailon dan maglaya (2009). Tidak segera diatasi Tidak dirasakan adanya
masalah
penyakit pasien tentang mengenal Tb baik.
masalah TB cukup karena ny.As sakit Tb paru baru 2 bulan dan sekarang lagi masa
pengobatan
Jika masalah yang dideritanya itu hanya minum obat OAT
Proses skoring di lakukan untuk setiap diagnosis keperawatan ; 1. Tentukan skornya sesuai criteria yang di buat oleh perawat.
2. Selanjutnya skor di bagi dengan skor tertinggi dan dikalikan dengan bobot.
Skor yang di peroleh
Skor tertinggi X bobot
Jumlah skor untuk semua criteria (skor maksimum sama dengan jumlah bobot,yaitu 5
d.
Implementasi keperawatanimplementasi merupakan aktualisasi dari perencanaan yang telah di susun sebelumnya. Prinsip yang mendasari implementasi keperawatan keluarga antara lain ;
1) Implementasi mengacu pada rencana keperawatan yang di buat
2) Implementasi di lakukan dengan tetap memperhatikan prioritas masalah 3) Kekuatan keluarga berupa motivasi dan sumber-sumber pendukung
lainnya.
4) Pendokumentasi keperawatan keluarga menyertakan tanda tangan petugas sebagai bentuk tanggung jawab profesi.
e. Evaluasi keperawatan
1) Sifat evaluasi
Evaluasi merupakan tahapan akhir dari proses keperawatan keluarga serta menentukan tujuan yang dapat tercapai
2) kriteria dan standar
Kriteria akan memberikan gambaran tentang factor-faktor tidak tetap yang memberikan petunjuk bahwa tujuan telah tercapai
3) Evaluasi kualitatif dan kualitatif
Dalam evaluasi kuantitatif dan kualitatif menekankan pada jumlah pelayanan atau kegiatan yang tekah di berikan
Evaluasi kuanlitatif dapat dilihat pada ; a. Evaluasi struktur
berhubungan dengan bahan yang di perlukan dalam suatu kegiatan b. Evaluasi proses
Evaluasi yang di lakukan selama proses berlangsung c. Evaluasi hasil
merupakan hasil dari penelitian pemberian asuhan keperawatan 4) Metode-metode evaluasi
a) Observasi langsung b) Memeriksa laporan c) Wawancara
d) Latihan
5) Catatan perkembangan
Catatan perkembangan merupakan keberhasilan tindakan keperawatan yang diberikan kepada keluarga oleh petugas kesehatan. Karakteristik evaluasi pedoman SOAP memberikan tuntunan pada perawat sebagai berikut ;
a) Subjektif
pernyataan tentang perubahan yang di rasakan baik kemajuan ataupun kemunduran setelah di berikan tindakan keperawatan
b) Objektif
Data yang bisa diamati melalui teknik observasi sehingga di lihat kemajuan atau kemunduran pada sasaran keperawatan.
c) Analisa
pernyataan yang menunjukan sejauh mana masalah keperawatan dapat menanggulangi
d) Planning
pernyataan yang ada dalam catatan perkembangan atau hasil evaluasi tentang dilanjutkan atau tidak rencana tersebut sehingga memerlukan modifikasi bagi perawat.