• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Dasar Ekonomi

Dalam dokumen Islam dan Ilmu Sosial Humaniora (Halaman 150-155)

Kata ekonomi pertama kali digunakan oleh Xenophone, seseorang pakar filsafat Yunani. Sebutan ekonomi berasal dari suku kata Yunani, ialah oikos serta nomos yang maksudnya pengaturan rumah tangga.

Dengan demikian, secara simpel ekonomi bisa dimaksud selaku kaidah-kaidah, aturan-aturan, metode pengelolaan rumah tangga. Ilmu yang menekuni bagaimana masing-masing rumah tangga ataupun warga mengelola sumber energi yang mereka miliki buat penuhi kebutuhan mereka disebut ilmu ekonomi (Dinar serta Hasan, 2018).

Inti permasalahan ekonomi merupakan banyaknya kebutuhan hidup manusia, berbagai macam, serta meningkat terus. Apabila satu kebutuhan manusia terpenuhi, akan timbul kebutuhan kedua. Bila kebutuhan kedua terpenuhi, akan timbul kebutuhan ketiga, serta seterus semacam tidak sempat terdapat habisnya. Di sisi lain, bila diamati kalau alam bukanlah royal membagikan apa yang kita butuhkan. Benda serta jasa selaku perlengkapan pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas, sangat jarang serta buat memperolehnya dibutuhkan pengorbanan. Coba pikirkan mengapa emas lebih bernilai daripada air dan angin? Sebab untuk mendapatkan emas dibutuhkan waktu, bayaran, serta tenaga yang lebih banyak dibanding buat mendapatkan air serta angin. Realitas seperti itu yang kesimpulannya memunculkan perkara serta permasalahan untuk manusia, bagaimana manusia bisa penuhi kebutuhan yang banyak serta berbagai macam dihadapkan pada perlengkapan pemuas kebutuhan yang terbatas (Dinar serta Hasan, 2018).

Untuk seorang konsumen, dikatakan berperan ekonomi apabila dia bisa membagi-bagi penghasilannya yang terbatas buat keperluan makan, minum, baju, serta lain-lainnya sedemikian rupa sehingga

kebutuhan-kebutuhan hidupnya terpenuhi dengan sebaik mungkin. Untuk seorang produsen, dikatakan berperan ekonomi apabila bisa memikirkan dengan baik berapa hasil yang hendak dicapai dengan pengorbanan yang wajib dikeluarkan. Demikian pula untuk pemerintah wajib berperan ekonomi dengan metode mengalokasikan uang yang terbatas untuk revisi jalur, mendirikan bangunan, meningkatkan pembelajaran, kesehatan serta lain-lainnya (Dinar dan Hasan, 2018).

Dalam ilmu ekonomi, diketahui sesuatu kaidah yang bisa dipakai selaku pedoman universal buat melaksanakan aksi ekonomi. Kaidah itu disebut prinsip ekonomi (Dinar dan Hasan, 2018),sebagai berikut.

1. Suatu metode berperan dengan berupaya menggapai hasil sebesar mungkin dibanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan.

2. Suatu metode berperan untuk menggapai hasil tertentu dengan menghasilkan pengorbanan sekecil mungkin.

Sebutan lain yang berhubungan dengan prinsip ekonomi disebut efektif. Efisiensi menampilkan perbandingan yang seoptimal bisa jadi antara pengorbanan serta hasil. Jadi, metode kerja yang efektif menampilkan kalau sesuatu hasil dicapai dengan pengorbanan yang sangat cocok tanpa pemborosan (Dinar dan Hasan, 2018).

Dalam ekonomi, diketahui dengan motif ekonomi. Motif ekonomi merupakan alibi ataupun hal-hal yang mendesak seorang melaksanakan aksi ekonomi. Motif ekonomi untuk seorang itu berbeda-beda, namun motif utama yang mendesak mereka melaksanakan aktivitas ekonomi merupakan kemauan penuhi kebutuhan hidup buat menggapai kemakmuran (Dinar dan Hasan, 2018). Tidak hanya itu, terdapat sebagian motif yang lain. Motif ekonomi yang lain sebagai berikut.

1. Motif mendapatkan keuntungan. Motif ini ialah dorongan normal untuk pengusaha untuk memperoleh keuntungan yang besar dalam rangka memperbesar usahanya.

2. Motif mendapatkan penghargaan. Motif ini ialah motif supaya terpandang serta dihargai oleh warga sekitarnya. Untuk itu, dia

tampak dengan gaya elegan serta bahagia memberi dorongan supaya menemukan pujian/penghargaan dari pihak lain.

3. Motif mendapatkan kekuasaan ekonomi. Motif ini ialah motif mau memperoleh kekuasaan ekonomi. Selepas seseorang berhasil meningkatkan usahanya serta mendirikan cabang-cabang usahanya di tiap kota, dia senantiasa berupaya meningkatkan usahanya. Kadang-kadang motif mendapatkan kekuasaan susah dibedakan dengan motif mendapatkan penghargaan

4. Motif sosial/menolong sesama. Dalam perihal ini, aktivitas ekonomi seorang didorong tidak cuma buat kepentingan diri sendiri, namun pula buat kepentingan berbuat sosial, semacam menolong korban musibah alam, memberikan sumbangan pada panti asuhan, yayasan tunanetra, serta lain sebagainya.

Dalam aktivitas ekonomi, ada hukum ekonomi. Hukum ekonomi merupakan ketentuan-ketentuan yang menerangkan ikatan peristiwa-peristiwa ekonomi. Maksudnya, bagaimana ikatan sesuatu kejadian dengan kejadian yang lain. Terdapat dua ikatan kejadian ekonomi, ialah ikatan karena akibat dan ikatan saling memengaruhi (Dinar serta Hasan, 2018). Jabarannya berikut ini.

1. Ikatan Kausalitas (kausal)

Ikatan kausalitas ataupun ikatan kausal merupakan ikatan kejadian yang satu menyebabkan kejadian yang lain. Peristiwa ini tidak bisa berlaku kebalikannya. Contoh ikatan ini merupakan ikatan antara jumlah duit tersebar dalam warga dengan peningkatan harga. Apabila jumlah duit tersebar meningkat, harga beberapa barang hendak naik. Ikatan kausal ini tidak bisa berlaku kebalikannya di mana peningkatan harga benda tidak menimbulkan bertambahnya jumlah yang tersebar. Bagaimana ikatan antara upah serta harga? Peningkatan upah umumnya menimbulkan peningkatan harga. Namun, peningkatan harga tidak menimbulkan peningkatan upah.

2. Ikatan Saling Memengaruhi (Fungsional)

Ikatan saling memengaruhi merupakan ikatan dua kejadian ataupun lebih yang saling mempengaruhi. Ikatan saling memengaruhi disebut pula ikatan fungsional. Contoh ikatan ini merupakan ikatan antara harga dengan permintaan benda. Apabila harga sesuatu benda naik, permintaan atas benda menurun. Di sini, harga memengaruhi permintaan.

Kebalikannya, apabila permintaan meningkat, harga akan naik. Dalam perihal ini, terjalin ikatan timbal balik di mana harga memengaruhi permintaan serta kebalikannya permintaan pula memengaruhi harga.

Hukum ekonomi itu tidak berlaku absolut, tetapi lebih pas diucap tendensi ataupun kecenderungan. Hukum ekonomi berlaku dengan ketentuan ceteris paribus, ialah bila hal-hal lain di dalam warga yang di luar objek riset tidak berganti. Ada faktor-faktor ceteris paribus (Dinar serta Hasan, 2018), sebagai berikut.

1. Pemasukan wajib tetap

2. Selera (taste) orang senantiasa ataupun tidak berubah 3. Harga benda lain tetap

4. Benda substitusi tidak ada

5. Pengharapan pada masa depan tetap

Aktivitas ekonomi di dalam sesuatu perekonomian sangatlah rumit.

Aktivitas tersebut meliputi bermacam tipe aktivitas penciptaan, mengonsumsi, serta distribusi. Aktivitas ini berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah ekonomi yang dialami oleh warga dalam sesuatu perekonomian. Penciptaan merupakan tiap usaha menciptakan ataupun menghasilkan khasiat benda ataupun jasa untuk memenuhi kebutuhan warga. Distribusi merupakan tiap usaha menyalurkan benda ataupun jasa dari produsen kepada konsumen. Mengonsumsi merupakan pemakaian benda ataupun jasa buat penuhi kebutuhan hidup (Dinar dan Hasan, 2018).

Pada hakikatnya, di dalam warga ada tiga kelompok pelaku ekonomi (Dinar dan Hasan, 2018). Tiga kelompok pelaku ekonomi itu sebagai berikut.

1. Perorangan yang tergabung dalam rumah tangga keluarga 2. Industri ataupun rumah tangga produksi

3. Pemerintah ataupun rumah tangga negara.

Untuk negeri yang memiliki ikatan internasional masih terdapat satu kelompok pelaku ekonomi lagi, ialah warga luar negara. Dalam kaitan ekonomi ini, diketahui pula dengan politik ekonomi. Politik ekonomi ataupun kebijaksanaan ekonomi merupakan cara-cara yang ditempuh serta tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah. Metode serta aksi ini buat mengendalikan kehidupan ekonomi nasional guna menggapai tujuan-tujuan di bidang ekonomi, paling utama kemakmuran warga. Ada sebagian fasilitas politik ekonomi (Dinar dan Hasan, 2018). Sebagian fasilitas politik ekonomi yang berarti sebagai berikut.

1. Politik fiskal. Politik fiskal merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam mengendalikan keuangan negeri, spesialnya di bidang perpajakan serta Anggaran Pemasukan dan Belanja Negera (APBN).

2. Politik moneter. Politik moneter ialah kebijaksanaan pemerintah (lewat Bank Sentral) dalam mengendalikan keuangan serta perkreditan, misalnya jumlah uang tersebar, batas-batas pemberian kredit, serta besar rendahnya tingkatan bunga.

3. Politik produksi. Politik penciptaan ialah kebijaksanaan pemerintah buat tingkatkan produksi dalam negara dengan memakai sumber-sumber alam secara efektif. Politik ekonomi yang diperuntukkan untuk melindungi serta memajukan industri dalam negara disebut sebagai kebijaksanaan proteksionisme.

4. Politik perdagangan luar negeri. Politik perdagangan luar negara ialah kebijaksanaan pemerintah yang berhubungan dengan ekspor serta impor, neraca pembayaran, utang luar negara, kurs valuta asing, serta kerja sama internasional.

5. Politik harga serta upah. Politik harga serta upah ialah kebijaksanaan pemerintah dalam mengawasi serta mengatur harga-harga barang serta upah.

6. Politik sosial ataupun ketenagakerjaan. Politik sosial serta ketenagakerjaan ialah kebijaksanaan pemerintah dalam perihal penciptaan peluang kerja, ikatan tenaga kerja, serta kesejahteraan karyawan.

Dalam dokumen Islam dan Ilmu Sosial Humaniora (Halaman 150-155)