• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Health Security memiliki korelasi yang kuat dengan Human Security dan State Security. Dimana Human Security memiliki Universal Declaration of Human Rights and Responsibility to Protect Doctrin sebagai landasan dan dasar hukum untuk memperkuat konsepnya. Kemudian berdasarkan UNDP terdapat tujuh hal yang dikategorikan sebagai ancaman dan hal tersebut bagian dari pendekatan Human Security, salah satunya yaitu Health Security (keamanan kesehatan) yang memiliki fokus pada ancaman terhadap penyakit menular berbahaya, malnutrisi, kurangnya sanitasi lingkungan, dan masalah terkait kesehatan lainnya. Seiring dengan

27 Kedutaan Besar Australia Indonesia, 2021. Perdagangan dan Investasi: Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia. Diakses melalui https://indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/trade.html pada 8 April 2021.

23

perkembangan zaman, penyakit menular pun kini bermutasi semakin beragam dan berbahaya.28

Menurut Annamarie B. Sehovic, kemanan kesehatan (health security) merupakan bagian dari suatu keamanan negara. Artinya, negara memiliki otoritas dan tanggung jawab untuk menjamin kesehatan masyarakat hingga pada tingkat individu. Annamarie menambahkan bahwa tanggung jawab negara atas keamanan kesehatan mengacu pada proteksi atas munculnya penyakit menular yang datang dari luar maupun dalam negeri.29

Konsepsi keamanan kesehatan (health security) dapat dioperasionalisasikan melalui tiga opsi yaitu delegate, integrate, dan extend.30 Opsi delegate atau berarti negara menjadi representasi utuh dalam tanggung jawab untuk menjamin kesehatan populasi dari ancaman kesehatan yang dihadapi. Dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan berkoordinasi menjalankan tanggung jawabnya agar tindakan yang dilakukan dapat membawa manfaat secara menyeluruh. Kemudian pada opsi integrate, negara dapat berkolaborasi dengan aktor lain (negara, NGO, INGO, civil society) untuk mengimplementasikan tanggung jawab dalam mengatasi masalah keamanan kesehatan. Pada opsi ini, keterlibatan aktor lain dapat mempengaruhi penerapan tanggung jawab negara atas kemanan kesehatan.

28 Venisa Yunita Sari, 2020. Analisis Respons Pemerintah Tiongkok dalam Upaya Penanganan

COVID-19. Jurnal Sentris, Vol. 1, No. 2. DOI:

https://doi.org/10.26593/sentris.v1i2.4284.173-186

29 Annamarie B. Šehović, 2020. Towards a new definition of health security: A three-part rationale for the twenty-first century. Global public health, Vol. 15, No. 1, Hal. 1-12.

30 Ibid.

24

Negara juga dapat memanfaatkan hasil dari interaksi ataupun kerjasama yang telah dilakukan oleh aktor lain dalam menentukan tindakan keamanan kesehatan. Sedangkan opsi extend memiliki arti bahwa negara dapat mengembangkan urusan keamanan kesehatan negara pada level yang lebih sistematis. Ottersen menggambarkan bahwa opsi extend dapat diaplikasikan oleh negara dengan bentuk lembaga atau institusi tersendiri yang fokus dalam urusan keamanan kesehatan.31 Contohnya seperti European Centre for Disease Control oleh Uni Eropa atau The African Centres for Disease Control oleh Uni Afrika.32

Saat ini isu kesehatan telah berkembang menjadi isu global, dimana kesehatan telah menjadi agenda utama bagi kepentingan nasional suatu negara. Isu kesehatan menjadi penting pada saat ini karena penyakit menular seperti COVID-19 telah memberikan banyak dampak negatif yang sangat merugikan dunia sebab telah mengganggu keamanan dan perekonomian dunia. Hal ini terlihat jelas dari penyebaran penyakit menular seperti COVID-19 telah berdampak pada Health Security yang merupakan bagian dari Human Security. Lalu kemudian jika keamanan manusia terganggu maka hal ini telah menghambat tujuan negara untuk menciptakan keamanan negara dan perlindungan masyarakatnya. Kemudian dari segi perekonomian, hal ini tentu saja negara akan mengeluarkan banyak dana untuk memberikan vaksin,

31 Ole Petter Ottersen, dkk. The Political Origins of Health Inequity: Prospects for Change. The Lancet 2014; 383: 630–667 dalam Annamarie B. Šehović. (2020). Towards a new definition of health security: A three-part rationale for the twenty-first century. Global public health, Vol. 15, No. 1, Hal. 1-12.

32 Ibid.

25

subsidi obat, subsidi penanganan wabah penyakit tersebut, dan juga yang sangat berpengaruh tentu saja akan mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat dunia karena adanya penerapan kebijakan lockdown dan kebijakan mitigasi lainnya. Sehingga kesehatan merupakan hak fundamental bagi setiap manusia untuk bertahan hidup serta untuk meningkatkan kualitas hidup, maka dari itu faktor kesehatan menjadi faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia dan pembangunan negara.33

Oleh karena itu, untuk menangani hal tersebut maka diperlukan suatu pendekatan untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap rasa aman dari ancaman penyakit menular COVID-19. Pendekatan tersebut yaitu Health Security yang melibatkan pendekatan kolaboratif dan transdisipliner dengan wilayah cakupan dari tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional dengan tujuan pencapaian hasil kesehatan yang optimal. Dengan kata lain, konsep ini akan mengajarkan pentingnya keamanan insani bagi keamanan nasional suatu negara. Sebuah tindakkan negara dapat dikatakan sebagai interpretasi dari Health Security yaitu ketika negara dapat merespon dengan cepat terhadap keadaan darurat maupun ancaman kesehatan masyarakatnya.

Respon tersebut dapat berupa pembuatan kebijakan contohnya seperti aturan lockdown, physical distancing, work from home, dan aturan lainnya yang berkaitan dengan upaya antisipasi penyebaran penyakit pandemic.34

33 Simon Rushton, 2011. Global Health Security: Security for whom? Security from what?. Political Studies Association, Vol. 59, No. 4. DOI: 10.1111/j.1467-9248.2011.00919.x

34 Kementrian PPN/Bappenas, 2019. Fungsi Kesehatan Masyarakat (Public Health Functions) dan

Health Security. Diakses melalui

26

Selain peperangan dan konflik bersenjata, kini permasalahan kesehatan dan penyebaran penyakit menular telah menjadi tantangan yang sangat serius bagi negara dan masyarakat global. Di era globalisasi seperti sekarang ini, hubungan antar lintas negara menjadi hal yang sangat sering kita temui dalam kegiatan ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan lainnya. Negara sebagai pengendali dan pemegang kedaulatan tertinggi diwilayahnya harus dapat berperan aktif untuk mencegah dan mengontrol penyebab penyebaran penyakit menular yang kemungkinan besar dibawa oleh turis asing yang mengunjungi wilayahnya. Davies di dalam jurnalnya mengatakan bahwa masalah kesehatan setara dengan ancaman keamanan nasional dan tingkat kesehatan individu di suatu negara itu tergantung dari negara tersebut, negara harus bisa memenuhi kebutuhan kesehatan warganya dengan baik untuk menciptakan warga negara yang sehat.35

Jika konspesi health security dikontekstualisasikan kedalam topik implementasi IA-CEPA pada masa pandemic COVID-19, maka COVID-19 dapat dikategorikan sebagai salah satu ancaman eksternal pada isu health security. Hal ini dikarenakan COVID-19 telah menyebar hingga lintas batas negara dan membawa dampak yang menghambat produktivitas global, khususnya Indonesia dan Australia. Indonesia dan Australia kemudian

https://www.bappenas.go.id/files/6115/9339/1933/FA_Preview_HSR_Book02.pdf pada 6 Juni 2021.

35 Sara E Davies, 2010. What Contribution Can International Relations Make to the Evolving Global Health Agenda?. International Affairs, Vol. 86, No. 5. DOI: 10.1111/j.1468-2346.2010.00934.x

27

dihadapkan pada ancaman keamanan kesehatan ini sehingga kondisi ini berpotensi mempengaruhi implementasi IA-CEPA.

Oleh karena itu, penulis akan mengoperasionalkan konsep liberalisasi perdagangan dan konsep health security sebagai faktor penghambat dalam pengimplementasian kebijakan dalam perjanjian IA-CEPA khususnya pada tahun 2020-2021. Peneliti dapat melihat adanya unsur-unsur yang kongkrit dalam teori dan konsep tersebut yang dapat menjawab pertanyaan penelitian.

Agar lebih mudah memahaminya dapat melihat bagan di bawah ini:

Dokumen terkait