• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TERHADAP SEMANTIK, MAKNA,

3.1 Analisis Adjektiva Warui Bermakna Maaf

鬼塚 :あ、そうだ。あいざわ

あいざわ :はい。

鬼塚 :後でちょっと話がある。

あいざわ :なんでしょうか。

鬼塚 :悪いんだけどさ、放課後付き合ってくれ。

Onizuka : A, sou da. Aizawa!

Aizawa : Hai

Onizuka : Ato de chotto hanashi ga aru Aizawa : Nan deshou ka?

Onizuka :Waruin da kedo sa, houkago tsukiatte kure

Terjemahan:

Onizuka : Oh ya, aizawa Aizawa : Ya

Onizuka : Aku ingin berbicara sebentar nanti setelah kelas selesai Aizawa : Ada apa ?

Onizuka : Maaf. Tolong temui aku sepulang sekolah nanti.

Analisis :

Onizuka menghadapi permasalahan mengenai muridnya yang sudah lama tidak masuk sekolah. Sebelumnya Onizuka sudah membujuknya untuk masuk sekolah tapi tidak berhasil. Aizawa yang diketahui oleh Onizuka adalah teman dekatnya dulu meminta Aizawa untuk menemuinya sepulang sekolah untuk meminta bantuan Aizawa. Kata warui dalam konteks kalimat waruin da kedo sa adalah bermakna „maaf‟. Dalam situasi itu, ia menggunakan kata warui ketika menemui Aizawa ketika pulang sekolah. Sehingga kata warui yang berarti „maaf‟

ia ucapkan kepada Aizawa karena telah mengganggu waktu Aizawa. Saat itu seharusnya adalah waktunya pulang sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Kindaichi dan Ikeda mengatakan bahwa warui sama dengan Moushiwakenai yang bermakna „‟maaf‟‟

2. Episode 8 (12’ 07’’)

鬼塚 :おおい、神崎

ある女 :えっ?

鬼塚 :ああ、悪い。

Onizuka : Ooi, kanzaki

Onizuka : Aa, warui

Terjemahan :

Onizuka : Hey, kanzaki!

Seseorang : Eh?

Onizuka : Ahh , maaf.

Analisis :

Onizuka sedang mencari keberadaan anak muridnya bernama Kanzaki yang kabur karena mengalami depresi karena orang tuanya hanya menggunakan kejeniusan otak anaknya tersebut untuk keperluan bisnis. Onizuka menemukan perempuan yang sedang duduk mirip dengan Kanzaki di pinggir jalan. Onizuka kemudian langsung menghampirinya dan memanggilnya sambil menepuk bahu perempuan tersebut. Perempuan tersebut langsung terheran. Ternyata ia bukanlah Kanzaki. Lalu, Onizuka mengatakan aa, warui. Kata warui dalam kalimat aa, warui adalah bermakna. Karena pada saat itu perempuan yang mirip dengan muridnya Kanzaki sedang duduk bersantai di pinggir jalan menikmati pemandangan kota. Kemudian Onizuka datang menepuk bahu perempuan tersebut dan membuat perempuan itu terganggu. Hal ini sesuai dengan pendapat Kindaichi dan Ikeda bahwa warui bermakna sama dengan Moushiwakenai yang berarti „‟maaf‟‟

3. Episode 11 (53’11’’)

りゅうじ :てめがダチ心配させる天災だな

鬼塚 :悪いな。でも、ちゃんと、戻ってきたぜ

Ryuji : Temee ga dachi shinpai saseru tensai da na Onizuka : Warui na demo, chanto modotte kita ze

Terjemahan :

Ryuji : Kau memang jenius untuk membuat temanmu khawatir Onizuka : Maaf. tapi aku tetap kembali kan?

Analisis:

Onizuka saat itu sedang berada di rumah sakit. Saat itu suasana di sekolah Meishu sedang kacau karena anak angkat dari kepala sekolah Meishu bermaksud untuk meledakkan sekolah tersebut. Onizuka yang diketahui oleh temannya sedang berada di rumah sakit tiba-tiba saja menghilang. Ryuji panik dan mencoba mendatangi sekolah Meishu apakah ia ada disana. Ternyata benar ia ada disana untuk mencegah aksi peledakan sekolah tersebut. Setelah berhasil mencegah aksi peledakan Onizuka bertemu dengan temannya di halaman sekolah. Lalu ia mengatakan warui na kepada Ryuji. Kata warui dalam kalimat warui na demo, chanto modotte kita ze adalah „‟maaf‟‟. Karena ia telah membuat panik temannya Ryuji yang tadinya mengira ia sedang istirahat di rumah sakit namun tiba tiba saja menghilang. Ini sesuai dengan teori Kindaichi dan Ikeda bahwa warui memiliki

4. Episode 10 (18’21’’)

さのう :先生、助けてくれよ。先生、どうしたんだよ。いつ

もみたいに助けてくんねのかよ。

鬼塚 :色々事情があってな~

さのう :先生。。

鬼塚 :さのう、悪い。力になれなくて。。

Sanou : Sensei, tasukete kure yo Sensei, doushitan dayo?

Itsumo mitai ni tasukete kunne no ka yo Onizuka : Iro iro jiou ga atte na

Sanou : Sensei..

Onizuka : Sanou, warui. Chikara ni narenakute

Terjemahan :

Sanou : Sensei, tolong bantu aku.

Sensei, ada apa? Kenapa tidak membantu kami seperti biasanya.

Onizuka : Ada berbagai macam keadaan yang tidak memungkinkan.

Sanou : Sensei..

Onizuka : Sano, maaf. Aku tidak biasa menjadi kekuatanmu.

Analisis :

Ketika itu Onizuka telah dipecat dari sekolah Meishu . ia dikeluarkan oleh kepala sekolah yang baru saat itu. Onizuka sekaligus mendapatkan ancaman untuk

tidak berhubungan lagi dengan murid Meishu. Salah satu murid Onizuka bernama Sanou yang mempunyai masalah dan sempat bertemu dengan Onizuka Sanou memintanya untuk membantu masalah yang sedang ia hadapi sekarang ini.

Namun mengingat ia yang tidak mempunyai hubungan apapun lagi dengan sekolah Meishu dan sedang di bawah ancaman menolak permohonan Sanou. Lalu ia mengatakan warui sebagai bentuk permintaan maaf atas penolakan permohonan Sanou. Hal ini sesuai dengan teori Kindaichi dan Ikeda bahwa warui dalam kalimat Sanou, warui.chikara ni narenakute mempunyai polisemi Moushiwakenai yang berarti „‟maaf‟‟.

5. Episode 10 (24’51’’)

鬼塚 :それに、俺、この町出るから

だから、お前ら、もう俺を頼るな。

ともこ :先生、私たちを見捨てるの?

むらい :見損なったぞ、鬼塚。

てめは他の大人たちとは違うって思ってたのによ

鬼塚 :悪いな

Onizuka : Sore ni ore kono machi deru kara Dakara omaera mou ore wo tayoruna Tomoko : Sensei, watashi tachi wo misuteru no?

Murai : Misokonatta zo , Onizuka

Temee wa hoka no otona tachi to wa chigautte omotte ta noni yo

Terjemahan :

Onizuka : Dan aku akan keluar dari kota ini Jadi jangan mengandalkan aku lagi

Tomoko : Sensei, apakah kau akan meninggalkan kami?

Murai : Ternyata kami salah menilaimu Onizuka.

Padahal kami kira kau berbeda dari orang dewasa lainnya.

Onizuka : Maaf

Analisis :

Saat itu Onizuka telah dikeluarkan dari sekolah Meishu. Namun, karena berada dibawah ancaman oleh kepala sekolah yang baru bahwa ia tidak boleh berhubungan dengan murid-murid meishu maka ia memutuskan untuk keluar dari kota tersebut. Murai kecewa dengan sikap Onizuka lantaran selama ini dia menggangap Onizuka bukan hanya sekedar guru yang hanya mementingkan prestasi. Namun juga menolong permasalahan yang dihadapi oleh muridnya.

Murai merai merasa ia telah dibohongi oleh sikap Onizuka. Onizuka menyadari apa yang akan dilakukannya akan membuat banyak muridnya kecewa termasuk Murai dan Tomoko. Kata warui dalam kalimat warui na berarti ‟‟maaf‟‟. Ini ia katakan karena ia telah membuat banyak muridnya kecewa akan keputusannya itu.

sehingga ia meminta maaf karena keputusan tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Kindaichi dan Ikeda bahwa warui sama dengan Moushiwakenai yang berarti„‟maaf‟

3.2 Analisis Adjektiva Warui Bermakna Menilai Melakukan Kesalahan

1. Episode 1 (21’25’’)

冴島 :おお、めっちゃいいけつじゃないですか。

昇 :あんなことまでしなくてよかったのに。

鬼塚 :どうした?

昇 :僕が悪かったんだ。中学のとき、杏子が高校生に

か つあげされてるの見たんだけど、僕は助けずに 逃げたんだ。

Saejima : Oo, mecca ii ketsu ja nai desu ka?

Noboru : Anna koto made shinakute yokatta noni Onizuka : Doushita?

Noboru : Boku ga warukattan da. Chuugaku no toki, Anko ga koukousei ni katsuagesareteru no mitan dakedo, boku wa

tasukezu ni, nigetan da

Terjemahan :

Saejima : Wow, bukankah ini sangat menarik

Noboru : Kita seharusnya tidak melakukan sampai sejauh itu.

Onizuka : Kenapa?

Noboru : Aku melakukan kesalahan. Ketika smp, aku melihat Anko

dipalak oleh beberapa anak sma tetapi aku tidak membantunya

Analisis :

Dalam konteks kalimat ini, Onizuka melakukan tindakan untuk menyelamatkan muridnya Noboru yang dibuli oleh teman perempuan sekelasnya.

Saat itu, Onizuka ingin memberikan pelajaran dengan memfoto mereka dengan keadaan rok terbuka dengan tangan diikat. Noboru yang merasa tindakan tersebut terlalu berlebihan. Lalu ia mengatakan bahwa itu sikap Anko seperti itu karna kesalahannya dahulu. Karena Anko ingin balas dendam kepada Noboru. Kata warukatta yang diucapkan oleh Noboru dalam kalimat Boku ga warukattan da.

Chuugaku no toki, anko ga koukousei ni katsuagesareteru no mitan dakedo, boku wa tasukezu ni, nigetan da menunjukkan bahwa Noboru dulu pernah berbuat salah kepada Anko karna meninggalkan dan tidak menyelamatkannya saat Anko dipalak oleh beberapa anak sma. Jadi, kata warukatta dalam kalimat tersebut adalah „melakukan kesalahan‟. Hal ini sesuai dengan pendapat Kindaichi dan Ikeda yang mengatakan [Hito ni oyobosu sakuyou, eikyou wo hyouka suru baai]

ippanteki ni futsugo de aru. Yugai de aru. Meiwaku de aru. yang berarti menilai tindakan terhadap seseorang atau mengakui nilai tehadap sesuatu. Pada umumnya dapat berarti melakukan kesalahan, tidak layak, berbahaya dan mengganggu.

2. Episode 4 (32’31’’)

ふゆずき :明日のオーデション、のむらさんに勝たせてあげ

たい

鬼塚 :勝ってもらわねえと困る。林間学校のお金,返さね

えとクビだから。

ふゆずき :それは鬼塚先生が悪いんですよ。

Fuyuzuki : Ashita no oodisyon, nomurasan ni katasete agetai Onizuka : Katte morawanee to komaru

Rinkan gakkou no okane kaesanee to kubi dakara Fuyuzuki : Sore wa Onizuka sensei ga waruin desu yo

Terjemahan :

Fuyuzuki : Aku ingin dia menang di audisi besok

Onizuka : Kalau dia tidak menang akan berbahaya untukku

Karena aku akan dipecat kalau tidak kembalikan uang tur sekolah itu

Fuyuzuki : Itu Onizuka sensei yang melakukan kesalahan

Analisis :

Besok adalah hari audisi dan salah satu murid Onizuka akan ikut audisi tersebut. Namun, sebenarnya motif Onizuka sensei memasukkan muridnya untuk audisi bukan semata mata karna ingin memotivasi anak muridnya yang berbakat agar lebih berkembang tapi, karna ia ingin anak muridnya memenangkan hadiah dari kompetisi tersebut berupa uang. Onizuka berharap ia bisa memenangkan audisi ini agar ia bisa mengembalikan uang study tour yang telah ia gunakan secara tak sengaja. Kata warui dalam kalimat Sore wa Onizuka sensei ga waruin desu yo yang diucapkan oleh Fuyuzuki dapat bermakna „melakukan kesalahan‟.

Ini karena Onizuka telah menggunakan uang study tour yang bukan haknya. Lalu memanfaatkan kemampuan muridnya untuk mengembalikan uang tersebut. Hal

ini sesuai dengan pendapat Kindaichi dan Ikeda bahwa kata warui adalah [Hito ni oyobosu sakuyou, eikyou wo hyouka suru baai] ippanteki ni futsugo de aru. Yugai de aru. Meiwaku de aru memiliki makna yaitu menilai tindakan terhadap seseorang atau mengakui nilai tehadap sesuatu. Pada umumnya dapat berarti melakukan kesalahan, tidak layak, berbahaya dan mengganggu.

3. Episode 6 (18’36’’)

鯨側 :私は悪くない

Kujiragawa : Watashi wa warukunai

Terjemahan :

Kujiragawa : Aku tidak melakukan kesalahan

Analisis :

Ketika itu Kujiragawa mendapatkan sms dari temannya untuk melanjutkan misi pembulian guru. Sambil membuka pesan yang datang dari temannya ia mengatakan Watashi wa warukunai. Dalam kalimat ini kata warukunai bermakna

„aku tidak melakukan kesalahan‟. Ini ia ucapkan karena tindakan pembulian guru yang ia jalankan merupakan ide dari teman temannya. Ia hanya terpaksa untuk menjalankan aksi tersebut karena disuruh oleh teman-temannya. Oleh karena itu Kujiragawa beranggapan bahwa tindakan ini bukan merupakan kesalahannya. Hal ini sesuai dengan teori Kindaichi dan Ikeda bahwa kata warui memiliki makna [Hito ni oyobosu sakuyou, eikyou wo hyouka suru baai] ippanteki ni futsugo de aru. Yugai de aru. Meiwaku de aru. yaitu menilai tindakan terhadap seseorang

atau mengakui nilai tehadap sesuatu. Pada umumnya dapat berarti melakukan kesalahan, tidak layak, berbahaya dan mengganggu.

3.3 Analisis Adjektiva Warui Bermakna Jelek 1. Gto Special 2 (01’10’’)

鬼塚 :おい、おい、おい。ここにいますよ。

何で僕がツリーなんだよ。

冴島 :しかたないじゃないっすか。龍二さんがツリーだけ

は絶対に嫌だと言うし

鬼塚 :じゃ、おめえが着ろうよ。

冴島 :嫌ですよ。かっこ悪い。

Onizuka : Oi oi oi. Koko ni imasu yo Nande boku ga tsuri nan da yo

Saejima : Shikata nai ja nai ssu ka? Ryuji san wa tsuri dake wa zettai ni iya da to iu shii…

Onizuka : Ja, omee ga kirou yo Saejima : Iya desu yo. Kakko warui

Terjemahan :

Onizuka : Oi oi oi. Aku disini

Kenapa aku harus jadi pohon

Saejima : Tidak ada pilihan lain. Ryuji tidak mau jadi pohon

Saejima : Tidak mau. Itu sangat jelek

Analisis :

Saat itu sedang merayakan pesta Hari Natal. Onizuka dan Saejima memakai kostum bertemakan Hari Natal. Onizuka mendapat bagian memakai kostum pohon. Karena memakai kostum pohon Onizuka harus berdiam seperti layaknya pohon. Onizuka tidak suka dengan kostum tersebut. Ia menyuruh kalau Saejima saja yang pakai kostum pohon tersebut. Tetapi, Saejima mengatakan iya desu yo kakkou warui. Kata warui dalam cuplikan tersebut dapat bermakna jelek/tidak bagus .Ini karena dilihat tampilan dari kostum pohon tersebut yang sangat jelek sehingga Saejima menolak untuk memakai kostum tersebut. Ini sesuai dengan pendapat Hayashi Ookii yang menyebutkan Gaiken ga ottotte iru.

mitame ni utsukushikunai yang berarti „‟penampilan jelek, kurang bagus. Tidak cantik dipandang oleh mata‟‟ Oleh karena itu, kata warui dalam kalimat iya desu yo kakkou warui. bermakna jelek.

3.4 Analisis Adjektiva Warui Bermakna Rendah (Posisi,Status) 1. Episode 4 (18’01’’)

むらい :てめえのせいで藤吉が泥棒扱いされてんだぞ。

あんこ :最低。藤吉なんか言ってやんなよ

藤吉 :もういいよ

ふゆずき :藤吉君?

藤吉 :俺んちが貧乏だから、悪いんだ

Murai : Temee no sei de fujiyoshi ga dorobou atsukai sareten da zo

Anko : Saitei. Fujiyoshi nanka itte yanna yo Fujiyoshi : Mou ii yo

Fuyuzuki : Fujiyoshi kun?

Fujiyoshi : Orenchi ga binbou dakara waruin da.

Terjemahan :

Murai : Gara gara kau. Fujiyoshi dianggap pencuri

Anko : Kau benar benar parah. Fujiyoshi ayo katakan sesuatu Fujiyoshi : Sudahlah..

Fuyuzuki : Fujiyoshi?

Fujiyoshi : Ini semua karena keluargaku miskin jadi aku rendahan

Analisis :

Fujiyoshi tertuduh telah menggelapkan uang study tour. Sebelumnya kepala sekolah mempercayainya untuk mengutip dana studi tour. Ketika uang tersebut akan diserahkan kepada kepala sekolah ternyata uangnya sudah tidak ada.

Aizawa salah satu murid Onizuka yang tidak suka terhadapnya diam-diam mengambil uang tersebut dari tas Fujiyoshi dan memindahkannya ke dalam tas Onizuka. Ia bermaksud membuat Onizuka tertuduh dan menyingkirkannya dari sekolah Meishu. Ternyata, uang tersebut telah dibuat untuk berfoya-foya oleh Onizuka ketika dirinya dalam keadaan mabuk sehingga ia tidak sadar bahwa uang yang telah ia pakai adalah uang studi tour. Hal ini membuat Fujiyoshi makin

tertuduh oleh teman-temannya telah menggelapkan dana studi tour ditambah lagi dengan keluarga Fujiyoshi yang miskin sehingga banyak teman-temannya yang makin yakin bahwa Fujiyoshi telah menggelapkan uang tersebut untuk kebutuhan ekonomi. Kata warui yang diucapkan oleh Fujiyoshi dalam kalimat orenchi ga binbou dakara waruin da menunjukkan bahwa posisi atau statusnya yang rendah karena ia hanyalah orang miskin sesuai dengan pemikiran dan pandangan teman-temannya terhadap dirinya. Jadi kata warui dalam kalimat tersebut bermakna

„rendah‟. Hal ini sesuai dengan pendapat Hayashi Ookii yaitu Seiryoku nado ga otoroete iru. Mazushii. Toboshii. Mata jibun ga hikui yang berarti Kekuatannya melemah. Miskin. Melarat. Kemudian dirinya rendah

3.5 Analisis Adjektiva Warui yang Bermakna ‘’Waktunya Tidak Tepat’’

1. Episode 8 (14’ 24’’)

むらい :先生、携帯。

鬼塚 :ああ、悪い。

もしもし

Murai : Sensei, keitai Onizuka : Aa, warui

Moshi moshi

Terjemahan :

Murai : Sensei, handphonenya

Onizuka : Aa, waktunya tidak tepat Halo

Analisis :

Onizuka dan para muridnya sedang mencari temannya yang bernama Kanzaki yang kabur karena orang tuanya yang kurang perhatian kepadanya.

Kanzaki bermaksud untuk bunuh diri. Ketika itu Onizuka khawatir mengenai keberadaan muridnya. Ia terus sibuk mencari keberadaan muridnya. Lalu telpon berbunyi. Murai mengingatkan gurunya bahwa telponnya berbunyi. Onizuka merogoh kantongnya dan mengatakan warui. Warui dalam kalimat Aa, warui.

Moshi moshi dapat bermakna „‟waktunya tidak pas‟‟ karena pada saat itu Onizuka sedang sibuk mencari keberadan murid diri. Namun dia malah mendapatkan telepon saat waktu yang tidak tepat. Padahal, ia harus menemukan muridnya sesegera mungkin sebelum ia melakukan aksi bunuh diri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hayashi Ookii yaitu Seido, soshiki nado no shakaiteki na mono ya shizen genshou, jikan nado no ten de konomashikunai 「seifu ga warui」

「taiminggu ga warui」「warui toki ni denwa ga atta」「warui tenki」yang berarti „‟sistem, organisasi hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan, fenomena alam, dan waktu yang tidak diinginkan. 「pemerintahan tidak bagus」

「waktunya tidak pas」「mendapat panggilan telfon ketika waktunya tidak tepat」

「cuacanya tidak bagus」.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pada uraian bab-bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dalam film „‟Great Teacher Onizuka‟‟ terdapat 21 cuplikan yang menggunakan kata warui. Namun dalam skripsi ini hanya 11 cuplikan yang dianalisis karena kata warui yang terdapat dalam beberapa cuplikan adalah idiom.

2. Adjektiva warui dalam sebelas cuplikan diperoleh lima bermakna „maaf‟, tiga bermakna „melakukan kesalahan‟, satu bermakna „jelek‟, „rendahan‟ dan

„waktunya tidak tepat‟. Namun makna warui yang dominan adalah bermakna

„maaf‟.

3. Berdasarkan data yang diperoleh dari drama Jepang yang berjudul „‟Great Teacher Onizuka‟‟ adjektiva warui memiliki makna dasar dan makna perluasan. Makna dasar terdapat satu cuplikan bermakna „jelek‟. Sedangkan makna perluasan terdapat dalam sepuluh cuplikan yaitu lima cuplikan bermakna „maaf‟, tiga cuplikan bermakna „melakukan kesalahan‟, satu cuplikan bermakna „rendahan‟ dan satu cuplikan bermakna waktunya tidak tepat.

4.2 Saran

Melalui penulisan skripsi ini, diharapkan para pembelajar bahasa Jepang dapat memahami mengenai adjektiva warui, dan lebih memperhatikan penggunaan warui sebagai adjektiva yang berpolisemi. serta lebih berhati-hati dalam penginterpretasian maknanya karena ia memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kalimatnya.

DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin . 1985. Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung:

Algensindo

Chaer, Abdul. 2007. Kajian Bahasa : Struktur Internal, Pemakaian, dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Chaer, Abdul 2007. Linguistik umum. Jakarta:Rineka Cipta

Chaer, Abdul 1994. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta

Kindaichi dan Ikeda. 1978. Kokugo Dai Jiten. Tokyo : Gakken

Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Mahsun. 2011. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajagrafindo Persada Ooki, Hayashii. 1988. Kokugo Dai Jiten. Tokyo : Gensen

Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: PT. Rineka Cipta :Bandung Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Leksikal Edisi kedua. Rineka Cipta: Bandung Pateda, J.D. 1990. Teori Semantik. Jakarta:Erlangga

Retnoningrum, Nurila. 2015. Analisis Makna Verba Dasu sebagai Polisemi dalam Bahasa Jepang. (Skripsi) Semarang: Universitas Negeri Semarang

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press

Dokumen terkait