BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.8 Konsep Operasional
Konsep operasional merupakan upaya peneliti untuk menyamakan persepsi dalam beberapa indikator yang digunakan dalam penelitian ini. Konsep operasional ditetapkan juga untuk mempermudah peneliti dalam menyusun pembahasan yang dapat dilakukan secara terstruktur dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Persepsi yang disamakan dalam konsep operasional berdasarkan pada peningkatan sistem kontrol berbasis komunitas dalam pelaksanaan dan penyaluran beras bagi masyarakat miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Adapun konsep operasional yang peneliti lakukan terhadap sistem kontrol berbasis komunitas terhadap efektifitas pelakssanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, dijabarkan dalam gambaran tabel berikut ini;
Tabel 2 Kerangka Operasional
Variabel Indikator Sub Indikator
Sistem Kontrol
• Usaha yang dilakukan dalam kontrol program raskin
• Kontrol terhadap tujuan program raskin
• Perbandingan hasil yang dicapai dari kontrol yang dilakukan
Kecukupan
• Tersedianya sumber daya yang cukup dalam kontrol program raskin
• Terpenuhinya kebutuhan masyarakat
Pemerataan
• Kontrol terhadap pemerataan manfaat program raskin
• Kontrol terhadap pemerataan biaya atau harga raskin
Responsivitas
• Penilaian masyarakat terhadap program raskin
• Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program raskin
Ketepatan
• Kontrol terhadap manfaat yang diberikan dari pelaksanaan program raskin
• Kontrol terhadap tingkat kelayakan dari program raskin yang dilaksanakan Sumber
• Jika memiliki kesesuaian 81 – 100 % = Sangat Baik : Data Olahan dari Konsep Dunn, 2010
Dari indikator kerangka operasional di atas, maka ditetapkan kriteria pengukuran yang dikemukakan oleh Arikunto (1998). Adapun kriteria pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;
• Jika memiliki kesesuaian 61 – 80 % = Baik
• Jika memiliki kesesuaian 41 – 60 % = Kurang Baik
• Jika memiliki kesesuaian 21 – 40 % = Tidak Baik
• Jika memiliki kesesuaian 0 – 20 % = Sangat Tidak Baik
3.1. Lokasi Penelitian
Lokasi dari penelitian ini adalah pada Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru merupakan kecamatan yang relatif baru dimekarkan dari kecamatan induknya yakni Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru dan terletak diperbatasan antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Adapun letak Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, yang merupakan wilayah admnistratif Pemerintah Kota Pekanbaru dengan posisi terletak dipinggiran Kota Pekanbaru, yang memiliki jarak dari pusat ibukota yakni 7 Kilometer. Wilayah Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, merupakan wilayah yang dikenal sebagai industri kerajinan batu bata sebagai bahan baku untuk pembangunan perumahan, gedung, pertokoan dan untuk kebutuhan bangunan lainnya yang pemasarannya diwilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya.
Pemilihan lokasi pada Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, dikarenakan kelurahan tersebut merupakan kelurahan yang masih banyak terdapat rumah tangga miskin sebanyak 750 Kepala Keluarga dari 6.807 Kepala Keluarga yang ada di Kelurahan Rejosari. Rumah tangga yang tergolong kepada rumah tangga miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, dan di daerah ini banyak potensi-potensi lokal seperti kelembagaan yang bisa dikembangkan sebagai alat kontrol berbasis komunitas.
3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh elemen yang terlibat dalam proses penyaluran program raskin yang dimulai dari bulog, Camat Tenayan Raya, Lurah Rejosari, RW dan RT serta masyarakat penerima program raskin. Kesemua komunitas tersebut akan dijadikan responden penelitian untuk mendapatkan
informasi yang lebih jelas tentang kontrol berbasis komunitas dalam pelaksanaan program sakin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
3.2.2. Sampel
Mengingat sampel yang ada dalam penelitian ini relatif bervariasi, maka diperlukan pemilahan sampel. Penetapan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling yakni penetapan sampel dengan cara memilah atau memilih sampel yang dapat memberikan berbagai informasi tentang kontrol berbasis komunitas dalam penyaluran beras bagi keluarga miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Sampel yang dipilih adalah Kepala Bulog, Camat Tenayan Raya, dan Lurah Rejosari. Sedangkan sampel untuk RW, RT dan Masyarakat penerima program raskin ditetapkan dengan teknik simple random sampling yakni penentuan sampel secara acak sederhana.
Pemilahan ini dilakukan juga mengingat jumlah sampel pada level RW, RT dan Masyarakat penerima beras raskin relatif banyak, sehingga perlu dibatasi.
Pembatasan dilakukan mengingat adanya berbagai keterbatasan yang dimiliki peneliti sehingga dapat ditetapkan sampel dalam penelitian ini. Untuk mengetahui komposisi sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel komposisi populasi dan sampel sebagai berikut;
Tabel 3 Komposisi Populasi dan Sampel
No. Sub Populasi Populasi % Sampel
1. Bulog Drive Pekanbaru 1 100 1
2. Camat 1 100 1
3. Lurah 1 100 1
4. RW 8 50,00 4
5. RT 40 25,00 10
6. Masyarakat 750 5,00 38
Jumlah 801 - 55
Sumber : Data Olahan Lapangan, 2010
3.3. Sumber Data
Sumber data yang dikumpulkan alam penelitian ini bersumber pada data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung pada objek penelitian dengan cara menggali berbagai informasi melalui wawancara dan observasi langsung pada lokasi penelitian, dalam hal ini Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru dalam menyalurkan beras bagi masyarakkat miskin.
Sedangkan data sekunder merupakan data penunjang yang berupa kumpulan dokumentasi atau leteratur yang ada yang berkaitan dengan pelaksanaan kontrol berbasis komunitas dalam penyaluran beras miskin kepada masyarakat di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
Data sekunder juga diperoleh dari instansi Pemerintah Kota yang memiliki keterlibatan dalam penyaluran beras miskin dan juga lembaga yang berwenang, khususnya Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Pekanbaru.
3.4. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan metode yang digunakan dalam menggali berbagai berbagai informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kaajian dari penelitian tersebut. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;
a. Observasi
Observasi merupakan pengamatan langsung kelapangan dalam pelaksanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, terutama dalam proses kontrol berbasis komunitas terhadap penyaluran beras raskin tersebut. Tujuan dari metode pengumpulan data dengan teknik observasi adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas melalui kegiatan pengamatan langsung pada lingkungan penelitian. Observasi langsung juga dapat melibatkan peneliti dalam kontrol berbasis komunitas dalam penyaluran beras raskin yang benar-benar diterima oleh masyarakat miskin yang berada di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
b. Wawancara
Wawancara merupakan kegiatan tanya jawab yang dilakukan peneliti terhadap responden penelitian. Wawancara yang mendalam dilakukan dengan membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu untuk memudahkan peneliti dalam pelaksanaan proses wawancara, sehingga pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan cara tatap muka akan lebih terstruktur dan terarah, sehingga memudahkan peneliti untuk menggali informasi yang sesuai dengan pelaksanaan kontrol berbasis komunitas dalam penyaluran beras bagi masyarakat miskin, di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan pengumpulan berbagai dokumen yang berkaitan dengan proses pengawasan atau kontrol yang dilakukan terhadap penyaluran beras bagi masyarakat miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Dokumentasi tersebut meliputi data arsip yang tersedia pada Kantor Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, yang berupa pendataan jumlah keluarga miskin, mulai dari proses pendataan sampai dengan penetapan keluarga miskin yang berhak menerima program raskin tersebut.
3.5. Metode Analisis Data
Analisis data yang dilakukan dengan pendekatan penelitian yang menggunakan metode kualitatif. Menurut Moleong (1999:23) mengatakan bahwa metode penelitian kualitatif pada dasarnya menggunakan pendekatan induktif, yaitu data dikumpulkan, dianalisis, diabstraksikan dan akan muncul teori-teori sebagai penemuan kualitatif. Metode kualitatif dalam penelitian ini yaitu menerangkan atau menjelaskan yang menyangkut kontrol berbasis komunitas terhadap efektifitas pelaksanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan, serta memberikan argumentasi terhadap apa yang ditemukan dilapangan.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, metode deskriptif yang menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan observasi dan analisis data primer yang lengkap sekaligus dikontrol dengan data sekunder.
Menurut F.L. Whitney dalam Nazir (1999:63) metode deskriptif adalah pencarian
fakta dengan interprestasi yang tepat. Pencarian fakta yang tepat dalam hal ini menyangkut tentang kontrol berbasis komunitas terhadap efektifitas pelaksanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Selain dari pada itu penelitian ini juga dilakukan dengan metode penelitian survei yang menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan observasi di lapangan dan analisis data primer yang lengkapi sekaligus dikontrol dengan data sekunder.
Analisis data primer dilakukan untuk memperoleh hasil pengukuran kontrol berbasis komunitas terhadap efektifitas pelaksanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Sedangkan pendekatan observasi lapangan dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data primer mengenai alternatif-alternatif upaya peningkatan kontrol yang dilakukan dalam pelaksanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Pendekatan ini dilakukan melalui pengamatan dan wawancara dengan intitusi yang terlibat dalam pelaksanaan program raskin dan masyarakat yang menerima pembagian program raskin tersebut.
Data sekunder yang digunakan bersumber dari dinas terkait, yaitu data publikasi dari BPS Kota Pekanbaru, Laporan Program Raskin di Kecamatan Tenayan Raya dan data jumlah masyarakat yang ditetapkan sebagai rumah tangga miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Sedangkan data primer bersumber dari hasil analisis data observasi. Kesemua data akan dipilah dan diberikan penjelasan sesuai dengan kondisi yang ditemui dilapangan secara deskriftif kualitatif.
Pelaksanaan analisis data yang dilakukan oleh peneliti, perlu dibuat tabel kerangka metode analisis data, untuk memudahkan dalam menentukan porsi dari analisis yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan.
Untuk mengetahu kerangka metode analisis data yang ditetapkan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambaran tabel berikut ini;
Tabel 4 Kerangka Metode Kajian Analisis Data
Tujuan 1. Mengetahui sistem kontrol berbasis komunitas yang telah dilaksanakan dalam pengalokasian program Raskin
Jenis Data Teknik Sampel
Teknik Pengumpulan
Data
Variabel Analisis Data
Tujuan 2. Menjelaskan efektifitas kontrol berbasis komunitas yang dijaalankan selama ini dalam pengalokasian Raskin
Primer Purposive dan
Kualitatif Pelaku Distribusi Raskin di Kelurahan
Rejosari
Tujuan 3. Mempelajari pelaksanaan evaluasi terhadap kontrol berbasis komunitas yang dilakukan selama ini, dalam penyaluran Raskin
Sekunder Purposive dan
3.6. Jadwal Penelitian : Data Olahan, 2010
Jadwal penelitian disusun untuk menuntun penulis dalam melaksanakan kegiatan penulisan tesis sesuai dengan penjadwalan yang dibuat. Pemnyuusunan jadwal ini untuk merancang pelaksanaan penelitian yang dimulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan ujian tesis. Untuk itu perlu disusun penjadwalan yang dapat memudahkan penulis dalam menyelesaikan setiap tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini. Adapun jadwal penelitian yang disusun penulis dapat dilihat pada tabel sebagai berikut;
Tabel 5 Jadwal Penelitian
No. Jenis Kegiatan Bulan
Dari Bulan Hingga Bulan
1. Pra Proposal Mei 2009 Juni 2009
2. Proposal Penelitian Juni 2009 September 2009 3. Pengajuan Proposal September 2009 September 2009
4. Kolokium Oktober 2009 Oktober 2009
5. Revisi Proposal Oktober 2009 November 2009 6. Pelaksanaan Penelitian November 2009 Januari 2010 7. Pembuatan Tesis Februari 2010 Juli 2010 8. Pengajuan Tesis Agustus 2010 September 2010
9. Ujian Tesis April 2011
10. Revisi Tesis Mei 2011 Mei 2011
KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU
4.1. Gambaran Umum Tentang Kota Pekanbaru
Pekanbaru lahir sebelum masuknya penjajahan Belanda ke Indonesia.
Pada waktu itu berupa dusun yang bernama Payung Sekaki yang terletak dipinggiran Sungai Siak (diseberang pelabuhan yang ada sekarang). Kemudian pada zaman kerajaan Siak Sri Indrapura yang dipimpin oleh Sulthan Abdul Jalil Alamuddin Syah (wafat 1791), dusun ini berkembang dan pusatnya berpindah keseberang (keselatan) sekitar Pasar Bawah yang kemudian bernama Senapelan.
Selanjutnya berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan dikanti namanya menjadi Pekanbaru. Pergantian nama ini terjadi dimasa pemerintahan Sulthan Mohamad Ali Muazan Syah (1684-1801).
Pada waktu penjajahan Belanda, berdasarkan Besluit Van Her Inlanche Zelf Bestuur Van Siak No. 1 Tahun 1919 Pekanbaru menjadi tempat kedudukan tempat kedudukan countroluer (PHB) pemerintah Belanda. Pada masa kedudukan Jepang, Pekanbru menjadi Gun yang dipakai oleh Gun Cho dan tempat kedudukan Riau Syutjoukang. Akhirnya pada masa Pemerintahan Republik Indonesia, Pekanbaru berubah status menjadi;
1) Hemente Pekanbaru dan merupakan ibukota Keresidenan Riau berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera di Medan No. 103 Tanggal 1 Mei 1946.
2) Kota Kecil berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1956.
3) Kotapraja berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1957.
4) Kotamadya berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1974
Kota Pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau, disamping itu Kota Pekanbaru merupakan wilayah Pemerintahan yang otonom yang mengurus rumah tangganya sendiri sebagai kota administratif. Secara geografis Kota Pekanbaru terletak antara 101º - 14' C sampai dengan 101º - 34' Bujur Timur dan 0º - 25' sampai dengan 0º – 45' Lintang Utara. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1987 tanggal 7 September 1987 Daerah Kota Pekanbaru diperluas dari
± 62,m96 KM persegi menjadi 446,50 KM persegi yang terdiri dari 8 Kecamatan dan 45 Kelurahan. Dari hasil pengukuran dilapangan oleh Badan Pertanahan Nasional Tingkat I Provinsi Riau, maka ditetapkan luas wilayah Kota Pekanbaru adalah 632,26 KM persegi.
Kota Pekanbaru memiliki batas wilayah dengan kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Adapun batas-bata wilayah dari Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut;
Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar;
Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan;
Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan; dan
Sebelah Barat berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kampar.
Struktur tanah Kota Pekanbaru, relatif daerah datar dengan kondisi tanah yang pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dengan pasir, sedangkan pinggiran kota pada umumnya terdiri dari jenis tanah organosol dan humus yang merupakan rawa-rawa yang bersifat asam, sangat korosif untuk besi. Kota Pekanbaru dibelah oleh Sungai Siak dengan anak sungai yang mengikutinya adalah Sungai Umban Sari, Sungai Air Hitam, Sungai Sibam, Sungai Setekul, Sungai Pengambang, Sungai Ukai, Sungai Sago, Sungai Senapelan, Sungai Mintan dan Sungai Tenayan Raya . Sungai Siak juga merupakan sarana transfortasi air bagi masyarakat di Kota Pekanbaru.
Iklim dari Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 31,0º C – 34,4º C dan suhu minimum berkisar antara 21,7º C – 24,2º C. sedangkan kelembaban udara maksimum antara 87 % - 96 %, dan kelembaban udara minimum antara 59 % - 71 %. Curah hujan yang ada di Kota Pekanbaru antara 114,9-509,9 mm pertahun dengan keadaan musim berkisar ; musim hujan pada bulan September sampai dengan bulan Februari dan musim kemarau jatuh pada bulan Maret sampai dengan Agustus. Tingginya curah hujan yang terjadi di Kota Pekanbaru, mengakibatkan tingginya volume air Suangai Siak, sehingga wilayah yang berada disepanjang aliran Sungai Siak
rawan terhadap banjir yang terjadi setiap tahunnya, khususnya pada saat musim hujan.
Penduduk Kota Pekanbaru berdasarkan data BPS Kota Pekanbaru berjumlah 684.486 jiwa yang terdiri dari; penduduk dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 357.301 dan penduduk yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 327.185 jiwa (termasuk tunawisma dan awak kapal). Jika dilihat dari angka pertambahan penduduk di Kota Pekanbaru sebesar 4,50 % hal ini dapat dilihat pada 2 tahun terakhir berdasarkan hasil registrasi tahun 2002 jumlah penduduk sebanyak 625.313 Jiwa sedangkan untuk tahun 2003 sebanyak 653.435 jiwa.
Sedangkan dari hasil registrasi pada tahun 2006 jumlah penduduk Kota Pekanbaru mencapai 754.467 jiwa.
4.2. Kondisi Umum Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru
Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru memiliki luas wilayah 171,27 Kilometer persegi. Lahan yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru memiliki kondisi alam yang berbentuk tanah kering dan tanah pekarangan. Dari kondisi tanah tersebut waliyah Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru lebih didominasi oleh kondisi tanah liat yang dijadikan sebagai bahan pembuatan batu bata. Tanah liat yang terdapat di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, lebih banyak pada Kelurahan Kulim dan Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
Penyelenggaraan pemerintahan di tingkat Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru terdiri dari empat kelurahan yakni, Kelurahan Kulim, Kelurahan Tangkerang Timur, Kelurahan Rejosari dan Kelurahan Sail. Kondisi kelurahan yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru memiliki status wilayah administrasi berbentuk swasembada. Disetiap kelurahan terdiri dari Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Jumlah RW yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru sebanyak 89 RW dan 349 RT.
Jumlah penduduk di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, sebanyak 99.879 jiwa dengan perincian jumlah penduduk laki-laki sebanyak 48.932 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 50.947 jiwa. Komposisi penduduk tersebut yang tersebar di Kelurahan Kulim sebanyak 17.900 jiwa, Kelurahan
Tangkerang Timur sebanyak 24.766 jiwa, Kelurahan Rejosari sebanyak 27.626 jiwa dan Kelurahan Sail sebanyak 29.588 jiwa.
Sarana dan prasarana pendidikan diwilaya Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, terdiri dari sekolah yang berstatus negeri yakni TK tidak ada, SDN sebanyak 26 unit SLTPN sebanyak 4 unit, SMKN sebannyak 1 unit, dan SMUN sebanyak 3 unit. Sedangkan jumlah sekolah yang berstatus swasta yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru terdiri dari, TK sebanyak 23 unit, SD sebanyak 2 unit, SLTP sebanyak 5 unit, SMK sebanyak 6 unit dan SMU sebanyak 2 unit sekolah.
Komposisi penduduk yang ditinjau dari pemeluk agama di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, terdiri dari penduduk beragama Islam berjumlah 87.486 jiwa, katolik sebanyak 2.283 jiwa, protestan sebanyak 8.694 jiwa, hindu sebanyak 59 jiwa dan budha sebanyak 1.358 jiwa. Sedangkan jumlah tempat ibadah terdiri dari Mesjid sebanyak 89 unit, Mushallah sebanyak 75 unit, gereja 28 unit, sedangkan rumah ibadah yang berupa pura tidak tersedia dan vihara terdapat 2 unit.
Sarana dan prasarana kesehatan yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Adapun jumlah sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru adalah Poliklinik sebanyak 7 unit, Puskesmaas sebanyak 2 unit, Puskesmas Pembantu terdiri dari 5 unit, Rumah Sakit Bersalin sebanyak 9 unit, praktek dokter sebanyak 12 unit, dan pos KB sebanyak 67 unit. Dari sarana kesehatan tersebut terdapat 16 orang dokter, 26 orang perawat, 28 orang bidan dan dukun bersalin tidak ditemukan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
Kegiatan industri yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, kebanykan adalah industri kecil yang berjumlah 2.149 unit, pada umumnya industri pembuatan batu bata. Sedangkan industri sedang berjumlah 2 unit, dan industri besar tidak terdapat diwilayah Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kondisi jalan yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru
terdiri dari jalan aspal sepanjang 91 KM, jalan pengerasan sepanjang 33 KM, jalan tanah sepanjang 63 KM.
4.3. Kondisi Peta Lokasi Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kelurahan Rejosari terletak diwilayah timur Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Letak Kelurahan Rejosari berbatasan dengan Kelurahan Kulim disebelah Utara, berbatasan dengan Kelurahan Tangkerang Timur disebelah Timur, berbatasan dengan Kelurahan Sail disebelah Barat dan berbatasan dengan Kecamatan Lima Puluh disebelah Selatan. Dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat Kelurahan, Kelurahan Rejosari dibantu oleh beberapa Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Adapun jumlah RW dan RT yang ada Kelurahan Rejosari adalah RW berjumlah 26 dan sebanyak 99 RT. Luas wilayah Kelurahan Rejosari adalah 1.111 Kilometer Persegi. Luas wilayah tersebut dijadikan oleh masyarakat sebagai aktivitas ekonomi, terutama usaha pembuatan batu bata.
Posisi dari Kelurahan Rejosari, berada agak kedalam dari jalan raya yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Pelalawan, sehingga wilayah Kelurahan Rejosari, tidak dilewati oleh angkutan umum yakni oplet, sehingga sebahagian besar jalan yang ada di Kelurahan Rejosari masih ada jalan yang berbatu dan pengerasan. Jarak Kelurahan Rejosari dengan pusat ibukota Kecamatan Tenayan Raya, lebih kurang 8 Kilometer, jarak ke ibukota Kota Pekanbaru relatif jauh yakni lebih kurang 17 Kilometer. Jarak tempu ke ibukota kecamatan lebih kurang 10 menit dan jarak tempuh ke ibukota lebih kurang 30 menit. Jadi kalau dilihat infrastruktur yang ada khususnya jalan sebagai akses menuju pusat kota, tidak menjadi masalah utama, karena jalan menuju jalan raya relatif dekan walaupun jalan dalam lingkungan jalan pengerasan. Namun komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru, akan menjadikan seluruh jalan yang ada diwilayah Kota Pekanbaru akan di aspal dan disemenisasi paling lambat akhir tahun 2010.
4.3.1. Keadaan Demografi Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Penduduk Kelurahan Rejosari menurut data monografi Kelurahan Rejosari tahun 2009, berjumlah 30.453 jiwa dengan perincian jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 15.108 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 15.345 jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut terdapat sejumlah 6.807 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah penduduk 30.453 jiwa yang ada di Kelurahan Rejosari, komposisi penduduk berdasarkan etnis atau suku bangsa yang ada, termasuk jenis penduduk yang heterogen, yakni penduduk etnis Melayu, penduduk etnis Jawa, Minang, Batak, Banjar, Bugis, Flores, Sunda dan penduduk etnis WNI keturunan. Untuk mengetahui komposisi penduduk menurut etnis yang ada di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, dapat dilihat pada tabel berikut ini;
Tabel 6. Komposisi Penduduk Kelurahan Rejosasi Kecamatan Tenayan Raya Menurut Suku Bangsa Tahun 2008
No. Suku Bangsa Jumlah %
1. Melayu 10.452 37,84
2. Jawa 6.841 24,76
3. Minang 4.516 16,35
4. Batak 3.289 11,91
5. Sunda 15 0,05
6. Banjar 126 0,46
7. Bugis 62 0,22
8. Flores 999 3,62
9. Lainnya termasuk WNI keturunan 1.325 4,80
Total 27.625 100,00
Sumber
Dari gambaran tabel di atas dapat diketahui bahwa, komposisi penduduk
Dari gambaran tabel di atas dapat diketahui bahwa, komposisi penduduk