• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Konsep Pengambilan Keputusan

1. Pengambilan keputusan

Keputusan yaitu hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus di hadapi dengan tegas. Dalam kamus ilmu pengetahuan pengambilan keputusan diartikan sebagai pemilihan kebijakan atau keputusan yang di dasarkan atas kriteria tertentu. Proses ini yaitu meliputi dua alternatif atau

lebih karna seandainya hanya ada satu alternatif tidak akan ada keputusan yang di ambil.

Menurut J.Reson dalam Dagun (2006) pengambilan keputusan dapat di katakan sebagai suatu hasil atau keluaran dari suatu proses kognitif dan mental yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang telah tersedia. Setiap proses pengambilan suatu keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Claude S. Goerger, Jr dalam Syamsi (2000) Mengatakan proses pengambilan keputusan itu di kerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran, yang termasuk pertimbangan, penilaian, dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. Sedangkan George G.R Terry dalam Hasan (2004) mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan suatu alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.

Ahli lain S.P Siagian dalam Hasan (2004) pengambilan keputusan merupakan suatu pendekatan yang sistematis terhadap suatu hakikat alternatif yang akan dihadapi, dan pengambilan tindakan uang menurut perhitungan merupakan tindakan yang sangat tepat. Salusu dalam Pasolong (2015) pengambilan keputusan yaitu proses pemilihan satu alternatif dengan cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat di simpukan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan alternatif

dari alternatif secara sistematis untuk akan ditindak lanjuti sebagai suatu cara pemecahan masalah. Jadi teori pengambilan keputasan merupakan teori-teori dan teknik-teknik pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam suatu proses pengambilan keputusan.

2. Dasar Pengambilan Keputusan

George R. Terry dalam Pasolong (2015) menjelaskan dasar dasar pengambilan keputusan yang berlaku, antara lain :

a. Insting

Insting merupakan suatu pengambilan keputusan berdasarkan perasaan yang bersifat subjektif, yang mudah terkena oleh beberapa pengaruh dari luar, dan faktor kejiwan lain. Sifat subjektif dari keputusan insting memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

1) pengambilan keputusan dari satu pihak sehingga lebih mudah untuk memutuskannya.

2) keputusan insting akan lebih tepat mengenai masalah-masalah yang sifatnya kemanusian.

Pengambilan keputusan yang bersifat insting membutuhkan waktu yang cukup singkat, untuk masalah-masalah yang terbatas, dan pada umumnya pengambilan keputusan insting akan memberi keputusan. Akan tetapi, pengambilan keputusan ini sulit untuk di ukur kebenaranya karna kesulitan untuk mencari perbandingannya dengan

kata lain akibatnya pengambilan keputusan insting hanya di ambil oleh satu pihak sehingga hal-hal yang lain sering di abaikan.

b. Pengalaman

Pengalaman yaitu pengambilan keputusan yang berdasarkan pengalaman, dalam hal tersebut pengalaman memang dapat di jadikan pedoman dalam menjelaskan masalah. Pengalaman dan kemampuan untuk memprediksi apa yang menjadi latar belakang masalah yang bagaimana arah penyelenggraannya sangat membatu dalam pemecahan masalah.

c. Fakta

Fakta yaitu keputusan yang berdasarkan fakta. Keputusan berdasarkan fakta dapat melahirkan keputusan yang baik, dari fakta tingkat kepercayaan terhadap pengambilan dapat lebih mudah.

d. Wewenang

Keputusan yang di dasarkan pada wewenag biasanya di lakukan oleh pemimpin terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi jabatannya kepada orang yang lebih rendah jabatannya. Keputusan yang berdasarkan wewenag kadang kala oleh pembuat keputusan sering melewati masalah yang seharusnya di pecahkan malah menjadi kabur atau kurang jelas.

e. Rasional

Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah-masalah yang di hadapi berupa masalah yang memerlukan pemecahan rasional, keputusan yang di hasilkan bersifat objektif dan logis sehingga dapat dikatakan keputusan yang di hasilkan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang di harapkan.

Jadi dapat dikatakana dasar-dasar pengambilan keputusan antara lain berdasarkan insting, pengalaman, fakta, weweng, dan rasional.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

Menurut Terry dalam Pasolong (2015) faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, yaitu :

a. Hal-hal yang terwujud, yang emosional atau rasional perlu diperhitungan dalam pengambilan keputusan.

b. Setiap keputusan harus bisa dijadikan suatu bahan dalam mencapai suatu tujuan setiap keputusan tidak hanya berorientasi pada kepentigan pribadi, tetapi harus mengarah pada kepentingan bersama.

c. Jangan hanya pilihan yang memuaskan, oleh karena alternatif-alternatif tandingan di perlukan.

d. Pengambilan keputusan merupakan dari tindakan mental jadi tindakan harus di ubah menjadi tindakan fisik.

e. Pengambilan keputusan yang tepat memerlukan waktu yang cukup lama.

f. Dibutuhkan suatu pengambilan keputusan yang praktis yang dapat memberikan suatu hasil yang lebih baik.

g. Setiap suatu keputusan seharusnya dilembagakan agar dapat diketahui keputusan itu benar.

h. Setiap keputusan yaitu berupa tindakan awal dari beberapa rangkaian kegiatan berikutnya.

Selanjutnya menurut Hasan dalam Pasolong (2015) mengemukakan ada 4 faktor lain yang mempengaruhi keputusan:

a. Keadaan internal organisasi b. Keadaan ekternal organisasi

c. Tersediannya informasi yang di perlukan d. Kepribadian dan kecakapan seseorang.

Sedangkan Milet dalam Pasolong (2015) mengatakan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh pada pengambilan keputusan yaitu:

1) Pria dan wanita, pria pada umumnya bersifat tegas, atau berani serta cepat dalam mengambil keputusan , sedangkan wanita cendrung lebih lambat dan ragu-ragu dalam menentukan keputusan

2) Peran, yaitu peran seseorang dalam mengambil keputusan perlu diperhatikan, karna peran mencakup kemampuan menganalisis mengumpulkan informasi, dan mengintegrasikan, kemampuan mengunakan konsep luas tentang prilaku manusia secara fisik untuk dapat memprediksi suatu perkembangan situasi.

3) Keterbatasan kemampuan, yaitu kemampuan yang bersifat institusional.

Pasolong (2015) mengatakan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan adalah:

1) Posisi 2) Masalah 3) Situasi 4) Kondisi 5) Tujuan.

4. Fungsi serta tujuan pengambilan keputusan a. Fungsi pengambilan keputusan

Fungsi pengambilan keputusan merupakan suatu kelanjutan dari salah satu cara pemecahan masalah memiliki fungsi yaitu:

1) Pankal awal dari keseluruhan kegiatan atau aktivitas manusia yang terarah dan sadar, baik secara individu maupun secara kelompok, secara institusional maupun secara organisasi.

2) Sesuatu yang bersifat futuristik yang berkaitan dengan masa depan atau masa yang akan datang, di mana konsekuensinya atau dampaknya berlangsung cukup lama.

b. Tujuan pengambilan keputusan

Tujuan pengambilan keputusan bisa di kelompokan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1) Tujuan yang bersifat tunggal, yaitu terjadi ketika keputusan yang diperoleh hanya bersangkutan dengan satu masalah, maksudnya sekali keputusan di ambil tidak terkait lagi dengn masalah yang lain.

2) Tujuan yang bersifat ganda, yaitu terjadi ketika keputusan yang diambil menyakut lebih dari satu masalah, yang artinya bahwa keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua masalah atau lebih yang bersifat kontradiktif.

5. Tahap Pengambilan Keputusan

Simon 1960 dalam Fahmi (2018) mengambarkan pengambilan keputusan ada 4 tahap yaitu:

a. Intelligence b. Design c. Coice

d. Implementasi.

Secara mendalam beliau menegaskan bahwa “intelegence” merupakan proses pengumpulan informasi yang bertujuan mengidentifikasi permasalah. Desing adalah tahap perencanaan solusi terhadap masalah. Choice adalah tahap ini dikaji kekurangan dan kelebihan dari berbagai macam alternatif yang ada dan memilih yang terbaik.Implementasi merupakan tahap pengambilan keputusan dan pelaksanaannya.

Duker dalam Pasolong (2015) memberikan rujukan dengan enam tahap dalam proses pengambilan keputusan, yaitu:

a. Mengidentifikasi masalah b. Menganalis masalah

c. Mengambarkan alternaif masalah,

d. Memutuskan satu pemecahan masalah terbaik, e. Merencanakan tindakan yang efektif, dan

Sedangkan Mintzberg dalam Pasolong (2015) menjelaskan ada tiga tahap dalam proses pengambilan keputusan :

a. Tahap identifikasi adalah tahap pengambilan keputusan dengan cara memahami suatu masalah dan peluang membuat diagnosis

b. Tahap pengembangan yaitu pengambilan keputusan mencari standar prosedur yang tersedia atau pemecahan suatu masalah sebagai desain baru

c. Tahap pemilihan, pengambilan keputusan dapat memilih dengan mengunakan analisi logis, pertimbangan, persetujuan atau basis sistematis.

Proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap menurut Herbert A. Simon dalam Hasan (2004) yaitu:

a. Tahap intelegensia Merupakan tahap penelusuran informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam rangka pengambilan suatu keputusan. tahap ini yaitu pengamatan lingkungan dalam pengambilan suatu keputusan. Data dan informasi diperoleh, diuji dan diperoleh untuk mencari bukti-bukti yang dapat diidentifikasi, baik yang permasalahan pokok peluang untuk memecahkanya.

b. Tahap desain Merupakan tahap pencaria/penemuan, pengembangan serta analisis kemungkinan suatu tindakan. Jadi tahap ini adalah

kegiatan perancangan dalam pengambilan suatu keputusan yang terdiri dari identifikasi masalah dan formulasi masalah.

c. Tahap pemilihan Merupakan tahap seleksi alternatif atau tindakan yang dilakukan dari alternatif-alternatif tersebut. Alteternatif yang dipilih kemudian dilaksanakan dan diputuskan. Jadi pada tahap ini yaitu kegiatan dalam memilih alternatif atau tindakan tertentu dari beragam kemungkinan yang bias ditempuh.

Menurut Ricahrad I Levin, dkk dalam Hasan (2004) menjelaskan ada 6 tahap pengambilan keputusan:

1. Observasi atau pengamaan langsung tahap ini dapat berupa (aktifitas/proses) konprensi, kunjugan lapangan, observasi dan riset yang dapat menjadi informasi dan data penunjang.

2. Analisis dan pengenalan masalah, tah ap ini dapat berupa penentuan pengunaan, penetapan tujuan, serta penentuan batasan-batasan yang dijadikan pedoman harus jelas untuk mencari suatu pemecahan masalah yang di butuhkan.

3. Pengembangan model dalam tahap ini berupa proses peralatan antar hubungan model matematik, riset yang dapat dijadi otput model yang dapat berfungsi sebagai batasan lingkungan yang telah ditetapkan. 4. Memilih serta memilah data masukan yang sesuai berupa data

menjadi output, input yang memadai dalam menyelesaikan serta mengetes model yang di gunakan.

5. Perumusan dan pengetesan yang dapat di pertanggung jawabkan, tahap ini berupa pengetesan batasan dan pembuktian, yang dapat menjadi output atau proses pemecahan masalah yang membantu pencapain tujauan.

6. Penerapan pemecahan adalah tahap yang berupa aktivitas dan proses pembahasan prilaku pembahasan prilaku, penyampaian ide, melibatkan manajemen serta penjelasanan.

Berdasarkan dari beberapa pendapat diatas tentang tahap-tahap mengambilan keputusan dapat di simpulkan tahap pengambilan keputusan yaitu:

a. penemuan masalah b. pemecahan masalah c. pengambilan keputusan.

Dokumen terkait