• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

2.1.1 Konsep Strategi

2.1 Deskripsi Teori

Deskripsi teori menjelaskan tentang teori-teori dan atau konsep yang dipergunakan dalam penelitian yang sifatnya utama di mana tidak tertutup kemungkinan untuk bertambah seiring dengan pengambilan data di lapangan. (Fuad dan Nugroho, 2012:56). Deskirpsi teori menjadi pedoman dalam penelitian ini dan untuk menterjemahkan fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam penelitian. Teori yang relevan peneliti kaji sesuai dengan masalah-masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.

2.1.1 Konsep Strategi

Istilah strategi berasal dari bahasa yunani strategeia (stratos : militer, dan ag : pemimpin) yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jenderal, dimana jenderal tersebut dibutuhkan untuk memimpin suatu angkatan perang agar dapat memenangkan perang. Strategi merupakan cara terbaik yang dijalankan untuk mencapai tujuan tertentu.

Strategi adalah aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan dalam jumlah yang besar. Selain itu, strategi mempengaruhi perkembangan jangka panjang perusahaan, biasanya untuk lima tahun ke depan, dan karenanya beroientasi ke masa yang akan datang. Strategi mempunyai konsekuensi multifungsional atau multidivisional serta perlu mempertimbangkan, baik

faktor eksternal maupun internal yang dihadapi perusahaan (David, 2010:21).

Definisi strategi lainnya secara umum diungkapkan oleh Mangkuprawira (2004: 14), ia mengemukan strategi didefinisikan sebagai cara mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.

Hal ini mengindikasikan adanya penggunaan strategi didalam sebuah organisasi, tidak saja organisasi swasta yang dalam penggunaan strateginya untuk dapat memperoleh profit. Definisi Mangkuprawira memberikan gambaran kepada kita, bahwa strategi merupakan upaya mengerjakan sesuatu oleh organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Penggunaan strategi didalam organisasi publikpun sangat dibutuhkan, tetapi di dalam organisasi publik strategi dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Artinya dalam perkembangan saat ini, strategi tidak saja diadopsi oleh organisasi swasta saja tetapi dalam organisasi publik pun strategi tetap digunakan.

Sementara menurut Chandler dalam Rangkuti (2005:3) menyebutkan:

”Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan dalam kaitannya

dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut. Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep lain yang berkaitan,

sangat menentukan suksesnya yang disusun”.

Secara sederhana, pengertian di atas menjelaskan bahwa strategi adalah alat keberhasilan sebuah tujuan kegiatan yang dipengaruhi oleh konsep yang dipergunakan.

Menurut tokoh lain yaitu Andrew dalam Rangkuti (2005:4) menjelaskan bahwa:

”Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder, seperti manajer,

karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah dan sebagainya, yang baik secara langsung ataupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh

perusahaan”.

Pengertian di atas menjelaskan bahwa, strategi adalah kekuatan yang mempengaruhi resiko-resiko yang ditanggung oleh sebuah organisasi dalam menjalankan kegiatannya.

Ada lagi menurut Dirgantoro (2001:4) yang menjelaskan bahwa:

”Strategi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti

orang tentang sumber daya didalam bisnisan tentang bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk dapat membantu memenangkan persaingan di dalam pasar”.

Dari pengertian di atas, menjelaskan bahwa strategi adalah sebuah alur dalam menjalankan sebuah kegiatan yang berdasarkan kepada arahan-arahan yang ditentukan sebelumnya guna mencapai sebuah tujuan.

Pendapat lain menyebutkan bahwa manajemen strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Hunger dan Wheelen, (2003:4).

Pengertian di atas menggambarkan bahwa, kinerja jangka panjang sebuah perusahaan dipengaruhi oleh sebuah kebijakan manajerial.

Jadi berdasarkan definisi-definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa strategi merupakan suatu rencana permanen atau cara terbaik dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk sebuah kegiatan didalamnya termasuk formulasi tujuan dan kumpulan rencana kegiatan untuk

memperoleh suatu keberhasilan keputusan yang terencana, baik itu jangka panjang ataupun jangka pendek. Tujuannya adalah agar sebuah keputusan itu dapat mencapai suatu obyek yang telah ditetapkan.

Dalam konsep Strategi terdapat model-model Strategi menurut Porter David, (2004:62-63) yang menyatakan :

Susunan organisasi, prosedur pengendalian, dan sistem intensif yang berbeda. Semakin besar perusahaaan semakin besar akses pada sumber daya, pada umumnya bersaing dengan dasar keunggulan biaya dan/atau diferensiasi, sedangkan perusahaan yang lebih kecil sering bersaing dengan dasar focus.

1) Strategi Keunggulan Biaya

Alasan utama untuk menjalankan strategi integrasi kedepan, ke belakang, dan horizontal adalah memperoleh manfaat unggulan dalam biaya. Tetapi keunggulan biaya pada umumnya harus dilakukan dalam gabungan dengan diferensiasi. Sejumlah elemen biaya mempengaruhi daya tarik relatif dari strategi umum, termasuk pencapaian skala ekonomis atau disekonomi, pengaruh kurva dan pengalaman, presentase pencapaian pemanfaatan kapasitas, dan hubungan dengan pemasok dan distributor. Elemen biaya lain yang harus dipertimbangkan adalah memilih di antara strategi alternatif termasuk potensi untuk berbagai biaya dan pengetahuan dalam organisasi, biaya litbang yang berkaitan dengan pengembangan atau produk baru atau modifikasi produk lama, biaya tenaga kerja, tingkat pajak, biaya energi, dan biaya pengangkutan.

2) Strategi Diferensiasi

Strategi diferensiasi menawarkan beberapa tingkat perbedaan. Diferensiasi tidak menjamin keunggulan bersaing, terutama bila standar cukup memadai dalam memenuhi kebutuhan pelanggan atau kalau pesaing dapat dengan cepat meniru. Diferensiasi yang sukses dapat berarti fleksibilitas produk yang lebih besar, kompatibilitas yang lebih besar, biaya lebih rendah, pelayanan lebih baik, pemeliharaan, lebih nyaman, atau lebih menonjol. Pengembangan produk merupakan contoh dari strategi yang menawarkan keunggulan diferensiasi.

3) Strategi Fokus

Strategi fokus yang sukses tergantung pada segmen industri artinya ukuran yang memadai, mempunyai potensi pertumbuhan yang baik, dan hal ini tidak amat menentukan bagi sukses pesaing utama yang lain. Strategi seperti penetrasi pasar dan pengembangan pasar menawarkan banyak keunggulan untuk focus. Perusahaan dari ukuran sedang sampai besar secara efektif dapat menerapkan strategi dengan dasar fokus hanya dalam kaitan dengan dasar dierensiasi atau keunggulan biaya. Karena hanya satu perusahaan yang dapat membedakan diri dengan biaya terendah, perusahaan yang lain dalam industri tersebut harus menemukan cara lain untuk membedakan produk mereka.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi yang diungkapkan Porter menyiratkan susunan organisasi, prosedur

pengendalian, dan sistem intensif yang berbeda, yang mana satu sama lainnya saling berhubungan. Beliau juga menyebutkan bahwa semakin besar perusahaaan semakin besar pula akses pada sumber daya, pada umumnya bersaing dengan dasar keunggulan biaya dan menawarkan beberapa tingkat perbedaan, sedangkan perusahaan yang lebih kecil sering bersaing dengan dasar yang tergantung pada segmen industri.