METODOLOGI PENELITIAN
2. Analisis Inner Model
4.2 Teknik Analisis Data .1 Statistik Deskriptif .1 Statistik Deskriptif
4.2.2 Konstruk Variabel dan Indikator
Sebelum melakukan analisis outer dan analisis inner pada model struktural yang digunakan, penelitian ini menguraikan variabel dengan menjabarkan model masing-masing yang disebut dengan konstruk beserta indikator yang digunakan dalam penilitian ini agar lebih mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan lima variabel, yaitu capital structure, asset structure, market risk, company growth, dan company value.
Gambar 4.1
Konstruk Capital Structure
Pada Gambar 4.1 Capital Structure dalam penelitian ini diukur dengan Debt Equity Ratio (DER) yang merupakan perbandingan antara hutang-hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya.
Gambar 4.2
Konstruk Asset Structure
Pada Gambar 4.2 Asset Structure dalam penelitian ini diukur dengan Structure Asset yang merupakan perbandingan antara total aset tetap yangdimiliki oleh perusahaan dengan total asset perusahaan.
DER
Capital Structure
SA
Asset Structure
Gambar 4.3 Konstruk Market Risk
Pada Gambar 4.3 Market Risk dalam penelitian ini diukur dengan Net Interest Margin (NIM) yang merupakan selisih antara total biaya bunga pendanaan dengan total biaya bunga pinjaman.
Gambar 4.4
Konstruk Company Growth
Pada Gambar 4.4 Company Growth dalam penelitian ini diukur dengan Growth yang merupakan pertumbuhan aset dimana aset merupakan aktiva yang digunakan untuk aktiva operasional perusahaan. Semakin besar aset diharapkan semakin besar hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan.
Gambar 4.5
Konstruk Company Value
Pada Gambar 4.5 Company Value dalam penelitian ini diukur dengan
INFLASI
Market Risk
Growth
Company Growth
PER
Company Value
50
Prices Earning Ratio (PER) yang menunjukkan seberapa tinggi suatu saham dibeli oleh investor dibandingkan dengan laba per lembar saham. Jika price earning ratio perusahaan tinggi berrati saham perusahaan dapat memberikan return yang besar bagi investor.
4.2.3 Penilaian Model 1. Analisis Outer Model
Analisis outer model adalah model pengukuran yang menghubungkan indikator dengan masing-masing variabel yang disebut dengan konstruk.
Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan yaitu:
a. Pengujian Validitas dengan Pendekatan Nilai Loading Factor
Sumber: Lampiran 5
Gambar 4.6 Model Path Analysis
Pada Gambar 4.6 bahwa Model Path Analysis merupakan teknik analisis
yang digunakan untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang inheren antar variabel yang disusun berdasarkan urutan temporer dengan menggunakan koefesien jalur sebagai besaran nilai dalam menentukan besarnya pengaruh variabel independen exogenous terhadap variabel dependen endogenous. (Sarwono, 2011). Dari pengujian aset struktur, capital struktur, market risk, company growth dan company value yang berarti telah memenuhi syarat validitas berdasarkan penilaian loading factor yang dapat dilihat di Gambar 4.7.
Sumber: Lampiran 5
Gambar 4.7
Pengujian Validitas dengan Nilai Loading Factor
Suatu indikator pertanyaan dikatakan valid apabila nilai loading factor >
0,4. Berdasarkan hasil loading factor pada Gambar 4.7, diketahui nilai loading factor dari asset struktur, capital struktur, market risk, company
52
growth dan company value, masing-masing adalah 1, yakni lebih besar dari 0,4, yang berarti telah memenuhi syarat validitas berdasarkan penilaian loading factor.
b. Pengujian Reliabilitas dengan Pendekatan Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability
Evaluasi reliabilitas dinilai berdasarkan alpha cronbach dan composite reliability. Gambar 4.8 dan Gambar 4.9 menyajikan nilai alpha cronbach dan composite reliability untuk masing-masing variabel. Nilai alpha cronbach yang disarankan adalah di atas 0,7. Sementara nilai batasan composite reliability di atas 0,7. Berdasarkan Gambar 4.8, menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach untuk variabel asset struktur, capital struktur, market risk, company growth dan company value di atas 0,7, sementara nilai Composite Reliability dari asset struktur, capital struktur, market risk, company growth dan company value juga di atas 0,7.
Sumber: Lampiran 8
Gambar 4.8
Nilai Cronbach’s Alpha dari Masing-Masing Variabel
Sumber: Lampiran 7
Gambar 4.9
Nilai Composite Reliability dari Masing-Masing Variabel
2. Analisis Inner Model
Analisis inner model adalah model struktural yang menghubungkan antara variabel.Tujuan analisis inner model ini untuk mengestimasi koefisien jalur (path coefficient) antar variabel, baik itu pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung. Pengaruh Assets Structure, Capital Structure dan Market Risk terhadap Company Value tidak hanya secara langsung, tetapi juga ada pengaruh tidak langsung, yaitu melalui Company Growth. Pengaruh langsung antar variabel penelitian ini dapat dilihat melalui path coefficient pada model struktural. Nilai path coefficient antar variabel secara langsung dapat dilihat pada gambar berikut:
a. Pengujian Hipotesis (Inner Model): Pengaruh Langsung (Dirrect Effect)
Setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis untuk menguji signifikansi pengaruh langsung (direct effect). Gambar 4.10 dan Gambar 4.11 disajikan hasil
54
pengujian hipotesis berdasarkan software SmartPLS untuk pengujian pengaruh langsung (direct effect).
Sumber: Lampiran 9
Gambar 4.10
Koefisien Jalur (Path Coefficient)
Sumber: Lampiran 9
Gambar 4.11
Uji Signifikan Pengaruh Langsung (Direct Effect) Berdasarkan Gambar 4.10 dan Gambar 4.11 diperoleh hasil:
a) Diketahui nilai koefisien asset struktur terhadap company growth adalah 0.464, yakni bernilai positif. Hal ini berarti aset struktur berpengaruh positif terhadap company growth. Diketahui nilai
P-Values 0,001 < 0,05, maka aset struktur berpengaruh signifikan terhadap company growth.
b) Diketahui nilai koefisien capital struktur terhadap company growth adalah 0,591, yakni bernilai positif. Hal ini berarti capital struktur berpengaruh positif terhadap company growth. Diketahui nilai P-Values 0,000 < 0,05, maka capital struktur berpengaruh signifikan terhadap company growth.
c) Diketahui nilai koefisien market risk terhadap company growth adalah -0,203, yakni bernilai negatif. Hal ini berarti market risk berpengaruh negatif terhadap company growth. Diketahui nilai P-Values 0,070 > 0,05, maka market risk tidak berpengaruh signifikan terhadap company growth.
d) Diketahui nilai koefisien aset struktur terhadap company value adalah 0,493, yakni bernilai positif. Hal ini berarti aset struktur berpengaruh positif terhadap company value. Diketahui nilai P-Values 0,000 < 0,05, maka aset struktur berpengaruh signifikan terhadap company value.
e) Diketahui nilai koefisien capital struktur terhadap company value adalah 0,241, yakni bernilai positif. Hal ini berarti capital struktur berpengaruh positif terhadap company value. Diketahui nilai P-Values 0,022 < 0,05, maka capital struktur berpengaruh signifikan terhadap company value.
f) Diketahui nilai koefisien market risk terhadap company value adalah
56
-0.198, yakni bernilai negatif. Hal ini berarti market risk berpengaruh negatif terhadap company value. Diketahui nilai P-Values 0,061 > 0,05, maka market risk tidak berpengaruh signifikan terhadap company value.
g) Diketahui nilai koefisien company growth terhadap company value adalah 0,380, yakni bernilai positif. Hal ini berarti company growth berpengaruh positif terhadap company value. Diketahui nilai P-Values 0,001 < 0,05, maka company growth berpengaruh signifikan terhadap company value.