4.3 BASIS PENGUKURAN
4.4 PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
5.1.3. ASET TETAP Per 31 Desember 2014 Per 31 Desember 2013
5.1.3.6. Konstruksi Dalam Pengerjaan
Per 31 Desember 2014 Per 31 Desember 2013 Rp 20.567.933.012,00 Rp 2.174.036.729,00
Jumlah tersebut merupakan jumlah konstruksi dalam pengerjaan bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan oleh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Madiun Per 31 Desember 2014.
Perincian aset tetap Golongan Konstruksi dalam Pengerjaan Per 31 Desember 2014 dan 2013 tersaji dalam tabel dibawah ini.
Tabel 5.69
Konstruksi Dalam Pengerjaan
No. SKPD 2014 2013
Brg Harga Brg Harga
1 Dinas Dikmudora - - - -
2 Kantor Perpustakaan dan Arda - - - -
3 Dinas Kesehatan - - - -
4 R S U D 2 4.159.022.730 1 191.000.000
5 Dinas Pekerjaan Umum 1 993.725.000 1 483.350.000
6 BAPPEDA - - - -
7 Dinas Perhubungan - - - -
8 DKP - - - -
9 KLH - - - -
10 Dinas Kependudukan dan Capil 1 163.952.000 - -
11 Dinas Tenaga Kerja dan Sosial - - - -
12 Bakesbang dan Linmas - - - -
13 Kantor Satpol PP - - - -
14 B P B D 1 15.251.233.282 - -
15 D P R D - - - -
16 Kepala Daerah dan Wakil - - - -
17 Sekretariat Daerah - - - -
a. Bagian Adm. Pemerintahan - - - -
b. Bagian Hukum - - - -
c. Bagian Adm. Pembangunan - - - -
d. Bagian Adm. Perek & Sosial - - - -
e. Bagian Organisasi - - - -
f. Bagian Umum - - - -
g. Bagian Humas - - - -
19 BPKAD - - - 116.000.000
20 Inspektorat - - - -
21 Kecamatan Kartoharjo - - - -
22 Kecamatan Taman - - - -
23 Kecamatan Manguharjo - - 1 1.158.509.625 24 Badan Kepegawaian Daerah - - - -
25 KPPT - - - -
26 Dinas Pendapatan Daerah - - - -
27 BPM, KB dan Ketahanan Pangan - - - -
28 Dinas Pertanian - - 2 225.177.104
29 Dinas Perindagkopar - - - -
30 Dinas Pasar - - - -
JUMLAH 5 20.567.933.012 5 2.174.036.729
Perincian mutasi konstruksi dalam pengerjaan selama tahun 2014 tersaji dalam tabel dibawah ini.
Tabel 5.70
Mutasi Konstruksi Dalam Pengerjaan Per 31 Desember 2014
No. SKPD Saldo Awal 1 Jan 2014
Mutasi Selama Tahun 2014
Saldo Akhir 31 Des 2014
Pengurangan Penambahan
Brg Harga Brg Harga Brg Harga Brg Harga
1 Dinas Dikmudora - - - - - - - -
2 Kantor Perpustakaan dan Arda - - - - - - - -
3 Dinas Kesehatan - - - - - - - -
4 R S U D 1 191.000.000 - - 1 3.968.022.730 2 4.159.022.730
5 Dinas Pekerjaan Umum 1 483.350.000 - - - 510.375.000 1 993.725.000
6 BAPPEDA - - - - - - - -
7 Dinas Perhubungan - - - - - - - -
8 DKP - - - - - - - -
9 KLH - - - - - - - -
10 Dinas Kependudukan dan Capil - - - - 1 163.952.000 1 163.952.000
11 Dinas Tenaga Kerja dan Sosial - - - - - - - -
12 Bajesbang dan Linmas - - - - - - - -
13 Kantor Satpol PP - - - - - - - -
14 B P B D - - - - 1 15.251.233.282 1 15.251.233.282
15 D P R D - - - - - - - -
16 Kepala Daerah dan Wakil - - - - - - - -
17 Sekretariat Daerah - - - - - - - -
a. Bagian Adm. Pemerintahan - - - - - - - -
b. Bagian Hukum - - - - - - - -
c. Bagian Adm. Pembangunan - - - - - - - -
d. Bagian Adm. Perek & Sosial - - - - - - - -
e. Bagian Organisasi - - - - - - - -
f. Bagian Umum - - - - - - - -
PEMERINTAH KOTA MADIUN 97
21 Kecamatan Kartoharjo - - - - - - - -
22 Kecamatan Taman - - - - - - - -
23 Kecamatan Manguharjo 1 1.158.509.625 1 1.158.509.625 - - - -
24 Badan Kepegawaian Daerah - - - - - - - -
25 KPPT - - - - - - - -
26 Dinas Pendapatan Daerah - - - - - - - -
27 BPM, KB & Ketahanan Pangan - - - - - - - -
28 Dinas Pertanian 2 225.177.104 2 225.177.104 - - - -
29 Dinas Perindagkopar - - - - - - - -
30 Dinas Pasar - - - - - - - -
JUMLAH 5 2.174.036.729 3 1.499.686.729 3 19.893.583.012 5 20.567.933.012
Berdasarkan perincian mutasi kontruksi dalam pengerjaan tersebut di atas, mutasi kurang tersebut disebabakan karena pada tahun 2014 telah selesai pembangunannnya sehingga harus direklas ke aset tetap gedung dan bangunan. Sedangkan mutasi tambah pada beberapa SKPD dapat disebabkan adanya sejumlah kegiatan perencanaan, atau DED, pengawasan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 belum selesai dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Madiun Tahun Anggaran 2014 yang diklasifikasikan sebagai konstruksi dalam pengerjaan adalah sebagai berikut:
1. Rumah Sakit Umum Daerah, Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor RSUD. Dalam rangka menunjang kebutuhan perkantoran rumah sakit daerah yang representative pada tahun 2014 RSUD Kota Madiun melaksanakan pembangunan gedung kantor namun sampai dengan 31 Desember 2014 belum dapat diselesaikan sehingga dikatagorikan sebagai aset konstruksi dalam pengerjaan dengan perincian sebagai berikut:
No Jenis Pekerjaan Progres Jumlah 1 Perencanaan 85% 166.233.650,00 2 Pelaksanaan 57% 3.650.850.000 3 Pengawasan 57% 78.690.780,00
Jumlah 3.895.774.430,00
Total biaya pembangunan gedung kantor RSUD Kota Madiun sebesar Rp6.738.623.000,00 terdiri dari perencanaan sebesar Rp195.569.000,00, pelaksanaan sebesar Rp6.405.000.000,00 dan pengawasan sebesar Rp138.054.000,00
Konsultan perencanaan ditunjuk berdasarkan SPK Nomor 027/PA/476/401.302/2014 tanggal 3 Maret 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp196.405.000.000 dalam jangka waktu pekerjaan 60 hari kalender sejak tanggal 3 Maret 2014.
Konsultan pengawasan ditunjuk berdasarkan SPK Nomor 027/PA/1708/401.302/2014 tanggal 21 Juli 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp138.054.000,00 dalam jangka waktu pekerjaan 150 hari kalender sejak tanggal 21 Juli 2014.
Pelaksana pekerjaan ditunjuk berdasarkan SPK Nomor 027/PA/1652/401.302/2014 tanggal 15 Juli 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp6.405.000.000 dalam jangka waktu 150 hari kalender sejak tanggal 21 juli 2014 hingga tanggal 18 desember 2014.
Pada tanggal 30 Agustus 2014 konsultan pengawas pekerjaan pembangunan gedung kantor RSUD Kota Madiun pada tanggal 21 Juli 2014 melayangkan surat teguran Nomor 003/ CLK-SP Lap/VIII/2014 kepada pelaksana atas adanya keterlambatan kemajuan fisik pelaksanaan pekerjaan, dalam surat teguran pengawas tersebut dinyatakan bahwa sampai dengan tanggal 30 agustus 2014 kemajuan fisik pekerjaan dari pelaksana hanya tercapai sebesar 2.37% dari yang seharusnya sebesar 14,33%. Surat teguran dari konsultan Pengawas tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Teguran I Nomor 422/2113/401.302/2014 tanggal 2 September 2014 dari direktur RSUD Kota Madiun agar pelaksana pekerjaan mempercepat pelaksanaan pekerjaan supaya progres pekerjaan yang tertinggal dapat di kejar.
Pada tanggal 22 September 2014 konsultan pengawas kembali melayangkan surat teguran Nomor 004/CLK/SP Lap/VIII/2014 kepada pelaksana tentang kemajuan fisik pelaksanaan pekerjaan yang hanya tercapai sebesar 11.016% dari rencana 26.36% sehingga terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sebesar 15,35%. Kemudian di tindaklanjuti oleh direktur RSUD Kota Madiun dengan melayangkan Surat Teguran II Nomor 440/2396/402.302/2014 tanggal 24 September2014.
Menyikapi kondisi tersebut maka pada tanggal 17 Oktober 2014 Pelaksana Pekerjaan, Konsultan Pengawas dan RSUD Kota Madiun membuat Berita Acara Show Couse of Meeting ke 1 yang menghasilkan solusi supaya pelaksana menyusun rencana kerja baru dan network planing dari sisa pekerjaan yang dilaksanakan sesuai sisa volume pekerjaan dan sisa waktu yang ada untuk mengejar keterlambatan pekerjaan yang dilaksanakan. Selanjutnya akan dilaksanakan
PEMERINTAH KOTA MADIUN 99 Konsultan dan PPTK sesuai dengan yang disusun oleh pelaksana pekerjaan.
Pelaksana membuat surat pernyataan nomor 065/PK/X/2014 tanggal 21 Oktober 2014 yang menyatakan bahwa Pelaksana sanggup menyelesaikan pekerjaan pembangunan gedung kantor RSUD Kota Madiun sampai dengan tanggal 18 desember 2014 sebagaimana komitmen awal yang tertuang di surat perjanjian induk.
Sehubungan dengan ketidaktercapaian hasil atas show couse meeting ke 1 maka sesuai dengan kesepakatan show couse meeting ke 1 diadakan show of meeting pada tanggal 13 november 2014. Sesuai dengan berita acara show couse meeting ke 2 serta pengamatan dari monitoring Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun disebutkan bahwa keterlambatan pelaksanaan pekerjan tersebut dikarenakan kurangnya ketersediannya tenaga kerja dan jadwal pengecoran tanpa adanya alasan lain sebagai penghambat pelaksanaan pekerjaan. Dengan demikian keterlambatan pekerjaan dinyatakan murni karena lambatnya pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak yang telah ditandatangani.
Dalam perjalanannya menunjukkan bahwa hasil show couse meeting ke 1 dan ke 2 tersebut tidak dapat direalisasikan oleh pelaksana pekerjan, menyikapi kondisi tersebut maka dibuatlah nota kesepakatan nomor 027/PA/3177/401.302/2014 tanggal 27 November 2014 tanggal 27 November 2014 antara Pihak RSUD Kota Madiun dengan Pelaksana dengan klausul yang disepakati yaitu apabila realisasi fisik pekerjaan tidak tercapai antara 70-100% serta relisasi fisik terlambat dari jadwal yang telah di rencanakan dan akan melampaui tahun anggaran maka pengguna anggaran (PA) dapat memutuskan kontrak secara sepihak sebelum tahun anggaran berakhir setelah memberikan kesempatan kepada PT PK untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender sejak masa pelaksanaan pekerjaan tidak dapat diselesaikan oleh Pelaksana.
Selanjutnya Pelaksana mengajukan permohonan penambahan waktu kepada kepala RSUD Kota Madiun mealui surat permohonan penambahan waktu nomor 081/pk/xii/2014 tanggal 17 Desember 2014 agar waktu penyelesaian pekerjaan dapat di perpanjang sampai dengan 50 hari kalender (tanggal 19 Desember 2014 – 6 Pebruari 2015 mengingat pada minggu ke 22 hasil pekerjaan penyelesaian pembangunan RSUD baru mencapai 46,66%. Permohonan penambahan waktu tersebut disertai dengan 5 surat pernyataan komitmen Pelaksana untuk memenuhi tanggung jawab yaitu
Surat Pernyataan Nomor 055/PK/VIII/2014 tentang tidak menuntut denda/bunga keterlambatan pembayaran;
Surat Pernyataan Nomor 072/PK/XII/2014 tentang kesanggupan pengadaan material proyek;
Surat Pernyataan Nomor 073/PK/XII/2014 tentang kesiapan anggaran pelaksanaan proyek;
Surat Pernyataan Nomor 074/PK/XII/2014 tentang kesanggupan menyelesaikan pekerjaan;
Surat Pernyataan Nomor 075/PK/XII/2014 tentang kesanggupan membayar denda keterlambatan.
Dengan adanya permohonan penambahan waktu tersebut maka surat perjanjian induk tersebut diperbarui dengan surat perjanjian adendum nomor 027/PA/39/401.302/2014 tanggal 15 Desember 2014 yang mengubah klausal nilai perjanjian kontrak dalam surat perjanjian induk sebelumnya sebesar Rp6.405.000.000 berubah menjadi pembayaran dari Pengguna Anggaran kepada pelaksana di tahun anggaran 2014 berdasarkan progres pelaksanaan pekerjaan per tanggal 27 Desember 2014 dikurangi denda yang besarnya 1/1000 dari nilai kontrak selama 9 hari keterlambatan. Selanjutnya untuk pembayaran pada tahun anggaran 2015 dilakukan dengan mengusulkan anggaran pada Perubahan APBD Kota Madiun Tahun Anggaran 2015 yang besarnya sejumlah sisa pekerjaan yang belum diselesaikan pada tahun anggaran 2014 dikurangi denda keterlambatan yang besarnya 1/1000 dari kontrak untuk 4 hari tahun 2014 dan sampai selesainya pekerjaan oleh pelaksana maksimal sampai denagn tanggal 6 Pebruari 2015.
Berdasar laporan konsultan pengawas berupa rekapitulasi perhitungan realisasi fisik pekerjaan per tanggal 6 Pebruari 2015 diketahui bahwa hasil kemajuan fisik pekerjaan setelah adanya penambahan waktu penyelesaian pekerjaan sampai dengan tanggal 6 Pebruari 2015, Pelaksana hanya sanggup menyelesaikan fisik pekerjaan sebesar 82,15% dari target yang seharusnya 100%. Oleh karena itu sesuai denagn perjanjian adendum yang telah disepakati maka Direktur RSUD Kota Madiun selaku Pengguna Anggaran melakukan pemutusan kontrak dengan surat pemutusan kontrak nomor 027/PA/589/401.302/2015 tanggal 7 Pebruari 2015 sehingga terhitung sejak tanggal 7 Pebruari 2015, Pelaksana harus segera menghentikan pekerjaan, mengatur lokasi pekerjaan supaya tetap aman, dan meninggalkan lokasi pekerjaan. Sebagai akibat dari pemutusan kontrak tersebut, pelaksana akan menerima pembayaran sesuai
PEMERINTAH KOTA MADIUN 101 dilakukan bersama para pihak.
Selanjutnya atas pemutusan kontrak tersebut RSUD Kota Madiun mengeluarkan sanksi pencantuman dalam daftar hitam kepada Pelaksana sesuai dengan SK Direktur RSUD Kota Madiun Nomor 027-401.302/18/2015 tanggal 27 Pebruari 2015. Kemudian, pangguna anggaran mencairkan dan menyetorkan dana jaminan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp320.250.000,00 ke kas daerah Kota Madiun sesuai dengan surat dari RSUD Kota Madiun nomor 207/PA/607/401.302/2015 tanggal 9 Pebruari 2015 dan telah dicairkan ke rekening kas daerah Kota Madiun pada tanggal 11 Maret 2015.
Setelah dilakukan pemutusan kontrak, Pelaksana melayangkan surat nomor 014/PKII/2015 tanggal 9 Pebruari 2015 tentang surat kesanggupan menyelesaikan pekerjaan 100% kepada RSUD Kota Madiun sebagai wujud tanggungjawab moral. RSUD Kota Madiun menanggapinya melalui surat tanggapan nomor 027/PA/401.302.2015 tanggal 11 Pebruari 2015 yang menolak surat kesanggupan tersebut dengan tetap menegaskan agar segera meninggalkan lokasi proyek pembangunan gedung kantor RSUD Kota Madiun dengan beberapa penegasan yaitu :
a. Jika kontraktor pelaksana melanjutkan pekerjaan setelah tanggal 6 Pebruari 2015 adalah melanggar aturan yang telah disepakati bersama;
b. Konsultan Pengawas telah melaporkan perhitungan realisasi fisik pekerjaan per 6 Pebruari 2015 dengan pernyataan pekerjaan yang telah terpasang sebesar 82,15 dan material on site sebesar 11,268%.
Menjawab surat tersebut, pelaksana menyanggah melalui surat tanggapan nomor 017/PK/II/2015 tanggal 14 Pebruari 2015 yang menyatakan bahwa Pelaksana tidak sepakat dengan perhitungan realisasi fisik yang dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas dan menghendaki adanya evaluasi ulang dengan pertimbangan bahwa perhitungan tersebut dilakukan sepihak tanpa melibatkan Pelaksana. Menurut perhitungan realisasi fisik dari Pelaksana per tanggal 6 Pebruari 2015, kemajuan fisik yang telah dikerjakan oleh Pelaksana sebesar 96,206%. Atas sanggahan dari Pelaksana, maka Direktur RSUD Kota Madiun menyampaikan permintaan audit bangunan gedung dari BPKP dengan surat nomor 445/831/401.302/2015 tanggal 24 Pebruari 2015 agar dapat menentukan nilai pembayaran berdasarkan realisasi kemajuan pekerjaan yang sebenarnya.
Konfirmasi lebih lanjut menunjukkan bahwa pihak RSUD Kota Madiun juga melayangkan surat nomor 027/1145/401.302/2015 tanggal 17 Maret 2015 yang ditujukan untuk tim ahli dari ITS Surabaya agar berkenan melakukan perhitungan fisik atas pekerjaan pembangunan gedung RSUD Kota Madiun. Surat tersebut ditanggapi oleh pihak ITS Surabaya dengan mengirimkan tim ahli dari Fakultas Teknik Sipil (FTSI-ITS) dengan surat penugasan nomor 010987/IT2.3.1.1/KP.04/00/2015 tanggal 27 Maret 2015 untuk melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Kota Madiun.
Hasil analisa tim ahli FTSP-ITS bersama dengan Konsultan Pengawas dan Pelaksana tersebut diterima oleh tim BPK pada tanggal 1 April 2015 yang menyatakan bahwa realisasi pekerjaan fisik pekerjaan pembangunan gedung RSUD Kota Madiun adalah sebesar 82,15%. Laporan hasil analisa tersebut ditandatangani oleh tim ahli FTSP-ITS dilampiri dengan Berita Acara penandatanganan kesepakatan nilai kemajuan realisasi fisik gedung bersama dengan Konsultan Pengawas dan Pengguna Anggaran nomor 027/PA/148/401.202/2015 tanggal 6 Pebruari 2015.
2. Rumah Sakit Umum Daerah, Kegiatan Perencanaan Teknis Pembangunan Instalasi, namun sampai dengan 31 Desember 2014 perencanaan teknis pembangunan instalasi belum dapat dilaksanakan pembangunannya sehingga dikatagorikan sebagai aset konstruksi dalam pengerjaan dengan nilai sebesar Rp72.248.300,00
3. Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango yang pengerjaannya sampai dengan per 31 Desember belum dapat diselesaikan dengan perincian sebagai berikut :
No Jenis Pekerjaan Progres Jumlah
1 Perencanaan 100% 5.400.000,00 2 Pelaksanaan 79,628% 14.944.264.528,00 3 Pengawasan 79,628% 301.568.754,00
PEMERINTAH KOTA MADIUN 103 Total biaya pembangunan embung Pilangbango sebesar Rp15.251.233.282,00 terdiri dari perencanaan sebesar Rp5.400.000,00 pelaksanaan sebesar Rp14.944.264.528,00 dan pengawasan sebesar Rp301.568.754.000,00
Untuk Tahun 2014 perencanaan Pembangunan Embung sebesar Rp5.400.000,00, jasa Konsultansi penyusunan Dokumen DED pembangunan Pilangbango yang dilaksankan pada tahun 2012 berdasarkan SPK Nomor 050/PA/572/401.206/2012 tanggal 8 Oktober 2012 dengan nilai kontrak sebesar Rp138.600.000.000 dalam jangka waktu pekerjaan 60 hari kalender.
Konsultan pengawasan ditunjuk berdasarkan SPK Nomor 050/PA/179/401.206/2014 tanggal 28 Maret 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp378.722.000,00 dalam jangka waktu pekerjaan 270 hari kalender.
Pelaksana pekerjaan ditunjuk berdasarkan SPK Nomor 050/PA/181/401.206/2014 tanggal 28 Maret 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp18.767.600.000 dalam jangka waktu 270 hari kalender.
Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango kota Madiun dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Nomor 050/181/401.206/2014 dengan nilai kontrak Rp. 18.767.600.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan kontrak selama 270 hari kalender terhitung sejak tanggal 28 Maret 2014 s/d 22 Desember 2014.
Dalam proses waktu pelaksanaan kegiatan saat fisik mencapai kemajuan kurang lebih 85% terjadi permasalahan berupa bangunan konstruksi dinding beton penahan bangunan embung mengalami pergeseran sehingga mengakibatkan pasangan dinding penahan yang terbuat dari batu kali mengalami keretakan. Pada saat - saat mulai terjadinya pergeseran, BPBD mengambil langkah cepat dengan mengadakan rapat-rapat koordinasi antara pelaksana, konsultan pengawas, konsultan perencana, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Dinas Pekerjaan Umum untuk membahas langkah-langkah preventif sehingga hasil dari rapat koordinasi tersebut telah disepakati untuk memohon bantuan tenaga ahli dari Universitas Brawijaya Malang tanggal 14 November 2014 Nomor 360/824/401.206/2014 dan tanggal 18 November 2014 tim ahli dari Universitas Brawijaya Malang datang ke lokasi untuk mengadakan penelitian sekaligus dengan saran teknis untuk tidak melaksanakan kegiatan diatas dinding beton yang bergeser dan secara lisan dapat
mengerjakan yang lain. Pada tanggal 1 Desember 2014 BPBD di undang untuk mendengarkan presentasi dari tim ahli dikampus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang sebagai draf final atas hasil penelitian. Penjelasan secara lisan bahwa Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango sementara boleh diberi perkuatan namun secara normatif perlu segera diadakan redesain yang harus disiapkan oleh konsultan perencana.
Mempertimbangkan waktu berakhirnya kontrak dan dalam rangka menyelamatkan aset negara maka terus ditindaklanjuti dengan permohonan estimasi kuantitas dan kualitas Kegiatan Pembangunan Embung Kota Madiun tanggal 12 Desember 2014 Nomor 050/051/401.206/2014 kepada Institut Teknoloagi Surabaya (ITS). Paparan hasil penelitian dari pihak ITS telah disampaikan bahwa embung pilangbango perlu segera dibuatkan perkuatan dengan tiang pancang dalam rangka menstabilkan struktur tanah namun normatif hasil kajian dari tim ahli ITS baru selesai tanggal 23 Desember 2014 sehingga hal ini sudah melampaui batas akhir kontrak dan rekomendasi untuk dipasang tiang pancang tidak tercantum dalam item RAB pada kontrak yang telah ditandatangani. Menurut perhitungan dari tim ahli kebutuhan dana untuk menambah ruang lingkup bangunan embung berupa pasangan tiang pancang termasuk konstruksi diatasnya sekitar Rp4.500.000.000,00.
Pada tanggal 24 Desember 2014 BPBD dan dinas instansi terkait menyikapi kondisi tersebut di atas mengadakan konsultasi dengan LKPP di Jakarta untuk mohon informasi sekaligus solusi yang memungkinkan sebagai langkah-langkah yang tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Disamping itu pelaksana mengkaji lebih lanjut bahwa untuk pengerjaan tiang pancang sebesar Rp4.500.000.000,00 tersebut tidak tercantum dalam kontraktual sehingga pelaksana menyatakan keberatan dan tidak sanggup untuk pengerjaan sehingga memilih untuk mengundurkan diri karena apabila menggunakan addendum kontrak dengan menambah dana maksimal 10% dari nilai kontrak awal Rp1.876.760.000,00 sehingga kegiatan pembangunan embung tersebut memang tidak dapat diselesaikan, Bahwa mengacu pada Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) pada huruf B.5 angka 38, 39, 40 dan 41 maka pengunduran diri yang disebabkan permintaan mengerjakan item pekerjaan diluar kontrak memang tidak diatur dalam SSUK. SSUK hanya mengatur pemutusan kontrak oleh PA sebagaimana diatur pada B.5 angka 40 atau pemutusan kontrak oleh penyedia sebagaimana diatur dalam huruf B.5 angka 41. Menyikapi permasalahan tersebut Kepala BPBD Kota Madiun melayangkan surat kepada
PEMERINTAH KOTA MADIUN 105 tanggal 31 Desember 2014 dan surat Nomor 050/008/401.206/2014 tanggal 5 Januari 2015. Menanggapi ketiga surat dari BPBD Kota Madiun tersebut oleh Direktur Penanganan Masalah Hukum pada LKPP memberikan pendapat dengan surat tanggapan tanggal 20 Januari 2015 Nomor 1156/D.4.3/1/2015 yang isinya sebagai berikut :
a. Bilamana alasan penyedia menolak melanjutkan pelaksanaan kontrak karena tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan tambahan (item baru) atas hasil justifikasi tim ahli maka PPK, jika kontrak diputus maka tidak dapat dikategorikan sebagai kesalahan penyedia. Penyedia tersebut tidak dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 93 ayat (2) Perpres 70 Tahun 2012 termasuk pengenaan sanksi daftar hitam.
b. Untuk perpanjangan waktu yang menggunakan sumber dana tahun tunggal tidak diperkenakan melewati tahun anggaran berikutnya.
c. Jika berdasarkan pertimbangan teknis dari tim ahli yang menyatakan bahwa untuk memperkuat konstruksi pembangunan embung harus diberikan tiang pancang, dan bilamana pekerjaan pembangunan embung akan mengalami keretakan bila tidak diberikan tiang pancang (kesalahan desain), maka PPK dapat menghentikan sementara atau menghentikan sama sekali (permanen) dengan mekanisme pengurangan volume pekerjaan melalui addendum kontrak.
d. Dalam hal kontrak dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai atau sebagaimana cara pembayaran yang tertuang dalam kontrak.
e. Penambahan pekerjaan tiang pancang yang dilakukan melalui penambahan ruang lingkup hanya dapat dilakukan bilamana melalui mekanisme perubahan kontrak sebagaimana ketentuan Pasal 87 Perpres 54 Tahun 2010 beserta perubahannya.
f. Terkait dengan sisa pekerjaan sebesar 15% dan penambahan tiang pancang yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2015 maka :
1) Pada prinsipnya dilakukan dengan kontrak baru melalui mekanisme pemilihan penyedia barang/jasa sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku
2) Bilamana terjadi perubahan perencanaan, yang masih menjadi tanggung jawab perencana maka perencana melakukan perubahan desain tanpa menuntut pembayaran.
Berdasarkan kajian tim ahli baik dari Universitas Brawijaya dan ITS serta tanggapan dari LKPP maka Kepala BPBD selaku PA melayangkan surat kepada pelaksana dengan surat Nomor
050/III/401.206/2015 tanggal 22 Januari 2015 yang menyatakan bahwa kegiatan pembangunan embung pilangbango tidak dapat dilanjutkan sesuai kontrak Nomor 050/181/401.206/2014 tanggal 28 Maret 2014 dengan kemajuan fisik yang dilaporkan oleh konsultan pengawas 84,628% sebagai dasar akhir pelaksanaan pekerjaan sesuai yang disepakati. Dalam upaya tindak lanjut Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango agar diketahui oleh instansi fungsional yang mempunyai otoritas terkait analisa keuangan yang menyangkut batas akhir pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas, maka Kepala BPBD Kota Madiun menyampaikan permohonan review pelaksanaan kontrak kepada Kepala Perwakilan BPKP Propinsi Jawa Timur di Surabaya dengan Nomor surat 050/199/401.206/2015 tanggal 27 Januari 2015 terkait permasalahan Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango agar BPKP dapat membantu melakukan review atas pelaksanaan kontrak. Namun mengingat padatnya jadwal kegiatan BPKP dan sebagian pejabat fungsional banyak yang mutasi keluar daerah maka BPKP belum dapat secara resmi datang ke Kota Madiun untuk melaksanakan review pelaksanaan kontrak. Seiring berjalannya waktu, Kejaksaan Negeri Kota Madiun telah melayangkan surat pemanggilan kepada Kepala BPBD dengan Nomor B-33/0.5.14/lId/1/02/2015 tanggal 5 Februari 2015 untuk dimintai keterangan terkait dengan Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango dan surat panggilan saksi Nomor SP.115/05.14/Fd.1/03/2015 tanggal 10 Maret 2015 untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kegiatan konsultan perencanaan dalam Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango sampai dengan 2 April 2015. Permasalahan tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk konstruksi Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango dan DED Pembangunan Embung Pilangbango oleh Kejaksaan Negeri Kota Madiun.
Pada tanggal 3 Maret 2015 BPBD menyampaikan surat teguran kepada pelaksana dengan Nomor 050/44/401.206.2015 perihal teguran perbaikan pembangunan embung atas kewajiban untuk segera memperbaiki/membenahi pekerjaan yang rusak. Pada tanggal 24 maret 2015 dari BPKP telah menghadap Walikota terkait kordinasi sekaligus melihat kondisi di lapangan Kegiatan Pembangunan Embung Pilangbango dalam upaya tindak lanjut surat Walikota tanggal 27 Januari 2015 No.050/199/401.206/2015.
4. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kegiatan DED Pembangunan Gedung, namun sampai dengan 31 Desember 2014 pembangunan belum dapat dilaksanakan karena belum tersedia anggarannya sehingga dikatagorikan sebagai aset konstruksi dalam pengerjaan dengan nilai
PEMERINTAH KOTA MADIUN 107 dengan 31 Desember 2014 pembangunan belum dapat dilaksanakan karena belum tersedia anggarannya sehingga dikatagorikan sebagai aset konstruksi dalam pengerjaan dengan nilai sebesar Rp390.100.000,00.
6. Dinas Pekerjaan Umum, Kegiatan DED Pembangunan Jalan dan Jembatan, perencanaan jembatan kali piring namun sampai dengan 31 Desember 2014 pembangunan belum dapat dilaksanakan sehingga dikatagorikan sebagai aset konstruksi dalam pengerjaan dengan nilai sebesar Rp95.800.000,00.
7. Dinas Pekerjaan Umum, Kegiata Penataan Road Race Bantaran Kali (Perencanaan) namun sampai dengan 31 Desember 2014 pembangunan belum dapat dilaksanakan sehingga dikatagorikan sebagai aset konstruksi dalam pengerjaan dengan nilai sebesar Rp 24.475.000,00. Mutasi penambahan aset tetap konstruksi dalam pengerjaan selama tahun 2014 berasal dari :
No. Uraian Barang Jumlah
1 Kegiatan pembangunan gedung kantor pada RSUD, berdasarkan No kontrak 050/181/401.206/2014, Tanggal 15 Juli 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp6.405.000.000,00 Seharusnya selesai pada tanggal 18 Desember 2014 , namun sampai dengan 31 Desember 2015 hanya terserap sebesar 60,82 %
- 3.895.774.430,00
2 Kegiatan Perencanaan Teknis
Pembangunan Instalasi Oksigen Sentral Rumah Sakit
1 72.248.300,00
3 Kegiatan pembangunan embung pada BPBD; berdasarkan No kontrak
050/181/401.206/2014, Tanggal 28 Maret 2014; dengan nilai kontrak sebesar
Rp18.767.600.000,00 Seharusnya selesai pada tanggal 22 Desember 2014 , namun sampai dengan 31 Desember 2015 hanya terserap sebesar 81,26 %
1 15.251.233.282,00
4 Kegiatan DED pembangunan gedung pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
1 163.952.000,00
5 Kegiatan DED pmbangunan jalan dan jembatan untuk kegiatan perencanaan peningkatan jalan dan bangunan pelengkap
6 Kegiatan DED pembangunan jalan dan