• Tidak ada hasil yang ditemukan

2008 2009 2010 2011 2012 2013 Kontribusi Sub-sektor Industri Rumah Tangga

- ADH Berlaku 59.610 151.464 158.992 181.542 200.421 223.918 - ADH Konstan 38.754 78.935 77.420 83.373 87.084 91.853 Jumlah Total PDRB: - ADH Berlaku 2.798.88 7 3.199.03 2 3.750.27 1 4.323.96 6 5.033.99 9 5.882.45 6 - ADH Konstan 1.464.88 4 1.580.915 1.701.128 1.851.076 2.016.656 2.198.967

Persentase Konstribusi Sub-sektor Industri Rumah Tangga terhadap PDRB

- ADH Berlaku 2,13 4,73 4,24 4,20 3,98 3,81

- ADH Konstan 5,01 4,99 4,55 4,50 4,32 4,18

Sumber: Kabupaten Donggala dalam Angka 2014(diolah kembali)

Seperti pada Tabel di atas, tahun 2013 Persentase kontribusi sektor perindustrian terhadap PDRB Kabupaten DonggalaAtas Dasar Harga Berlaku mencapai 3,81% dan Atas Dasar Harga Konstan mencapai 4,18%. Bila

dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2008-2013) Persentase kontribusi sector ini mengalami fluktuasi kontribusi di dalam penciptaan PDRB baik Atas Dasar Harga Berlaku maupun Atas Dasar Harga Konstan.

8.c) Kontribusi Sub-Sektor Industri Rumah Tangga Terhadap PDRB

Seperti yang dijelaskan pada point di atas tentang Persentase kontribusi Industri terhadap PDRB Kabupaten Donggala, meskipun kontribusinya terhitung kecil dari tahun ke tahun namun peran sektor ini tidak terlepas dari kontribusi sub-sektor dibawahnya. Dalam hal ini sub-sektor industri rumah tangga. Berikut ini akan disajikan kontribusi sub-sektor Industri Rumah Tangga terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlakudan Atas Dasar Harga KonstanKabupaten Donggala tahun 2008-2013.

Tabel 2.109

Kontribusi Sub-sektor Industrian Rumah Tangga Terhadap PDRB Kabupaten Donggala Tahun 2008-2013

Uraian 2008 2009 Tahun2010 2011 2012 2013 Kontribusi Sub-sektor Industri Rumah Tangga

- ADH

Berlaku 59.610 151.464 158.992 181.542 200.421 223.918 - ADH

Jumlah PDRB: - ADH

Berlaku 2.798.887 3.199.032 3.750.271 4.323.966 5.033.999 5.882.456

- ADH

Konstan 1.464.884 1.580.915 1.701.128 1.851.076 2.016.656 2.198.967

Persentase Konstribusi Sub-sektor Industri Rumah Tangga terhadap PDRB

- ADH

Berlaku 2,13 4,73 4,24 4,20 3,98 3,81

- ADH

Konstan 5,01 4,99 4,55 4,50 4,32 4,18

Sumber: Kabupaten Donggala dalam Angka 2014 (diolah kembali)

Tabel di atas menunjukan bahwa, hingga tahun 2013 Persentase kontribusi sub-sektor industrian rumah tangga terhadap PDRB Kabupaten DonggalaAtas Dasar Harga Berlaku mencapai 3,81% dan Atas Dasar Harga Konstan mencapai 4,18%. Persentase tersebut mengalami penurunan baik Atas Dasar Harga Berlaku maupun Atas Dasar Harga Konstan jika dibandingkan dengan tahun- 2010 dan 2011. Persentasekontribusi sub-sektor ini mengalami penurunan dimana pada tahun 2008 Persentase kontribusi sub sektor industri rumah tangga Atas Dasar Harga Berlakusebesar 2,13% dan Atas Dasar Harga Konstan sebesar 5,01% pada tahun yang sama.

8.d) Cakupan Bina Kelompok Pengrajin

Gambaran bina kelompok pengrajin mencakup jumlah kelompok pengrajin yang mendapat bantuan Pemda per jumlah kelompok pengrajin yang ada di Kabupaten Donggala. Berikut ini akan disajikan Data cakupan bina kelompok pengrajin disajikan sebagaimana pada gambar berikut.

Sumber: PDRB Kabupaten Donggala, tahun 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.69

Cakupan Bina Kelompok Pengrajin Kabupaten Donggala Tahun 2008-2013

Sebagaimana tersaji pada gambar di atas, jumlah kelompok pengrajin di Kabupaten Donggala tahun 2008 sebanyak 81 kelompok pengrajin dan dari jumlah tersebut seluruhnya telah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Perkembangan jumlah kelompok pengrajin hingga tahun 2013 telah mencapai

100 kelompok pengrajin. Dari data jumlah kelompok pengrajin yang tersaji sebagaimana pada gambar di atas, tahun ke tahun seluruhnya menerima bantuan dari Pemda. Dengan demikian, capaian cakupan bina kelompok pengrajin mencapai 100%.

8) Transmigrasi

Transmigrasi pada dasarnya merupakan strategi pembangunan wilayah dalam rangka peningkatan taraf hidup dan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia secara terintegrasi dan lintas sektoral, dalam rangka pemerataan penyebaran penduduk dan tenaga kerja serta pembukaan dan pengembangan daerah produksi baru dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah yang dapat menjamin peningkatan taraf hidup transmigran dan masyarakat sekitarnya. Gambaran umum daerah terkait urusan transmigrasi diantaranya dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti perkembangan transmigran, perkembangan jumlah lokasi (UPT) dan peningkatan KTM.

8.a) Transmigrasi Umum

Kabupaten Donggalamerupakan salah satu daerah penerima transmigrasi yang sangat potensial di Sulawesi Tengah. Sebagai salah satu daerah penerima transmigrasi yang sangat potensial di Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala hingga Tahun 2012 telah menempatkan sebanyak 9.102 Kepala Keluarga (KK) atau 37.269 jiwa transmigran.Jumlah tersebut terdiri dari 6.837 KK (27.967 Jiwa) Transmigran Umum dan 2.291 KK (9.302 Jiwa) Transmigran Swakarsa yang tersebar di Kecamatan Rio Pakava 3.472 KK, Kecamatan Banawa Selatan 392 KK, Kecamatan Tanantovea 50 KK, Kecamatan

Sindue Tobata 50 KK, Kecamatan Sirenja 200 KK, Kecamatan Balaesang 255 KK, Kecamatan Balaesang Tanjung 200 KK, KecamatanDampelas 3.482 KK dan Kecamatan Sojol sebanyak 781 KK. Data Persentase transmigrasi Swakarsa di Kabupaten Donggala tahun 2009-2013 dapat dilihat pada Tabel berikut ;

Tabel 2.110

PersentaseTransmigrasi Swakarsa Kabupaten Donggala Tahun 2009-2013

Uraian 2009 2010 Tahun2011 2012 2013

Jumlah Transmigran

Umum 9.137 9.347 9.547 9.941 10.141

Jumlah Transmigran 25.436 25.646 26.057 26.451 26.651

Persentase 35,92 36,45 36,64 37,58 37,58 Sumber: Donggala Dalam Angka, tahun2008-2013 (diolah kembali)

Berdasarkan data pada Tabel di atas, hingga tahun 2013 jumlah transmigrasi Swakarsa di Kabupaten Donggala sebanyak 10.141 jiwa atau sebesar 37,58%dari total transmigrasi di Kabupaten Donggala sebanyak 26.651 jiwa pada tahun yang sama. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding

tahun sebelumnya tahun 2012 yang jumlahnya hanya 9.941 jiwa. Jika dilihat dengan cermat peningkatan jumlah transmigrasi swakarsa juga terus meningkat dalam kurun waktu 2009-2013, dimana jumlah transmigran swakarsa yang ditempatkan sebanyak 9.137 jiwa pada tahun 2009 dan meningkat pada tahun 2013 menjadi 10.141 jiwa.

2.4.Aspek Daya Saing Daerah

Daya Saing Daerah merupakan salah satu aspek tujuan penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan potensi, ciri khas dan keunggulan daerah. Suatu daya saing (competitiveness) merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan ekonomi yang berhubungan dengan tujuan pembangunan daerah dalam mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan.

Gambaran umum kondisi daerah terkait Aspek Daya Saing Daerah dapat dilihat dari capaian pemerintah daerah terhadap aspek-aspek antara lain; Kemampuan Ekonomi Daerah, Fasilitas Wilayah/Infrastruktur, Iklim Berinvestasi dan Sumber Daya Manusia.

2.4.1. Kemampuan Ekonomi Daerah

Kemampuan ekonomi daerah dalam kaitannya dengan daya saing daerah adalah bahwa kapasitas ekonomi daerah harus memiliki daya tarik (attractiveness) bagi pelaku ekonomi yang telah berada dan akan masuk ke suatu daerah untuk menciptakan multiflier effect bagi peningkatan daya saing daerah.

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan kemampuan ekonomi daerah salah satunya dapat dilihat dari; Pengeluaran Rata-Rata Konsumsi Rumah Tangga Per Kapita/Angka Konsumsi Rata-Rata Rumah Tangga Per Kapita Sebulan (Pangan dan Non Pangan) dan Produktivitas Total Daerah :

a). Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga per Kapita

Berdasarkan data Survey Sosial Ekonomi Nasional, konsumsi penduduk dibagi menjadi dua kelompok, yaitu konsumsi untuk makanan dan bukan makanan. Penggolongan ini digunakan untuk melihat tingkat urgensi kebutuhan. Dalam kondisi pendapatan terbatas, terdapat kecenderungan masyarakat untuk mendahulukan kebutuhan makanan. Seiring dengan peningkatan pendapatan, terjadi penurunan porsi pendapatan yang dibelanjakan untuk makanan atau peningkatan porsi yang dibelanjakan bukan untuk makanan.Dapat disimpulkan bahwa pola pengeluaran dapat dipakai sebagai salah satu alat untuk menilai tingkat kesejahteraan (ekonomi) masyarakat dan perubahan komposisinya sebagai indikasi perubahan tingkat kesejahteraan.

Indikator pengeluaran rata-rata konsumsi rumah tangga per kapita dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsumsi rumah tangga yang menjelaskan seberapa atraktif tingkat pengeluaran rumah tangga. Semakin besar angka konsumsi Rumah Tangga semakin atraktif bagi peningkatan kemampuan ekonomi daerah.Untuk lebih jelasnya mengenai Angka KonsumsiRumah Tangga per Kapita (Pangan) Di Kabupaten Donggala Tahun

2008-2013dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Sumber: Donggala dalam Angka, tahun 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.70

Angka KonsumsiRumah Tangga per Kapita (Pangan) Di Kabupaten Donggala Tahun 2008-2013

Jika dilihat dengan seksama gambar di atas menunjukan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk pengeluaran makanan di Kabupaten Donggala mengalami peningkatan yang signifikan dimana pada tahun 2013Angka KonsumsiRumah Tangga per Kapita (Pangan) sebesar 1855%. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibanding Angka KonsumsiRumah Tangga per Kapita (Pangan)tahun 2008 yang hanya sebesar 10,39%.

b). Pengeluaran Konsumsi Non-Pangan Per Kapita

Selain Indikator pengeluaran rata-rata konsumsi rumah tangga per kapita dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsumsi rumah tangga yang menjelaskan seberapa atraktif tingkat pengeluaran rumah tangga. Semakin besar angka konsumsi Rumah Tangga semakin atraktif bagi peningkatan kemampuan ekonomi daerah.Adapun Angka konsumsi rata-rata rumah tangga perkapita non pangan Kabupaten Donggala tahun 2008-2013ditunjukkan pada gambar berikut.

Sumber: Donggala dalam Angka, tahun 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.71

Angka Konsumsi Rumah Tangga Non-Pangan per Kapita Di Kabupaten Donggala Tahun 2008-2013

Dari data yang tersaji pada gambar di atas, terlihat bahwa Persentase pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita penduduk Kabupaten

Donggala mengalami peningkatan pada periode 2008-2013 dengan peningkatan rata-rata sebesar 0,53% pertahun. Data pada tahun 2013Angka Konsumsi Rumah Tangga Non-Pangan per Kapita sebesar 47.75%, lebih tinggi jika dibanding Angka Konsumsi Rumah Tangga Non-Pangan per Kapita tahun 2008 sebesar 46.73%.

c). Produktivitas Total Daerah

Produktivitas total daerah dapat menggambarkan seberapa besar tingkat produktivitas tiap sektor dalam rangka mendorong perekonomian suatu daerah. Sektor/Lapangan Usaha di Kabupaten Donggala yang menunjang PDRB Kabupaten Donggala terdiri dari 9(sembilan) Sektor atau Lapangan Usaha, yaitu; Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Bersih, Konstruksi, Perdagangan, Hotel dan Restoran, Pengangkutan dan Komunikasi, Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan, serta Jasa-Jasa. Dari ke-9(sembilan) Sektor tersebut, yang berkontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Donggala adalah Sektor Pertanian, disusul kemudian oleh Sektor Jasa-jasa, Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sektor yang kontribusinya paling kecil adalah sektor/lapangan usaha listrik dan air bersih. Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai produktivitas total daerah Per Sektor (ADH berlaku) di Kabupaten Donggala tahun 2010-2013.

Tabel 2.111

Produktivitas Total Daerah Persektor (ADH Berlaku) Di Kabupaten Donggala Tahun 2010-2013

N