• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koperasi Simpan Pinjam atau Credit Union(CU)

BAB II LANDASAN TEORI

F. Koperasi Simpan Pinjam atau Credit Union(CU)

Credit Union merupakan sebutan lain dari koperasi simpan pinjam.

Menurut Credit Union Concelling Office (1973), Credit Union adalah kumpulan orang yang telah sepakat menabungkan uang mereka. Kemudian

uang tersebut dipinjamkan diantara mereka sendiri dengan bunga yang ringan, untuk maksud produktif dan kesejahteraan. Dengan demikian, pinjaman tersebut akan menguntungkan anggota. Produktif yang dimaksud misalnya dapat digunakan untuk membeli perkakas, alat, membuka warung, untuk keperluan kesehatan dan pendidikan.

Sedangkan menurut Munaldus (2017), CU sebagai entitas dengan misi

“menjadi garam dan terang” akan membantu pemerintah dalam mmutus rantai kemiskinan. Hal ini diwujudkan melalui pemberian pemahaman dan pengetahuan mengenai konsep-konsep ekonomi kepada anggotanya untuk mengupayakan sebuah kesejahteraan.

Menurut Rudianto (2010:60-67), koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dana dari anggotanya, untuk kemudian dipinjamkan kembali kepada para anggota yang memerlukan bantuan dana. Kegiatan utama koperasi simpan pinjam adalah menyediakan jasa penyimpanan dan peminjaman dana kepada anggota koperasi. Jadi, pada dasarnya fungsi koperasi simpan pinjam adalah sebagai jembatan antara anggota koperasi yang memerlukan uang pinjaman dengan anggota koperasi yang menyimpan uangnya di koperasi atau dari kreditor lain.

1. Urutan Pencatatan pada Koperasi Simpan Pinjam atau Credit Union Menurut Aprasari (1987), untuk menyusun laporan keuangan, biasanya terlebih dahulu dibuat konsep berupa neraca lajur. Saldo-saldo

dalam rekening Buku Besar harus dicatat dalam lajur Neraca Saldo. Dan jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit.

Menurut Rudianto (2010:52) transaksi yang dilakukan koperasi harus disertai dengan dokumen transaksi, baik berupa faktur, nota, kuitansi, bukti pengeluaran uang, bukti penerimaan uang, atau dokumen lainnya. Berdasarkan dokumen yang telah dibuat dan diterima oleh staf akuntansi, dimulailah pencatatan transaksi tersebut dalam media yang disebut buku jurnal. Aktivitas pencatatan transaksi koperasi dalam buku jurnal disebut dengan menjurnal. Setiap beberapa waktu, misalnya seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali, catatan transaksi dalam buku harian dipindahkan ke buku besar sesuai dengan transaksi dan nama akun yang sesuai. Proses pemindahan catatan dari buku harian ke buku besar disebut memposting.

Pada akhir periode akuntansi, setiap akun yang ada di buku besar dihitung dan dicari saldo akhirnya. Berdasarkan saldo akun yang ada di buku besar, dapat disusun suatu daftar akun beserta saldo akhirnya yang disebut dengan neraca saldo. Pada akhir periode akuntansi pengurus koperasi harus menyusun laporan keuangan koperasi untuk berbagai pihak yang berkepentingan dengan koperasi.

2. Laporan Keuangan Koperasi Simpan Pinjam atau Credit Union Laporan keuangan koperasi merupakan laporan pertanggungjawab -an pengurus koperasi atas hasil usaha koperasi selama satu periode

tertentu dan posisi keuangan koperasi pada akhir periode tersebut (Rudianto, 2010).

Setiap akhir tahun koperasi simpan pinjam harus menyusun RAT.

Yang perlu dilaporkan dalam RAT yaitu informasi mengenai berapa harta (kekayaan) koperasi, berapa hutang koperasi, berapa modal koperasi, dan berapa SHU ; SHU = harta – (hutang + modal).

Penyusunan laporan keuangan koperasi dimulai dengan membuat Perhitungan Hasil Usaha, kemudian Neraca, lalu menyusun Laporan Arus Kas, yang terakhir yaitu Laporan Promosi Ekonomi Anggota koperasi tersebut (Rudianto, 2010).

a. Perhitungan Hasil Usaha

Perhitungan Hasil Usaha adalah laporan yang nenunjukkan kemampuan koperasi dalam menghasilkan SHU selama satu periode akuntansi atau satu tahun. Untuk mengetahui SHU yang diperoleh koperasi selama suatu periode, hitunglah SHU tersebut dengan cara mengurangkan beban yang dikeluarkan koperasi selama satu periode dari pendapatan yang diperolehnya dalam periode yang sama.

(b) Neraca

Neraca adalah suatu daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki koperasi, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh. Neraca koperasi ini dapat disusun dengan memasukkan semua akun aktiva alam neraca saldo ke sisi kiri neraca dan memasukkan semua akun utang dan ekuitas ke sisi kanan atau

kewajiban neraca. Jumlah ekuitas koperasi yang dicatat dalam neraca adalah saldo ekuitas akhir yang terdiri dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan SHU periode berjalan.

(c) Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan mengenai arus kas keluar masuknya kas selama satu periode tertentu, yang mencakup saldo awal kas, sumber penerimaan kas, seumber pengeluaran kas, dan saldo akhir kas pada suatu periode. Sumber penerimaan dan pengeluaran kas koperasi dipilah menjadi tiga kelompok, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pembiayaan.

Menurut Rudianto (2010:136-137), laporan arus kas adalah suatu laporan tentang arus penerimaan dan pengeluaran kas koperasi selama suatu periode tertentu, beserta penjelasan tentang sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas tersebut. Kas adalah alat pembayaran yang dimiliki koperasi dan siap digunakan untuk investasi maupun menjalankan operasi koperasi setiap saat dibutuhkan. Karena itu, kas mencakup semua alat pembayaran yang dimiliki koperasi yang disimpan di dalam koperasi maupun di bank dan siap dipergunakan. Karena itu, penting bagi koperasi untuk memiliki kas dalam jumlah dan waktu yang tepat agar kas tersebut dapat dipergunakan secara optimal tanpa mengganggu operasi koperasi. Untuk itulah perlu dibuat suatu laporan sebagai alat pengendali atas keluar masuknya uang tunai yang dimiliki koperasi.

Setiap sumber penerimaan kas harus dirinci menyangkut seberapa banyak kas yang diperoleh dari setiap sumber tersebut.

Setiap sumber pengeluaran juga harus dirinci menyangkut seberapa banyak kas yang dibutuhkan untuk membiayai aktivitas tersebut.

Dari perbedaan jumlah dan waktu aliran dana yang diterima serta aliran dana keluar tersebut akan terlihat keseimbangan antara keduanya. Karena itu, bagian akhir pada laporan arus kas dapat diketahui jumlah kas yang dimiliki suatu koperasi, beserta sumber perolehan dan penggunaannya.

Berdasarkan informasi tersebut, diharapkan koperasi dapat membuat keputusan antisipatif di masa mendatang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan arus kas. Dengan adanya laporan arus kas, berbagai pertanyaan tentang kas dapat dijawab meliputi pertanyaan mengenai dari mana datangnya kas selama periode tersebut dan berapa jumlahnya, berapa kas yang digunakan pada periode tersebut dan untuk apa, dan berapa perubahan saldo kas selama periode tersebut.

(d) Laporan Promosi Ekonomi Anggota

Laporan Promosi Ekonomi Anggota adalah laporan yang menunjukkan manfaat ekonomi yang diterima anggota koperasi selama suatu periode tertentu. Laporan tersebut mencakup 4 unsur, yaitu:

1) Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama.

2) Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.

3) Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.

4) Manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.

Laporan promosi ekonomi anggota pada dasarnya merupakan suatu laporan yang menunjukkan “manfaat lebih” yang diperoleh anggota dari koperasi di mana mereka bergabung menjadi anggota. “Manfaat lebih” tersebut diukur dengan membandingkan manfaat yang diberikan koperasi kepada para anggotanya dengan jika mereka betransaksi dengan lembaga lain di luar koperasi. Karena itu, data dari lembaga di luar koperasi yang digunakan sebagai pembanding akan sangat mempengaruhi kinerja pengurus koperasi. Tidak setiap koperasi memiliki Laporan Promosi Ekonomi Anggota (PEA) yang mengandung unsur tersebut. Masing-masing koperasi akan membuat PEA sesuai dengan bidang usaha yang dimilikinya.

3. Laporan Keuangan Koperasi Simpan Pinjam Menurut Peraturan Menteri Nomor 13/Per./M.KUKM/IX/2015

Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13/Per/M.KUKM/IX/2015 mengatur mengenai pedoman akuntansi usaha simpan pinjam oleh koperasi. Hal ini dalam rangka menyelenggarakan akuntansi usaha simpan pinjam oleh

koperasi secara tertib dan baik, perlu menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyajian laporan keuangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu perlu adanya pedoman akuntansi agar penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi dan perkembangan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Penyusunan pedoman ini didasarkan pada standar akuntansi keuangan umum (SAK-Umum) dan standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK-ETAP) yang dimodifikasi sesuai dengan tujuan dan keunikan karakteristik transaksi usaha simpan pinjam oleh koperasi yang berbeda dari entitas komersial ataupun entitas publik lainnya.

Penyusunan peraturan ini dimaksudkan untuk menyediakan pedoman standar tentang penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku sehingga informasi yang disajikan dapat dipahami, akurat, mudah ditelusuri dan diperiksa, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Tujuannya untuk menciptakan keseragaman dalam penerapan perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan, sehingga meningkatkan daya banding di antara laporan keuangan usaha simpan pinjam oleh koperasi.

1. Tujuan Laporan Keuangan

a. Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional, seperti:

a) Anggota b) Pemerintah c) Masyarakat

b. Informasi bermanfaat yang disajikan dalam laporan keuangan, antara lain, meliputi informasi mengenai:

a) Jumlah aset, kewajiban, dan ekuitas

b) Pengaruh transaksi, peristiwa, dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat modal

c) Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam satu periode dan hubungan antara keduanya

d) Cara usaha simpan pinjam mendapatkan dan membelanjakan kas serta faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya e) Kepatuhan usaha simpan pinjam terhadap ketentuan yang

berlaku yang dikeluarkan oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

f) Usaha peningkatan kesejahteraan, merubah kondisi, atau menyelesaikan permasalahan anggota.

c. Laporan keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban pengurus atas pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

b. Komponen Laporan Keuangan a. Neraca

Neraca adalah laporan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan, yaitu sifat dan jumlah harta atau sumber daya usaha simpan pinjam koperasi, kewajiban kepada pihak pemberi pinjaman dan penyimpan serta ekuitas pemilik dalam sumber daya usaha simpan pinjam koperasi pada saat tertentu, terdiri dari komponen Aset, Kewajiban dan Ekuitas. Aset harus disajikan menurut urutan likuiditas, sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh temponya.

b. Laporan Perhitungan Hasil Usaha

Laporan Perhitungan Hasil Usaha adalah laporan yang memberikan informasi tentang perhitungan tentang penghasilan dan beban;

c. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan Ekuitas adalah penambahan atau pengurangan komponen ekuitas koperasi dalam satu periode tertentu.

d. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah informasi mengenai perubahan historis atas kas dan setara kas koperasi yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

e. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) adalah tambahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang berisi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan. CALK disajikan secara sistematis dengan urutan penyajian sesuai komponen utamanya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. CALK berkaitan dengan pos-pos dalam neraca, laporan perhitungan hasil usaha, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas yang sifatnya memberikan penjelasan, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Dokumen terkait