• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

A. Profil KPM

3. KPM Ibu Mimi Maryati

Berdasarkan hasil observasi mengenai profil keluarga Ibu Sumiati yang dilakukan pada 19 Juni 2021, Ibu Mimi Maryati (42), beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai Wirausaha. Beliau memiliki 4 orang anak. Semasa beliau tinggal di Wilayah Kelurahan Grogol Utara, Ibu Mimi merupakan KPM yang tinggal di Wilayah RW 009. Saat ini beliau tinggal di rumah kontrakan di daerah Petukangan, Jakarta Barat, bersama dengan empat orang anaknya. Akses jalan menuju rumah kontrakannnya hanya bisa dilewati pejalan kaki dan akses sepeda motor saja. Kondisi rumah kontrakan yang ditempati oleh Ibu Mimi dan keluarga terbilang rumah yang layak karena pondasi rumah menggunakan tembok dan lantai beralaskan keramik.

Beliau juga memiliki beberapa perabotan rumah tangga

69 dan beberapa alat elektronik lainnya seperti televisi dan handphone, kulkas, serta kipas angin. Alat transportasi yang dimiliki yaitu satu sepeda motor.

Komponen bantuan PKH yang Ibu Mimi dapatkan adalah komponen Pendidikan. Keempat anaknya mendapatkan bantuan PKH. Nominal yang didapatkan juga bervariasi karena jenjang Pendidikan setiap anak Ibu Mimi berbeda yaitu jenjang SD-SMA. Hal ini senada dengan pernyataan beliau.

“anak saya empat-empatnya dapet PKH, yang satu anak saya yang SD terus satu lagi yang SMP, duanya lagi yang SMA” (Mimi Maryati, 19 Juni 2021)

Pada tahun 2019 Ibu Mimi mengajukan graduasi mandiri sejahtera dengan kesadaran diri sendiri.

Pendapatan rumah tangga Ibu Mimi pada saat ini berasal dari usaha laundry. Anak pertama dan kedua Ibu Mimi sudah bekerja, penghasilan dari keduanya tentu mengurangi tanggungan biaya yang harus Ibu Mimi keluarkan sumber pendapatan rumah tangga beliau dinilai menjadi faktor pendorong untuk melakukan graduasi mandiri sejahtera. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ibu Mimi saat diwawancarai di rumah beliau.

“Kalau saya mah anaknya kan udah dua yang kerja, jadi ya malu sendiri lah dihati kok masih nerima bantuan jadi bilang ke ketua kelompok kalau saya mau graduasi aja gitu kan karena saya merasa sudah

70 mampu dan menurut saya masih banyak KPM yang masih membutuhkan. Terus juga saya sudah mempunyai usaha laundry.”

(Mimi Maryati, 19 Juni 2021)

Sebelum melakukan graduasi tentunya KPM harus memahami mengenai konsep dari graduasi. Ibu Mimi juga menuturkan pemahaman beliau mengenai graduasi mandiri sejahtera yang telah beliau lakukan.

“Awalnya sih saya gak tahu soal graduasi itu apa aja. Cuma saya nanyanya ke ketua kelompok KPM, bagaimana sih caranya graduasi, setelah dijelaskan saya baru tahu graduasi mandiri sejahtera itu pengajuan graduasi dari hati sendiri, jadi bagi KPM yang udah mampu maka harus digraduasi seperti itu sih yang saya paham.” (Mimi Maryati, 19 Juni 2021)

Tahun 2021 ini merupakan tahun ke-2 setelah Ibu Mimi digraduasi secara mandiri. Beliau juga menuturkan bahwa usaha yang tengah dijalani mengalami penurunan yang berpengaruh terhadap penghasilan harian dari usahanya. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan.

“Yang tadinya usaha saya pendapatannya lumayan. Pas Covid ini jadi down karena kan orang-orang kantor yang biasa laundry sama saya jadi stop dulu, (Mimi Maryati, 19 Juni 2021)

Ibu Mimi Maryati juga menjelaskan bahwa dengan beliau mengajukan graduasi mandiri sejahtera artinya beliau sudah melakukan hal yang benar karena dinilai tidak merugikan masyarakat miskin lainnya untuk

71 mendapatkan giliran untuk menerima bantuan PKH. Hal ini didukung oleh pernyataan beliau.

“Tapi yaudah alhamdulillah sampe saat ini masih bisa bersyukur karena udah digraduasi artinya saya gak ngambil hak orang yang lebih membutuhkan.”(Mimi Maryati, 19 Juni 2021)

Sebagaimana yang dituturkan oleh pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara Ibu Ratu Asih Asdi mengenai graduasi yang dilakukan oleh Ibu Mimi Maryati.

“Ibu Mimi yang kemaren mba wawancarain itu dia graduasi juga sebelum pandemi pas awal program di tahun 2019. Karena dia ngerasa udah punya usaha makanya dia ngajuin graduasi. Dari kitanya juga ditanya yakin gak buat ngelakuin graduasi jadi gak main asal kita setujuin aja buat graduasi.”

(Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 24 Juni 2021).

Dari pernyataan diatas dapat dilihat bahwa dari kondisi sosial-ekonomi Ibu Mimi sudah membaik selama 5 tahun mendapat bantuan PKH. Meski beliau hanya tinggal bersama empat orang anaknya, Ibu Mimi Maryati memberanikan diri untuk mengajukan graduasi secara mandiri sejahtera. Pemenuhan kebutuhan keluarga Ibu Mimi Maryati juga dibantu oleh dua orang anaknya yang sudah bekerja, selain itu sumber pendapatan dari usaha laundry yang dimilikinya.

72 B. Implementasi Teknis Graduasi

Teknis Graduasi mempunyai beberapa landasan hukum dalam pelaksanaannya antara lain, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin Pasal 42 Ayat 1, Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan Pasal 56 Ayat 1–3, Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor: 03/3/Bs.01.02/10/2020 tentang Petunjuk Teknis Graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan Tahun 2020. Meski mempunyai petunjuk teknis dalam melaksanakan graduasi, proses graduasi masih akan disesuaikan dengan kondisi lapangan tempat pelaksanaan graduasi. Jadi tidak semua alur graduasi yang tertulis dapat dilaksanakan untuk seluruh daerah di Indonesia.

Ditambah lagi kondisi negara Indonesia yang masih dilanda Covid-19 sampai saat ini tentunya pelaksanan kegiatan yang menggumpulkan massa menjadi suatu hal yang terbatas. Maka dari itu, alur implementasi graduasi secara alamiah dan mandiri sejahtera di Kelurahan Grogol Utara selama masa pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut.

1. Implementasi Teknis Graduasi Alamiah a. Bidik Graduasi

Selama pandemi Covid-19 kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan massa dan pertemuan tatap muka tentunya mempunyai batasan-batasan yang harus dipatuhi seperti tetap menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Komunikasi

73 antara pendamping sosial PKH dengan stakeholder pada masa pandemi ini menggunakan dua metode yaitu daring dan luring. Bidik graduasi merupakan alur dari teknis graduasi, yang mana sudah memiliki beberapa ketentuan tertulis antara lain:

a. Tidak memiliki komponen b. Kepesertaan 5 tahun atau lebih c. Desil 4/4+ pada DTKS

d. Diduga sudah sejahtera

Ketentuan diatas juga sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara.

“Kalau bidik graduasi itu emang udah ada ketentuannya secara tertulis seperti KPM udah gak punya komponen, udah lebih dari 5 tahun jadi KPM, biasanya itu KPM yang udah masuk kategori desil 4 atau 4+

maksudnya udah sejahtera gitu.”

(Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021).

Kemudian penentuan kelompok data kemiskinan BDT (Basis Data Terpadu) terbagi menjadi desil 1 – 4+ , seperti tabel dibawah ini.

Tabel 4.1 Kelompok Data Kemiskinan BDT Desil Presentil Status

1 0 – 10 Sangat miskin

2 11 – 20 Miskin

3 21 – 30 Rentan miskin

74

4 31 – 40 Sejahtera

4+ 41 – 75 Sejahtera +

Sumber : Studi Dokumentasi PKH Jakarta Selatan Alur bidik graduasi PKH di Kelurahan Grogol Utara, pertama melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan stakeholder setempat (Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Kebayoran Lama, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kebayoran Lama, dan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Grogol Utara) mengenai teknis graduasi; kedua pendamping sosial menyampaikan data calon KPM graduasi kepada stakeholder setempat. Hal ini telah disampaikan oleh pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara saat ditemui dalam kegiatan sosialisasi graduasi tingkat kecamatan pada tanggal 15 Juni 2021.

“Pelaksanaan bidik graduasi selama pandemi ini biasanya diinfoin setiap 6 bulan sekali dengan stakeholder setempat.” (Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021).

Dari pernyataan diatas mengenai bidik graduasi di Kelurahan Grogol Utara yang dilaksanakan biasanya enam bulan sekali atau dua kali dalam satu tahun

75 b. Sosialisasi Graduasi Alamiah

Sosialiasi graduasi pada implementasi teknis graduasi alamiah bertujuan untuk menginformasikan mengenai konsep dari graduasi PKH dan memberitahukan tentang status kepesertaan KPM PKH. di Kelurahan Grogol Utara ini sosialiasi graduasi biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan FDS.

Namun, pada masa pandemi Covid-19 pelaksanaan sosialisasi graduasi di Kelurahan Grogol Utara berupa kegiatan P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) atau FDS (Family Development Session) untuk saat ini diberhentikan selama masa pandemi Covid-19 sehingga pendamping sosial hanya bisa melakukan pertemuan kelompok kecil yang terdiri dari ketua KPM per-RW saja. Hal ini senada dengan penuturan pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara Ibu Ratu Asih Asdi.

“Selain komunikasi lewat whatsapp, paling ketua kelompok per-RW saya ajak ngumpul soalnya biasanya anggota lain ya maksudnya KPM lain kalo ada kesulitan pasti saya suruh bilang sama ketua kelompok aja dulu nanti pas ngadain pertemuan ketua kelompok nanya sama saya.” (Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021).

76 Meskipun pelaksanaan FDS di Kelurahan Grogol Utara diberhentikan selama masa pandemi Covid-19, Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat Kecamatan Kebayoran Lama menyelenggarakan kegiatan sosialisasi graduasi pada 15 Juni 2021 di Aula Gedung Kecamatan Kebayoran Lama lantai 4.

Sesuai penuturan pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara bahwa sosialisasi graduasi selama pandemi Covid-19 dilaksanakan hanya enam bulan sekali atau duakali dalam setahun. Yang hadir pada kegiatan sosialisasi graduasi tingkat Kecamatan Kebayoran Lama antara lain:

1) Wakil Camat Kecamatan Kebayoran Lama.

2) Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kebayoran Lama.

3) Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Kebayoran Lama.

4) Kepala Koordinator PKH Kota Jakarta Selatan 5) Kepala Koordinator PKH Kecamatan Kebayoran

Lama

6) SDM PKH per-Kelurahan se-Kecamatan Kebayoran Lama.

7) Perwakilan KPM PKH per-Kelurahan se-Kecamatan Kebayoran Lama.

Dengan mematuhi protokol Kesehatan sesuai anjuran pemerintah, kegiatan ini tentunya mengharuskan para penyelenggara kegiatan dan

77 peserta wajib menerapkan 4M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menggunakan handsanitizer, dan Menjaga jarak). Materi sosialisasi graduasi pada kegiatan ini dibawakan oleh Kepala Koordinator PKH Kota Jakarta Selatan yaitu Bapak Mamay Sumarna. Isi materi sosialisasi graduasi ini antara lain:

1) Memberikan pemahaman mengenai bantuan PKH

2) Mendorong KPM PKH berpikir mengenai konsep kaya dan miskin menurut sudut pandang KPM PKH.

3) Mendorong perubahan pola pikir KPM PKH untuk memahami keadilan dalam penyaluran bantuan PKH kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

4) Menjelaskan mengenai konsep dari graduasi.

5) Menjelaskan dampak dari graduasi PKH dengan ketentuan pemberlakuan bantuan sosial lainnya yang bersumber dari DTKS sama dengan data penerima bantuan PKH.

Dalam kegiatan sosialisasi graduasi, Bapak Mamay memberikan sebuah catatan penting mengenai sumber dana bantuan sosial yang selama ini disalurkan ke masyarakat. Hal ini senada dengan penuturan beliau yaitu:

78

“Data penerima PKH itu berasal dari data DTKS sama seperti bantuan sosial lainnya kayak KJP, KIP, dan lain sebagainya.” (Kepala Koordinator PKH Kota Jakarta Selatan, Mamay Sumarna, 15 Juni 2021).

Sumber dana bantuan sosial berdasarkan DTKS dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.2 Sumber dana bantuan sosial berdasarkan DTKS

APBN APBD

1. Program Keluarga Harapan (PKH)

1. Kartu Lansia Jakarta (KLJ)

2. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

2. Kartu Jakarta Pintar (KJP)

3. Kartu Indonesia Sehat (KIS)

3. Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ)

4. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

4. Kartu Anak Jakarta (KAJ)

5. Kartu Jakarta Sehat (KJS)

Sumber : https://fmotm.jakarta.go.id/ diakses pada 13 Juli 2021, jam 20.00 WIB

Berdasarkan tabel diatas, Bapak Mamay Sumarna juga menjelaskan mengenai hubungan antara DTKS dengan kepesertaan bantuan sosial lain

79 selain PKH jika dikaitkan dengan pemutusan bantuan. Beliau menegaskan bahwa:

“Jadi ketika para KPM graduasi maka data KPM tersebut juga terhapus dari daftar DTKS dan penerima bantuan sosial lainnya yang mengacu pada DTKS juga akan dihapus dan tidak dapat bantuan lagi contohnya KJP, KIP itu kan data penerimanya berasal dari DTKS sama halnya dengan data penerima PKH.” (Kepala Koordinator PKH Kota Jakarta Selatan, Mamay Sumarna, 15 Juni 2021).

Penjelasan dari Pak Mamay Mamay Sumarna diatas mendapat tanggapan dari salah satu KPM PKH masa Transisi yaitu Ibu Purtiningsih:

“kalo seandainya saya graduasi PKH sebenarnya gamasalah buat saya. Tapi yang jadi masalah kalo pas saya graduasi semua bantuan seperti KJP dan PIP anak saya ikut juga diputus.” (Purtiningsih, KPM Transisi, 23 Juni 2021)

Dari ketentuan yang telah disampaikan oleh Pak Mamay Sumarna menjadi salah satu alasan masih adanya KPM Transisi di Wilayah Kelurahan Grogol Utara.

Sosialisasi graduasi untuk graduasi alamiah di Kelurahan Grogol Utara selama pandemi Covid-19, selain hadir dalam sosialisasi yang diadakan ditingkat kecamatan. Sosialisasi graduasi juga

80 dilakukan secara daring dengan memanfaatkan sosial media seperti Whatsapp. Materi mengenai graduasi disampaikan via grup Whatsapp yang beranggotakan Pendamping sosial dan para KPM PKH Kelurahan Grogol Utara.

c. Studi Dokumentasi Graduasi Alamiah

Di Kelurahan Grogol Utara teknik graduasi yang dijalankan hanyalah studi dokumentasi. Dalam kegiatan studi dokumentasi ini pendamping sosial memanfaatkan data kepesertaan KPM PKH seperti profil KPM PKH beserta foto kondisi rumah sehingga dapat dinilai tingkat kesejahteraan sosial atau status ekonomi dari KPM PKH tersebut.

Komponen KPM PKH di Kelurahan Grogol Utara yang paling mendominasi adalah komponen Pendidikan. Hal ini telah disampaikan oleh pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara.

“Yang paling mendominasi itu komponen Pendidikan. Kalo diurutin dari paling banyak ya pertama penerima komponen pendidikan kedua penerima komponen kesejahteraan sosial dan yang terakhir penerima komponen kesehatan.” (Pendamping Sosial, Ratu Asih Asdi, 24 Juni 2021) Untuk proses graduasi alamiah, pendamping sosial memanfaatkan data terbaru dari kepesertaan KPM PKH. Pembaharuan data diserahkan kepada

81 pendamping sosial setiap enam bulan sekali atau sama dengan tahun kenaikan kelas atau kelulusan.

Hal ini juga sesuai dengan pernyataan pendamping sosial Kelurahan Grogol Utara.

“kalau graduasi alamiah kan si KPM udah sama sekali gak punya salah satu dari ketiga komponen PKH yaitu Kesehatan, Pendidikan, atau Kesejahteraan sosial. Misalnya kita ambil contoh komponen Pendidikan. Per enam bulan sekali atau tahun kenaikan kelas atau kelulusan sekolah KPM wajib menyerahkan data terbaru dari kondisi sosial ekonominya dia, ya karena dia dapatnya komponen Pendidikan, jadi ketika anaknya lulus maka harus digraduasi.”

(Pendamping Sosial, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021)

Setelah melakukan studi dokumentasi graduasi dengan memanfaatkan data kepesertaan KPM PKH, kemudian data akan diproses sehingga akan segera diketahui KPM PKH mana saja yang akan digraduasi secara alamiah. Dari kegiatan studi dokumentasi ini maka dapat ditentukan antara lain:

1) Penetapan KPM graduasi alamiah

Dengan memanfaatkan data kepesertaan KPM yang telah diproses, penetapan KPM layak atau tidak untuk digraduasi secara alamiah bersumber dari Kementerian Sosial. Hal tersebut senada dengan pernyataan pendamping sosial

82 PKH Kelurahan Grogol Utara Ibu Ratu Asih Asdi.

“Kalau graduasi alamiah itu biasanya data sudah diputuskan dari kementerian sosial, soal siapa saja yang akan digraduasi.”

(Pendamping Sosial, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021)

Setelah dinyatakan layak untuk graduasi alamiah, KPM tersebut segera dibuatkan SK penetapan kepesertaan PKH sebagai KPM graduasi alamiah. Pada Juli 2021 menurut informasi yang diberikan oleh pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara KPM yang sudah di graduasi secara alamiah ada 4 orang.

2) KPM transisi

Setelah penetapan KPM graduasi alamiah, tidak semua yang dinyatakan layak graduasi secara alamiah langsung dibuatkan SK penetapan kepesertaan PKH sebagai KPM graduasi alamiah. Namun bagi KPM yang memiliki kategori layak untuk graduasi alamiah tetapi masih memenuhi persyaratan sebagai KPM PKH maka masa ini disebut sebagai masa transisi. Masa transisi adalah masa dimana KPM PKH dengan lama kepesertaan 5 tahun atau lebih yang masih memenuhi syarat dalam kepesertaan PKH. sebagaimana yang di katakana oleh

83 pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara Ibu Ratu Asih Asdi.

“Transisi itu KPM yang udah nerima bantuan lebih dari 5 tahun.

Ini juga karena ada kebijakan baru tahun 2019. Untuk ketentuannya kita lihat lagi dari situasi kondisi KPM juga jadi gak tentu berapa lamanya masa transisi, jadi misalkan kita mau graduasi kita harus lihat ke rumahnya terus gimana keadaan ekonominya jangan sampe tiba-tiba kita langsung cut tapi keadaannya masih layak buat dapet bantuan ya jangan sampe seperti itu.”

(Pendamping Sosial, Ratu Asih Asdi, 24 Juni 2021)

Sehingga pada tahap ini pendamping sosial memberikan kelonggaran waktu kepada KPM untuk mempersiapkan dirinya agar berdaya dan bersedia melakukan graduasi ditahap berikutnya. KPM PKH yang berada dalam masa transisi di Kelurahan Grogol Utara paling banyak dengan komponen Pendidikan Kesejahteraan Sosial.

2. Implementasi Teknis Graduasi Mandiri Sejahtera a. Bidik Graduasi Mandiri Sejahtera

Selama pandemi Covid-19 kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan massa dan pertemuan tatap muka tentunya mempunyai batasan-batasan yang harus dipatuhi seperti tetap menjaga protokol

84 Kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Komunikasi antara pendamping sosial PKH dengan stakeholder pada masa pandemi Covid-19 ini menggunakan dua metode yaitu daring dan luring. Bidik graduasi merupakan alur dari teknis graduasi, yang mana sudah memiliki beberapa ketentuan tertulis antara lain:

a. Tidak memiliki komponen b. Kepesertaan 5 tahun atau lebih c. Desil 4/4+ pada DTKS

d. Diduga sudah sejahtera

Ketentuan diatas juga sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara.

“Kalau bidik graduasi itu emang udah ada ketentuannya secara tertulis seperti KPM udah gak punya komponen, udah lebih dari 5 tahun jadi KPM, biasanya itu KPM yang udah masuk kategori desil 4 atau 4+

maksudnya udah sejahtera gitu.”

(Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021).

Bidik graduasi baik yang alamiah maupun mandiri sejahtera dilakukan secara bersamaan menjadi satu hanya saja faktor yang menyebabkan KPM harus digraduasi berbeda. KPM alamiah wajib digraduasi karena sudah tidak memiliki komponen sedangkan KPM graduasi mandiri sejahtera didasari

85 bukan hanya oleh kesadaran diri sendiri, melainkan juga karena adanya dorongan dari pendamping sosial dan ada juga karena KPM PKH mengalami perubahan kondisi sosial-ekonomi yang makin membaik, seperti mendapat warisan, mendapat pekerjaan yang layak dan lain sebagainya. Hal ini senada dengan pernyataan pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara.

“Selain dari kesadaran dirinya dia buat graduasi, graduasi mandiri sejahtera ini juga dapat dilakukan karena misalnya KPM udah dapat pekerjaan atau anaknya yang dapat pekerjaan dan ada juga karena dia baru dapat warisan itu udah harus digraduasi.” (Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 24 Juni 2021).

Hal ini dilakukan guna melakukan pembaharuan data KPM PKH setiap enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun.

b. Sosialisasi Graduasi Mandiri Sejahtera

Sosialiasi graduasi pada implementasi teknis graduasi mandiri sejahtera pada dasarnya sama dengan graduasi alamiah karena sama-sama mempunyai tujuan untuk menambah pemahaman KPM mengenai konsep dari graduasi PKH sekaligus mensosialisasikan isi dari Undang-undang terkait dengan teknis graduasi.

86 Pada masa pandemi Covid-19 pelaksanaan sosialisasi graduasi secara alamiah maupun mandiri sejahtera di Kelurahan Grogol Utara berupa kegiatan P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) atau FDS (Family Development Session) untuk saat ini sama-sama diberhentikan selama masa pandemi Covid-19 sehingga pendamping sosial hanya bisa melakukan pertemuan kelompok kecil yang terdiri dari ketua KPM per-RW saja. Hal ini senada dengan penuturan pendamping sosial PKH Kelurahan Grogol Utara Ibu Ratu Asih Asdi.

“Selain komunikasi lewat whatsapp, paling ketua kelompok per-RW saya ajak ngumpul soalnya biasanya anggota lain ya maksudnya KPM lain kalo ada kesulitan pasti saya suruh bilang sama ketua kelompok aja dulu nanti pas ngadain pertemuan ketua kelompok nanya sama saya.” (Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 15 Juni 2021).

Sosialisasi graduasi KPM dilakukan oleh pendamping sosial juga bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku KPM untuk dapat berdaya dan membangun kesadaran untuk mengajukan graduasi secara mandiri. Hal ini sesuai dengan penuturan pendamping sosial Kelurahan Grogol Utara, Ibu Ratu Asih.

87

“Kita mengajarkan untuk KPM gak terus-terusan berada di zona nyamannya dia. Karena masa sih mereka mau selamanya dibantu kan enggak. sosialisasi graduasi biasanya setiap FDS juga dilakukan, namun selama pandemi ini hanya setiap 6 bulan sekali.” (Pendamping Sosial Kelurahan Grogol Utara, Ratu Asih Asdi, 24 Juni 2021) Sosialisasi graduasi mandiri sejahtera selama masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Grogol Utara sama halnya dengan graduasi alamiah, selain hadir dalam sosialisasi yang diadakan ditingkat kecamatan.

Sosialisasi graduasi juga dilakukan secara daring dengan memanfaatkan sosial media seperti Whatsapp. Materi mengenai graduasi disampaikan via grup Whatsapp yang beranggotakan Pendamping sosial dan para KPM PKH Kelurahan Grogol Utara.

c. Studi Dokumentasi Teknis Graduasi Mandiri Sejahtera

Studi dokumentasi teknis graduasi mandiri sejahtera di Kelurahan Grogol Utara yang dilakukan oleh pendamping sosial PKH yaitu dengan memanfaatkan data kepesertaan PKH. Meskipun graduasi secara mandiri dilakukan berdasarkan kesadaran diri sendiri untuk mengajukan, namun proses studi dokumentasi juga perlu dilakukan untuk menilai tingkat kesejahteraan sosial atau status ekonomi KPM PKH. Studi dokumentasi yang

88 dilakukan seperti mendata profil KPM PKH beserta foto kondisi rumah sehingga dapat dinilai tingkat

88 dilakukan seperti mendata profil KPM PKH beserta foto kondisi rumah sehingga dapat dinilai tingkat

Dokumen terkait