• Tidak ada hasil yang ditemukan

URAIAN TEORITIS

2.7 Kredit pada PNPM Mandiri

2.7.1 Sejarah Perkembangan PNPM Mandiri

PNPM Mandiri pada hakekatnya adalah program nasional yang dijalankan oleh semua kalangan untuk menanggulangi kemiskinan dan perlusan kesempatan kerja melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandiriannya dalam tujuan peningkatan kualitas hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat

Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan dari PNPM Mandiri dengan tujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjalankan proses pembangunan dari,oleh dan untuk masyarakat dengan didukung oleh berbagai kalangan atau pemangku kepentingan lainnya. Pelaku utama pembangunan adalah masyarakat sendiri.

Pemerintah mendorong program nasional ini melalui pengembangan sistem dan disain program, penyediaan pendampingan serta pendanaan stimulan dalam wadah PNPM Mandiri yang akan mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam menjalankan upaya penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja secara berkelanjutan.

PNPM Mandiri ini adalah sebagai wadah program yang disempurnakan khususnya pada (Tim Koordinasi PNPM Mandiri):

2. Perbaikan disain program, 3. Penetapan target secara nasional,

4. Perbaikan dalam mekanisme penyaluran pendanaan,

1. Peningkatan besaran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).

PNPM Mandiri juga merupakan instrument program untuk percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) sehingga program ini sejalan dengan agenda pencapaian Millenium Development Goals (MDGs)

Oleh karena itu, pada tahun 2007 pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal.

PNPM Mandiri Perdesaan adalah program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan PNPM Mandiri Perdesaan merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PKK), yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan PKK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi sekelompok rakyat isiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Visi PNPM Mandiri Perdesaan adalah tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan. Kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Kemandirian berarti mampu mengorganisir diri untuk memobilisasi sumber daya yang ada di lingkungan, mampu mengakses sumber daya diluar lingkungannya, serta mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi masalah kemiskinan.

Misi PNPM Mandiri Perdesaan adalah:

1. Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya. 2. Pelembagaan sistem pembangunan partisipatif.

3. Pengefektifan fungsi dan peran pemerintah lokal.

4. Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi masyarakat.

5. Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan.

Dalam rangka mencapai visi dan misi PNPM Mandiri Perdesaan, strategi yang dikembangkan PNPM Mandiri Perdesaan yaitu menjadikan masyarakat miskin sebagai kelompok sasaran, menguatkan sistem pembangunan partisipatif, serta mengembangkan kelembagaan kerja sama antar desa. Melalui PNPM Mandiri Perdesaan diharapkan masyarakat dapat menuntaskan tahapan pemberdayaan yaitu tercapainya kemandirian dan berkelanjutan, setelah tahapan pembelajaran dlakukan melalui Program Pengembangan Kecamatan (PKK).

2.7.2 Tujuan PNPM Mandiri

Tujuan umum PNPM Mandiri adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin dipedesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai adalah:

1. Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, komunitas adat terpencil, dan kelompok masyarakat lainnya yang belum dilibatkan secara optimal dalam proses pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan

2. Meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat yang mengakar, representative, dan akuntabel.

3. Meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan, program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (proo-poor budgeting).

4. Meningkatkan sinergi masyarakat, pemerintah daerah dan kelompok peduli (swasta, asosiasi, perguruan tinggi, media, LSM, dll) untuk lebih mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.

5. Meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat serta pemerintah daerah serta kelompok peduli setempat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya.

6. Meningkatkan modal sosial masyarakat yang berkembang ssesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan local.

7. Meningkatkan inovasi dan pemanfaatan tekhnologi tepat guan, informasi dan komunikasidalam pemberdayaan masyarakat.

2.7.3 Strategi PNPM Mandiri

Strategi dasar dari PNPM Mandiri adalah:

1. Menerapkan pendekatan pemberdayaan untuk mewujudkan kemandirian masyarakat.

2. Menjalin kemitraan yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat. 3. Menerapkan keterpaduan dan sinergi pendekatan pembangunan

Sedangkan strategi opersional PNPM Mandiri adalah:

1. Mengoptimalkan seluruh potensi dan sumberdaya yang dimiliki masyarakat, pemerintah daerah, dan kelompok peduli lainnya (swasta, asosiasi, perguruan tinggi, LSM, dll) secara sinergis.

2. Menguatkan peran pemerintah kota/kabupaten sebagai pengelola program-program penanggulangan kemiskinan di wilayahnya.

3. Mengembangkan kelembagaan masyarakat yang dipercaya, mengakar dan akuntabel.

4. Mengoptimalkan peran sektor dalam penyediaan pelayanan dan kegiatan pembangunan secara terpadu ditingkat komunitas.

5. Meningkatkan kemampuan pembelajaran di masyarakat dalam memahami kbutuhan dan potensinya serta memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.

6. Menerapkan konsep pembangunan partisipatif secara konsisten dan dinamis.

2.7.4 Prinsip Dasar PNPM Mandiri

PNPM Mandiri menekankan prnsip-prinsip dasar berikut ini: 1. Bertumpu pada pembangunan manusia

Pelaksanaan PNPM Mandiri senantiasa bertumpu pada peningkatan harkat dan martabat manusia seutuhnya.

2. Otonomi

Dalam pelaksanaan PNPM Mandiri, masyarakat memiliki kewenangan secara mandiri dan partisipatif untuk menentukan dan mengelola kegiatan

3. Desentralisasi

Kewenangan pengelolaan kegiatan pembangunan sektoral dan kewilayahan dilimpahkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat sesuai dengan kapasitasnya

4. Berorientasi pada masyarakat miskin

Semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.

5. Partisipasi

Masyarakat terlibat secara aktif pada setiap proses pengambilan keputusan pembangnan dan secara gotong royong menjalankan pembangunan.

6. Kesetaraan dan keadilan gender

Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang adil dan setara dalam setiap tahap pembangunan serta dalam menikmati hasil-hasil pembangunan.

7. Demokratis

Setiap pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat miskin.

8. Transparansi dan Akuntabel

Masyarakat harus diberikan akses yang memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan.

9. Prioritas

Pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk pengentasan kemiskinan dengan mendayagunakan berbagai sumberdaya yang terbatas secara optimal.

10. Kolaborasi

Semua pihak yang berkepentingan dalam penanggulangan kemiskinan, didorong untuk mewujudkan kerjasama kemitraan antar pemangku kepentingan dalam mengentaskan kemiskinan.

11. Keberlanjutan

Setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat saat ini dan juga dimasa depan serta dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

12. Sederhana

Semua aturan, mekanisme dan prosedur dalam pelaksanaan PNPM Mandiri harus sederhana, fleksibel, mudah dipahami, dan mudah dikelola oleh masyarakat.

2.7.5 Pendekatan PNPM Mandiri

Pendekatan yang digunakan dalam mewujudkan tujuan PNPM Mandiri adalah pembangunan yang berbasis masyarakat dengan:

1. Menggunakan basis kecamatan sebagai satuan dan area/lokus program. 2. Memposisikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

3. Mengutamakan nilai-nilai universal dan budaya lokal dalam proses pembangunan partisipatif.

4. Menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan karakteristik sosial dan geografis.

5. Melalui proses pemberdayaan yang terdiri dari pembelajaran, pelembagaan, dan keberlanjutan.

BAB III

Dokumen terkait