SEJARAH SINGKAT KECAMATAN BERASTAG
3.4 Kronologis Pembentukan Kecamatan Berastag
Adapun factor-faktor yang mendurung pembentukan Kecamatan Berastagi adalah sebagai berikut:
1. Adapun awal rencana pembentukan pemerintah kota dimulai dari adanya muncul aspirasi kelompok masyarakat di berastagi dan menyikapi aspirasi dimaksud, maka daripada kabupaten karo melakukan rapat paripurna pada tanggal 12 september 2003 dan ketua daripada kabupaten karo mengeluarkan surat keputusan dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten karo nomor 12 Tahun 2003 tentang persetujuan pemekaran kota berastagi menjadi pemerintah kota, yang mana dalam surat tersebut ditegaskan bahwa daripada mendukung dan menyetujui aspirasi masyarakat tersebut untuk memekarkan/ meningkatkan status kecamatan berastagi menjadi pemerintah kota berastagi. 2. Menindaklanjuti keputusan dari kab. karo nomor 12 Tahun 2003 diatas maka
wakil bupati karo menyampaikan surat kepada gubernur sumatera utara dengan surat nomor 135/2198 tanggal 24 september 2003 perihal persetujuan prinsip pemekaran kota berastagi yang isinya menyatakan bahwa pemerintah kabupaten karo memahami dan pada prinsipnya tidak keberatan rencana pemekaran kota berastagi menjadi pemko sepanjang pemerosesannya mempedomani perundang-undangan yang berlaku.
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
3. Menindaklanjuti surat bupati karo nomor 135/2198 tanggal 24 september 2003 perihal persetujuan prinsip pemekaran kota berastagi, bupati karo kembali menyurati gubernur sumatera utara dengan surat nomor 135/2577 tanggal 17 nopember 2003 perihal persetujuan prinsip pemekaran kota berastagi yang isinya menyampaikan nama-nama desa dari kecamatan simpang empat, kecamatan tigapanah dan kecamatan barusjahe yang merupakan persyaratan pemko.
4. Pada tanggal 8 maret 2004 menteri dalam negeri menyampaikan surat nomor 135/611/sj yang ditujukan kepada gubernur di seluruh indonesia perihal penundaan sementara proses pembentukan/pemekaran daerah otonom baru yang isinya antara lain menyebutkan bahwa mengingat kesibukan pemerintah menghadapi pemilu tahun 2004 maka sementara waktu seluruh usulan pembentukan / pemekaran daerah otonom baru prosesnya ditunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
5. Berdasarkan surat menteri dalam negeri nomor 135/611/sj tanggal 8 maret 2004 diatas, bupati karo menyampaikan surat kepada pemrakarsa pemko berastagi dengan surat nomor 135/925 tanggal 20 april 2004 yang isinya menyebutkan bahwa pembetukan daerah otonom baru untuk sementara waktu ditunda namun proses pembentukan kecamatan baru tetap dilanjutkan.
6. Oleh panitia (pemrakarsa) pemekaran kota berastagi menyampaikan surat kepada bupati karo dan daripada karo dengan surat nomor 37/p-pemko berastagi/ix/2004 perihal data pemko berastagi dari dari komisi II yang isinya menyampaikan data base dpr ri komisi ii tentang kelengkapan administrasi pemekaran 11 daerah otonom baru dan meminta pemkab karo dapat
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
menindaklanjuti kelengkapan administrasi tersebut antara lain kajian daerah, perda pembentukan kecamatan baru wilayah pendukung pemko, peta wilayah pemko dan sk dprd tentang dukungan dana.
7. Selanjutnya pemkab karo menyampaikan surat kepada bapak menteri dalam negeri dengan surat nomor 527/tap/2004 perihal pertemuan tim pusat dengan laisson official provinsi dan kabupaten yang isinya menyatakan bahwa pemkab karo tidak dapat hadir dalam pertemuan dimaksud karena format isian dan blanko sesuai pp 129/2000 belum dapat disampaikan mengingat 3 kecamatan yang disyaratkan sebagai wilayah pemko belum terbentuk. dan menyatakan bahwa pemkab karo sedang memproses pembentukan/pemekaran kecamatan baru yang merupakan rencana wilayah pemko berastagi yaitu kecamatan dolatrayat, kecamatan berastagi dan kecamatan merdeka.
8. Pada bulan september 2005 bupati karo menyurati ketua daripada kabupaten karo dengan surat nomor 136/2241 perihal dukungan daripada kab. karo yang isinya menyebutkan bahwa menindaklanjuti keputusan dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten karo nomor 12 tahun 2003 tentang persetujuan pemekaran kota berastagi menjadi pemerintah kota, pemkab karo menyampaikan bahwa perlu keputusan dprd tentang persetujuan dprd karo terhadap penetapan ibukota rencana pemko berastagi, persetujuan daripada tentang penetapan wilayah pendukung dan persetujuan dprd tentang kesiapan/kemampuan dukungan dana dari kabupaten induk selama masa transisi.
9. Untuk menindaklanjuti surat bupati karo nomor 136/2241 tanggal 14 september 2005 perihal dukungan daripada kab. karo, maka dprd kabupaten
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
karo mengeluarkan keputusan nomor 26 tahun 2005 tentang persetujuan dukungan kelengkapan syarat proses pemekaran kecamatan berastagi menjadi kota berastagi yang isinya antara lain menyebutkan bahwa mendukung dan menyetujui rencana pembentukan kota berastagi dan menjadi ibukota rencana pemko berastagi, mendukung kecamatan berastagi, kecamatan merdeka dan kecamatan dolatrayat sebagai wilayah pendukung pemko berastagi, mendukung dan menyetujui dukungan dana kabupaten induk selama transisi. 10.Pada bulan desember 2005 bupati karo menyampaikan surat kepada gubernur
sumatera utara nomor 138/2981 perihal status kecamatan rencana pembentukan kota berastagi, bahwa telah diterbitkan peraturan daerah kabupaten karo tentang pembentukan 4 kecamatan baru di kab. karo dan 2 diantaranya menjadi wilayah pendukung pemko berastagi.
11.Menindaklnajuti surat bupati karo surat nomor 138/2981 tanggal 26 desember 2005 perihal status kecamatan rencana pembentukan kota berastagi, gubernur sumatera utara menyurati bupati karo dengan surat nomor 146/1349 tanggal 3 maret 2006 perihal hasil penyempurnaan kajian daerah tentang pembentukan kota berastagi yang isinya meminta pemkab karo segera menyampaikan hasil penyempurnaan kajian daerah kepada gubernur sumatera utara.
12.Bahwa pada bulan maret 2006 bupati karo menyurati gubernur sumatera utara dengan surat nomor 138/951 perihal penelitian rencana pembentukan pemko berastagi yang isinya menyebutkan penyempurnaan kajian daerah dimaksud belum dapat dilaksanakan mengingat wilayah kecamatan pendukung belum beroperasi.
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
13.Pada tanggal 21 juli 2008 menteri dalam negeri mengundang pemerintah kabupaten karo ke biro otonomi daerah depdagri- jakarta sesuai dengan surat nomor t-094/1393/otda tanggal 14 juli 2008 guna memberikan penjelasan dalam rangka persiapan observasi lapangan dan kajian teknis.
14.Dalam rapat yang dilaksankan oleh pemerintah kabupaten karo dengan pihak departemen dalam negeri tanggal 21 juli 2008 dimaksud, maka telah dilakukan penandatanganan berita acara hasil rapat koordinasi dan konsultasi depdagri dengan pemerintah provinsi sumatera utara dan pemerintah kabupaten karo dalam rangka klarifikasi dan verivikasi data pembentukan calon kota berastagi pemekaran kabupaten karo di provinsi sumatera utara.
15. Maka dengan diberlakukannya undang-undang nomor 32 tahun 2004 yang ditindaklanjuti dengan pp. 78 tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah yang ditetapkan pada tanggal 10 desember 2007 maka peraturan pemerintah nomor 129 tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. dengan demikian rencana pembentukan pemerintah kota tersebut dikaitkan dengan jumlah kecamatan pendukung sesuai peraturan yang berlaku belum mencukupi, karena pada saat ini jumlah kecamatan pendukung baru ada 3 kecamatan yang seharusnya terdiri dari 4 kecamatan.
16.Demikianlah kronologis dan proses pembentukan rencana pemko berastagi, dengan harapan kiranya masyarakat dapat mengetahui informasi yang sebenarnya.
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
Dengan pertimbangan kronologis inilah nanti terbentukl Kecamatan Berastagi. Dalam publikasi Kecamatan Dalam Angka Tahun 2006 dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :
3.4.1 Letak Geografis
Luas Kecamatan Berastagi adalah 30,5 Km2 yang terdiri dari 9 (Sembilan desa).
Terletak antara 02º,50 - 03º,19 Lintang Utara dan 97º,55 - 98º,38 bujur Timur
berbatasan dengan:
1. Sebelah Utara : Kabupaten Deli Serdang 2. Sebelah Selatan : Kecamatan Sibolangit 3. Sebelah Barat : Kecamatan Simpang Empat
4. Sebelah Timur : Kecamatan Barus jahe dan Tigapanah
Jarak Kantor Camat Ke Kantor Bupati Adalah 11 Km. Sebagian besar tanahnya berbukit-bukit dan bergelombang dan alur-alur sungai dalam ler-ng-lereng bukit yang curam sehingga terjadi iklim hujan tropis.Berastagi adalah ibukota Kecamatan Berastagi berada pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Bulan basah biasanya terjadi pada bulan Agustus sampai dengan Januari dan Maret sampai Mei.
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
Angin laut berhembus kencang dari arah barat menuju timur sewaktu menjelang musin dingin yang mengakibatkan terjadinya musim hujan. Angin barat berhembus dengan kecepatan sedang dari arah timur menuju arah barat sewaktu menjelang musim kemarau.
3.4.2 Kependudukan
Jumlah penduduk Kecamatan Berastagi tahun 2006 adalah 41442 jiwa dan terdiri dari 4560 rumah tangga.Kepadatan penduduk di Kecamatan Berastagi adalah 79 jiwa/ km2
Dan rata-rata anggota adalah 4 orang. Di kecamatan Berastagi tidak terdapat warga Negara asing.
Tabel 3.4.2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa Tahun 2006
NO DESA Luas Wilayah
(Km2) Jumlah Penduduk ( Jiwa) Kepadatan ( Km2/ jiwa) 1 Gurusinga 6,00 3.730 621,67 2 Raya 5,00 4.167 833,40 3 Rumah Berastagi 3,50 6.324 1.806,86 4 T.Lau Mulgap II 1,00 3.009 3.009,00 5 Gundaling II 2,00 4.905 2.452,50 6 Gundaling I 2,00 8.018 4.009,00 7 T. Lau Mulgap I 1,00 2.560 2.560,00 8 Sempajaya 6,50 6.805 1.046,92 9 Doulu 3,50 1.924 549,71 JUMLAH 30,5 414442 10618,13
Sumber : Dinas Kependudukan Kabupaten Karo
Tabel 3.4.2.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Menurut Desa Tahun 2006
NO DESA Laki-Laki Perempuan
1 Gurusinga 1.822 1.908
2 Raya 2.002 2.165
3 Rumah Berastagi 3.063 3.261
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009. USU Repository © 2009 5 Gundaling II 2.342 2.563 6 Gundaling I 3.761 4.257 7 T. Lau Mulgap I 1.219 1.341 8 Sempajaya 3.287 3.518 9 Doulu 928 996 JUMLAH 19855 20690
Sumber : Dinas Kependudukan Kabupaten Karo
Ditinjau dari sudut kelompok umur, penduduk kecamatan Berastagi tergolong dalam penduduk muda karena terdapat penduduk usia 0-4 yang paling banyak yaitu 2407 untuk penduduk laki-laki dan 2507 untuk perempuan sedangkan penduduk umur 5-9 sebanyak 2319 untuk penduduk laki-laki dan 2294 untuk penduduk perempauan.
3.4.2 Pendidikan
Salah satu sumber daya pembangunan adalah manusia, untuk dapat membentuk SDM yang handal diperlukan adanya peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan mempungai peranan penting dalam mendukung proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di segala bidang kehidupan masyarakat. Kualitas sumber daya manusia sangat tergantung dari kualitas pendidikan yang pernah dikecapnya. Peningkatan sumber daya manusia merupakan kebutuhan yang mendesak untuk menghadapi tantangan era komunikasi dan informasi yang semakin canggih.
Upaya peningkatan kecerdasan dan kererampilan penduduk melalui proses pendidikan sangat tergantung pada sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia yaitu gedung sekolah dan kualitas tenaga pengajar atau guru. Kualitas dan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan ia akan mempengaruhi keberhasilan siswa pada era kurikulum yang berbasis kompetensi.
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
Tabel 3.4.3.1 Banyaknya SD, SLTP, SLTA Menurut Desa Tahun 2006
NO DESA SD SLTP SLTA
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 Gurusinga 2 - - - - - 2 Raya 2 - 1 - 1 - 3 Rumah Berastagi 2 - - 1 - 3 4 T.Lau Mulgap II - 1 - - - - 5 Gundaling II - 1 - 1 1 - 6 Gundaling I 9 3 2 2 1 2 7 T. Lau Mulgap I - 1 - - - - 8 Sempajaya 2 1 - 1 - 1 9 Doulu 2 - - - - - JUMLAH 19 7 3 5 3 6
Sumber : P dan K Kecamatan Berastagi
Tabel 3.4.3.2 Banyaknya Murid SD, SLTP, SLTA Menurut Desa Tahun 2006
NO DESA SD SLTP SLTA
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 Gurusinga 217 - - - - - 2 Raya 355 - 731 - 348 - 3 Rumah Berastagi 508 - - 170 - 645 4 T.Lau Mulgap II - 432 - - - - 5 Gundaling II - 806 - 99 963 - 6 Gundaling I 1967 1141 1183 516 752 585 7 T. Lau Mulgap I - 348 - - - - 8 Sempajaya 420 122 - 58 - 126 9 Doulu 230 - - - - - JUMLAH 3697 2849 1914 843 2063 1356
Sumber : Dinas P dan K kecamatan Berastagi
Tabel 3.4.3.3 Banyaknya Guru SD, SLTP, SLTA Menurut Desa Tahun 2006
NO DESA SD SLTP SLTA
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009. USU Repository © 2009 2 Raya 25 - 54 - 53 - 3 Rumah Berastagi 38 - - 21 - 63 4 T.Lau Mulgap II - 21 - - - - 5 Gundaling II - 29 - 17 106 - 6 Gundaling I 79 26 137 32 83 45 7 T. Lau Mulgap I - 10 - - - - 8 Sempajaya 23 5 - 8 - 21 9 Doulu 15 - - - - - JUMLAH 205 91 191 78 242 129
Sumber : P dan K kabupaten Berastagi
3.4.3 Kesehatan
Modal utama dalam pembangunan adalah manusia yang sehat baik rohani maupun jasmani.Oleh karena itu pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah ,merata dan murah. Dengan adanya upaya tersebut diharapkan agar tercapai derajat kesehatan yang baik.
Salah satu indicator yang dapat memberikan gambaran pembangunan kesehatan adalah tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Di samping itu perlu diperhatikan peningkatan pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan atau tenaga medis yang tersedia
Gambaran Kesehatan Kecamatan Berastagi diuraikan Sebagai Berikut :
Tabel 3.4.4.1 Banyaknya Sarana Kesehatan Menurut Desa Tahun 2006
NO Desa Rumah Sakit Puskes mas Pusk Pemb
BPU BKIA Posya
ndu JLH 1 Gurusinga - - 1 - 1 1 3 2 Raya - - 2 - 1 1 4 3 Rumah Berastagi 6 - 1 - 1 3 11 4 T.Lau Mulgap II 3 - 1 - - 3 7 5 Gundaling II 3 - 1 - - 4 8
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009. USU Repository © 2009 6 Gundaling I 7 1 1 - 3 6 18 7 T.Lau Mulgap I 3 - 1 - 3 2 10 8 Sempajaya 7 - 1 - 3 3 14 9 Doulu 2 - 1 - 1 2 6 JUMLAH 31 1 10 - 13 28 81
Sumber : Puskesmas Kecamatan Berastagi
Tabel 3.3.4.2 Banyaknya Tenaga Medis Menurut Desa Tahun 2006
NO Desa Dokter Bidan Perawat Dukun
Bayi Lainya JLH 1 Gurusinga - 1 3 - 1 5 2 Raya - 4 3 - 1 8 3 Rumah Berastagi - 4 6 1 2 13 4 T.Lau Mulgap II - 3 20 - 1 24 5 Gundaling II - 2 10 1 2 15 6 Gundaling I - 4 20 1 2 27 7 T.Lau Mulgap I - 3 12 - 1 16 8 Sempajaya 1 5 8 - 2 16 9 Doulu 1 2 4 - - 7 JUMLAH 2 28 64 3 12 131
Sumber : Puskesmas Kecamatan Berastagi
Tabel 3.4.3.3 Banyaknya Pasangan Usia Subur (PUS) Menurut Desa 2004
NO Desa Menggunakan Alat Kontrasepsi Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi JUMLAH 1 Gurusinga 434 78 512 2 Raya 591 82 673 3 Rumah Berastagi 692 94 786 4 T.Lau Mulgap II 356 93 449 5 Gundaling II 712 92 804 6 Gundaling I 1012 89 1101 7 T.Lau Mulgap I 298 48 346 8 Sempajaya 914 58 972 9 Doulu 314 76 390 JUMLAH 5323 710 6033
Sumber : PPLKB Kecamatan Berastagi
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
Berdasarkan keadaan alam dan topografi Kecamatan Berastagi dalam sector pertanian merupakan potensi terbesar mendukung perekonomian masyarakat. Pertanian mencakup kegiatan bertani,beternak ikan,keramba maupun tambak, dan memelihara ternak/unggas.Persentase terbesar merupakan bertani yang menggunahan lahan sebesar 98 persen dengan produksi tanaman padi dan palawija, tanaman holtikultura sebagai sumber mata pencarian utama penduduk yang utama.
Hasil-hasil pertanian di Kecamatan Berastagi tahun 2006 adalah buah-buahan 8350 ton, sayur-mayur 13670 ton, jagung 500 ton, padi kering sekitar 120 ton.
3.4.5 Keuangan
Realisasi pencapaian target Pajak Bumi dan Bangunan dari kecamatan Berastagi tahun 2006 mencapai 82 persen. Tingkat perkembangan desa menurut klasifikasi desa
terdapat 7 desa swasembada dan 2 desa swakarsa. Semua Desa yang ada di kecamatan Berastagi sudah dapat dilalui oleh kendaraan beruda empat dan sudah diaspal.
3.4.5.1Besarnya Pokok Penetapan dan Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB) Menurut Desa Tahun 2006
NO Desa Pokok Penetapan Realisasi Persentase Realisasi 1 Gurusinga 40169431 37440578 93,21 2 Raya 31218281 19350008 61,98 3 Rumah Berastagi 38499862 15429006 40,08 4 T.Lau Mulgap II 15920799 16117120 101,23 5 Gundaling II 34190899 36604052 107,06 6 Gundaling I 127551202 129889730 101,83 7 T.Lau Mulgap I 17298128 19376588 112,3 8 Sempajaya 76466048 253338992 95,72 9 Doulu 28535355 24299010 85,15 JUMLAH 409850005 551845084 798,56
Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.
USU Repository © 2009
Sumber : Bendeharawan Kantor Camat Berastagi
Tabel 3.4.6.2 Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kecamatan Berastagi Menurut Desa Tahun 2006
N O
Pendapatan Asli Daerah ( PAD)
Anggaran Realisasi Selisih Anggaran
dan Realisasi 1 Pendapatan Pajak Daerah 5.491.600.000 5.618.784.199 127.148.129 2 Pendapatan Retribusi Daerah 7.067.958.000 6.209.658.370 858.229.630 3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipsahkan 337.000.000 801.297.851 464.297.851
4 Lain-Lain PAD yang Lain
2.298.000.000 4.170.777.411 1.872.777.411
TOTAL 15.194,558.000 16.800.481.761 1.605.923.761 Sumber : Dinas Pendapatan Kabupaten Tanah Karo