DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
TABEL 3.7 Prasarana Peribadatan
4.2 Data Variabel Penelitian
4.2.1 Efektivitas Pelaksanaan Program Kredit Nduma Pakpak Bharat
4.2.1.2 Kualitas Kegiatan Program Kredit Nduma Pakpak Bharat
TABEL 4.15
Distibusi Jawaban Informan Berdasarkan Cara Mendapatkan Pendanaan Pinjaman
Modal dari KNPB
No. Jawaban Frekuensi Presentase (%) 1 2 3 Mudah Kurang Mudah Tidak Mudah 22 3 - 88 12 - Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Berdasarkan pada tabel 4.15 dapat dilihat bahwa sebanyak 22 orang atau 88% informan menyatakan bahwa cara mendapatkan pendanaan pinjaman modal usaha Kredit Nduma itu mudah, sedangkan yang menyatakan kurang mudah hanya tiga orang atau 12%, dan tidak ada informan yang menjawab tidak mudah untuk mendapatkan pinjaman modal dari Kredit Nduma. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Boangmanalu, untuk mendapatkan dana pinjaman modal usaha Kredit Nduma itu mudah.
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Persyaratan Untuk Mendapatkan Pendanaan Pinjaman Modal
Berdasarkan data hasil kuesioner bahwa diperlukan persyaratan untuk mendapatkan pendanaan pinjaman modal dari program Kredit Nduma Pakapak Bharat. Hal ini dapat diketahui melalui penjelasan informan menyatakan pernah diminta oleh pihak Tim Kelompok Kerja Teknis Kredit Nduma Pakpak Bharast yaitu persyaratan untuk mendapatkan pinjaman modal tersebut. Bahwa keseluruhan informan yang berjumlah 25 orang atau 100% menjawab pernah memenuhi persyaratan tersebut. Untuk mendapatkan pinjaman modal dari Kredit Nduma Pakpak Bharat, masyarakat harus memenuhi persyaratan tersebut. Untuk mendapatkan pinjaman modal dari Kredit Nduma Pakpak Bharat seorang pemohon harus melengkapi persyaratan, yaitu:
a. Surat permohonan kepada Pimpinan PT. Bank Sumut Capem Salak b. Fotocopy KTP suami/istri yang masih berlaku
c. Fotocopy surat Keterangan Domisili dari Kepala Desa d. Fotocopy Kartu Keluarga
e. Fotocopy Surat Kepemilikan (SHM) atau Surat Keterangan Kepemilikan Tanah dari Kepala Desa diketahui Camat
f. Rekomendasi dari PPL setempat (Desa Boangmanalu)
TABEL 4.16
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Dimintanya Syarat Agunan Untuk Mendapatkan
PendanaanPinjaman Modal
No. Jawaban Frekuensi Presentase (%) 1 2 3 Pernah Tidak pernah Tidak tahu 25 - - 100 - - Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Berdasarkan data dari tabel 4.16 dapat dilihat bahwa seluruh informan yaitu berjumlah 25 orang atau 100% pernah diminta syarat agunan agar dapat menerima pinjaman modal untuk usaha mereka.
Dari data ini menunjukkan bahwa aturan dalam proses peminjaman dana yang syarat agunan dijalankan atau direalisasikan oleh pihak yang bertanggungjawab dalam pengelolaan pinjaman modal ini. Terbukti bahwa tidak ada satu orangpun dalam penelitian ini yang tidak memberikan syarat agunan.
Syarat agunan dalam hal ini cukup penting. Dimana syarat agunan ini juga yang akan menjadi sanksi bagi masyarakat yang tidak melunasi cicilan angsuran atau pengembalian dana pinjaman modal Kredit Nduma ini. Jika masyarakat (peminjam) tidak mengembalikan dana pinjaman tersebut, maka resikonya adalah agunan yang diberikan kepada pihak Tim Kelompok Kerja dan Teknis akan dilelang. Sanksi ini berguna bagi keefektivan dari program ini, karena program ini
merupakan program dana bergulir dari pemerinta. Dan agar program ini juga dapat dirasakan oleh masyarakat di desa-desa yang lainnya.
TABEL 4.17
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Jenis Surat Keterangan Agunan Yang Digunakan
Sebagai Syarat KNPB
No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1
2
Hak Milik Ladang Hak Milik Rumah
15 10
40 60
Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Berdasarkan tabel di atas informan dalam penelitian ini yang menjadikan Surat Keterangan Hak Milik Ladang lebih dari setengah jumlah keseluruhan informan yaitu dengan jumlah 15 orang atau 60%. Sedangkan untuk jumlah informan yang memberikan Surat Keterangan Hak Milik rumah adalah sebanyak sepuluh orang atau 40%.
TABEL 4.18
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Pengecekan Oleh Tim Pokjanis KNPB
No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1 2 3 Ada Tidak ada Tidak tahu 23 2 - 92% 8 - Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Berdasarkan data dari tabel 4.18 dapat dilihat bahwa jumlah informan yang menjawab bahwa ada pengecekan lahan yang dilakukan oleh Tim Pokjanis sebanyak 23 orang atau 92%. Sedangkan untuk informan yang menjawab tidak ada pengecekan lahan hanya berjumlah dua orang atau 8%.
Dari data kuesioner penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh informan menjawab ada pengecekan yang dilakukan oleh Tim Pokjanis sebelum dana dicairkan. Dua orang informan yang menjawab tidak ada memberikan penjelasan mengapa informan tersebut tidak diperlakukan sama yaitu tidak di cek kebenaran tentang keberadaan lahan pertaniannya. Adapun penjelasan dari salah satu informan tersebut adalah:
“waktu saya mengajukan permohonan untuk pinjaman modal itu, PPL Desa Boangmanalu tidak mengecek keberadaan lahan milik saya. Itu bukan karena PPL desa tersebut tidak menjalanan tugasnya. Tetapi karena kebetulan saja saya mengenal sekali PPL yang bertugas di desa Boangmanalu. Dia pun juga mengenal saya. Dia memang sudah tahu
bahawa saya memiliki lahan pertanian. Karena lahan ini sudah lama saya miliki dan sudah lama juga saya kelola. Jadi, PPL tersebut tidak perlu datang lagi ke ladang saya untuk melakukan pengecekan kebenaran lahan ladang yang saya miliki.”
TABEL 4.19
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Pemberian Pengawasan dalam Mengelola Modal KNPB
No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1 2 3 Ada Tidak ada Tidak tahu 11 14 - 44 56 - Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Berdasarkan tabel di atas bahwa lebih dari setengah dari jumlah informan menjawab tidak ada pengawasan dalam pengelolaan dana pinjaman tersebut. Adapun jumlah dari informan yang menjawab tidak ada sebanyak 14 orang atau 56%. Dan sisanya yaitu sebanyak 11 orang atau 44% menjawab pernah.
Penjelasan dari salah satu informan tentang adanya pengawasan yaitu pengawasan yang dilakukan oleh perwakilan oleh Tim Pokjanis yaitu PPL desa Boangmanalu adalah pada saat dana yang tahap ke dua akan dicairkan. Dana pinjaman modal ini tidak bisa lasung secara keseluruhan dicairkan oleh si peminjam tetatapi hanya bisa 50% saja. Dan untuk sisa dari dana tersebut akan dicairkan kembali ketika sudah ada pengecekan kembali oleh PPL apakah dana yang thap pertama sudah digunakan sebagaimana mestinya atau tidak. Jika dana
tersebut tidak digunakan sesuai apa yang merreka ajukan, maka dana yang 50% lagi tidak dapat dicairkan.
Biasanya rentang waktu dari dana pertama ke dana yang kedua hanya satu bulan saja. Tetapi tidak ada lagi pengawasan yang dilakukan oleh pihak yan berwenang dalam program ini selama penggunaan dana sampai pada pinjaman tersebut dilunasi. Inilah yang menjadi alasan bagi informan yang menjawab bahwa tidak ada pengawasan terhadaap penggunaan dana pinjaman tersebut. Dari informan yang menjwaba tidak ada pengawasan, karena mereka erranggapan bahwa pengawasan akan tetap dilakukan sampai pada saat mereka melunasi pinjaman modal tersebut.
TABEL 4.20
Distribusi Jawaban Berdasarkan Pengetahuan Informan Tentang Sanksi yang Ada
Dalam KNPB
No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1 2 Tahu Tidak tahu 25 - 100 - Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Berdasarkan tabel 4.20 dapat dilihat bahwa seluruh informan yang mengikuti program Kredit Nduma Pakpak Bharat yaitu sebanyak 25 orang atau 100% yang mengetahui bahwa ada sanksi yang diatur dalam program ini. Pada saat peneliti bertanya seperti apa sanksi yang terdapat dalam program ini seluruh
informan mengetahui bahwa sanksinya adalah yang mereka agunkan dalam permohonan pengajuan untuk mendapatkan pinjaman modal akan dileleang jika mereka tidak membayar angsuran atau cicilan yang sudah ditetunkan waktunya oleh pihak Bank Sumut Capem Salak.
TABEL 4.21
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Pernah Mendapatkan Sanksi
No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1 2 Pernah Tidak pernah - 20 - 100 Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Dari tabel 4.21 dapat dilihat bahwa seluruh informan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 25 orang atau 100% tidak pernah mendapatkan sanksi yaitu pelelangan agunan yang merreka berikan.
Adapun penjelasan yang diberikan oleh informan yang tidak pernah mendapatkan sanksi yaitu oleh Ibu H. Malau adalah sebagai berikut:
“saya tidak pernah mendapatkan sanksi ataupun surat teguran dari Bank Sumut. Karena saya selalu membayar cicilan saya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh pihak Bank. Saya pernah telat membayarnya, tetapi itu hanya terlambat satu (1) hari saja dari tanggal yang telah ditetapkan. Oleh karena itu saya tidak sampai mendpatkan surat teguran untuk membayar cicilan.”
Meskipun tidak ada sanksi yang diperoleh oleh para informan dalam penelitian ini, tetapi ada surat peringatan atau teguran yang telah dibberikan oleh
pihak Tim Pokjanis selaku pihak yang berwenang dalam program Kredit Nduma Pakpak Bharat ini. seperti misalnya surat yang dikirimkan pihak Bank Sumut Capem Salak kepada salah satu informan. Surat teguran ini diberikan kepada informan tersebut dikarenakan, informan tersebut menunggak cicilan. Seharusnya dia sudah harus melunasi cicilan yang ke tiga tetapi pada kenyataannya cicilan yang kedua saja belum dilunasi olehnya. Tetapi setelah mendapatkan surat teguran tersebut dia lngsung membaya cicilan yang ke dua dan ke tiga.
TABEL 4.22
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Kendala dalam Proses Pengajuan
Permohonan KNPB
No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1 2 Ada Tidak ada 1 24 4 96 Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa hampir seluruh informan menjawab tidak ada kendala dalam proses pengajuan permohonan Kredit Nduma Pakpak Bharat.
Pemerintah setempat tidak mempersulit segala urusan yang ada dalam proses pengajuan program ini. Sebisa mungkin pemerintah dan pihak dari tim
Pokjanis mempercepat waktu pengurusannya, tetapi tetap sesuai denga prosedur yang ada. Seperti penjelasan yang diberikan oleh Bapak H. Munte berikut ini:
“waktu pengurusan, saya cukup dibantu oleh sekretaris desa Boangmanalu. Dalam setiap urusan administrasi yang dibutuhkan untuk sayarat-syarat pinjaman lunak itu, tidak pernah diperlambat. Begitu juga pas saat mengurus masalah administrasi di dinas perindagkop, semua urusan tidak bertele-tele dan ditunda. Ya, menurut saya tidak ada kendala lah untuk ngurusnya.”
TABEL 4.23
Distribusi Jawaban Informan Berdasarkan Kendala Setelah Mengelola Pinjaman KNPB
No. Jawaban Frekuensi
Persentase (%) 1 2 Ada Tidak ada 11 14 44 56 Total 25 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2011
Dapat dilihat dari jawaban informan yang ada pada tabel 4.23, bahwa informan yang menyatakan tidak ada kendala yang mereka hadapi setelah memperole pinjaman tersebut adalah sebanyak 14 orang atau 56%. Sedangkan informan yang menyatakan bahwa ada kendala yang mereka hadapi pada dana tersebut telah merek peroleh.
Adapun kendala yang mereka hadapi adalah seperti yang salah seorang informan kemukakan, yaitu Bapak Oloan Boangmanalu:
“waktu dana pinjaman lunak ini sudah cair dan saya pergunakan untuk ladang saya, kendala yang saya hadapi itu saya pernah terlambat membayar cicilan yang disebabkan karena hasil panen saya yang tidak sesuai sama apa yang udah saya itung-itung. Ternyata hasil panen yang saya dapat tidak sama dari apa yang sebelumnya saya perkirakan. Sebagian tanaman yang saya tanam itu gagal. Kemaren itu karena bibitnya yang kurang bagus. Karena uang saya kurang untuk bayar cicilan, saya terlamabat bayar cicilan yang ketiga.”