BAB II DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN
E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK
Komponen F Pendanaan, Sarana, dan Prasarana, serta Sistem Informasi Komponen G Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan
Kerjasama
Dari komponen evaluasi diri komponen A sampai dengan komponen G masing-masing selanjutnya dirinci sebagai berikut :
Komponen A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian
1. Rumusan visi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang konsisten dengan visi universitas dan program pascasarjana UNG.
2. Rumusan misi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang diturunkan dari misi Universitas dan Pascasarjana UNG.
3. Rumusan tujuan Program Studi Magister Ilmu Hukum yang merujuk tujuan universitas dan Pascasarjana UNG dan merupakan turunan dari misinya.
4. Rumusan sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum yang relevan dengan misinya.
5. Analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi Magister Ilmu Hukum.
Komponen B. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu
1. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya.
2. Sistem kepemimpinan, dan pengalihan (deputi Program Studi Magister Ilmu Hukum) serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.
3. Partisipasi civitas academica dalam pengembangan kebijakan, serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program.
4. Perencanaan program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaannya sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuan program.
5. Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan.
6. Evaluasi program dan pelacakan lulusan.
7. Perencanaan dan pengembangan program, dengan memanfaatkan hasil evaluasi internal dan eksternal.
8. Kerjasama dan kemitraan.
9. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu pembelajaran mahasiswa.
10. Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat Program Studi Magister Ilmu Hukum (misalnya kajian kurikulum, monitoring dan mekanisme balikan bagi mahasiswa, dosen dan penguji eksternal).
11. Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat universitas dan Pascasarjana UNG.
12. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa.
13. Metodologi baku mutu (benchmarking).
14. Pengembangan dan penilaian pranata kelembagaan.
15. Evaluasi internal yang berkelanjutan.
16. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam perbaikan dan pengembangan program.
17. Kerjasama dan kemitraan instansi terkait dalam pengendalian mutu.
Komponen C. Mahasiswa dan Lulusan
1. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa.
2. Profil mahasiswa: akademik, sosio-ekonomi, pribadi (termasuk kemandirian dan kreativitas).
3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang relevan.
4. Kegiatan ekstra-kurikuler.
5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan kebutuhan akan lulusan Program Studi Magister Ilmu Hukum).
6. Pelayanan untuk mahasiswa:
a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik.
b. Informasi dan bimbingan Tesis.
7. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan.
8. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).
9. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
10. Produk prodi berupa model-model, karya inovatif, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
Komponen D. Sumber Daya Manusia
1. Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dan tenaga kependidikan.
2. Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan.
3. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu, kualifikasi, pengalaman, ketersediaan (kecukupan, kesesuaian, dan rasio dosen-mahasiswa).
4. Karya akademik dosen (hasil penelitian, karya lainnya).
5. Peraturan kerja dan kode etik.
6. Pengembangan staf administrasi dalam menunjang mutu akademik.
7. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
8.
Komponen E. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik 1. Kesesuaian dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran.
2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.
3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/
organisasi).
4. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu).
5. Kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan kepentingan internal lembaga.
6. Mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan/kebutuhan mahasiswa secara individual/kelompok mahasiswa tertentu.
7. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri: mengembangkan pribadi, memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan keterampilan yang dapat dialihkan (transferable skills), terorientasikan ke arah karir, dan pemerolehan pekerjaan.
8. Misi pembelajaran
a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan.
b. Efisiensi internal dan eksternal.
9. Mengajar:
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan.
b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah.
c. Efisiensi dan produktivitas.
d. Penggunaan teknologi informasi.
10. Belajar:
a. Keterlibatan mahasiswa.
b. Bimbingan Tesis.
c. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:
1) pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya, 2) pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri,
3) kemampuan belajar mandiri, 4) nilai, motivasi dan sikap.
11. Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan belajar:
a. Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa.
b. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa.
c. Penentuan yudisium.
d. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa.
e. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen–mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/profesional.
f. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas academica lainnya.
g. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian, dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.
h. Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar,lokakarya, diskusi, dialog) baik di kampus UNG maupun diluar kampus UNG.
i. Pengembangan kepribadian ilmiah.
12. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen-mahasiswa, baik di dalam maupun luar kampus, dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/professional.
13. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas academica dalam kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas academica lainnya.
14. rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
15. Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar,lokakarya, diskusi, dialog) di kampus.
16. Pengembangan kepribadian ilmiah.
17. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan lulusan.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).
d. Kepuasan lulusan.
e. Pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
f. Produk Program Studi Magister Ilmu Hukum berupa model-model, karya inovatif, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
18. Pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
19. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
Komponen F. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi 1. Sistem alokasi dana.
2. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana.
3. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
4. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
5. Ketersediaan dan mutu gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, peradilan semu dll.
6. Fasilitas laboratorium termasuk perangkat komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian.
7. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.
8. Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan dan pemanfaatannya.
9. Rancangan pengembangan sistem informasi.
10. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana pendukung untuk pemberdayaan sistem informasi.
11. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi.
12. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet) melalui hotspot.
Komponen G. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
1. Mutu, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
2. Agenda, keberlanjutan dari hasil penelitian dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.
3. Kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dan mahasiswa (penelitian kolaboratif).
4. Banyak kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.
5. Hubungan antara pengajaran, penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
6. Banyak mutu kegiatan penelitian dan publikasi dosen.
7. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri.
8. Mutu dan kurun waktu penyelesaian tesis.
9. Publikasi hasil penelitian, karya inovatif, dan rangkuman tesis.
10. Kerjasama dengan instansi yang relevan.
11. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.
12. Hasil kerjasama yang saling menguntungkan.
13. Kepuasan pihak-pihak yang bekerja sama
E. PROSEDUR EVALUASI DIRI
Evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dilakukan melalui tahapan persiapan dan perencanaan, penataan organisasi, pemanfaatan pakar sejawat, dan tindak lanjut. Adapun penjelasan masing-masing tahapan tersebut sebagai berikut:
1. Persiapan dan Perencanaan
Tahapan ini diawali dengan pembentukan tim inti oleh pimpinan prodi dan berkoordinasi dengan pimpinan Pascasarjana UNG, yakni masing-masing komponen tim memiliki pembagian tugas yang jelas. Selanjutnya pimpinan Pascasarjana UNG memberi pengarahan kepada semua anggota tim akan pentingnya evaluasi diri bagi sebuah institusi utamanya program studi. Evaluasi diri yang akan dilakukan merupakan salah satu wujud strategi Program Studi Magister Ilmu Hukum untuk melihat peluang dan kekuatan yang dapat mendorong keberhasilan. Agar evaluasi diri yang dilakukan efektif dan efisien, maka perlu ditentukan fokus dan sasaran evaluasi diri. Fokus evaluasi diri Program Stud Magister Ilmu Hukum yaitu kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi Program Stud Magister Ilmu Hukum pada tahun-tahun mendatang. Sedangkan sasaran yang akan diperoleh yaitu adanya strategi pengelolaan Program Stud Magister Ilmu Hukum ke depan setelah memperoleh perumusan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Setelah fokus dan sasaran evaluasi diri sudah ditentukan, langkah selanjutya yaitu menentukan luas dan kedalaman evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk hal-hal yang mencakup kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman selama empat tahun terakhir yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan Program Stud Magister Ilmu Hukum untuk tahun-tahun ke depan. Agar evaluasi dapat
dilakukan, maka diperlukan penataan data-data pendukung dari berbagai sumber.
Sumber data evaluasi Program Studi Magister Ilmu Hukum diantaranya terdiri dari statuta, kurikulum, peraturan perundang-undangan terkait, notulen rapat pimpinan, hasil evaluasi Program Stud Magister Ilmu Hukum dan berbagai sumber informasi lainnya.
Sumber data yang beragam dengan fokus evaluasi diri yang sudah ditetapkan lebih efektif karena disertai pembagian tugas tim evaluasi yang jelas. Untuk lebih menyederhanakan dan mengoptimalkan fungsi dan kerjanya,Tim evaluasi diri yang memenuhi empat komponen, yaitu penanggungjawab, ketua tim, dan anggota.
Penyusunan laporan Evaluasi Diri Program Stud Magister Ilmu Hukum dilakukan oleh tim evaluasi diri. Adapun Tim evaluasi Program Stud Magister Ilmu Hukum yaitu:
Penanggung jawab : Dr. Nur Moh Kasim, S.Ag.,MH Ketua : Prof. Dr. Johan Jasin, SH.,MH
Anggota : 1. Prof. Dr Fenty Puluhulawa, SH.,MH 2. Dr. Fence Wantu, SH.,MH
3. Dr. Udin Hamim, SH, M.Si 2. Penataan Organisasi Kerja
Pada tahap ini dilakukan penataan terhadap tugas masing-masing komponen tim evaluasi diri Program Stud Magister Ilmu Hukum, termasuk perumusan deskripsi tugas dan penataan koordinasi serta komunikasi. Secara rinci berikut ini disajikan susunan tim evaluasi diri dan deskripsi tugasnya.
Tabel 1. Susunan Tim Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dan Deskripsi Tugasnya
No Nama Tugas
1 Dr. Nur Moh. Kasim, S.Ag.,MH 1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan evaluasi diri Program Stud Magister Ilmu Hukum.
2. Mengkoordinir penyusunan Laporan Evaluasi Diri Program Studi Magister Ilmu Hukum.
3. Memimpin rapat evaluasi diri.
4. Menyusun rancangan
pengembangan staf.
2 Prof. Dr.Johan Jasin, SH.,MH 1. Memberi masukan tentang permasalahan dan perkembangan Program Studi Magister Ilmu
Hukum.
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait visi, misi, sasaran dan tujuan.
3. Menyusun laporan evaluasi diri terkait tata pamong (governance).
3 Prof. Dr. Fenty Puluhulawa, SH.,MH
1. Menyusun laporan evaluasi diri terkait lulusan
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait kemahasiswaan
3. Memberi masukan tentang
permasalahan yang terkait dengan alumni
4. Memberi masukan mengenai profil alumni Program Studi Magister Ilmu Hukum di berbagai institusi
4 Dr. Udin Hamim, M.Si 1. Menyusun laporan evaluasi diri terkait sumber daya manusia di Program Studi Magister Ilmu Hukum.
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait mutu, pengalaman, kualifikasi dan ketersediaan dosen dan tenaga pendukung di Program Studi Magister Ilmu Hukum.
3. Memberi masukan tentang permasalahan dan perkembangan di bidang sumber daya manusia
5 Dr. Fence Wantu, SH.,MH 1. Menyusun laporan evaluasi diri terkait kurikulum
2. Menyusun laporan evaluasi diri terkait suasana akademik
3. Memberi masukan terkait permasalahan proses pembelajaran 6 Dr. Udin Hamim, SH.M.Si 1. Menyusun laporan evaluasi diri
terkait penelitian, publikasi, tesis, karya inovatif dan pengabdian kepada masyarakat, kerjasama dan IT
2. Memberi masukan tentang permasalahan dan perkembangan Program Studi Magister Ilmu Hukum di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama, dan IT.
3. Menyediakan Data evaluasi diri terkait dengan penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama, dan pemanfaan IT.
3. Pelaksanaan Evaluasi Diri
Evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu: (a) Pemetaan sasaran evaluasi; (b) Penelaahan masukan, lingkungan, program, proses dan keluaran; (c) Pengkajian baku mutu eksternal; (d) Pengumpulan fakta dan opini; (e) Pembahasan hasil evaluasi diri dengan berbagai pihak terkait; (f) Penyusunan dan penyebarluasan laporan kepada pihak terkait; dan (g) Pemanfaatan hasil evaluasi diri untuk perbaikan dan peningkatan mutu, perencanaan dan pengembangan program, persiapan evaluasi eksternal (akreditasi), dan penjaminan mutu internal.
4. Pemanfaatan Pakar Sejawat
Program Studi Magister Ilmu Hukum memandang penting adanya pakar sejawat dari UNG sebagai pengkaji/penasehat dari luar untuk memberikan penilaian.
Pandangan dan penilaian dari pakar sejawat diharapkan memberikan masukan terhadap keterlaksanaan evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum, sehingga hasilnya diharapkan lebih komprehensif.
5. Tindak lanjut
Tahap tindak lanjut ini merupakan tahapan pemanfaatan hasil evaluasi diri sebagai rujukan dalam perencanaan Program Studi Magister Ilmu Hukum. Agar tujuan tahap ini tercapai, maka tim melakukan pemantauan atas tindak lanjut perbaikan pelayanan akademik yang diilakukan Program studi berbasis standar akreditasi. Hasil Evaluasi ini menjadi dasar dalam mengembangkan penjaminan mutu, sebagai suatu rencana pengembangan mutu Program Studi Magister Ilmu Hukum.
F. ANALISIS DATA EVALUASI DIRI
Semua data dan informasi yang diperoleh untuk keperluan evaluasi diri selanjutnya diolah serta dianalisis. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data evaluasi diri Program Studi Magister Ilmu Hukum disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan BAN-PT yaitu analisis SWOT. Analisis SWOT (SWOT analysis atau Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) yaitu analisis antar komponen dengan memanfaatkan deskripsi SWOT setiap komponen, untuk merumuskan strategi pemecahan masalah, serta pengembangan dan atau perbaikan mutu Program Studi Magister Ilmu Hukum secara berkelanjutan.
Ketika melakukan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, perlu diingat bahwa kekuatan dan kelemahan merupakan faktor internal yang perlu diidentifikasikan di dalam organisasi Program Studi Magister Ilmu Hukum.
Sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal yang harus diidentifikasikan dalam lingkungan eksternal organisasi Program Studi Magister Ilmu Hukum. Lingkungan eksternal Program Studi Magister Ilmu Hukum dapat berupa:
Pemerintah Provinsi maupun Daerah, masyarakat luas, Instansi Hukum, lulusan S1, pasar kerja, stakeholder internal dan eksternal, dan pesaing. Langkah ini dilakukan secara keseluruhan dan per komponen.
Masukan termasuk mahasiswa, sumberdaya manusia, kurikulum, pembiayaan, sarana dan prasarana. Proses termasuk tata pamong, kepemimpinan, pengelolaan program, proses pembelajaran, suasana akademik, sistem informasi, penjaminan mutu, penelitian dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.
Keluaran termasuk lulusan dan keluaran lainnya yang mencakup tesis, model-model, publikasi, hasil pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.
Setelah menelaah komponen masukan, proses, dan keluaran, langkah selanjutnya yaitu merumuskan strategi atau strategi yang direkomendasikan untuk menangani kelemahan dan ancaman, termasuk pemecahan masalah, perbaikan, dan pengembangan program secara berkelanjutan. Analisis untuk pengembangan strategi pemecahan masalah dan perbaikan/pengembangan program itu pada Gambar 2.
Kelemahan/Peluang Memanfaatkan peluang Kekuatan/Peluang
Memilih keuntungan
Mengerahkan kekuatan Kekuatan/Ancaman
Mengendalikan ancaman Kelemahan/Ancaman
Kelemahan (W) Kekuatan (S)
Peluang (O)
Ancaman (T)
Internal Eksternal
Strategi Pemecahan Masalah, Perbaikan &
Pengembangan
Gambar 2. Analisis SWOT untuk Pengembangan Strategi
hingga hingga
Langkah terakhir; menentukan prioritas penanganan kelemahan dan ancaman itu, dan disusun suatu rencana tindakan untuk melaksanakan program penanganan.
Hasil analisis SWOT Program Studi Magister Ilmu Hukum dimanfaatkan untuk menyusun strategi pemecahan masalah, serta pengembangan dan atau perbaikan mutu program secara berkelanjutan. Jika kekuatan lebih besar dari kelemahan, dan peluang lebih baik dari ancaman, maka strategi pengembangan sebaiknya diarahkan kepada perluasan/pengembangan program, sedangkan jika kekuatan lebih kecil dari kelemahan, dan peluang lebih kecil dari ancaman, maka seyogyanya strategi pengembangan lebih ditekankan kepada upaya konsolidasi ke dalam, melakukan penataan organisasi secara internal dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, dan mereduksi kelemahan di dalam dan ancaman dari luar.
BAB II
DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN
Program Studi Magister Ilmu Hukum memiliki karakteristik yang berbeda dengan program studi lainnya. Program Studi Magister Ilmu Hukum memiliki potensi untuk berkembang menjadi institusi yang mengembangkan tidak hanya Ilmu Hukum tetapi juga ilmu pengetahuan secara umum. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki Program Studi Magister Ilmu Hukum ini, maka perlu dilakukan analisis berdasarkan pengamatan internal dan eksternal organisasi. Alat analisis yang digunakan Program Studi Magister Ilmu Hukum yaitu Analisis Strength, Weakness, Opportunity, and Threath (SWOT).
Strength dan Weakness merupakan analisis faktor-faktor internal Program Studi Magister Ilmu Hukum. Sedangkan Opportunity dan Threath merupakan analisis faktor-faktor eksternal Program Studi Magister Ilmu Hukum. Output analisis SWOT adalah matriks strategi yang dapat digunakan oleh Program Studi Magister Ilmu Hukum. Proses penyusunan perencanaan Program Studi Magister Ilmu Hukum menggunakan analisis SWOT dimulai dari tahap pengumpulan data, selanjutnya ke tahap analisis, dan terakhir tahap pengambilan keputusan berupa rencana induk pengembangan.
Analisis SWOT Setiap Komponen
Tahapan ini diarahkan pada pengumpulan berbagai informasi tentang Program Studi Magister Ilmu Hukum. Informasi yang dikumpulkan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan analisis SWOT. Informasi yang dihasilkan akan dipilah menjadi empat bagian utama, yaitu peluang, tantangan, kekuatan, dan kelemahan. Berikut ini disajikan identifikasi unsur-unsur evaluasi diri yang terdiri dari tujuh komponen (Komponen A terkait visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian;
Komponen B terkait tatapamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu; Komponen C terkait mahasiswa dan lulusan; Komponen D terkait sumberdaya manusia; Komponen E terkait kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik; dan Komponen F terkait pendanaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. Komponen G terkait penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama). Dari identifikasi faktor-faktor internal tersebut, maka selanjutnya ditentukan faktor-faktor yang dianggap harus menjadi prioritas dan ditentukan faktor mana yang menjadi kekuatan atau kelemahan, peluang atau ancaman.
A. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN A.1. Rumusan Visi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang konsisten dengan visi universitas dan Program Pascasarjana
Visi
UNG Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Hukum Leading University
dalam
Pengembangan Kebudayaan dan Inovasi Berbasis Potensi Regional di Kawasan Asia tenggara Tahun 2035.
Menjadi Pascasarjana yang Inovatif, Profesional, dan
Kompetitif dalam
Pengembangan Kebudayaan di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035.
Menjadi program Studi Magister Ilmu Hukum yang terdepan, unggul dan berdaya saing di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035.
Pernyataan leading university, unggul, kompetitif masing-masing pada visi ini menunjukkan visi UNG, Pascasarjana dan Program Studi Magister Ilmu Hukum selaras dan konsisten. Leading atau terdepan yang dimaksudkan adalah pencapaian lembaga melalui usaha kompetitif untuk memimpin dalam pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Usaha kompetitif lembaga sebagai penopang program studi dalam mencapai keunggulan tridharma perguruan tinggi, sehingga program studi akan unggul dan berdaya saing dibandingkan dengan program studi magister ilmu hukum di Indonesia.
Terdepan berbasis inovasi menandakan bahwa inovasi dijadikan sebagai basis dalam menjalankan peran dan fungsinya. Hal ini tercermin dari keunggulan UNG dalam penciptaan ide, metode dan produk untuk melakukan pembaharuan yang diimplementasi dan dihasilkan melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Usaha untuk menciptakan inovasi pembelajaran yang kreatif dengan optimisme unggul di kawasan Asia Tenggara 2035.
Terakhir, visi universitas, pascasarjana dan Program Studi Magister Ilmu Hukum menetapkan kawasan dan tahun pencapaian (leading/terdepan/unggul) yang sama, yaitu di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2035. Kawasan ini mencirikan kebudayaan yang berbeda, terutama etika dan norma, sehingga interaksi antar satu dengan lainnya akan saling mempengaruhi. Akibatnya, daya saing Program Studi Magister Ilmu Hukum di Kawasan Asia Tenggara akan menjadi
pendorong dan inspirator bagi perkembangan Ilmu Hukum, terutama dalam peningkatan kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi. Visi lembaga dan PS yang konsisten dan saling mendukung untuk unggul di Kawasan Asia Tenggara mulai tahun 2014 tercermin kegiatan kerjasama, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat (Standar 7 Buku 3A).
Berkaitan dengan penjelasan visi Program Studi Magister Ilmu Hukum di atas, maka kontribusi visi ini memberikan dukungan akan tercapainya visi pascasarjana UNG, terutama dalam mendukung pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
A.2 Rumusan Misi Program Studi Magister Ilmu Hukum yang diturunkan dari misi Universitas dan Pascasarjana UNG.
Untuk mewujudkan visi yang sudah ditetapkan, Program Studi Magister Ilmu Hukum memiliki misi sebagai berikut:
Misi
UNG Pascasarjana Program Studi
Magister Ilmu Hukum kultur akademik yang menantang dan pada tingkat nasional maupun internasional.
2. Menyelenggarakan dan mengembangkan
penelitian berkualitas yang berbasis kajian teoritis, normatif, dan empiris yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dalam rangka tujuan pembangunan nasional.
3. Menyelenggarakan
layanan pengabdian pada masyarakat melalui pelatihan, Bimtek, penyuluhan hukum dan pendampingan pihak eksternal untuk mendukung
perubahan sosial, dan perkembangan global melalui keterampilan hard skill dan soft skill.
perubahan sosial, dan perkembangan global melalui keterampilan hard skill dan soft skill.