KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK
5.1 Kurikulum
Jelaskan peran Fakultas/Sekolah Tinggi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum untuk program studi yang dikelola.
STAIT Yogyakarta merupakan penyedia Sumber Daya Manusia sekolah Jaringan Sekolah BIAS yang dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sekolah BIAS ini merupakan akar kehadiran STAIT Yogyakarta sebagai Sekolah Tinggi yang fokus pada pengembangan SDM yang terukur dan terstandar.
Setelah mendapatkan ijin operasional 10 Juni tahun 2010 No Dj.I/351/2010 Badan Penyelenggara Yayasan Bina Anak Sholeh mengemban amanah Puslitbang Sekolah BIAS untuk merealisasikan visi misi pendirian STAIT Jogja dengan menyusun kurikulum Prodi MPI dan MD. Mulai saat itu pula Badan Pengurus Harian dari jajaran Ketua dan Pembantu Ketua serta tim dosen Prodi dengan segenap kapasitas yang ada mulai menterjemahkan Kurikulum Sekolah Tinggi tersebut.
Mulai dari sosialisasi visi misi Sekolah Tinggi, Rapat Akademik Dosen Prodi diikuti Workshop pengembangan kurikulum, dengan konsultasi pada kepengurusan Kopertais Wilayah III DIY.
Melihat kondisi demikian maka peran STAIT Yogyakarta dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum untuk program studi yang dikelola semakin besar. Dari dua program studi yang dikelola yaitu Manajemen Pendidikan Islam dan Manajemen Dakwah, pengembangan kurikulum Prodi MPI lebih dahulu dikembangkan seiring masa operasional Prodi MPI.
Kebutuhan akan pengembangan kurikulum kedua prodi masih sangat besar, untuk itu agenda pengembangan kurikulum dengan peran Sekolah Tinggi dalam mengawal visi misi STAIT Yogyakarta akan terus berkembang.
Peran alumni dan sekolah jaringan turut mempengaruhi perkembangan kurikulum yang selalu di perbarui menyesuaikan kondisi jaman, dimana awal mula berdiri kurikulum yang di bangun untuk menjawab kondisi industri 3.0 sedangakan kebutuhan saat ini untuk menjawab era industri 4.0 dimana peran digital sangat mempengaruhi kondisi sosial masyarakat.
5.2 Pembelajaran
Jelaskan peran Fakultas/Sekolah Tinggi dalam memonitor dan mengevaluasi pembelajaran.
Sekolah Tinggi dalam memonitor dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan mengacu pada SOP Perkuliahan yang telah dicanangkan. Dalam SOP Perkuliahan tersebut bahwa Sekolah Tinggi bertugas memeriksa kesesuaian mata kuliah dengan kualifikasi dosen yang dimiliki program studi. Di samping itu Sekolah Tinggi juga memeriksa sarana dan prasarana perkuliahan apakah sesuai jumlah mahasiswa dan ruangan yang tersedia. Apakah ruangan yang ada sudah tersedia media pembelajaran sesuai strategi belajar yang digunakan dosen. Tugas lain dari Sekolah Tinggi adalah memeriksa realisasi SAP dalam proses belajar mengajar, juga bahan soal yang dibuat oleh dosen. Selain itu juga memeriksa kesiapan ruang ujian dan ketepatan penyerahan soal dan nilai yang dilakukan dosen.
Kemudian Ketua prodi mempuyai mekanisme monitoring perkuliahan dengan mekanisme :
a. Kaprodi menetapkan mata kuliah yang akan diselenggarakan pada setiap semester, kemudian menentukan dosen pengampu sesuai kualifikasi dalam rapat awal semester
b. Setiap dosen pengampu diminta untuk membuat SAP dan modul berdasarkan silabi yang telah ditentukan oleh Prodi.
c. Prodi mengeluarkan jadwal kuliah sesuai kesepakatan dosen yang bersangkutan.
d. Setiap dosen menandatangani daftar presensi kehadiran mata kuliah (presensi dosen), direkap tiap bulan dan diumumkan di papan pengumuman
e. Setiap mahasiswa menandatangani presensi kuliah, dan setiap bulan direkap.
f. Setiap pelaksanaan kuliah, dosen menuliskan pada jurnal mengajar yang disampaikan pada lembar jurnal mengajar yang disediakan . g. Bila kehadiran tidak memenuhi standar minimal, baik dosen /
mahasiswa akan mendapat peringatan dari Kaprodi (untuk dosen) dan Dosen PA (untuk mahasiswa)
h. Kesesuaian SAP dengan pelaksanaan kuliah, dilihat dari soal UTS dan UAS serta hasil prestasi mahasiswa
Kontrol administratif maupun koordinatif dilakukan untuk menjamin efektifitas monitoring agar pembelajaran sesuai dengan arah yang ditentukan. Dibangun saling kesepahaman diantara para dosen untuk menjaga target-target pembelajaran. Pendekatan persuasif lebih
didahulukan daripada pendekatan punishment. Hal ini dirasakan lebih mendapat perhatian dosen. Sekolah Tinggi juga mencermati kehadiran perkuliahan baik kehadiran dosen dan mahasiswa. Apabila kehadiran dosen kurang dari 14 kali tatap muka, yang bersangkutan akan mendapat pembinaan. Sedang kehadiran dosen dimonitor oleh staff akadmik yang kemudian menjadi bahan evaluai pimpinan Prodi. Rapat Koordinasi Dosen menjadikan media konsolidasi mengawal dan recek berjalannya proses pembelajaran.
5.3 Suasana Akademik
Jelaskan peran Fakultas/Sekolah Tinggi dalam mendorong suasana akademik yang kondusif, terutama dalam: (1) Kebijakan tentang suasana akademik, (2) penyediaan prasarana dan sarana, (3) dukungan dana, dan (4) kegiatan akademik di dalam dan di luar kelas.
Untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif, Sekolah Tinggi mendorong para dosen secara bergilir untuk studi lanjut S3. Saat ini sudah ada 1 dosen yang sedang menempuh studi S3, hal ini seiring dengan visi STAIT Yogyakarta. Jabatan akademik dosen sudah mulai terproses dengan mayakinkan sampai saat ini sudah ada 5 dosen yang memiliki Jabatan Fungsional Asisten Ahli dan sedang berproses untuk Sertifikasi Dosen. Para dosen juga didorong untuk menyusun serta memperbaiki SAP dan hand out. Termasuk mulai ditargetkan para dosen diharapkan selalu membuat diktat atau bahkan buku ajar. Dari berbagai karya dosen ini, Sekolah Tinggi memberikan apreasi kepada dosen yang bersangkutan. Kepada para mahasiswa diberikan pelayanan optimal dalam proses belajar mengajar. Para mahasiswa berhak mendapatkan jam tatap muka minimal 14 kali efektif. Mereka diberi hak untuk menyampaikan komplain apabila tidak puas dalam pelayanan akademik. Demikian pula semua staf kependidikan diwajibkan melayani akademik para mahasiswa secara optimal. Ketua program studi pada setiap semesternya diwajibkan meng-up date buku-buku referen, agar ilmu pengetahuan yang disajikan para mahasiswa senantiasa aktual dan menjawab persoalan zaman. Mendorong kepada pada dosen baik secara mandiri, atau kelompok.
Penelitian mandiri dikondisikan dilakukan para dosen dapat dilakukan secara sendiri maupun kelompok. Sekolah Tinggi memberikan persoalan-persoalan aktual yang bisa diadakan tindak lanjut oleh para dosen. Dari sejak dini mengadakan penelitian ini diharapkan pada saatnya penelitian yang dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif meningkat. Hal ini
berbanding lurus dengan sudah terbitnya 2 jurnal yaitu Jurnal Prodi MPI dan Jurnal Sekolah Tinggi.
Sebagai akumulasi dari berbagai kegiatan ilmiah Sekolah Tinggi telah memprakarsai penerbitan majalah kampus Lazuardi, bulletin Sekolah Tinggi dan publikasi melalui website STAIT Jogja. Media ini diharapkan sebagi media tukar informasi perkembangan ilmu pengetahuan yang terakhir dan mutakhir. Dalam penerbitan jurnal tersebut Sekolah Tinggi. Para dosen tetap maupun dosen luar biasa setiap semesternya diwajibkan menghasilkan satu penelitian dan satu jurnal siap terbit. Kondisi ini diciptakan agar budaya ilmiah dan akademik dimasyarakat ilmiah terwujud di Sekolah Tinggi. Sekolah Tinggi juga mendorong para dosen untuk menulis di bebagai media seperti Care Kids, dan Surat Kabar. Tujuan penulisan ini sebagai bentuk soft promosi dan juga bentuk preasi dan ketajaman berpikir secara logis para dosen dalam apreasinya terhadap persoalan sosial keagamaan.
Pelayanan dan pengabdian masyarakat juga menjadi perhatian utama dari Sekolah Tinggi. Semua dosen secara aktif terlibat dalam pengabdian masyarakat. Bentuk-bentuk pengabdian masyarakat tersebut seperti dalam bentuk: pembinaan TPA/TKA, pelatihan keagamaan, dakwah, khutbah Jum’at, pembinaan jama’ah, pembinaan majelis taklim, aktif di organisasi dakwah ataupun masjid, berbagai bentuk kajian dan lain-lain. Di samping itu para dosen juga terlibat dalam pembimbingan mahasiswa dalam Program Kerja Lapangan (PKL).
Untuk menguatkan kondisi akademik STAIT Yogyakarta, Sekolah Tinggi medorong para dosen untuk mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, pengabdian masyarakat, dan pengembangan keterampilan lainnya baik yang bersifat, regional, nasional dan lokal Yogjakarta. Bentuk-bentuk peran serta aktif tersebut diberikan secara bergilir kepada semua dosen dan juga atas pertimbangan kompetensi yang dimiliki. Sekolah Tinggi pernah mengirim dosen agar berperan aktif dalam seminar, pelatihan pengajaran bahasa Arab dan Inggris, pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah terakreditasi, pelatihan pelatihan-pelatihan, diskusi-diskusi ilmiah dan penyusunan SAP, mengikuti Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi DIY, kegiatan jaringan Sekolah BIAS dan lain-lain.