BAB II KAJIAN TEOR
A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1 Pengertian KTSP
Menurut Syafruddin Nurdin “Dalam arti sempit, Kurikulum diartikan sebagai materi pelajaran. Sedangkan dalam arti luas kurikulum dikatakan sebagai keseluruhan program lembaga pendidikan (Sekolah/Universitas)”.1
Menurut Hilda Taba yang dikutip oleh S. Nasution bahwa “Kurikulum di lihat sebagai sebuah alat transmisi kebudayaan, transformasi masyarakat dan pengembangan anak sebagai individu”.2 Menurut Pandangan lama, “Kurikulum merupakan kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa”.3
Dari pengertian di atas berarti kurikulum itu sebuah materi pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai perubahan yang ada dalam pengembangan kurikulum di sekolah untuk mentransmisi kebudayaan yang ada sehingga Kurikulum yang diperoleh bisa berkembang atau mensosialisasikan kepada sekolah atau masyarakat.
1
Syafrudin Nurdin, Guru Profesional & Implementasi Kurikulum, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), ,Cet. 3, h. 71.
2
S. Nasution, Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1993), Cet. 5, h. 15.
3
Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007), h.4
8
Dalam bukunya Wina Sanjaya, Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang terkait secara langsung dengan penyusunan KTSP pasal 1 ayat 19 disebutkan bahwa: ‘’Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu’’.4
Dengan demikian, maka keberadaan kurikulum sangat penting artinya bagi keberlangsungan proses pendidikan dan proses pencapaian berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik.
Kurikulum tidak hanya sebatas pada sejumlah pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik saja, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas yang dilakukan oleh pendidik dalam rangka mempengaruhi anak didik di dalam belajar untuk mencapai suatu tujuan. Aktivitas tersebut dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas, yang tentunya termasuk didalamnya kegiatan belajar mengajar dan bagaimana mengatur strategi dalam proses pembelajaran. Artinya dibutuhkan adanya perencanaan atau pengorganisasian dari proses belajar mengajar, juga perlu adanya kontrol dan evaluasi sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan dapat tercapai.5 Sebagai satu rencana kurikulum bukan hanya berisi tentang program kegiatan, akan tetapi juga berisi tentang tujuan yang harus ditempuh beserta alat evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Di samping itu tentu saja berisi tentang alat atau media yang diharapkan dapat menunjang terhadap pencapaian tujuan.
Oleh karena itu pengertian di atas dimaksudkan agar Kurikulum yang akan dibuat itu harus direncanakan terlebih dahulu agar program yang akan dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
KTSP adalah “kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing Satuan Pendidikan. KTSP dikembangkan melalui upaya pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya pendidikan lainnya untuk
4
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktik Pengembangan KTSP,
(Jakarta: Kencana, 2008), Cet. I, h. 134 5
9
meningkatkan mutu hasil belajar di lingkungan masing-masing tingkat satuan Pendidikan”.6
Pengembangan KTSP didasarkan pada dua landasan pokok, yakni landasan empirik dan landasan formal. Yang menjadi landasaan empirik diantaranya adalah pertama, adanya kenyataan rendahnya kualitas pendidikan baik dilihat dari sudut proses maupun hasil belajar. Kedua, Indonesia adalah negara yang sangat luas yang memiliki keragaman sosial budaya dengan potensi dan kebutuhan yang berbeda. Akibatnya, lulusan pendidikan tidak sesuai dengan harapan dan kebutuhan daerah di mana siswa tinggal.7
Suatu Pendidikan dasar dan Menengah mengembangkan dan menetapkan KTSP Dasar dan Menengah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada:
a) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36-38. b) Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan pasal 15-18 dan pasal 25-27
c) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk Satuan Pendidikan dasar dan Menengah.
d) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan dasar dan Menengah (Pasal 1 ayat 1 Permen Diknas No 24 tahun 2006).8
Di dalam panduan penyusunan KTSP tentang Pendidikan Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau Satuan Pendidikan di bawah koordinasi dan supervise pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten atau Kota untuk Pendidikan Dasar dan Provinsi untuk Pendidikan Menengah.
Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP adalah sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2. Beragam dan Terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan seni 4. Relevan dengan kebutuhan hidup
6
Muhaimin, dkk, Pengembangan model KTSP pada Sekolah dan Madrasah, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008) h.32
7
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pengembangan Teori dan Praktik ,… h. 133 8
Kunandar, Guru Profesional Implementasi KTSP dan Persiapan menghadapi Sertifikasi Guru, (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2007) , h. 125
10
5. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Belajar sepanjang hayat
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.9
Selain itu KTSP disusun dengan memperhatikan acuan operasionalnya sebagai berikut:
a. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia
b. Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
c. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. d. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
e. Tuntutan dunia kerja
f. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni. g. Agama
h. Dinamika perkembangan global
i. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. j. Kondisi social budaya masyarakat setempat k. Kesetaraan gender
l. Karakteristik Satuan Pendidikan.10
Pengembangan KTSP bertujuan “untuk mendirikan atau memberdayakan Sekolah atau Madrasah melalui pemberian kewenangan, keluesan dan sumber daya untuk merancang kurikulumnya sendiri dengan mengacu pada rambu-rambu yang telah ditetapkan, serta memonitor dan mengevaluasi kurikulum yang dilaksanakan di Sekolah atau Madrasah masing-masing”.11
2.Karakteristik KTSP
KTSP menekankan pada kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kemampuan lulusan yang harus dicapai dinyatakan dengan Standar Kompetensi, yaitu kemampuan minimal yang harus dicapai lulusan.
Sebagai sebuah konsep, sekaligus sebuah program. KTSP memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara KTSP individual maupun klasikal.
2. KTSP berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
9
Muhaimin, dkk, Pengembangan model KTSP pada Sekolah,… h. 21-23. 10
Masnur Muslih, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.18-20
11
11
3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
4. Sumber belajar bukan hanya guru, tapi sumber belajar yang memenuhi unsur edukatif
5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan/pencapaian suatu kompetensi.12
Karakteristik tersebut memberikan makna bahwa KTSP lebih menekankan pada tercapainya kompetensi, hasil belajar yang spesifik dalam bentuk kompetensi dan dimodifikasi dari pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pekerja dan dilatihkan kepada siswa, penyampaian pembelajaran dan sumber belajar lebih diarahkan pada kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa yang dirancang untuk siswa pada setiap unit pengajaran, dan pada penilaian hasil belajar lebih diarahkan pada kompetensi peserta didik.
3.Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Secara khusus tujuan diterapkanya KTSP adalah untuk:
1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber-sumber yang tersedia.
2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
3. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar Satuan Pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.13
Dengan demikian tujuan daripada KTSP adalah kemandirian sekolah dalam menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya akan menentukan kualitas sekolah yang bersangkutan, KTSP menuntut keterlibatan masyarakat secara penuh, sebab tanggung jawab pengembangan kurikulum tidak lagi berada di pemerintah akan tetapi di sekolah; sedangkan sekolah akan berkembang mana kala ada keterlibatan dari masyarakat serta melalui KTSP setiap sekolah atau satuan pendidikan akan berlomba dalam menyusun program kurikulum sekaligus berlomba untuk mengimplementasikannya.
12
Kunandar, Guru Profesional Implementasi KTSP,… h. 138. 13
12