• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lagu Batak Populer dan Suara Perjuangan 13

BAB III LAGU BATAK TOBA POPULER

4. Lagu Batak Populer dan Suara Perjuangan 13

Lagu Batak populer era-setelah 70-an, bila dibandingkan sebelumnya, lebih banyak menyuarakan perjuangan kehidupan orang Batak yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Data ini dapat dilihat dari karya dua pencipta lagu yang sangat produktif di

era-sebelum 70-an Tilhang Gultom57 dan Nahum Situmorang58 yang banyak mengenai tema-tema tentang alam, marga, lagu percintaan, danau toba. Contoh-contoh lagu yang dipilih untuk kepentingan tesis ini juga lebih banyak terambil dari era-setelah 70-an.

4. 1. Lagu tentang Kemiskinan

Kemiskinan adalah salah satu akar permasalahan yang menjadi bahasan dalam tesis ini. Berdasarkan hasil penelitian Sihotang pada tahun 1996, kemiskin adalah tema penting dalam rangka pembangunan daerah di Sumatera Utara. Salah satu tema kemisinan ini secara khusus dituliskan oleh Jack Marpaung dalam bentuk syair dalam lagu: Tapanuli Peta Kemiskinan. Sebagai tanggapan atas kata miskin tersebut maka orang Batak memunculkan kata hamajuon (kemajuan) sebagai kata yang sangat penting untuk memulai suatu perubahan. Usaha perubahan itu yang akan berdampak pada cita-cita yang dimiliki orang Batak yang akan diwujudkan melalui modal dasar ideologi 3H.

Untuk melihat lebih jauh bagaimana tema kemiskinan itu dikemas dalam syair- syair lagu maka berikut ini akan dibahs 3 lagu yang berjudul: Tapanuli Peta Kemiskinan, Gotap sian Sikkola, Tangis do Au.Adapaun pemilihan 3 lagu, didasarkan atas tema yang langsung menyuarakan tentang kemiskinan. Tiga lagu ini dianggap cukup mewakili data yang digunakan, Peta Kemiskinan mengenai fakta kemiskinan di Tapanuli Utara, Gotap Sikkola mewakili sebagai dampak kemiskinan, anak tidak bisa melanjutkan sekolah, dan Tangis do Au untuk mewakili kisah anak yang miskin di perantauan. Melihat syair-syair

57

Lihat: Lampiran 1: Daftar Lagu Ciptaan Tilhang Gultom.

58

lagu yang memuat tentang kemiskinan itu menunjukkan bahawa betapa seriusnya persoalan itu sehingga sangat perlu mendapatkan perhatian dari semua kalangan di Tapanuli.

4. 1. 1. Lagu 4: Tapanuli Peta Kemiskinan

Lagu Tapanuli Peta Kemiskinan, Cip: Jack Marpaung, Album Spesial: LASIDOS dinyanyikan oleh: Jack Marpaung & Hilman Padang.

Tapanuli Peta Kemiskinan59 Cip: Jack Marpaung Album Spesial: LASIDOS

Jack Marpaung & Hilman Padang

Ho parjalang o.. mulak…. mulak ma ho

Borhat ho Amang, tu bariba uju i Hutaruhon do ho mardongan tangiangki Pola do tagadis hauma Pauseang i Suda do sede parsingkolahon ho Alai dung dapot ho nasininta ni roham Dung mamora ho, mauli bulung i Lupa do ho Bona ni Pasogit mi Nga digoari, Peta Kemiskinan i Mulak ma ho bangsokki

Bangso Batak bangsokki, bangso na jogi Mulak ma ho bangsokki

Bereng ma i undung-undungta i, naung marburbur i

Marudur do sude angka dongan sahuta i Pataruhon ho, dinalao borhat i

Nungnga jumpang Amang, najinalahanmi Nungnga dapot Amang, naniluluan mi Di sido pusok mi, di toru ni bulu i Huta ni Ompu i, Si Raja Batak i Ou--- bereng mai, hauma i Soada be lao sigotilon i

Tapanuli Peta Kemiskinan Cip: Jack Marpaung Album Spesial: LASIDOS

Jack Marpaung & Hilman Padang

Kau perantau pulang…. pulanglah engkau……

Dulu, engkau berangkat ke seberang Engkau kuhantar dengan iringan doa Kita menjual semua tanah warisan Habis semua untuk menyekolahkanmu Setelah engkau mencapai cita-citamu Engkau jadi kaya, lagi terpandang Engkau lupa Bonapasogit (tanah asal) Sudah dinamai Peta Kemiskinan Pulanglah bangsaku

Bangsa Batak bangsaku yang tampan Pulanglah kau bangsaku

Lihatlah gubuk kita, yang sudah dimakan rayap

Teman sekampung kita beramai-ramai Menghantarkanmu, ketika mau berangkat Sudah kau temukan sayang, yang kau inginkan Sudah kau dapatkan yang kau cari

Di situlah tempat ari-arimu, di bawah pohon bambu Itulah Kampung (asal) Si Raja Batak

Oh …Lihatlah semua kebun Tiada yang dapat dipanen

59

Mulak ma ho bangsokki

Bangso Batak bangsokki, bangso na jogi Mulak ma ho bangsokki

Bereng ma i undung-undungta i, naung marburbur

Pulanglah kau bangsaku

Bangsa Batak bangsaku, bangsa yang tampan Pulanglah kau bangsaku

Lihatlah gubuk kita, yang sudah dimakan rayap

Menggunakan tangga nada diatonik, lagu bertempo lambat slow rock. Jack Marpaung adalah seorang pencipta lagu dan dikenal sebagai penyanyi rock Batak. Melalui syair dan lagu Tapanuli Peta Kemiskian, seolah-olah Jack ‘memaksa’ orang

Batak di perantauan yang sudah sukses supaya pulang. Teriakan khas penyanyi rock suara Jack, mengindikasikan paksaan tersebut, seakan tidak bisa menerima mengapa Tapanuli Utara menjadi salah satu wilayah di Sumatera Utara disebut sebagai daerah tertinggal, bahkan disebut miskin melalui data penelitian. Jack memulai kisahnya dalam syair lagu ketika orangtua akan memberangkatkan anaknya sekolah ke tempat yang jauh dengan mengadakan sebuah acara. Adapun tempat tujuan sekolah anak tersebut adalah ke seberang (tu bariba) menunjukkan bukan di Sumatera. Dalam sebuah gelar acara keluarga, tidak ketinggalan kehadiran tetangga terdekat untuk memberi doa restu untuk keberangkatan si anak ke seberang. Untuk memenuhi kebutuhan financial si anak tersebut, orangtua terpaksa menjual sebidang tanah warisan, yang nilainya juga tidak seberapa.

Dalam bagian akhir, syair mengisahkan perjuangan di arena pendidikan telah usai dan keberhasilan kerja pun telah didapatkan. Harapan orangtua dari si anak adalah kelak dapat memperbaiki kondisi ekonomi di kampung. Namun yang terjadi adalah rasa ketidakpedulian si anak terhadap kampung halamannya. Dalam syair lagu muncullah ekspresi kemarahan ketika orangtuanya mengetahui bahwa anaknya sudah mencapai cita-

citanya, lulus dari sekolah dan sukses dalam pekerjaan, sudah kaya (mora) dan terpandang(sangap),namun tidak peduli dengan kampung halamannya.

Pada bagian syair berikutnya ada himbawan, permohonan, kepada anaknya dengan panggilan sanjungan (bangso na jogi) sebagai bangsa yang tampan dan gagah perkasa, untuk melihat bahwa rumah mereka dulu yang ditinggalkan sudah rusak dimakan rayap. Dan kondisi ini sekaligus menggambarkan lebih luas lagi betapa sedih perasaan orang Batak di Tapanuli Utara karena mereka sedang menghadapi persoalan besar dengan ketidakberdayaan mereka untuk berjuang karena rumah mereka (Tapanuli) sedang mengalami kesakitan ekonomi. Perantau diingatkan, pulanglah, ingat bagaimana dulu semua tetangga dari kampung beramai-ramai ikut menghantarkanmu, ketika engkau berangkat untuk sekolah ke seberang. Pulanglah ke tempat asalmu, di tempat di mana ditanam ari-arimu, dibawah pohon bambu. Dari situlah kau berasal, yang dari tempat yang sama nenek moyang Raja orang Batak (Ompui Si Raja Batak) berasal. Tempat itu telah menjadi tandus, sehingga tidak ada lagi yang diharapkan, hasil bumi tidak ada yang dapat dipanen. Kata pulang menjadi kata penting, yang bisa diberi pengertian tidak sekedar pulang, tapi bagaimana perhatian, pemikiran, dukungan material, sangat diperlukan dalam memperbaiki kondisi sekarang ini.

4. 1. 2. Lagu 5: Gotap sian Sikkola

Gotap Sian Sikkola60 Cip.Anton Siallagan Margareth Siagian

Ditaon ho ale Inang didadang ari Marengge - rengge ho di kakilima i Holan pasari-sari gellengmon Tahuak manuk manogot nai Ai nungga dungo sian podoman mi Disari ho manogot i

Asa adong allangon bodanari nai Tung so sadia pe da pangomoan mi Sabar doho di sude halojaonmi Humongkop hami angka gellengmon Hape so sae niomomi

Lao paujungkon parsikolakki Boha bahenon taononnama i Pandokhon ni bagian i

Gotap di tonga dalan ma hape singkolakki Sudena i alani hapogoson i…

Sude nasa gogom dibahen ho do dainong Ai so adong nalaho mangurupui ho Tibu do lao damang parsinuan Tu naso haulahan i

Sasada ho nama ale Inang Na marmudumudu au

Putus Sekolah Cip.Anton Siallagan

Penyanyi: Margareth Siagian

Engkau menahan terik matahari Untuk berjualan di kaki lima

Hanya untuk memperjuangkan anak-anakmu Ketika ayam berkokok di pagi hari

Engkau sudah bangun dari tidur Engkau mencari di pagi hari Untuk kebutuhan makan malam

Meskipun keuntunganmu tidak seberapa Engkau sabar meski lelah

Berjuang untuk kami anak-anakmu Tapi keuntunganmu tidak mencukupi Untuk membiayai sekolahku

Apa mau dikata itulah beban Itu sudah nasib

Putus di tengah jalanlah sekolahku Semuanya itu karena kemiskinan

Semua tenagamu Ibu engkau telah curahkan Karena tidak ada yang bisa membantumu Ayah pergi terlalu cepat

Yang tidak bisa kembali Hanya Engkau seorang diri Ibu Yang memperhatikan aku

Lagu menggunakan tangga nada pentatonik 1 2 3 5 6, lagu termasuk kategori sedih lagu andung asli. Kemiskinan, itulah yang menjadi tema dalam tangisan di lagu ini. Seorang anak menangis (meratap) dengan sedihnya mengungkapkan bagaimana usaha seoran Ibunya untuk memperjuangkan anak-anaknya karena ayahnya sudah lebih dulu meninggalkan mereka. Meskipun si Ibu telah berusaha keras dalam perjuangan untuk anaknya ternyata pada akhirnya tetap tidak bisa mencapai cita-cita anaknya untuk sekolah. Ibuanya bekerja meskipun panas matahari menerpanya sebagai pedagang kecil 60

(parengge-rengge) di kaki lima. Pagi-pagi buta, ketika ayam berkokok si Ibu sudah bangun dan langsung pergi berjualan untuk mendapatkan sedikit uang memenuhi kebutuhan makan malam mereka. Meskipun yang didapatkan tidak seberapa dari hasil berjualan, si Ibu tetap sabar dalam usahanya. Karena perjuangan Ibu hanya untuk memenuhi kebutuhan semua anak-anaknya setidak-tidaknya bisa makan. Anak yang sudah sekolah terpaksa harus berhenti sekolah karena Ibunya tidak sanggup lagi untuk melanjutkan menanggung biaya sekolahnya. Tangisan si Anak ditumpahkannya sambil meratap mengatakan bahwa semua penyebabnya adalah karena kemiskinan. Meskipun Ibunya sudah berusaha sekuat tenaga, banting tulang tapi tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari hasil yang didapatkan dari jualannya. Seharusnya Ayah adalah harapan penopang utama dalam keluarga, namun karena Ayah mereka telah pergi mendahului untuk selamanya, maka harapan itu tidak dapat terwujud. Terpaksa Ibulah dengan caranya sendiri yang harus bekerja keras untuk membesarkan, memelihara dan mendidik anak-anaknya.

4. 1. 3. Lagu 6: Tangis do Au

LaguTangis do Au, Cip. Iran Ambarita, dinyanyikan oleh Trio Axido.

Tangis do Au61 Cip. Iran Ambarita Trio Axido

Tangis do au ale Inang pangintubu Molo dung golap ari i

Dang boi tarbahen, songon nanidokmi Lao hatop madulo ho

Alani pogos ma hape Dainang Ikkon taonon songonon

Aku Menangis Cip. Iran Ambarita Trio Axido

Aku menangis Ibu yang kusayang Ketika malam mulai tiba

Aku tak bisa melakukan, sperti yang kau minta Untuk segera mengunjungimu

Karena kemiskinan Ibu

Aku harus menanggung seperti ini 61

Marsiak bagi au diparjalangan on Manaon sude na hansiti

Pabulus ma roham Inang Inang pangitubu

Nangpe dao au sian ho Tondimi manggonggom au Tangiang mi ale Inang Tondimi ale Inang Mandongani anakmon Di parjalangan on

Aku merintih di perantauan ini Untuk menangung semua penderitaan Pasrahkanlah hatimu Ibu

Ibu yang melahirkanku Meskipun aku jauh darimu Rohmulah yang melindungi aku Doamu hai Ibu

Rohmu hai Ibu

Melindungi Anakmu ini Di perantauan ini

Menggunakan tangga nada diatonik, lagu bertempo lambat, nuansa sedih tipikal lagu andung. Merantau, itulah tekad semula anak yang tidak bisa sekolah, karena di kampung tidak ada pekerjaan yang menjanjikan. Karena itu perjuangan utama adalah bagaimana supaya bisa merantau, meninggalkan kampung halaman, dengan harapan di tempat baru akan mendapatkan pekerjaaan dan bisa mengubah nasib. Dalam kenyataannya di perantauan harapan si anak ternyata pupus. Apa yang mau dikata ketika si anak sudah terlanjur merantau ke tempat yang jauh. Ketika berangkat dari kampung, Ibunya telah berpesan supaya segera pulang menjenguknya kalau sudah bekerja dan sudah memperoleh penghasilan. Di perantauan, kata-kata Ibunya tersebut selalu terngiang ketika malam tiba yang membuatnya tidak bisa tidur lalu menangis. Kemiskinan itulah yang menjadi persoalan utama, karena ternyata harapannya untuk bekerja mendapatkan penghasilan belum terwujud. Ingin pulang tapi ongkos pulang saja juga tidak cukup, untuk memenuhi permintaan Ibunya pulang kalau sudah ada penghasilan. Rintihan itulah yang yang dialami di perantauan karena susahnya untuk memperjuangkan hidup. Dalam keluh-kesah dalam kesedihan, si Anak masih mempunyai harapan dan sekaligus meyakinkan diri, dan meminta kepada Ibunya yang melahirkannya supaya pasrah dan

sabar. Permohonan si Anak kepada Ibunya kiranya dengan doa dan dengan penyertaan rohnya senantiasa dapat melindungi anaknya di perantauan, dengan harapan suatu waktu nanti mereka bisa bertemu.

4. 2. Lagu Perjuangan untuk Merantau

Perantauan adalah sebagai arena perjuangan yang diharapkan seseorang menjadi titik awal menuju kesuksesan. Setidak-tidaknya harapan itulah yang didambakan oleh banyak perantau dari Tapanuli untuk memulai kehidupan yang baru dan meraih cita-cita. Karena itu, Anak yang tidak bisa bertarung melalui arena pendidikan di sekolah karena ketidakmampuan dukungan finansial yang memadai, maka pilihannya adalah di arena perantauan. Dan mengapa merantau, karena dianggap tidak ada kemungkinan yang lebih baik dari merantau, karena situasi di kampung tidak memungkinkan memberikan harapan yang lebih baik untuk mencapai suatu perubahan.

Berikut ini ada 2 judul lagu, Putus Sikkola dan Anak Parjalang yang akan diangkat isi syairnya sebagai bahan untuk mengetahui seberapa penting masalah ini perlu mendapat perhatian sehingg pencipta lagu pun ikut mengangkat kisah ini ke dalam karyanya. Pemilihan dua lagu adalah untuk mewakili dua kondisi yang berbeda dari dua anak yang gagal dalam pertarungan sekolah. Kisah lagu Putus Sikkola, orangtua menyuruh anaknya merantau karena tidak sanggup menekolahkannya. Dan lagu Anak Parjalang adalah kisah anak yang sudah di perantauan, namun belum berhasil.

4. 2. 1. Lagu 7: Putus Sikkola

LaguPutus Sikkola,Cip. Firman Marpaung, dinyanyikan oleh Dewi Marpaung.

Menggunakan tangga nada diatonik, lagu yang bertempo lambat, bernuansa sedih.

Dalam lagu Putus Sikkola dikisahkan, akibat ketidakmampuan orangtua untuk menyekolahkan anaknya, maka jalan satu-satunya yang dianjurkan orangtua terhadap anaknya adalah menyuruh pergi merantau ke negri orang. Dalam syair lagu diceritakan, supaya anaknya jangan bersedih hati (unang marsak ho), karena tidak bisa sekolah. Harapan yang dimiliki orangtua satu-satunya yang masih mungkin ditempuh anaknya

62

http://ryan-banjarnahor.blogspot.com/2011/07/putus-sikkola.html.(14 Oktober 2014).

Putus Sikkola62

Cip. Firman Marpaung Dewi Marpaung

Unang marsak ho Amang sinuan tunas Ala naung suda gogo au Putus sikkola ho hasian nalagu Laho maho Amang

Marjalang tu nadao Balao maho tondikku

Borhat ma damang, tu luat naleban Ref.

Tangiangki ma amang,

Na mandongani ho di luat nadao Anggiat horas ho

Dapot ho niluluanmu amang (2x) Molo dungkon sahat ho, amang Tu na sinittasitta ni roham Tongos surat paboa baritam Laho paposhon rohakki, amang

Putus Sekolah

Cip. Firman Marpaung Dewi Marpaung

Jangan kau sedih Anakkku sayang

Karna tenagau sudah habis

Sehingga terpaksa kau putus sekolah, sayang Pergilah anakku sayang

Merantau ke tempat jauh Pergilah jantung hatiku

Berangkatlah sayang ke tempat lain Ref.

Dengan doaku sayang

Menyertaimu di tempat yang jauh Kiranya engkau selamat

Engkau dapatkan yang kau cari, sayang Bila engkau sudah tiba, sayang Ketujuan yang kau cita-citakan Kirimlah surat untuk memberi kabar Untuk membuat meyakinkan hatiku, sayang

adalah dengan pergi merantau. Dikatakan dalam syair:“Laho maho Amang marjalang tu

nadao”, (Pergilah sayang, merantau ke tempat yang jauh), itulah kata-kata yang masih bisa disampaikan orangtuanya kepada anaknya. Hanya doa yang dapat dipanjatkan orangtua kepada Tuhan semoga dalam perjalanan dapat selamat dan bisa sampai di tempat yang ingin dituju dan tercapai yang dicita-citakan. (Tangiangki ma Amang, na mandongani ho di luat nadao, anggiat horas ho, dapot ho niluluanmu amang). Dan juga harapan orangtua melalui doanya terhadap anaknya adalah supaya kelak di perantauan bisa berhasil. Dan untuk meyakinkan keselamatan anaknya kalau sudah sampai di tempat tujuan orangtua meminta, supaya mengirimkan surat member khabar (Tongos surat paboa baritam) sebagai bukti bahwa anaknya sudah sampai dalam keadaan selamat di tempat yang dituju.

4. 2. 2. Lagu 8: Anak Parjalang

LaguAnak Parjalang, Cip. Annes Purba, dinyanyikan oleh Trio Ganesha.

Anak Parjalang63 Cip. Annes Purba Trio Ganesha

Hassit do da Inang

Hassit do ahu anakkonmon Parir do parngoluanki Dung borhat ahu sian najolo Tu luat parjalangan on Hu lului do Inang Hulului do nian

Dalan ni ngolu ngolukki

So adong dapot ahu na huparsitta Alani sikkolakku na so ada Hassit ma Inang bagiakki

Anak Perantau Cipt. Annes Purba Trio Ganesha

Begitu sakit hai Ibu Aku sakit anakmu ini Kehidupanku yang pilu Ketika aku berangkat dulu Ke tempat perantauan ini Aku mencari, Ibu Aku mencari Jalan hidupku

Tak kutemukan yang kucita-citakan Karena aku tidak sekolah

Sakit Ibu, nasibku 63

Tu ise nama ahu mangalu alu Aha ma Inang si bahenonku Nalao tongosonku tuho Inang pangintubu Sabar maho Inang Tangiankon ahu Anakkonmon Sabar ma ho Inang Anju ma ahu

Unang pola marsakho Umbege baritakki 2X

Kepada siapakah aku mengadu Ibu, Apa yang harus kubuat Untuk mengirimkan (uang) padamu Ibu yang melahirkanku

Sabarlah engkau Ibu Doakanlah aku Anakmu ini

Sabarlah engkau Ibu Maafkanlah aku Janganlah sedih

Mendengar kabar tentang diriku

Mengunakan tangga nada 1 2 3 5 6, lagu bertempo lambat, bernuansa lagu sedih termasuk lagu tipikal andung. Dalam syair lagu dikisahkan bahwa merantau itulah alternatif pilihan lain bagi anak yang tidak mendapat kesempatan untuk sekolah. Apakah itu karena inisiatif si anak atau justru karena didorong orangtuanya untuk meninggalkan kampung halamannya untuk pergi merantau. Keadaan keluaraga dalam cerita pada lagu ini sedang mengalami ekonomi yang sulit, dan hal ini telah dirasakan ketika anaknya diberangkatkan, keluarga sudah mengalami kepahitan hidup. Begitu sakit aku rasakan anakmu, begitu pedih kualami ketika dulu aku berangkat merantau. Tidak sekolah, yang artinya belum mempunyai ketrampilan untuk bekerja secara profesional, membuat si anak kesulitan untuk mendapatkan pekerjan. Sudah dicari pekerjaan ke sana-kemari tapi tetap belum mendapatkan pekerjaan seperti yang sudah dicita-citakan sebelum keberangkatannya merantau. Si anak menyesali diri, mulai putus asa mengatakan kepada siapa lagi aku harus mengadu, (Tu ise nama ahu mangalu alu). Mendengar hal ini pastilah sebagai orangtua menjadi hkawatir mengenai nasib anaknya yang belum bekerja. Dan sebagai anak yang masih peduli terhadap orangtuanya, ia menyadari dan merasa bersalah mengatakan apa yang bisa aku lakukan untuk mengirimkan sesuatu (uang)

kepadamu Ibuku. Namun dibalik semua itu, ada kerbesaran hati si anak untuk menghibur diri dan meyakinkan Ibunya, supaya ibunya sabar, artinya setia menunggu sampai anaknya mendapat pekerjan. Si anak tetap meminta dukungan doa dari ibunya, dan sekaligus meminta maaf atas keadaan yang dihadapi. Si anak tetap berkeyakinan suatu ketika nanti dapat memenuhi harapan Ibunya, berhasil di perantauan dan dapat mengirimkan sesuatu (uang) kepada Ibunya.

4. 3. Lagu Perjuangan untuk Sekolah

Sebagai ideologi hagabeon, bagi orang Batak yang memiliki anak-anak, adalah suatu kebahagiaan. Anak disebutkan sebagai harta yang begitu berharga dalam lagu Nahum Situmorang (Anakkonhi do hamoraon di au). Karena itu anak-anak harus diperjuangkan, meskipun kemampuan orangtua sangat terbatas dari segi materi. Adapun arena perjuangannya adalah melalui pendidikan di sekolah. Harapan orangtua terhadap anak- anak adalah bisa berhasil dalam studi, dan kelak bisa sukses dalam pekerjaan, meskipun jalan yang ditempuh cukup berliku dan mengalami banyak kendala.

Berikut ini ada 2 lagu, Anakkon hu dan Anakku na Burju, yang akan dibahas untuk mewakili kisah dalam syair mengenai perjuangan orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Yang menjadi alasan pemilihan lagu adalah berdasarkan dua latarbelakang dalam perjuang untuk sekolah. Lagu Anakkon hu dipilih sebagai yang melatarbelakangi usaha supaya berhasil, sedangkan Anakku na Burju adalah mewakili lagu yang menceritakan keberhasilan sekolah.

4. 3. 1. Lagu 9: Anakkon hu

LaguAnakkon hu, Cip. Dakka Hutagalung, dinyanyikan oleh Dewi Marpaung. Anakkon hu64

Cip. Dakka Hutagalung Dewi Marpaung

Anakkon hu hasian burju burju ma ho sikkola Sotung marisuang gogokki

Bereng ma i Amang mi naung bukkuk nangso matua Holan pasarisari ho Amang

Ref.

Dang namora au Amang Manang parhauma na bidang o.. Sotung las marisuang

Sasudena halojaonki ho…..

Martaon ombun, didadang ari

Ditinggang udan do hami da Amang, di balian i Holan asa boi pasikkolahon ho

Anakkon hu hasian Tangihon pangidoanki Sotung marisuang gogokki Anakkonhu ……

Anaku

Ciptaan: Dakka Hutagalung Dewi Marpaung

Anakku sayang, rajin-rajinlah engkau sekolah Supaya jerih payahku tidak sia-sia

Lihatlah Ayahmu bungkuk bukan karena tua Hanya untuk memperjuangkanmu

Ref.

Aku bukan orang kaya, sayang Atau pemilik tanah yang luas Jangan sampai siasia

Semua jerih payahku

Dokumen terkait