• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lakukan permainan lompat tali seperti Rani dan teman-temannya

Dalam dokumen Indahnya Kebersamaan (Halaman 99-107)

Kebersamaan dalam Keberagaman

3. Lakukan permainan lompat tali seperti Rani dan teman-temannya

-ikat bungkus i

Rani membawa tali karet yang dironcenya dan mengajak teman-temannya bermain lompat tali.

Pernahkah kalian bermain lompat tali? Ayo ceritakan pengalaman kalian!

Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Rani dan teman-temannya bermain apa? ---

2. Di mana mrereka bermain?

---3. Apa yang digunakan Rani untuk membuat tali?

---4. Ayo ceritakan cara bagaimana Rani meronce karet gelang! ---

1. Carilah karet gelang bekas seperti yang dilakukan Rani. 2. Buatlah roncean karet tersebut menjadi panjang.

Bermain Di Sore Hari

Amati gambar dan teks bacaan berikut ini!

Bermain Lompat Tali

Di rumah Rani banyak karet gelang bekas peng makanan.

Ibu selalu menyimpannya di laci meja.

Rani mengambil dan meroncenya menjadi panjang. Sore ini cuaca sangat cerah, Rani dan teman-temannya bermain bersama di halaman rumah.

Bermain Di Sore Hari

Amati gambar dan teks bacaan berikut ini!

Gambar 3.2 Bermain lompat tali Sumber: Dokumen Penulis

li

-ikat bungkus i

Rani membawa tali karet yang dironcenya dan mengajak teman-temannya bermain lompat tali.

Pernahkah kalian bermain lompat tali? Ayo ceritakan pengalaman kalian!

Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Rani dan teman-temannya bermain apa? ---

2. Di mana mrereka bermain?

---3. Apa yang digunakan Rani untuk membuat tali?

---4. Ayo ceritakan cara bagaimana Rani meronce karet gelang! ---

1. Carilah karet gelang bekas seperti yang dilakukan Rani. 2. Buatlah roncean karet tersebut menjadi panjang.

Ayo amati karet gelang yang dipakai Rani untuk bermain lompat tali!

Tahukah kalian dari mana asalnya karet gelang itu?

barang yang terbuat dari karet

Karet gelang berasal dari getah yang dihasilkan oleh pohon karet yang telah diolah di pabrik untuk menjadi barang-barang yang dapat digunakan oleh manusia.

Gambar 3.3 Karet gelang untuk lompat tali Sumber: Dokumen Penulis

Gambar 3.4 Barang Sumber: Dokumen Penulis

Ayo kita amati pohon karet berikut ini!

Gambar: 3.5 Pohon karet Sumber: Dokumen Penulis

Gambar: 3.6 Bagian-bagian dari pohon karet Sumber: Dokumen Penulis

Sebutkan dan tuliskan nama bagian dari pohon karet pada buku latihan kalian!

1.

2.

Ayo amati karet gelang yang dipakai Rani untuk bermain lompat tali!

Tahukah kalian dari mana asalnya karet gelang itu?

barang yang terbuat dari karet

Karet gelang berasal dari getah yang dihasilkan oleh pohon karet yang telah diolah di pabrik untuk menjadi barang-barang yang dapat digunakan oleh manusia.

Gambar 3.3 Karet gelang untuk lompat tali Sumber: Dokumen Penulis

Gambar 3.4 Barang Sumber: Dokumen Penulis

Ayo kita amati pohon karet berikut ini!

Gambar: 3.5 Pohon karet Sumber: Dokumen Penulis

Gambar: 3.6 Bagian-bagian dari pohon karet Sumber: Dokumen Penulis

Sebutkan dan tuliskan nama bagian dari pohon karet pada buku latihan kalian!

1.

2.

Sekarang kita akan belajar mewarnai Pernahkan kalian mewarnai gambar?

Peralatan apa yang harus kalian siapkan untuk mewarnai gambar?

Ayo siapkan peralatan mewarna i dan warnailah gambar berikut ini!

gambar bermain di sore hari. Apa yang sudah kalian pelajari pada hari ini?

Dapatkah kalian menyebutkan nama bagian-bagian tumbuhan? Dapatkah kalian bermain lompat tali?

Ayo berlatih mencari tahu benda -benda yang terbuat dari bahan karet. Mintalah bantuan orang tua atau saudaramu di rumah. Tuliskan pada kolom berikut ini!

Contoh benda-benda yang terbuat dari karet adalah: 1. 2. 3. 4. 5. ---6. ---

---Sekarang kita akan belajar mewarnai Pernahkan kalian mewarnai gambar?

Peralatan apa yang harus kalian siapkan untuk mewarnai gambar?

Ayo siapkan peralatan mewarna i dan warnailah gambar berikut ini!

gambar bermain di sore hari. Apa yang sudah kalian pelajari pada hari ini?

Dapatkah kalian menyebutkan nama bagian-bagian tumbuhan? Dapatkah kalian bermain lompat tali?

Ayo berlatih mencari tahu benda -benda yang terbuat dari bahan karet. Mintalah bantuan orang tua atau saudaramu di rumah. Tuliskan pada kolom berikut ini!

Contoh benda-benda yang terbuat dari karet adalah: 1. 2. 3. 4. 5. ---6. ---

---Mendengarkan cerita bersama teman

Sore ini Bonar, Yohana dan Rani pergi ke rumah Dafa.

Kakek Dafa pandai bercerita, mereka mendengarkan cerita kakek. Kakek bercerita tentang ”Batu menangis ”

Ayo kita simak cerita kakek!

Batu Menangis

, .

Sumber: https://ceritadandongengrakyat.blogsport.co.id diubah seperlunya oleh Ratna (06 Mei 2018)

Gambar: 3.7 Batu Menangis Sumber: Dokumen Penulis

Begitulah sepanjang perjalanan ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Mendapat perlakuan yang menyakitkan itu, ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa “ Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini,

anakku memperlakukan hamba seperti ini, hukumlah anak durhaka ini!

Hukumlah dia....”

Atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya tubuh Darmi perlahan-lahan

berubah menjadi batu. Darmi menangis memohon ampun kepada ibunya…”Ibu….,ibu….

ampuni aku…, Darmi terus menangis sambil memohon ampun. Tapi sayang sudah terlambat, tubuh gadis itu sudah berubah menjadi batu, tetapi aneh dari kedua mata gadis itu masih mengeluarkan air mata.

Itulah cerita tentang Batu Menangis. Kita tidak boleh durhaka kepada orang tua, siapa yang berani dan durhaka, akan mendapatkan hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di sebuah kampung, hiduplah seorang janda miskin bersama anak gadisnya yang sangat cantik bernama Darmi. Namun sayang ia mempunyai perilaku yang amat buruk. Darmi sangat pemalas dan manja.

Pada suatu hari Darmi diajak ibunya ke pasar. Letak pasar desa itu cukup jauh mereka berjalan kaki. Darmi berjalan melenggang dengan pakaian yang sangat bagus. Gambar ilustrasi patung darmi (gadis cantik yang dikutuk ibunya menjadi batu, dari matanya tetap menangis mengeluarkan air mata)Sementara ibunya berjalan di belakang sambil membawa keranjang

dengan pakaian yang sangat buruk. Darmi memperlakukan ibunya seperti

seorang pembantu

Ketika mereka memasuki desa, banyak yang terpesona melihat kecantikan Darmi.

“Hai Darmi, apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?”

Mendengarkan cerita bersama teman

Sore ini Bonar, Yohana dan Rani pergi ke rumah Dafa.

Kakek Dafa pandai bercerita, mereka mendengarkan cerita kakek. Kakek bercerita tentang ”Batu menangis ”

Ayo kita simak cerita kakek!

Batu Menangis

, .

Sumber: https://ceritadandongengrakyat.blogsport.co.id diubah seperlunya oleh Ratna (06 Mei 2018)

Gambar: 3.7 Batu Menangis Sumber: Dokumen Penulis

Begitulah sepanjang perjalanan ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Mendapat perlakuan yang menyakitkan itu, ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa “ Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini,

anakku memperlakukan hamba seperti ini, hukumlah anak durhaka ini!

Hukumlah dia....”

Atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya tubuh Darmi perlahan-lahan

berubah menjadi batu. Darmi menangis memohon ampun kepada ibunya…”Ibu….,ibu….

ampuni aku…, Darmi terus menangis sambil memohon ampun. Tapi sayang sudah terlambat, tubuh gadis itu sudah berubah menjadi batu, tetapi aneh dari kedua mata gadis itu masih mengeluarkan air mata.

Itulah cerita tentang Batu Menangis. Kita tidak boleh durhaka kepada orang tua, siapa yang berani dan durhaka, akan mendapatkan hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di sebuah kampung, hiduplah seorang janda miskin bersama anak gadisnya yang sangat cantik bernama Darmi. Namun sayang ia mempunyai perilaku yang amat buruk. Darmi sangat pemalas dan manja.

Pada suatu hari Darmi diajak ibunya ke pasar. Letak pasar desa itu cukup jauh mereka berjalan kaki. Darmi berjalan melenggang dengan pakaian yang sangat bagus. Gambar ilustrasi patung darmi (gadis cantik yang dikutuk ibunya menjadi batu, dari matanya tetap menangis mengeluarkan air mata)Sementara ibunya berjalan di belakang sambil membawa keranjang

dengan pakaian yang sangat buruk. Darmi memperlakukan ibunya seperti

seorang pembantu

Ketika mereka memasuki desa, banyak yang terpesona melihat kecantikan Darmi.

“Hai Darmi, apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?”

Amati cerita yang dibacakan gurumu,

Dalam dokumen Indahnya Kebersamaan (Halaman 99-107)