PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA
I. PRASARANA JALAN
1. Lalu Lintas Angkutan Jalan
Transportasi jalan merupakan modal transportasi utama yang berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional serta mempunyai kontribusi terbesar dalam pangsa angkutan dibandingkan modal lain.
A. SASARAN
Sasaran umum pembangunan lalu lintas angkutan jalan adalah : 1). Meningkatnya kondisi kelaikan, jumlah sarana dan prasarana LLAJ; 2). Meningkatnya keterpaduan antar moda dan efisiensi dalam
mendukung mobilitas manusia, barang dan jasa;
3). Menurunnya jumlah pelanggaran lalu lintas dan muatan lebih dijalan;
4). Menurunnya tingkat kecelakaan dan fasilitas kecelakaan lalu lintas dijalan;
5). Meningkatnya ketertiban, keamanan dan kenyamanan transportasi jalan, terutama angkutan umum diperkotaan, pedesaan dan antar kota;
6). Meningkatnya kelancaran dan keterjangkauan pelayanan transportasi umum bagi masyarakat luas;
7). Meningkatnya dukungan pelayanan transportasi jalan terhadap pengembangan teknologi sarana yang ramah lingkungan, terutama di wilayah perkotaan;
8). Meningkatnya efektivitas regulasi dan kelembagaan transportasi jalan;
9). Meningkatnya peran serta swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan transportasi jalan (angkutan perkotaan, perdesaan, dan antar kota);
10). Meningkatnya kesadaran dan penanganan dampak polusi udara; 11). Terwujudnya penyelenggaraan angkutan perkotaan yang efisien
dengan berbasis masyarakat yang andal dan ramah lingkungan; 12). Terwujudnya manajemen dan rekayasa lalu lintas yang terpadu
diharapkan dapat memberikan peringatan, perintah atau petunjuk dan arahan bagi pemakai/pengguna jalan agar dapat selamat, aman dan lancar sampai tujuan;
13). Terwujudnya sistim Transportasi yang efektif, tertib, lancar dan aman.
Sedangkan sasaran yang ingin dicapai sampai dengan Tahun 2008 adalah :
1). Terwujudnya kondisi kelaikan jumlah sarana dan prasarana LLAJ sebesar 83 %.
2). Terwujudnya perubahan angka pelanggaran muatan di jalan menjadi 0,80 %.
3). Terwujudnya perubahan angka kecelakaan lalau lintas di jalan menjadi 0,80 %.
B. ARAH KEBIJAKAN
1). Peningkatan keselamatan lalu lintas jalan secara komprehensif dan terpadu dari berbagai aspek (pencegahan, pembinaan dan penegakan hukum, penanganan dampak kecelakaan dan daerah rawan kecelakaan; sistem informasi kecelakaan lalu lintas dan kelaikan sarana serta ijin pengemudi di jalan);
2). Meningkatkan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta pembinaan teknis tentang pelayanan operasional transportasi;
3). Menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran angkutan serta kesediaan aksesibilitas angkutan pada daerah terpencil;
4). Penanganan muatan lebih secara komprehensif, dan melibatkan berbagai instansi terkait;
5). Penataan sistem transportasi jalan dengan sistem transportasi nasional dan wilayah (lokal); diantaranya melalui penyusunan RUJTJ (Rancangan Umum Jaringan Transportasi Jalan) meliputi penataan simpul, ruang kegiatan, ruang lalu lintas serta penataan pola distribusi barang;
6). Mengantisipasi, merencanakan serta melaksanakan secara bertahap regulasi dan standarisasi global di bidang lalu lintas angkutan jalan; 7). Menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan transparan dalam
penyelenggaraan transportasi, serta pembinaan terhadap operator dan pengusaha dibidang lalu lintas angkutan jalan;
8). Meningkatkan peran serta, investasi swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan transportasi jalan;
9). Peningkatan pembinaan teknis transportasi di daerah;
10). Sejalan dengan desentralisasi dan otonomi daerah, dibuat sistem standar pelayanan minimal dan standar teknis dibidang LLAJ serta skema untuk peningkatan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan LLAJ di daerah;
11). Mendukung pengembangan transportasi yang berkelanjutan;
12). Meningkatkan kelancaran pelayanan angkutan jalan secara terpadu: penataan sistem jaringan dan terminal, manajemen lalu lintas, fasilitas dan rambu jalan, penegakan hukum dan disiplin di jalan;
13). Mendorong efisiensi transportasi barang dan penumpang di jalan melalui deregulasi pungutan dan retribusi di jalan, penataan jaringan dan ijin trayek; kerja sama antar lembaga pemerintah daerah.
14). Penerapan teknologi angkutan jalan yang ramah lingkungan/berkesinambungan;
15). Terwujudnya Sistem Informasi Manajemen Lalu Lintas Angkutan Jalan yang bertujuan memberikan kelancaran terhadap pelaksanaan tugas bidang LLAJ;
16). Menekan jumlah pelanggaran lalu lintas dan tingkat kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi.
C. PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN
I. PROGRAM UTAMA
a. Program Pembangunan, Rehabilitasi, Pemeliharaan Prasarana, Fasilitas Dan Penataan Lalu Lintas Angkutan Jalan.
Program ini diarahkan tersebar di Jawa Timur Kegiatan Utama :
1). Penataan sistem transportasi wilayah di Jawa Timur; 2). Peningkatan keselamatan transportasi jalan;
3). Peningkatan pelayanan dan kelancaran angkutan umum dan barang, serta penanggulangan muatan lebih;
4). Peningkatan dan pengembangan fasilitas jalan serta peran dan fungsi jembatan timbang.
Kegiatan Penunjang :
1). Pembangunan transportasi berkelanjutan terutama di perkotaan;
2). Peningkatan aksesibilitas pelayanan angkutan LLAJ; 3). Fasilitasi transportasi daerah;
4). Peningkatan pelayanan angkutan orang dan barang serta bimbingan ketertiban lalu lintas;
2. Perkeretaapian
Pembangunan perkeretaapian ditujukan untuk memperlancar perpindahan orang dan/atau barang secara massal, menunjang pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas serta sebagai pendorong dan penggerak pembangunan nasional. Sampai saat ini, perkeretaapian masih berkembang terbatas di Jawa, serta kontribusi berdasarkan pangsa angkutan yang dihasilkan masih sangat rendah dibandingkan moda angkutan lain, baik di Jawa Timur dan di wilayah perkotaan seperti di Gerbangkertosusila.
Peran pemerintah masih sangat dominan dalam pengembangan kereta api regional, baik dalam aspek pendanaan dan investasi, regulasi, serta pengembangannya. Dengan keterbatasan pendanaan, SDM dan kelembagaan di bidang perkeretaapian, kondisi fisik prasarana dan sarana kereta api saat ini masih banyak mengalami “backlog” pemeliharaan yang berlangsung secara terus menerus, baik karena perencanaan, pengoperasian dan dukungan pendanaan yang masih terbatas.
A. SASARAN
Sasaran umum pembangunan perkeretaapian diprioritaskan untuk meningkatkan kinerja pelayanan terutama keselamatan angkutan, melalui penurunan tingkat kecelakaan di perlintasan sebidang dengan jalan dan penanganan keamanan operasi pada sepanjang lintas utama yang padat, serta kelancaran mobilisasi angkutan barang dan jasa.
Sedangkan sasaran yang ingin dicapai sampai dengan Tahun 2008 adalah terwujudnya jumlah perlintasan sebidang yang terjaga sebanyak 58 unit.
B. ARAH KEBIJAKAN
1). Meningkatkan keselamatan angkutan dan kualitas pelayanan melalui pemulihan kondisi pelayanan prasarana dan sarana angkutan perkeretaapian.
2). Meningkatkan peran angkutan perkeretaapian regional dan lokal, dan meningkatkan strategi pelayanan angkutan yang lebih berdaya saing secara antarmoda dan intermoda.
3). Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan terutama pada koridor yang telah jenuh serta koridor-koridor strategis yang perlu dikembangkan. Arah pengembangan jaringan kereta api dikaitkan dengan upaya pengembangan jaringan jangka panjang Sistranas, Sistrareg dan Sistralok.
4). Meningkatkan frekuensi dan menyediakan pelayanan angkutan KA yang terjangkau.
5). Meningkatkan peran serta Pemda dan swasta di bidang perkeretaapian.
C. PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN
Program Pembangunan, Rehabilitasi, Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Perkeretaapian diarahkan terutama di Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Malang Raya.
Kegiatan Utama :
1). Pembangunan Kommuter diwilayah Gerbangkertosusila dan Malang Raya;
2). Rehabilitasi, pemeliharaan sarana Prasarana dan fasilitas perkeretaapian.