• Tidak ada hasil yang ditemukan

ilmiah

1. Karya Ilmiah Penelitian Eksperimen

Contoh karya ilmiah penelitian eksperimen yang diakukan oleh Irawati (2017) dengan Judul “Pengaruh Latihan Plyometric Jump To Box Terhadap Daya Ledak (Power) Otot Tungkai Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket Putra Sma Negeri 1 Tumpang Malang”.

a. Landasan Teori

Latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai dapat dilakukan dengan metode plyometric. Latihan plyometric adalah metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan daya ledak otot (Sugiharto, 2014:122). Gerakan plyometric dilakukan dalam berbagai cabang olahraga yang menggunakan power, dalam permainan olahraga bolabasket plyometric digunakan saat melakukan tembakan dan digunakan untuk mengatasi pantulan (Furqon & Doewes, 2002:2).

Dalam latihan plyometric terdapat bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai yaitu: melompat dengan dua kaki (double legs bound), melompat dengan satu kaki secara bergantian, lompat jongkok, loncat dua kaki dengan box (jump to box) (Muhajir, 2014:106).

b.

Hipotesis

• Ada pengaruh latihan plyometric jump to box terhadap daya ledak (power) otot tungkai peserta ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Tumpang Malang.

• Ada pengaruh latihan konvensional terhadap daya ledak (power) otot tungkai peserta ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Tumpang Malang.

• Ada perbedaan pengaruh latihan plyometric jump to box dan latihan konvensional terhadap daya ledak (power) otot tungkai peserta ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Tumpang Malang.

c.

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 (5%). Adapun kriteria pengujian menyatakan bahwa :

1). H0 ditolak dan H1 diterima jika Sig < α 2). H0 diterima dan H1 ditolak jika Sig > α

Berdasarkan hasil analisis data dapat dijelaskan hipotesis sebagai berikut:

1). H0 = Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian latihan kelompok eksperimen dan pemberian latihan kelompok kontrol 2). H1 = Ada perbedaan pengaruh pemberian latihan kelompok

eksperimen dan pemberian latihan kelompok kontrol 2. Karya Ilmiah Penelitian Pengembangan

Contoh karya ilmiah penelitian pengembangan yang dilakukan oleh Zazuli (2016) dengan judul “Pengembangan Permainan Pengenalan Air Dalam Pembelajaran Renang Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar”.

a. Landasan Teori

Renang juga merupakan aktivitas yang penuh tantangan dan ada kecenderungan menakutkan bagi mereka yang belum pernah mengenal atau berhubungan langsung dengan air. Sebelum mempelajari teknik gerakan dari gaya-gaya renang hendaknya siswa memiliki keberanian untuk beraktifitas di air, untuk itu diperlukan bentuk pengenalan air yang menyenangkan agar siswa memiliki keberanian saat berada di dalam air yaitu dengan memodifikasi pembelajaran pengenalan air dalam bentuk permainan dengan memperhatikan karakteristik siswa kelas I sebagaimana telah dikemukakan oleh Annarino.

Menurut Subagyo (2008:1) bahwa pengenalan air dapat menolong dalam mempelajari gaya-gaya renang untuk dapat lebih menguasai gerakan-gerakan dasarnya. Menurut Roeswan dan Soekarno (1979:39) pengenalan air bertujuan untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat-sifat air seperti dingin, basah dan tahanan air.

b. Asumsi

• Di SD Anak Saleh Kota Malang renang merupakan salah satu kompetensi dasar (KD) dalam pendidikan jasmani yang wajib diikuti oleh siswa kelas satu sampai dengan kelas tiga.

• Pengembangan permainan pengenalan air dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di sekolah dasar (SD) Anak Saleh yang mewajibkan renang menjadi kompetensi dasar (KD) pada mata pelajaran PJOK.

• Belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengenalan air di SD Anak Saleh dalam bentuk permainan.

• Aktivitas renang masuk dalam kurikulum wajib dan jadwal mata pelajaran pendidikan jasmani di kelas 1,2 dan 3 yang dilakukan secara bergantian pada siswa putra dan putri pada setiap minggunya.

Kesimpulan

Dari paparan yang telah dijelaskan maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pendidikan tidak terlepas dari masalah-masalah yang muncul. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul maka diperlukan penelitian-penelitian. Penelitian dilakukan karena manusia memiliki naluriah rasa ingin tahu yang tinggi.

Penelitian yang baik harus menggunakan prosedur yang rigid agar penelitian tidak menyimpang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prosedur penelitian yang dibahas dalam makalah ini adalah landasan teori, hipotesis, macam-macam hipotesis, pengujian hipotesis, asumsi, dan macam-macam penelitian.

Suatu landasan teori diperlukan dalam penelitian karena dengan teori tersebut penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Setelah ada pijakan penelitian diperlukan hipotesis/pendapat sementara dan kebenarannya harus diuji melalui pengujian hipotesis, dan peneliti mempunyai asumsi/anggapan sendiri mengapa penelitian tersebut harus dilakukan.

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca untuk memahami konsep landasan teori, hipotesis, macam hipotesis, pengujian hipotesis, asumsi, dan macam-macam penelitian. Dibutuhkannya prosedur dalam penelitian agar penelitian tidak menyimpang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Konsep Rancangan Penelitian Eksperimen dan Non Eksperimen, Populasi, Teknik Sampling dan Pembagian Kelompok

Nurika Dyah Lestariningsih, M.Pd.

Pendahuluan

Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah.

Pengetahuan yang diperoleh dari penelitian dapat berupa fakta, konsep, generalisasi, dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami fenomena dan memecahkan masalah yang dihadapi.

Masalah penelitian dapat timbul karena adanya kesulitan yang mengganggu kehidupan manusia atau semata-mata karena dorongan ingin tahu sebagai sifat naluriah manusia (Ibnu, 2003:2).

Dalam prosedur tersebut terdapat suatu langkah inti dan yang paling penting yaitu mengumpulkan data. Data itulah yang merupakan bahan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Oleh karenanya pengumpulan data merupakan inti dari kegiatan penelitian yang sebenarnya. Salah satu metode penelitian adalah eksperimen. Untuk dapat melaksanakan suatu eksperimen yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkait dengan komponen-komponen eksperimen. Penelitian eksperimen tidak hanya dilakukan pada bidang sains, tetapi sekarang bisa juga digunakan dalam bidang ilmu sosial, humaniora, termasuk pendidikan, kurikulum dan pembelajaran. Disamping adanya metode eksperimen ada juga metode penelitian yang non-eksperimen. Data yang didapatkan dari penelitian non-eksperimen ini berdasarkan data yang sebenarnya (apa adanya) tanpa adanya manipulasi suatu data.

Selanjutnya, untuk lebih memahami mengenai penelitian eksperimen dan penelitian non-eksperimen, dalam makalah ini akan dibahas mengenai penelitian eksperimen dan penelitian non-eksperimen beserta hal-hal yang terkait di dalamnya.

Dalam melakukan penelitan banyak sekali pilihan metode yang dapat digunakan. Namun tidak semua metode cocok digunakan, metode yang dipilih harus sesuai dengan tujuan penelitian. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dan non-eksperimen Terutama dalam penelitian pendidikan, salah satu metode yang banyak digunakan adalah

metode penelitian eksperimen. Untuk dapat melaksanakan suatu eksperimen yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkait dengan komponen-komponen eksperimen. Baik yang berkaitan dengan variabel, karakteristik, tujuan, langkah-langkah penelitian, serta validitas dalam penelitian eksperimen. Penelitian non eksperimental adalah penelitian yang dilakukan secara tidak langsung, dan lebih mengarah kepada pengumpulan data. Maka dengan adanya dua metode ini penulis akan membahas mengenai

“Konsep Rancangan Penelitian Eksperimen dan Non Eksperimen, Populasi, Teknik Sampling dan Pembagian Kelompok.