IMPLEMENTASI SISTEM
5.2 Langkah – Langkah Memulai Pengolahan Data Dengan Excel
Sebelum mengoperasikan software ini, pastikan bahwa pada komputer telah terpasang program Excel. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Klik tombol start
Gambar 5.1 Tampilan Standard dari Windows
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
Gambar 5.2 Tampilan Untuk Memilih Program Excel.
3. Setelah itu akan muncul tampilan lembaran kerja seperti di bawah ini
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
4. Mulailah dengan pengisian data
a. Data produksi beras dengan menggunakan alpha 0.1 pada sheet 1, dapat dilihat tampilannya seperti di bawah ini
Gambar 5.4 Tampilan Menginput Data Produksi Beras Pada Lembar Kerja Excel
Dari tampilan diatas tersebut dapat kita lihat data yang telah di hitung St′, St′′, forecast, error (kesalahan ramalan), square errornya. Untuk lebih jelasnya dapat dipaparkan sebagai berikut:
1. Pada kolom pertama (A7 : A21) ditulis keterangannya adalah tahun.
2. Pada kolom kedua (B7 : B21) ditulis keterangannya adalah produksi beras di Kabupaten Deli Serdang.
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
3. Pada kolom ketiga (C7 : C21) ditulis keterangannya adalah St′, dimana St′ adalah smoothing pertama.
4. Pada kolom ketiga (D7 : D21) ditulis keterangannya adalahSt′′ , dimana
t
S ′′ adalah smoothing kedua.
5. Pada kolom ketiga (E7 : E21) ditulis keterangannya adalah at (konstanta).
6. Pada kolom ketiga (F7 : F21) ditulis keterangannya adalah bt (slope).
7. Pada kolom ketiga (G7 : G21) ditulis keterangannya adalah forecast yakni ramalan.
8. Pada kolom ketiga (H7 : H21) ditulis keterangannya adalah error atau kesalahan ramalan.
9. Pada kolom ketiga (I7 : I21) ditulis keterangannya adalah absoulut dari error (kesalahan ramalan).
10. Pada kolom ketiga (J7 : J21) ditulis keterangannya adalah square error, dimana ini kuadrat dari error.
Maka perhitungan untuk masing – masing perhitungan smoothing pertama, smoothing kedua, konstanta, forecast, error, absoulut error dan square error diuraikan dibawah ini:
1. Smoothing pertama St′, untuk tahun pertama ditentukan sebesar tahun pertama dari data historisnya, sehingga angkanya telah tertera pada sel B8, adalah = B8.
Sedangkan untuk tahun kedua yakni tahun 1994 dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : =(0.1*B9)+(0.9*C8), menghasilkan 279501.9. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
2. Smoothing keduaSt′′, untuk tahun pertama ditentukan sebesar tahun pertama dari data historisnya, sehingga angkanya telah tertera pada sel B8, adalah = B8.
Sedangkan untuk tahun kedua yakni tahun 1995 dapat dihitung dengan rumus
sebagai berikut : =(0.1*C9)+(0.9*D8), menghasilkan 279941.9. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
3. Nilai at baru bisa dicari pada tahun kedua yaitu pada tahun 1995 sehingga
rumus yang tertera pada sel E8 adalah: =2*C9-D9, sehingga menghasilkan angka = 279062.61. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
4. Nilai bt baru bisa dicari pada tahun kedua yaitu pada tahun 1995 sehingga
rumus yang tertera pada sel F8 adalah: =(0.1/0.9)*(C9-D9), sehingga menghasilkan angka – 48.81. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
5. Forecast (Ft+m) untuk tahun pertama tidak dapat di tentukan, untuk tahun
kedua pada sel G9, sama dengan data histories pada tahun pertama = B8. Forecast pada tahun ketiga dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut : =E9+F9 sehingga menghasilkan 279013.8 Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
6. Error untuk tahun ketiga dapat di cari dengan rumus =B9-G9, menghasilkan - 4881. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
7. Aboulut error menunjukkan kesalahan ramalan, tanpa menghiraukan tanda positif ataupun tanda negatif, sehingga pada sel I9, dapat dihitung dengan
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
menggunakan rumus : =ABS(H9), sehingga menghasilkan 4881. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
8. Square error, menunjukkan kesalahan ramalan dikuadratkan, sehingga pada sel J9, dapat dihitung menggunakan rumus : =H9^2, sehingga menghasilkan 23824161. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
9. Jumlah dari square error menggunakan rumus := SUM(J7:J19) untuk jumlah dari square error menghasilkan 3207622.087
10. Menghitung rata – rata dari, mean square error (MSE) dengan rumus =J20/12 menghasilkan 267301.8406
11. Untuk tahun – tahun berikutnya dilakukan cara yang sama.
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
Gambar 5.5 Tampilan Rumus dari Data Produksi Beras Pada Lembar Kerja Excel
b. Data dengan menggunakan alpha 0.1 pada sheet 3, dapat dilihat tampilannya seperti di bawah ini:
Gambar 5.6 Tampilan Menginput Data Kebutuhan Beras Pada Lembar Kerja Excel
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
Dari tampilan diatas tersebut dapat kita lihat data yang telah di hitung St′, St′′, forecast, error (kesalahan ramalan), square errornya. Untuk lebih jelasnya dapat dipaparkan sebagai berikut:
1. Pada kolom pertama (A6 : A19) ditulis keterangannya adalah tahun.
2. Pada kolom kedua (B6 : B19) ditulis keterangannya adalah produksi beras di Kabupaten Deli Serdang.
3. Pada kolom ketiga (C6 : C19) ditulis keterangannya adalah St′, dimana St′ adalah smoothing pertama.
4. Pada kolom ketiga (D6 : D19) ditulis keterangannya adalahSt′′ , dimana
t
S ′′ adalah smoothing kedua.
5. Pada kolom ketiga (E6 : E19) ditulis keterangannya adalah at (konstanta).
6. Pada kolom ketiga (F6 : F19) ditulis keterangannya adalah bt (slope).
7. Pada kolom ketiga (G6 : G19) ditulis keterangannya adalah forecast yakni ramalan.
8. Pada kolom ketiga (H6 : H19) ditulis keterangannya adalah error atau kesalahan ramalan.
9. Pada kolom ketiga (I6 : I19) ditulis keterangannya adalah absoulut dari error (kesalahan ramalan).
10. Pada kolom ketiga (J6 : J19) ditulis keterangannya adalah square error, dimana ini kuadrat dari error.
Maka perhitungan untuk masing – masing perhitungan smoothing pertama, smoothing kedua, konstanta, forecast, error, absoulut error dan square error diuraikan dibawah ini:
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
1. Smoothing pertama St′, untuk tahun pertama ditentukan sebesar tahun pertama dari data historisnya, sehingga angkanya telah tertera pada sel B7, adalah = B7.
Sedangkan untuk tahun kedua yakni tahun 1995 dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : =(0.1*B8)+(0.9*C7) menghasilkan 121137.5. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
2. Smoothing keduaSt′′, untuk tahun pertama ditentukan sebesar tahun pertama dari data historisnya, sehingga angkanya telah tertera pada sel B7, adalah = B7.
Sedangkan untuk tahun kedua yakni tahun 1994 dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: =(0.1*C8)+(0.9*D7)menghasilkan 123218.75. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
3. Nilai at baru bisa dicari pada tahun kedua yaitu pada tahun 1995 sehingga
rumus yang tertera pada sel E8 adalah: =2*C8-D8 sehingga menghasilkan angka119056.25 . Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya. 4. Nilai bt baru bisa dicari pada tahun kedua yaitu pada tahun 1994 sehingga
rumus yang tertera pada sel F8 adalah: =(0.1/0.9)*(C8-D8) , sehingga menghasilkan angka -231.25. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
5. Forecast (Ft+m) untuk tahun pertama tidak dapat di tentukan, untuk tahun
kedua pada sel G8, sama dengan data histories pada tahun pertama = B7. Forecast pada tahun ketiga dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut : =E8+F8 sehingga menghasilkan 118825. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
6. Error untuk tahun ketiga dapat di cari dengan rumus =B8-G8, menghasilkan -23125. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
7. Aboulut error menunjukkan kesalahan ramalan, tanpa menghiraukan tanda positif ataupun tanda negatif, sehingga pada sel I8, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : =ABS(H8), sehingga menghasilkan 23125 . Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
8. Square error, menunjukkan kesalahan ramalan dikuadratkan, sehingga pada sel J8, dapat dihitung menggunakan rumus :=H8^2, sehingga menghasilkan 534765625. Lakukan cara yang sama untuk tahun – tahun berikutnya.
9. Jumlah dari square error =SUM(J7:J19) untuk jumlah dari square error menghasilkan3188008635 .
10. Menghitung rata – rata mean square error (MSE) dengan rumus
=J20/12menghasilkan 265667386.3
11. Untuk tahun – tahun berikutnya dilakukan cara yang sama.
Samira Siregar : Peramalan Tingkat Kebutuhan Beras Pada Tahun 2008 Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 2008. USU Repository © 2009
Gambar 5.7 Tampilan Rumus dari Data Kebutuhan Beras Pada Lembar Kerja Excel
BAB 6