Kegiatan Belajar 3 Paragraf Argumentasi
C. Memperbaiki dan Menyusun Paragraf Argumentasi
1. Langkah-langkah Menyusun Paragraf Argumentasi
Paragraf 6. Tujuan: Tujuan yang ingin dipaparkan adalah
sebagaimana yang terdapat dalam judul tulisan bahwa perlu upaya mempertahankan bahasa daerah sebagai bahasa ibu guna meningkatkan semangat kebangsaan.
Atas dasar analisis tersebut, tentu Anda sudah dapat menunjukkan bagian yang merupakan kata kunci tulisan argumentasi, bukan? Yang jelas, tulisan argumentasi ditulis tidak sekadar meyakinkan pembaca saja, melainkan adanya harapan bahwa sebuah paragraf argumentasi dapat berguna untuk hal-hal berikut (Suparno, 2002:5.36).
a. Membantah atau menentang suatu usul atau pernyataan tanpa berusaha meyakinkan atau memengaruhi pembaca untuk memihak. Tujuan utama kemungkinan ini adalah semata-mata menyampaikan pandangan.
b. Mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan mempengaruhi keyakinan pembaca agar menyetujui.
c. Mengusahakan suatu pemecahan masalah.
d. Mendiskusikan suatu persoalan tanpa perlu mencapai suatu penyelesaian.
1. Langkah-langkah Menyusun Paragraf Argumentasi
Saudara, untuk menyusun argumentasi pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tema/topik yang akan diangkat sebagai dasar penulisan. Sebagaimana telah penulis kemukakan diawal pembahasan paragraf deskripsi, terdapat lima langkah dalam menyusunnya, yakni (1) menentukan topik/tema,
Paragraf
(2) menetapkan tujuan, (3) mengumpulkan data dari berbagai sumber, (4) menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih, (5) mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.
a. Dalam menyusun paragraf argumentasi, topic/tema yang dipilih tentu saja mengarah pada masalah/persoalan yang harus diselesaikan dan bukan cerita perjalanan, pemaparan suatu cerita/produk, atau paparan untuk menawarkan suatu jasa/layanan. Jadi, topik/tema yang diangkat haruslah mengarah pada usulan perbaikan terhadap suatu persoalan atau masalah yang memang harus dicarikan jalan keluar atau solusi. Contoh:
1) Upaya Pemerintah dalam Menyiapkan Sarana Transportasi yang Nyaman untuk Ritual Mudik Lebaran
2) Pertambahan Jumlah Kendaraan Bermotor yang Tidak Sebanding dengan Infrastruktur Penunjang 3) Kualitas Guru Sekolah yang Besertifikasi dan
Belum Besertifikat Pendidik
4) Analisis tentang Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Menulis Karangan Ilmiah
5) Pengaruh Negatif Era Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Cara Penanggulangannya yang Efektif
Tema-tema di atas dapat Anda pilih untuk dicoba kembangkan menjadi paragraf argumentasi. Cara yang paling efektif adalah pilihlah yang menurut Anda paling dikuasai. Jangan mencoba memilih topik yang terlalu sulit. Jika memang contoh-contoh
Paragraf
Anda, silakan cari contoh yang lain tetapi Anda memiliki bahan yang cukup untuk membantu pengembangan paragraf tersebut.
b. Setelah Anda mantap memilih atau menentukan topik, silakan tntukan tujuan yang ingin dicapai. Bisa saja tulisan yang Anda susun adalah untuk kepentingan lomba, atau untuk kenaikan pangkat ke golongan IV/a, atau untuk keperluan lainnya. Yang harus Anda ingat bahwa tujuan yang akan dicapai harus sinkron dan menjadi tuntunan dalam pengembangan kalimat demi kalimat selanjutnya. c. Jika tujuan sudah ditentukan, mulailah untuk
mencari bahan-bahan pendukung, baik data, tulisan yang pernah ada sebelumnya, atau referensi penunjang lainnya. Bahan-bahan tersebut dapat diperoleh melalui koran, majalah, jurnal, atau sumber lain seperti internet. Jangan lupa, menulis paragraf argumentasi tidak mungkin 100% hasil pemikiran sendiri. Anda dapat mengutip atau memakai pendapat orang lain tetapi dengan tetap mencantumkan nama penulis, judul artikel yang dikutip, dan media yang menerbitkannya. Dalam dunia akademik, plagiarisme adalah hal yang sangat tidak terpuji.
d. Setelah bahan-bahan diperoleh, mulailah mengembangkan kerangka tulisan. Untuk memudahkan Anda, usahakan untuk membuat kerangka sedetil mungkin.
e. Jika keempat langkah tersebut terpenuhi, mulailah mengembangkan paragraf, kalimat demi kalimat. Jangan pernah takut Salah untuk menulis karena
Paragraf
Anda tentu berkesempatan untuk membaca ulang atau mengoreksi tulisan yang Anda susun sebelum menyelesaikannya. Hal yang menjadi bekal tentu saja adalah kemampuan menggunakan kalimat efektif, pemakaian konjungsi, pemilihan kata, dan penguasaan ejaan yang disempurnakan.
Untuk memudahkan Anda menguasai materi ini, berikut penulis sajikan, bagaimana langkah penyusunan paragraf argumentasi, mulai dari rumusan sampai dengan penyusunan kerangka karangan. Ingat, yang penulis kembangkan hanyalah contoh dan Anda dapat menyusun dengan bentuk yang berbeda.
Topik/tema = Pentingnya Kemampuan Ilrniah
Menulis bagi Guru SD
Tujuan = Meyakinkan para guru SD
betapa pentingnya kemampuan menulis ilmiah dan akibat yang ditimbulkan jika mereka tidak mahir dalam mempraktikkan salah satu keterampilan berbahasa tersebut.
Data Penunjang dari Koran media lainnya
= Artikel/tulisan tentang kesulitan menulis ilmiah bagi
sebagian guru SD
= Artikel/tulisan tentang pentingnya kemampuan menulis bagi guru SD yang akan
naik pangkat ke golongan IV/a
Paragraf
dan praktik menulis
= Tahap-tahap menulis yang harus dikuasai calon penulis:
Pentingnya kemampuan menguasai kalimat efektif
Kerangka Pengantar
= Paparan tentang contoh kesulitan yang dihadapi guru ketika akan menulis
= Paparan tentang keterkaitan antara penguasaan kemampuan menulis dengan kompetensi seorang guru
= Paparan tentang manfaat kegiatan menulis Permasalahan Akibat Tidak Dimilikinya kemampuan menulis
Paragraf
= Banyaknya kasus pembatalan tunjangan sertifikasi karena adanya karya ilmiah saduran atau plagiarism
= Muncul keprihatinan para tokoh pendidikan dan para ahli bahasa terhadap semakin tidak dikuasainya kemampuan menulis oleh para guru, khususnya guru SD
Menulis dan Profesionalisme Guru
= Selain menjadi syarat sertifikasi, persyaratan wajib bagi Guru yang akan naik pangkat ke golongan IV/a harus menyusun
Paragraf
= Guru yang profesional mensyaratkan bahwa kemampuan rnenuangkan gagasan secara lisan dan tulisan mutlak dikuasai
Menulis sebagai Keterampilan Berbahasa
= Penguasaan menuts dapat diperoleh jika memang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari
= Menulis adalah keterampilan berbahasa yang penguasaannya memerlukan penahapan dan latihan secara terus-menerus. = Jangan merasa tidak mahir
menulis karena memang tidak berbakat menulis
Penutup = Simpulan tentang pentingnya
kemampuan menulis ilmiah sehingga para guru memiliki keyakinan bahwa keterampilan tersebut mutlak dikuasai
= Saran tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan guru dalam menguasai keterampan menulis
Daftar Pustaka = Berisi buku/tulisan/referensi
yang digunakan sebagai bahan rujukan
Paragraf
Saudara, Anda tentu dapat mengembangkan sendiri contoh yang lain, atau Anda juga memiliki pendapat yang lain terhadap contoh yang penulis tampilkan. Tentu saja Anda boleh berbeda dan menyusun sesuai dengan apa yang Anda ingin lakukan. Yang harus Anda perhatikan adalah pada saat mengumpulkan fakta dan data tentang pentingnya kemampuan menulis, Anda dapat melakukan penelitian dan pengamatan langsung dengan cara: (1) mengadakan penelitian lapangan berulang-ulang sehingga diperoleh data yang mantap dan tidak meragukan, (2) melakukan wawancara dengan berbagai narasumber dan responden, dan (3) membaca buku-buku atau referensi lain yang berisi fakta yang kita perlukan (Suparno, 2002:5.37).