Televisi Rusak
B. Langkah Perbaikan Kerusakan Televis
Televisi adalah sarana hiburan dan informasi. Di masa sekarang ini hiburan dan informasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat [setiap individu]. Para pebisnis melihat hal ini sebagai ladang usaha, sehingga begitu banyak stasiun pemancar televisi yang beroperasi, bahkan ada yang mengudara hampir 24 jam sehingga memberi kebebasan waktu untuk menonton, baik siang hari maupun malam hari.
Jika memperhatikan pola menonton masyarakat kita, pagi hari sampai sore hari di dominasi oleh anak-anak, remaja, dan kaum ibu. Sedangkan malam hari hingga mendekati subuh, didominasi oleh remaja dan kaum pria dewasa. Jadi bisa ditarik kesimpulan, televisi yang ada hampir di setiap rumah penduduk hampir 24 jam menyala /hidup.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, televisi rentan akan kerusakan. Karena panas yang dihasilkan oleh rangkaian televisi [yang begitu panjang] mengakibatkan komponen rangkaian televisi cepat rusak. Ditambah lagi dari gejala alam seperti petir/ kilat yang menyambar antenna dan kualitas dari komponen itu sendiri.
Bagi tenaga terampil khususnya di bidang elektronik, hal ini dapat merupakan peluang usaha untuk membuka jasa servis/reparasi pesawat televisi. Oleh karena itu, peluang usaha ini harus diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan elektronik yang memadai.
Agar mempermudah pencarian daerah kerusakan pesawat televisi, rangkaian televisi perlu di blok-blokkan menurut fungsi kerjanya. Rangkaian televisi, dari televisi 14”– 39”, umumnya dapat di blok-blokkan menjadi sembilan bagian
Sumber: www.tempo.com
1. Blok Rangkaian Power 2. Blok Rangkaian Degaussing 3. Blok Rangkaian Program 4. Blok Rangkaian Tuner 5. Blok Rangkaian Suara
6. Blok Rangkaian Croma, IF dan Oscillator 7. Blok Rangkaian CRT
8. Blok Rangkaian Horizontal 9. Blok Rangkaian Vertikal
Rangkaian Blok Power dapat dikenali melalui kabel yang akan digunakan untuk dihubungkan ke arus listrik/stop kontak atau melalui saklar on-off pesawat televisi serta melalui trafo switching.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Rangkaian power pada pesawat televisi.
Kerusakan:
Pesawat televisi mati total tanpa adanya tanda-tanda lampu indikator power menyala.
Rusaknya ketiga jenis komponen utama ini sering menyebabkan komponen di sekitarnya menjadi ikut rusak atau terbakar, terutama komponen resistor <restand>. Penyebab rusaknya ketiga jenis komponen utama ini bisa akibat hal berikut.
1) Naiknya tegangan listrik
2) Jatuhnya tegangan DC 250 Volt – 300 Volt rangkaian power.
Perbaikan:
Periksalah kabel power dengan multimeter, apakah kabel masih baik. Dilanjutkan dengan memeriksa saklar on-off pesawat televisi. Setelah tahap ini, periksalah pada rangkaian power apakah ada komponen yang terbakar/hangus. Pada umumnya, komponen utama yang mengoperasikan rangkaian power ada tiga jenis, yakni:
1) Transistor 2) IC
3) Mosfet
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Juga jatuhnya tegangan DC power ini bisa disebabkan oleh rusaknya dioda /silicon bridge perata tegangan rangkaian power.
Perbaikan:
Gejala ini bisa disebabkan oleh kering atau bocornya kapasitas elko power yang berkapasitas 100uF s.d. 220uF 400-450 Volt yang menyebabkan tegangan DC turun menjadi sekitar 170 Volt ke bawah.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Naik-turunnya listrik menyebabkan kerusakan komponen.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Rusaknya IC regulator power atau IC regulator umpan balik (biasanya memiliki empat buah kaki,masing-masing mempunyai dua kaki di sisi-sisinya). Lemah atau keringnya elko yang berhubungan dengan kaki basis transistor komponen utama. Gulungan trafo switching short atau terbakar. Patah atau putusnya jalur rangkaian power yang disebabkan oleh panas. Timah solderan retak/usang .
Selain itu, rangkaian power bisa tidak bekerja, karena membesarnya nilai tahanan/resistor yang men-start komponen utama. Biasanya bernilai antara 100K ohm s.d. 220K ohm 1-2 watt. Pada lain hal, turunnya tegangan DC power 250– 300 Volt menjadi 150-180 Volt DC yang dikarenakan oleh lemahnya elko utama power, dapat menyebabkan gambar bergelombang seperti ombak.
Apabila rangkaian power bekerja dengan baik, akan menghasilkan tegangan output DC sekitar 97 s. d. 115 Volt untuk televisi 14” s.d. 21” (standarnya 103 Volt) dan 129 Volt untuk televisi 29”.
Apabila tegangan output naik mencapai 150 Volt ke atas, gantilah elko- elko yang berkapasitas kecil di rangkaian power atau periksalah trimpot (trimer potensiometer) adjust regulator tegangan, mungkin berubah nilai hambatannya atau telah rusak/putus.
Blok Rangkaian Degaussing, kumparan degaussing berfungsi untuk menghilangkan tumpukan warna pada sisi-sisi layar yang disebabkan oleh magnetan bumi/ magnet liar. Kata populernya rangkaian degaussing berfungsi sebagai pembuang magnetan. Blok rangkaian ini dapat dikenali dari kumparan yang melingkari tabung televisi yang terbungkus/ terisolasi berwarna hitam. Kumparan ini bekerja hanya sesaat ketika televisi dihidupkan. Lebih kurang selama 7 detik.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Kumparan ini bekerja hanya sesaat ketika televisi dihidupkan.
Komponen yang mengontrol kerja kumparan degaussing ini disebut PTC. Letaknya tidak jauh dari soket kabel kumparan degaussing.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Komponen pengontrol kumparan degaussing.
Kerusakan PTC menyebabkan kumparan degaussing tidak bekerja. Tanda- tanda PTC rusak apabila diguncang-guncang akan ada seperti pecahan batu di dalamnya. Tindakan awal sebelum menyabut PTC dari rangkaian televisi, matikan pesawat televisi tanpa kabel power terhubung ke stop kontak. Sentuhlah body/ badan dari PTC. Apabila terasa cukup panas/hangat, berarti PTC bekerja. Jika
Sumber: www.infoservistv.co.cc
tidak terasa panas, periksalah solderan di kaki PTC. Jika solderan di kaki PTC baik, berarti kerusakan ada di PTC-nya. Di lain hal, tumpukan warna di sisi-sisi layar ini bisa juga disebabkan oleh pemasangan kumparan defl eksi/yoke yang tidak tepat. Cobalah maju dan mundurkan posisi yoke sehingga tumpukkan warna tadi hilang. Berhati-hatilah ketika memaju-mundurkan yoke ini. Usahakan tangan jangan menyentuh body dari tabung/lensa sebab sengatan listriknya cukup lumayan terasa. Jadi, agar lebih aman gunakanlah alas kaki.
Blok Rangkaian Program, blok program dapat ditandai melalui tombol channel yang ada pada depan kabinet pesawat televisi . Jalur/kabel dari tombol channel ini akan menuju ke rangkaian blok program. Blok program berfungsi sebagai pengontrol kerja . Difungsikan sebagai pengontrol: channel, volume, tuning, [search], timer, on-off, kalender, game, sistem warna [bright, contras, colour, dan sharp].
Pengontrol kerja ini biasanya berbentuk sebuah IC [Integrated Circuit], mempunyai banyak kaki/pin [24 s.d. 54] dan terkadang selalu berpasangan dengan IC memory [8 s.d. 16 pin].
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Pengontrol kerja ini biasanya berbentuk sebuah IC [Integrated Circui].
Kerusakan pada blok ini tentu menyebabkan tidak berfungsinya salah satu kontrol di atas.
Kerusakan 1:
Tidak dapat start/hidup padahal tegangan output DC power normal.
Kerusakan 2:
Kontrol tombol depan [P+ , P- , V+ , V- , Video, dan menu] tidak bekerja pada semestinya. Misalnya, kita ingin memindah program, ternyata volume yang bertambah.
Perbaikan:
Hal ini bisa disebabkan oleh rusaknya IC memory atau IC program. Bisa juga tidak adanya tegangan kerja 5 Volt yang mendukung kerja IC. Hal yang sering dijumpai kerusakan ada pada IC memory. Oscillator Crystal yang memberikan denyut frekuensi kerja IC program, juga bisa menyebabkan hal ini [frekuensi oscillator crystal-nya berubah/ lemah ].
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Perbaikan:
Kerusakan ini disebabkan tidak baiknya tombol/tuts switch program. Gantilah tombol/tuts ini.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Tombol/tuts switch program.
Kerusakan 3:
Program siaran selalu hilang saat televisi dihidupkan. Misalnya, saat mencari program siaran, siaran dapat tersimpan di channel-nya masing-masing. Akan tetapi, saat televisi dimatikan, lalu beberapa waktu kita menghidupkannya kembali, siaran tadi hilang dari channel- nya. Lalu, program siaran dicari lagi dan bisa tersimpan di channel- nya masing-masing. Ketika televisi dimatikan dan hendak dihidupkan lagi beberapa saat, hal serupa terulang.
Perbaikan:
Kerusakan ini disebabkan oleh lemah/habisnya baterai 3 Volt pendukung kerja IC memory/program. Gejala ini pernah dijumpai pada televisi merek Thomson keluaran lama. Selain itu, kerusakan bisa disebabkan oleh rusaknya IC memory, tetapi yang sering dijumpai kerusakan IC memory menyebabkan televisi tidak mau start/hidup.
Blok Rangkaian Tuner. Tuner berfungsi sebagai penerima/ penangkap sinyal gelombang radio [ siaran]. Untuk mengenalinya sangat mudah karena blok rangkaian tuner ini akan berhubungan langsung dengan kabel antena.
Sumber: www.infoservistv.co.cc
Blok rangkaian tuner.
Kerusakan:
Televisi tidak dapat menerima sinyal gelombang siaran sama sekali/kurang baik.
Perbaikan:
1) Periksa kebel antena terlebih dahulu dengan multimeter, skala x 1Ω, biasanya berkisar antara 12Ω -25Ω.
2) Periksa tegangan kerja tuner tersebut.
3) Sentuhlah kaki IF tuner dengan multimeter [kabel hitam], dan kabel merah lekatkan ke ground [heatsink], skala meter x1Ω. Jika noise/raster pada layer berubah-ubah mengikuti irama sentuh tadi, dapat dipastikan rangkaian penguat IF [croma , IF, dan Osc.] bekerja dengan baik. Selanjutnya, fokus penganalisisan terhadap tuner.
4) Jika tegangan kerja tuner telah benar seperti +B , AGC, dan seterusnya, tiliklah tegangan VT [vine tuning] tuner. Lakukan program searching siaran. Ukurlah tegangan VT tuner, tegangan ini akan bergerak naik dari 0-33 Volt. Jika ini terjadi dan sinyal siaran belum dapat, bisa dipastikan tuner telah rusak.
5) Sebaliknya, jika tegangan VT tuner tidak berubah, ikutilah/ telusurilah jalur dari kaki VT tuner, akan didapati transistor pengatur/driver tegangan VT tuner tersebut. Dari transistor ini dapat diketahui pula sumber tegangan 33 Volt-nya , biasanya akan ada dioda zener pembatas tegangan 33 Volt-nya. Periksalah kondisi transistor ini.
6) Kemudian, jika transistor pengatur/driver tegangan VT tuner ini kondisinya baik, tegangan 33 Volt-nya ada, tetapi tegangan VT tuner tetap tidak berubah dari 0-33 Volt, periksalah kaki basis transistor tersebut dengan skala meter 2,5 Volt DC.
Jika tegangan di kaki basis transistor pengatur/driver tegangan VT tuner ini tidak mau berubah, berarti kerusakan ada pada rangkaian program. Catatan: Searching auto program harus tetap dilakukan selama pengecekan tegangan VT tuner tersebut.